BIMA, PilarNTB.com – Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala SMP Negeri 1 Bolo berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Sabtu 1 Agustus 2026 Jabatan kepala sekolah secara resmi diserahterimakan dari Marwan, S.Pd. kepada Suaiddin, S.Ag.

Kegiatan tersebut dihadiri, seluruh dewan guru dan staf SMP Negeri 1 Bolo, Ketua Komite Sekolah, serta Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Bolo, Ismail, S.Pd. Kehadiran seluruh unsur pendidikan tersebut menjadi simbol dukungan terhadap keberlanjutan pembangunan dan peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Bolo.

Usai prosesi sertijab, Kepala SMP Negeri 1 Bolo yang baru, Suaiddin, S.Ag., saat diwawancarai di ruang kerjanya menyampaikan bahwa fokus utama dalam 100 hari kerja pertama adalah melakukan pembenahan fisik sekolah yang dinilai membutuhkan perhatian serius.

Menurutnya, prioritas pertama adalah memperbaiki tampilan fisik lingkungan sekolah agar lebih tertata, bersih, dan representatif sebagai lembaga pendidikan. Selain itu, penataan ruang kelas juga menjadi perhatian utama karena kondisi yang ada saat ini dinilai belum tertata secara optimal sehingga perlu dilakukan pembenahan secara bertahap.

"Kondisi sekolah ini masih memerlukan banyak penataan. Sebagai sekolah yang berstandar nasional, tentu lingkungan dan fasilitasnya harus mencerminkan standar tersebut. Karena itu, pembenahan fisik sekolah menjadi prioritas kami dan kami berharap mendapat perhatian serta dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bima," ujarnya.

Di bidang akademik, Suaiddin menegaskan komitmennya untuk memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui optimalisasi kinerja guru serta penguatan peran guru pembina dalam mendampingi peserta didik.

Ia menilai berbagai prestasi yang telah diraih SMP Negeri 1 Bolo selama ini merupakan modal berharga yang harus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

"Prestasi-prestasi yang telah ditorehkan SMP Negeri 1 Bolo selama ini sudah sangat baik. Tugas kita bersama adalah mempertahankan sekaligus meningkatkannya melalui kerja sama, disiplin, dan peningkatan kualitas pembelajaran," ungkapnya.

Mengakhiri penyampaiannya, Suaiddin mengajak seluruh civitas akademika SMP Negeri 1 Bolo untuk membangun budaya kerja yang solid, saling mendukung, dan mengedepankan semangat kebersamaan dalam memajukan sekolah.

"Saya mengajak seluruh dewan guru, staf, dan seluruh keluarga besar SMP Negeri 1 Bolo untuk terus menjaga kekompakan dan bekerja sama membangun sekolah ini. Dengan persatuan dan komitmen bersama, kita akan melahirkan generasi-generasi yang berprestasi, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama sekolah," tutupnya.


Penulis: Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB.com



BIMA, PilarNTB.com – Program revitalisasi SMAN 2 Woha Tahun Anggaran 2026 terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Memasuki satu bulan sejak penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bantuan anggaran dari pemerintah pusat, progres pembangunan fisik telah mencapai 20 persen.

Ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2SP) SMAN 2 Woha, Hartono, S.Pd., menyampaikan bahwa seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan terus dipercepat agar dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target pelaksanaan selama 150 hari kalender.

"Alhamdulillah, hingga saat ini proses pembangunan berjalan lancar. Progres pekerjaan telah mencapai sekitar 20 persen. Kami terus berupaya menjaga kualitas pekerjaan agar selesai tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan," ujar Hartono kepada Media Pilar, Jumat (31/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Hartono didampingi Bendahara P2SP yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Woha, Abdul Haris, S.Pd.

Hartono menjelaskan, total bantuan anggaran revitalisasi dari pemerintah pusat mencapai Rp2.189.799.000. Dana tersebut digunakan untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana pendidikan melalui sejumlah pekerjaan strategis, meliputi pembangunan tiga ruang kelas baru (RKB), rehabilitasi sedang hingga berat terhadap empat ruang kelas beserta laboratorium sekolah, pembangunan pagar sekolah sepanjang 80 meter, serta pembangunan enam unit toilet (WC).

Pekerjaan rehabilitasi mencakup perbaikan struktur lantai, atap bangunan, penggantian pintu, kusen, dan berbagai komponen lain yang mengalami kerusakan agar kembali memenuhi standar kelayakan dan keamanan.

Untuk menjamin kualitas konstruksi, seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengacu secara ketat pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 yang ditetapkan pemerintah.

"Pada pembangunan gedung baru kami menggunakan besi tulangan utama berdiameter 12 milimeter dengan cincin atau begel berdiameter 8 milimeter. Seluruh spesifikasi material dan metode pekerjaan mengikuti standar teknis yang telah ditentukan oleh Kementerian, sehingga mutu bangunan benar-benar terjamin," jelas Hartono.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Woha, Lukman, S.Pd., melalui Ketua P2SP, mengajak seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program revitalisasi tersebut.

Menurutnya, pembangunan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyediaan fasilitas belajar yang lebih representatif, aman, dan nyaman bagi peserta didik.

"Kami berharap dukungan penuh dari dewan guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, serta seluruh masyarakat. Dengan sinergi yang baik, kami optimistis proses revitalisasi ini dapat berjalan tanpa hambatan hingga selesai sesuai target. Kehadiran fasilitas baru nantinya diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif, serta mendukung lahirnya generasi yang unggul, berprestasi, dan berdaya saing," tutupnya.

 



BIMA, PilarNTB.com – Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) ROI kembali melaksanakan kegiatan IMTAQ (Iman dan Taqwa) sebagai agenda rutin pada Jumat, 31 Juli 2026. Program pembinaan karakter keagamaan ini menjadi bagian penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta kecintaan terhadap ajaran Islam.

Setiap hari Senin hingga Kamis, para siswa dibiasakan mengikuti kegiatan membaca Al-Qur'an, Iqra, doa-doa harian, serta melaksanakan Salat Zuhur berjamaah. Sementara itu, setiap hari Jumat kegiatan IMTAQ dilaksanakan secara lebih intensif sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan pembentukan karakter islami sejak usia dini.

Kepala MIS ROI, Hj. Nur Syamsinah, S.Pd, menegaskan bahwa pembiasaan ibadah dan pembelajaran Al-Qur'an merupakan program unggulan madrasah yang akan terus diperkuat.

"Kami ingin seluruh peserta didik mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, menguasai bacaan Iqra, menghafal surat-surat pendek Juz 30, serta membiasakan diri mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Harapan kami, ketika mereka menyelesaikan pendidikan di MIS ROI, mereka memiliki bekal ilmu agama yang kuat sebagai fondasi untuk meraih masa depan yang lebih baik," ungkapnya.

Ia juga berharap para lulusan MIS ROI tumbuh menjadi generasi yang patuh kepada Allah SWT, taat kepada orang tua dan guru, tawadhu, berakhlakul karimah, serta mampu menjadi hafiz dan hafizah Al-Qur'an yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Melalui program pembiasaan keagamaan yang dilaksanakan secara konsisten, MIS ROI terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi Qur'ani yang cerdas, berprestasi, berkarakter, dan berakhlak mulia, sejalan dengan visi madrasah dalam mewujudkan pendidikan yang unggul dan bernilai islami.



Penulis:Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB 

 


BIMA, Media PilarNTB.com – Anggota DPR RI Komisi VIII, Hj. Mahdalena, S.S., M.M., melaksanakan kegiatan silaturahmi yang dirangkaikan dengan penyerahan simbolis Beasiswa Prestasi Program Indonesia Pintar (PIP) Madrasah kepada siswa MTsN 4 Bima, Rabu (29/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 305 siswa MTsN 4 Bima menerima bantuan Beasiswa PIP Madrasah dengan total nilai Rp189.750.000. Program yang disalurkan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong peningkatan prestasi belajar peserta didik.

Hj. Mahdalena, S.S., M.M. menyampaikan bahwa Program Indonesia Pintar merupakan investasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan adalah fondasi utama dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.

"Beasiswa ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus belajar, berprestasi, dan menggapai cita-cita setinggi mungkin. Pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa, sehingga kita semua memiliki tanggung jawab untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak Indonesia," ujar Hj. Mahdalena.

Sementara itu, Kepala MTsN 4 Bima, Muhaimin, S.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Hj. Mahdalena serta Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada peserta didik di MTsN 4 Bima.

Muhaimin menegaskan bahwa bantuan Beasiswa PIP bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas semangat belajar para siswa serta motivasi untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun karakter.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Hj. Mahdalena, S.S., M.M. dan Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI atas perhatian kepada siswa-siswi MTsN 4 Bima. Bantuan ini sangat berarti bagi peserta didik dan keluarga mereka. Kami berharap para penerima dapat memanfaatkan beasiswa ini dengan sebaik-baiknya untuk mendukung kebutuhan pendidikan serta semakin termotivasi meraih prestasi yang lebih tinggi," ungkap Muhaimin.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, mencerminkan sinergi yang kuat antara wakil rakyat, pemerintah, dan lembaga pendidikan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Melalui Program Indonesia Pintar Madrasah, diharapkan semakin banyak peserta didik yang memperoleh kesempatan belajar secara optimal tanpa terkendala faktor ekonomi, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia demi mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju.


Penulis: jubair ar-Qamar 


 


BIMA, media PilarNTB.com – SMPN 2 Bolo mengawali aktivitas belajar pada pekan ini dengan menggelar Upacara Bendera, Senin (27/7/2026), yang berlangsung khidmat di halaman sekolah. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat karakter disiplin, nasionalisme, dan kebersamaan seluruh warga sekolah.

Upacara kali ini memiliki makna tersendiri karena untuk pertama kalinya dipimpin oleh Kepala SMPN 2 Bolo yang baru, Qurais, S.Pd. Kehadiran beliau sebagai pembina upacara menjadi awal kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa semangat baru dalam meningkatkan mutu pendidikan serta membangun budaya sekolah yang lebih baik.

Petugas upacara dari kelas IX-B menjalankan setiap rangkaian kegiatan dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Penampilan mereka mendapat apresiasi karena mencerminkan kesiapan, kerja sama, serta sikap percaya diri sebagai teladan bagi peserta didik lainnya.

Dalam amanatnya, Kepala SMPN 2 Bolo, Qurais, S.Pd., mengajak seluruh warga sekolah untuk terus menumbuhkan budaya disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, membiasakan hidup rapi, hadir tepat waktu, serta membangun rasa tanggung jawab sebagai bagian dari karakter peserta didik yang unggul.

Selain itu, beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik atas semangat kebersamaan dan dedikasi yang telah ditunjukkan dalam mendukung kemajuan SMPN 2 Bolo.

"Keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter, kedisiplinan, dan kekompakan seluruh warganya. Mari kita jadikan SMPN 2 Bolo sebagai sekolah yang bersih, tertib, nyaman, berkarakter, dan berprestasi," pesannya.

Pelaksanaan upacara bendera diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas setiap hari Senin, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, penanaman nilai-nilai kebangsaan, serta penguatan rasa tanggung jawab dan cinta tanah air bagi seluruh peserta didik.

Dengan semangat kebersamaan dan kepemimpinan yang baru, SMPN 2 Bolo optimistis mampu terus meningkatkan kualitas pendidikan, mencetak generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


JUBAIR ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB 

 


BIMA, media PilarNTB.com – Partai final Kejuaraan Bola Voli Antar Pelajar SMP/MTs Dikbudpora Cup IV Tingkat Kabupaten Bima Tahun 2026 berlangsung sengit dan penuh drama. Dua tim terbaik, SMPN 1 Woha dan SMPN 5 Palibelo, saling berhadapan dalam laga puncak yang menyajikan permainan berkelas dan menghibur para penonton. Senin (27/07/2026)

Final ini menjadi sorotan karena mempertemukan dua kekuatan besar bola voli pelajar di Kabupaten Bima. SMPN 5 Palibelo datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya berhasil menjuarai turnamen tingkat SMP/MTs sekitar dua bulan lalu. Sementara itu, SMPN 1 Woha tampil dengan persiapan matang dan tekad kuat untuk merebut gelar juara.


Sejak peluit pertama dibunyikan, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. SMPN 5 Palibelo yang dijuluki "kecil-kecil cabe rawit" langsung menunjukkan kualitas permainan melalui serangan bertubi-tubi, variasi tipuan, serta kerja sama tim yang telah diasah selama latihan.

Pada set pertama, SMPN 5 Palibelo berhasil menguasai jalannya pertandingan dan menutup set dengan kemenangan 25-20 atas SMPN 1 Woha.

Memasuki set kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Sorak-sorai penonton semakin meriah, bahkan suasana semakin semarak dengan adanya hujan saweran sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet muda. Kepala SMPN 5 Palibelo memberikan apresiasi sebesar Rp200 ribu kepada masing-masing pemainnya. Dukungan serupa juga datang dari pihak SMPN 1 Woha sehingga semangat kedua tim semakin membara. Pada set ini, SMPN 1 Woha berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan setelah menang 25-23.

Pertandingan terus berlangsung ketat. Pada set ketiga, SMPN 5 Palibelo kembali menunjukkan dominasinya dan merebut kemenangan dengan skor 25-19, sehingga unggul 2-1.

Namun, set keempat menjadi titik balik pertandingan. Kedua tim saling melancarkan serangan dalam aksi "jual beli serangan" yang memukau penonton. SMPN 5 Palibelo sempat berada di ambang kemenangan, namun gagal memanfaatkan sejumlah peluang penting. Kesempatan tersebut dimaksimalkan oleh SMPN 1 Woha yang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, sehingga pertandingan harus ditentukan melalui set penentuan.

Pada set kelima, SMPN 1 Woha tampil lebih tenang dan efektif. Dengan semangat juang yang tinggi serta mental bertanding yang kuat, mereka akhirnya memastikan kemenangan sekaligus meraih gelar Juara I Dikbudpora Cup IV Kabupaten Bima Tahun 2026.

Usai pertandingan, Pelatih SMPN 1 Woha, Erin Hardiansyah, S.Pd, mengaku sangat bangga atas perjuangan anak asuhnya.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil ini. Kemenangan ini merupakan buah dari perjuangan dan latihan yang kami jalani selama kurang lebih tujuh bulan. Kami banyak belajar dari berbagai turnamen sebelumnya, memperbaiki kekurangan, dan terus membina kemampuan para pemain secara konsisten," ujarnya kepada PilarNTB.com.

Ia menjelaskan, dukungan penuh dari pihak sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan tim. Bahkan dua bulan menjelang kejuaraan, sekolah memberikan jadwal latihan khusus sebagai bentuk persiapan menghadapi turnamen.

"Target kami sejak awal memang membawa pulang gelar juara. Para pemain yang kami turunkan hari ini berasal dari kelas VIII dan IX. Mereka telah menunjukkan kerja keras, disiplin, dan semangat luar biasa selama proses latihan," tambahnya.

Erin juga berharap kejuaraan bola voli antar pelajar seperti Dikbudpora Cup dapat terus diselenggarakan secara rutin setiap tahun.

"Ajang seperti ini sangat penting untuk pembinaan atlet usia pelajar. Selain menjadi wadah mencari bibit-bibit berbakat, kompetisi ini juga memotivasi sekolah-sekolah agar terus aktif mengembangkan olahraga, khususnya bola voli," tutupnya.


Kepala SMPN 1 Woha, Nurjanah, S.Pd, menyampaikan rasa syukur Alhamdulillah, prestasi luar biasa yang diraih oleh anak-anak kami. Gelar juara ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, semangat pantang menyerah, serta kekompakan para pemain yang dibimbing dengan penuh dedikasi oleh para pelatih. Kami sangat bangga karena mereka telah mengharumkan nama SMPN 1 Woha di tingkat Kabupaten Bima," ujar Nurjanah, S.Pd.

"Keberhasilan ini bukan hanya milik para atlet, tetapi juga hasil kerja sama seluruh keluarga besar SMPN 1 Woha. Saya mengucapkan terima kasih kepada pelatih Erin Hardiansyah, S.Pd, seluruh guru yang terus membimbing dan memberikan semangat kepada para siswa selama mengikuti pertandingan hingga berhasil menjadi juara. tutupnya.

Partai final tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di tingkat sekolah di Kabupaten Bima terus berkembang. Baik SMPN 1 Woha maupun SMPN 5 Palibelo telah menampilkan permainan yang sportif, berkualitas, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi di bidang olahraga.


Penulis : jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB 



BIMA, PilarNTB.com – SMPN 5 Palibelo kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II pada Kejuaraan Bola Voli Antar Pelajar SMP/MTs Dikbudpora Cup IV Tingkat Kabupaten Bima Tahun 2026. Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara, penampilan para atlet muda SMPN 5 Palibelo mendapat apresiasi tinggi karena mampu menyuguhkan pertandingan final yang penuh semangat, kualitas, dan sportivitas.

Pada partai final yang berlangsung Senin (27/7/2026), SMPN 5 Palibelo berhadapan dengan SMPN 1 Woha dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga lima set. Kedua tim silih berganti menguasai jalannya pertandingan dan menyajikan permainan berkelas yang mendapat tepuk tangan meriah dari para penonton.

SMPN 5 Palibelo membuka pertandingan dengan sangat baik. Berbekal kerja sama tim yang solid, pertahanan yang disiplin, serta serangan yang efektif, mereka berhasil mengamankan set pertama dengan skor 25-20.

Memasuki set kedua, SMPN 1 Woha berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan setelah menang tipis 25-23. SMPN 5 Palibelo kembali menunjukkan kualitasnya dengan merebut set ketiga 25-19, sehingga unggul 2-1 dan semakin dekat dengan gelar juara.

Namun, pada set keempat SMPN 1 Woha mampu memanfaatkan beberapa peluang penting untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Pertandingan pun harus ditentukan melalui set kelima. Dalam set penentuan, SMPN 5 Palibelo telah berjuang maksimal, namun akhirnya harus mengakui keunggulan SMPN 1 Woha yang tampil lebih efektif pada poin-poin krusial.

Meski finis sebagai Juara II, perjuangan para atlet SMPN 5 Palibelo tetap menuai pujian. Tim ini tampil luar biasa meski hanya menjalani persiapan sekitar 10 hari sebelum mengikuti kejuaraan.

Pelatih SMPN 5 Palibelo, Febri Rahman, S.Pd, mengungkapkan bahwa waktu persiapan yang singkat menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.

"Persiapan kami memang belum maksimal karena hanya memiliki waktu sekitar 10 hari latihan. Meski demikian, saya bangga karena anak-anak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Berkat potensi dasar yang mereka miliki, kami bisa melangkah hingga final dan memberikan perlawanan terbaik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 5 Palibelo, Nurwahidah, S.Pd, menyampaikan rasa bangga atas semangat juang para siswanya. Menurutnya, hasil yang diraih menjadi modal penting dalam membangun prestasi olahraga sekolah di masa mendatang.

"Saya sangat bangga dengan perjuangan anak-anak. Mereka telah bermain dengan penuh semangat, disiplin, dan pantang menyerah. Tim ini merupakan hasil regenerasi, dengan enam pemain dari kelas VII yang dipadukan dengan empat pemain senior. Meski belum menjadi juara, mereka telah membuktikan bahwa SMPN 5 Palibelo memiliki masa depan cerah dalam dunia olahraga," ungkap Nurwahidah.

Hal senada disampaikan Humas SMPN 5 Palibelo, Nurdin, S.Pd, yang mengapresiasi dukungan penuh kepala sekolah terhadap pembinaan peserta didik.

Menurutnya, kepemimpinan Nurwahidah, S.Pd, telah membawa semangat baru dalam pengembangan potensi siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kepala Sekolah atas perhatian dan dukungannya. Dalam waktu yang relatif singkat, SMPN 5 Palibelo semakin dikenal sebagai sekolah yang mampu mencetak prestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga bola voli. Semoga ke depan prestasi ini terus meningkat dan menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik," ujar Nurdin.

Prestasi sebagai Juara II Dikbudpora Cup IV Kabupaten Bima Tahun 2026 menjadi bukti bahwa SMPN 5 Palibelo memiliki sistem pembinaan atlet yang terus berkembang. Dengan semangat regenerasi, kerja keras, dan dukungan seluruh keluarga besar sekolah, SMPN 5 Palibelo optimistis mampu meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi-kompetisi mendatang.


Penulis :jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB 

 



Lombok Barat, pilarntb.com.-  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik melaksanakan program pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Giri Tembesi, Kabupaten Lombok Barat, dengan fokus pada peningkatan pemahaman mengenai standar keamanan pangan sesuai ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dan keamanan produk pangan lokal sekaligus membantu pelaku UMKM memenuhi aspek legalitas melalui pengurusan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Pendampingan dilakukan melalui sosialisasi, edukasi, serta praktik langsung mengenai penerapan higiene, sanitasi, dan proses produksi pangan yang aman.

Ketua Kelompok KKN Tematik, Lalu Marvin Apriyadi, mengatakan program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar memahami pentingnya penerapan standar keamanan pangan sejak proses produksi hingga produk dipasarkan. 


"Kami ingin pelaku UMKM di sini tidak hanya pandai membuat produk, tapi juga paham betul bahwa keamanan pangan adalah fondasi utama agar produk mereka bisa diterima luas oleh konsumen," ujarnya. 


Menurutnya, pendampingan juga diarahkan agar pelaku usaha mampu memenuhi persyaratan legalitas sebagai salah satu langkah meningkatkan daya saing produk lokal. 


"Dengan mengantongi izin PIRT, produk mereka bukan hanya lebih terpercaya, tapi juga punya peluang lebih besar untuk menembus pasar yang lebih luas," tambahnya.


Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan identifikasi terhadap proses produksi yang dijalankan pelaku UMKM. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar penyampaian materi mengenai pencegahan kontaminasi silang, penggunaan bahan tambahan pangan sesuai ketentuan, kebersihan lingkungan produksi, hingga prosedur pengurusan izin PIRT.


Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir, mahasiswa membentuk Kader Keamanan Pangan Desa Giri Tembesi. Kader yang berasal dari unsur pemuda dan Tim Penggerak PKK desa diberikan pelatihan agar mampu menjadi penggerak edukasi keamanan pangan di tengah masyarakat serta mendampingi pelaku UMKM secara berkelanjutan.


Sementara itu, Kepala Desa Giri Tembesi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program KKN Tematik yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pendampingan mengenai keamanan pangan dan legalitas produk menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas peluang pemasaran.


Program pendampingan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem desa yang semakin sadar terhadap pentingnya keamanan pangan sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk UMKM lokal. Dengan kualitas produk yang lebih baik dan memiliki legalitas yang memadai, pelaku usaha di Desa Giri Tembesi diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk pangan lokal.


Kontributor : Marvin

 


BIMA, PilarNTB.com – Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) ROI kembali menggelar kegiatan rutin Iman dan Takwa (IMTAQ) pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti seluruh siswa, siswi, serta dewan guru ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, berkarakter, dan berprestasi.

Di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah Hj. Nursyamsinah, S.Pd, kegiatan IMTAQ terus menjadi program unggulan yang dilaksanakan secara konsisten sebagai sarana menanamkan nilai-nilai religius, kedisiplinan, tanggung jawab, serta memperkuat karakter peserta didik sejak usia dini.

Suasana khidmat dan penuh semangat tampak mewarnai pelaksanaan kegiatan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dan pembinaan keagamaan dengan tertib, didampingi para guru yang senantiasa memberikan teladan, motivasi, serta bimbingan dengan penuh keikhlasan.

Hj. Nursyamsinah, S.Pd menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari pembentukan akhlak dan kepribadian peserta didik. Menurutnya, guru memiliki peran yang sangat mulia karena menjadi sosok yang membimbing anak-anak dari ketidaktahuan menuju pengetahuan, sekaligus membentuk karakter yang mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk.

"Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Dengan kesabaran, ketulusan, dan dedikasi yang tinggi, mereka terus mendidik tanpa mengenal lelah demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyiapkan generasi penerus yang berkualitas," ujarnya.

Kekompakan dan kebersamaan seluruh keluarga besar MIS ROI menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, religius, dan inspiratif. Semangat kolaborasi tersebut diharapkan terus membawa kemajuan bagi madrasah serta melahirkan generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara.

"Jayalah terus MIS ROI. Dengan kebersamaan, kekompakan, serta semangat pengabdian seluruh guru dan tenaga kependidikan, insyaallah akan lahir generasi penerus yang unggul, berilmu, beriman, dan berakhlak mulia," tutup Hj. Nursyamsinah, S.Pd.

 


BIMA, PilarNTB.com – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMPN 2 Wawo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, kembali terganggu setelah ruang Kepala Sekolah disegel oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai bagian dari tim pemenangan Ady–Irfan, Sabtu (25/7/2026).

Aksi penyegelan tersebut dipicu oleh penolakan terhadap kepala sekolah yang baru dilantik. Kelompok tersebut menilai proses penetapan kepala sekolah tidak mengakomodasi nama yang sebelumnya mereka usulkan melalui koordinator desa (Kordes) dan koordinator kecamatan (Korcam).

Salah seorang perwakilan massa menyatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan somasi dan meminta agar keputusan pelantikan kepala sekolah ditinjau kembali.

"Kami sudah melayangkan somasi. Kami meminta pelantikan kepala sekolah ini dipertimbangkan ulang. Nama yang dilantik tidak sesuai dengan data yang kami usulkan dari Kordes dan Korcam," ujarnya.

Ia mengklaim bahwa usulan nama calon kepala sekolah sebelumnya telah melalui mekanisme internal dan kesepakatan tim pemenangan di tingkat desa maupun kecamatan. Namun, ketika Surat Keputusan (SK) pelantikan diterbitkan, nama yang ditetapkan berbeda dari usulan tersebut.

"Ini merupakan bentuk kekecewaan kami. Kami bukan menolak dunia pendidikan, tetapi kami berharap komitmen politik yang selama ini dibangun dapat dihargai. Jangan sampai pengabdian tim dianggap tidak memiliki arti," tambahnya.

Akibat aksi penyegelan tersebut, aktivitas di lingkungan sekolah dilaporkan terganggu. Belum diketahui secara pasti sejauh mana dampaknya terhadap proses belajar mengajar maupun pelayanan administrasi sekolah.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bima belum memberikan keterangan resmi terkait aksi penyegelan maupun tuntutan yang disampaikan oleh kelompok yang mengaku sebagai tim pemenangan Ady–Irfan.



BIMA, PilarNTB.com – MTsN 4 bima menggelar rapat penguatan Program Tahfidz Sabtu (25/07/26) yang melibatkan seluruh pengurus tahfidz, pembina, ustaz, ustazah, serta perwakilan wali santri. Rapat ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembinaan hafalan Al-Qur'an sekaligus menyusun arah pengembangan program unggulan madrasah. 

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 4 Bima, Muhaimin, S.Ag, tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima, H. Muhjiburrahman, S.Ag. Rapat dilaksanakan setelah kegiatan belajar mengajar reguler berakhir, yakni mulai pukul 13.30 hingga 16.00 WITA setiap hari belajar.

Dalam pemaparannya, Muhaimin menjelaskan bahwa MTsN 4 Bima saat ini memiliki 682 siswa yang terbagi dalam 22 rombongan belajar pada sistem pembelajaran pagi dan sore. Program Tahfidz didukung oleh 343 wali santri serta dibina oleh 20 ustaz dan ustazah.

Program pembinaan Al-Qur'an di MTsN 4 Bima terbagi menjadi tiga kategori, yaitu Tahfidz Unggulan, Tahfidz, dan Tahsin. Menurut Muhaimin, program tersebut menjadi salah satu keunggulan madrasah dan memiliki pola pembinaan yang menjadi rujukan di Kabupaten Bima.

"Melalui rapat ini, kami ingin menyatukan persepsi seluruh pengurus dan pembina agar seluruh program yang telah disusun dapat berjalan optimal demi meningkatkan kualitas hafalan dan pembinaan karakter Qurani peserta didik," ujar Muhaimin.

Selain membahas peningkatan mutu program tahfidz, rapat juga menyoroti persoalan keterbatasan sarana dan prasarana yang hingga kini masih menjadi tantangan bagi MTsN 4 Bima.

Muhaimin mengungkapkan bahwa setiap tahun madrasah terpaksa menolak sejumlah calon peserta didik baru karena keterbatasan ruang belajar dan luas lahan yang dimiliki saat ini. Kondisi tersebut dinilai menghambat perluasan layanan pendidikan kepada masyarakat.

Karena itu, pihak madrasah berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dapat memberikan dukungan melalui penyediaan lahan baru seluas sekitar 3 hektare untuk pembangunan dan pengembangan kawasan MTsN 4 Bima.

"Kami sangat berharap perhatian Pemerintah Daerah, khususnya Bupati Bima, agar dapat menyediakan lahan sekitar tiga hektare. Kebutuhan ini sangat mendesak karena setiap tahun banyak siswa yang ingin bersekolah di MTsN 4 Bima, namun terpaksa kami tolak akibat keterbatasan ruang kelas dan lahan. Dengan adanya lahan baru, kami dapat membangun fasilitas pendidikan yang lebih memadai sehingga mampu menampung lebih banyak peserta didik dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan," tegas Muhaimin.

Menurutnya, penambahan lahan tidak hanya akan membuka peluang pembangunan ruang kelas baru, tetapi juga fasilitas penunjang lainnya, termasuk pusat pembinaan Tahfidz Al-Qur'an yang lebih representatif.

MTsN 4 Bima berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terwujud demi mendukung pengembangan madrasah. Dengan dukungan tersebut, MTsN 4 Bima optimistis mampu mencetak generasi Qurani yang unggul, berprestasi, berakhlak mulia, serta mampu menjawab tantangan zaman.



PilarNTB 

Penulis: jubair ar-Qamar 

 


BIMA, PilarNTB.com — BLUD Puskesmas Bolo resmi memberlakukan pengaturan pelayanan kesehatan sementara mulai 23 Juli 2026 sebagai langkah antisipatif di tengah krisis tenaga dokter. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keselamatan pasien sekaligus menyesuaikan pelayanan dengan keterbatasan tenaga medis yang saat ini hanya ditangani oleh satu dokter yang bertugas siaga selama 24 jam.

Kepala BLUD Puskesmas Bolo, Nurjanah, S.Kep., menjelaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara hingga pemerintah menempatkan tenaga dokter pengganti. Masyarakat diharapkan dapat memahami kondisi yang sedang dihadapi sehingga pelayanan kesehatan tetap berjalan secara aman, efektif, dan sesuai standar medis.

Dalam pengaturan sementara tersebut, pelayanan rawat jalan (Poli Umum) tetap dibuka namun terbatas sesuai kapasitas dokter. Pelayanan rawat inap untuk pasien baru dihentikan sementara dan seluruh pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan akan diarahkan ke RSUD Sondosia.

Sementara itu, seluruh kasus gawat darurat akan dilakukan stabilisasi awal di Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Sondosia. Adapun pelayanan persalinan hanya melayani persalinan normal (fisiologis), sedangkan ibu hamil dengan risiko tinggi maupun komplikasi akan segera dirujuk ke rumah sakit agar memperoleh penanganan yang lebih komprehensif.

Pihak Puskesmas menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mendukung kebijakan ini demi keselamatan bersama hingga kondisi pelayanan kembali normal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Hj. Nurul Wahyuti, SE., ME., saat diwawancarai PilarNTB.com pada Jumat malam melalui WhatsApp (24/7/2026), menegaskan bahwa Dinas Kesehatan bergerak cepat mencari solusi agar pelayanan kesehatan di wilayah Bolo segera kembali optimal.

Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima saat ini sedang mengupayakan peminjaman tenaga dokter dari rumah sakit untuk mengisi kekosongan sementara di Puskesmas Bolo. Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dan menyampaikan laporan resmi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna mempercepat penempatan dokter Program Penugasan Khusus dari pemerintah pusat.

"Kami terus berupaya agar kebutuhan tenaga dokter di Puskesmas Bolo dapat segera terpenuhi. Koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun Kementerian Kesehatan telah dilakukan sebagai langkah percepatan penempatan dokter, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan secara maksimal," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bima berharap masyarakat tetap tenang dan mengikuti mekanisme pelayanan yang telah ditetapkan selama masa transisi. Dinas Kesehatan memastikan akan terus melakukan evaluasi dan mengambil langkah-langkah strategis agar akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak terganggu dalam jangka panjang.


Media PilarNTB 

Penulis: jubair ar-Qamar 



​BIMA, media pilarNTB.com — Pemandangan memprihatinkan kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Bima. Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ragi mendadak disegel oleh oknum tim sukses (timses) politik lokal. Aksi ini diduga kuat dipicu oleh penolakan terhadap Kepala Sekolah baru yang belum lama ini dilantik oleh Pemerintah Daerah. Kamis (23/07/26)

​Langkah sepihak tersebut ditengarai sebagai wujud kekecewaan lantaran figur calon kepala sekolah yang disokong oleh kelompok tersebut gagal terpilih dan tak dilantik oleh Bupati serta Wakil Bupati Bima.

​Dampak dari pertikaian politik ini langsung menghantam pihak yang paling tidak bersalah. Ratusan murid yang datang sejak pagi dengan seragam rapi dan semangat belajar, beserta para guru yang siap menunaikan tugas mencerdaskan bangsa, justru mendapati gerbang sekolah mereka terkunci rapat oleh rantai dan gembok.

​Pendidikan yang semestinya steril dari intervensi politik praktis kini justru dijadikan alat tawar dan alat penyanderaan demi kepentingan segelintir kelompok.

​"Ini bukan sekadar konflik rotasi jabatan, melainkan bentuk pengabaian terang-terangan terhadap hak dasar anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan aman," ujar salah seorang warga setempat dengan nada prihatin.

​Padahal, rotasi maupun promosi jabatan di lingkungan Dinas Pendidikan merupakan kewenangan prerogatif pemerintah daerah yang dilindungi oleh undang-undang. Kekecewaan atas keputusan pejabat daerah seharusnya disalurkan melalui mekanisme hukum atau ruang dialog yang bermartabat — bukan dengan mengorbankan fasilitas publik.

​Aksi penyegelan ini dinilai telah melampaui batas etika berpolitik. Saat amarah politik dilampiaskan dengan cara melumpuhkan sarana edukasi, nilai-nilai demokrasi yang sehat runtuh dan berganti menjadi kesewenang-wenangan.

​Di luar gerbang yang tergembok, suasana haru bercampur kekecewaan membuncah dari para orang tua murid. Aminah (38) — bukan nama sebenarnya — tak mampu menyembunyikan rasa sedih dan marahnya saat melihat sang buah hati berdiri kebingungan di tepi jalan.

​"Anak saya sudah siap dari subuh, semangat sekali mau sekolah. Begitu sampai, pintunya tutup pake batu dan kayu di pagar sekolah. Katanya ada urusan pergantian Kepala Sekolah. Kami orang tua tidak paham urusan politik, yang kami tahu anak-anak punya hak untuk belajar," tutur Aminah dengan suara bergetar.

​Ia menegaskan, persoalan siapa yang dilantik atau tidak dilantik sepenuhnya merupakan urusan internal dinas dan pemerintah daerah. Mengorbankan anak-anak demi ego politik adalah tindakan yang sangat tidak adil.

​Aminah dan para orang tua murid lainnya mendesak agar pihak-pihak yang berselisih dapat menahan diri dan menyelesaikan sengketa ini secara bijak tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar.

​"Tolonglah, kalau ada masalah politik atau janji yang belum ditepati, selesaikan di kantor Bupati atau Dinas Pendidikan, jangan sekolah yang ditutup. Kalau seperti ini, yang paling rugi anak-anak kami. Kami cuma ingin mereka bisa belajar dengan tenang," pungkasnya penuh harap.

​Dunia pendidikan membutuhkan ketenangan dan stabilitas untuk mencetak generasi masa depan. Aparat penegak hukum dan Pemerintah Kabupaten Bima diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk membuka kembali akses sekolah, sekaligus memberikan tindakan hukum terukur agar preseden buruk seperti ini tidak terus berulang di bumi Bima.

​Sebab bagaimanapun, politik sejatinya adalah alat untuk membangun daerah — bukan untuk merenggut masa depan anak-anak yang sedang menuntut ilmu.


Penulis: jubair ar-Qamar

 


​BIMA, Media pilarNTB.com. Suasana di SDN 4 Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendadak geger. Sekolah dasar tersebut menjadi sorotan publik setelah aksi nekad sejumlah warga yang mengaku sebagai ahli waris tanah membentangkan spanduk dan menyegel ruang kelas. Video aksi penutupan paksa ini pun dengan cepat memicu gelombang perbincangan panas di media sosial.

​Dalam rekaman video yang viral, tampak sejumlah orang memasang garis pembatas dan menutup akses Ruang Kelas Belajar (RKB). Langkah ekstrem ini diambil sebagai bentuk protes keras dan tuntutan keadilan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima. Pihak ahli waris mengklaim memiliki bukti sah atas kepemilikan lahan tempat sekolah berdiri.

​Tak hanya itu, mereka juga menagih janji Pemkab Bima untuk merealisasikan SK Bupati Bima Nomor 188.45/871/003/2010 terkait penghapusan aset daerah—sebuah langkah krusial dalam proses tukar menukar lahan yang dinilai mangkrak sekian lama.

​Respons Cepat Polisi: Segel Dibuka, KBM Dijamin Aman

​Menanggapi ketegangan yang meresahkan orang tua siswa tersebut, jajaran Polsek Sape bergerak cepat. Tak butuh waktu lama, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi pada Rabu sore untuk memutus garis pembatas dan mencopot spanduk penyegelan.

​Kapolsek Sape, AKP Sirajuddin, membenarkan bahwa aksi penyegelan sempat terjadi pada Rabu siang, namun situasi berhasil dikendalikan hari itu juga.

​"Kejadiannya kemarin siang, tetapi sudah dibuka secara resmi oleh jajaran Polsek Sape kemarin sore. Saya sendiri yang memimpin langsung pembukaan penyegelan tersebut," ujar AKP Sirajuddin saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).

​AKP Sirajuddin menegaskan bahwa hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tidak boleh dikorbankan akibat sengketa lahan. Ia memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN 4 Sape kini sudah kembali berjalan normal tanpa hambatan.

​"Kami meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, serta kondusivitas di lingkungan sekolah. Jangan sampai dinamika ini mengganggu proses pendidikan anak-anak kita," imbaunya dengan tegas.

​Kini, meski aktivitas sekolah telah berdenyut kembali, publik menanti bagaimana langkah konkrit Pemkab Bima dalam menyelesaikan benang kusut sengketa tanah ini secara tuntas agar konflik serupa tak terulang di masa depan.

 


​KABUPATEN BIMA, Media pilarNTB.com– Pemerintah Kabupaten Bima resmi melantik dan mengukuhkan sebanyak 264 Kepala Sekolah dari tingkat TK, Sekolah Dasar Negeri (SDN), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Agenda pelantikan ini berdasarkan keputusan resmi Surat Keputusan Bupati Bima Nomor 821.2/440/07.2 Tahun 2026 tentang Pengangkatan dan Pemindahan dalam dan dari Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima.

​Usai memimpin prosesi pengambilan sumpah jabatan, Bupati Bima, Ady Mahyudi, memberikan arahan strategis kepada para pemimpin satuan pendidikan yang baru dilantik. Dalam amanatnya, Bupati menekankan bahwa sekolah bukan sekadar wadah mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan tempat krusial dalam membentuk karakter, moral, disiplin, serta daya saing generasi penerus bangsa.

​"Khusus kepada para kepala sekolah, saya titipkan masa depan Kabupaten Bima. Keberhasilan pembangunan lima, sepuluh, hingga dua puluh tahun ke depan sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang kita bangun hari ini," tegas Bupati Ady Mahyudi.

​Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya peran strategis tenaga pendidik dalam menyukseskan visi daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bima, yaitu mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Bima yang berkemajuan, makmur, tangguh, dan berkelanjutan.

​Para Kepala Sekolah didorong untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang inspiratif serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bersih, sehat, inklusif, dan berprestasi. Beberapa poin penting yang ditekankan oleh Bupati meliputi:

​ Mendorong para pendidik untuk terus mengasah kapasitas diri dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

​ Memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak sebagai media pembelajaran yang efektif tanpa mengabaikan penguatan literasi dasar.

​Membangun relasi dan kolaborasi yang solid dengan orang tua murid, komite sekolah, dunia usaha, hingga masyarakat sekitar.

​Menutup sambutannya, Bupati Bima berharap seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Bima dapat mentransformasi diri menjadi pusat lahirnya generasi cerdas dan berdaya saing global, tanpa melupakan nilai-nilai spiritual dan akar budaya lokal.

​"Saya ingin setiap sekolah di Kabupaten Bima menjadi pusat lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan tetap menjunjung tinggi nilai agama serta budaya Mbojo yang kita banggakan," pungkasnya.

 


Kabupaten bima, media, PilarNTB.com.  Bupati Bima Ady Mahyudi Rabu (22/7) melantik mengambil sumpah jabatan 274 pejabat struktural dan pejabat fungsional yang mengabdi pada sejumlah unit kerja di lingkup pemerintahan.

Pada jenjang jabatan struktural Eselon II tiga orang yang dilantik yaitu M. Amin, S.Sos yang sebelumnya Kabag Kerjasama Sekretariat Daerah menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Zainudin, S.S yang sebelumnya Sekretaris Bakesbangpol menjadi Kepala Bakesbangpol kabupaten Bima, M Farid, SKM., MPH yang sebelumnya Kabid Pembangunan Sosial Budaya Bappeda menjadi Kepala DP3AP2KB. 

Selain itu pada jabatan struktural eselon III juga dilantik H. Ahyani S.Ag jabatan sebelumnya Analis Kebijakan pada Bagian Kesra menjadi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda, Camat Wera Edison, SE,. Camat Ambalawi Arsyad, SE dan Sekretaris Camat Bolo Gunawan, S.Pd., M.Pd dan Eselon IV Kasi Pemerintahan Kantor Camat Palibelo Titian Sumarni, SE.

Sementara itu pada jajaran Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga sebanyak 264 Kepala Kepala SMP, kepala SD Negeri dan kepala TK juga dilantik.



Bupati Bima dalam sambutannya pada prosesi pelantikan yang juga turut dihadiri Unsur FORKOPIMDA, Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE dan kepala perangkat daerah mengungkapkan

pelantikan ditujukan untuk meningkatkan kapasitas birokrasi dan membawa kabupaten Bima bermartabat makmur dan berkelanjutan.

"Bapak dan Ibu yang pejabat yang dilantik diharapkan dapat memahami bahwa jabatan merupakan amanah untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik di masa depan. Meskipun pada jenjang jabatan yang berbeda tetapi memiliki tujuan pengabdian yang profesional pelayanan publik yang berkualitas pembangunan masyarakat". jelas Bupati.

Kepada pejabat struktural, Bupati menaruh harapan besar agar semuanya menjadi motor penggerak reformasi birokrasi yang selaras dengan misi dalam yang dituang dalam RPJMD kabupaten Bima.

Menutup sambutannya bupati meminta agar para pejabat yang dilantik membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif dan inovatif, dan yang terpenting adalah menghilangkan ego sektoral yang selama ini menjadi penghambat percepatan pembangunan".

 


 kabupaten bima— Rasa kecewa mendalam tengah dirasakan oleh Jul Arita, salah satu Warga Belajar (WB) di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ar-rahman Pasalnya, haknya untuk mengikuti ujian kelulusan Pendidikan Kesetaraan Paket C terhambat selama bertahun-tahun akibat kelalaian administratif dan lambatnya respons dari pihak operator lembaga.

Jul mengungkapkan bahwa dirinya telah menyerahkan seluruh dokumen persyaratan secara lengkap sejak tahun 2022. Namun, hingga memasuki pertengahan tahun 2026, dirinya belum juga mendapatkan kepastian untuk mengikuti ujian.


Menurut penuturan Jul Arita, Wahid Selaku operator PKBM Nurhasanah beralasan bahwa Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) miliknya belum terbit di sistem. Belakangan baru terungkap bahwa kendala utama disebabkan karena data Jul Arita belum dikeluarkan oleh pihak sekolah asalnya terdahulu.

Hal yang disesalkan adalah lambatnya penanganan dari pihak operator PKBM untuk menuntaskan masalah tersebut. Ketika didesak untuk mengecek informasi ke sekolah asal, operator justru memberikan alasan penundaan dengan dalih harus menunggu tahun ajaran baru bergulir.

"Saya sudah mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan oleh PKBM ini dengan baik. Yang membuat saya pribadi sangat kecewa, mengapa kendala dan ketidaksiapan data ini tidak dibicarakan secara terbuka sejak awal saya masuk? Mengapa baru sekarang setelah bertahun-tahun?" ujar jul Arita dengan nada kecewa saat diwawancarai.


Kekecewaan Arita semakin memuncak mengingat pada tahun 2025 lalu, pihak lembaga sempat menjanjikan bahwa dirinya akan diikutkan dalam ujian nasional kesetaraan pada tahun tersebut. Kenyataannya, janji itu menguap begitu saja tanpa ada solusi konkret hingga tahun 2026 berjalan selesai.

Aspek kerugian yang dialami Jul Arita tidak hanya mencakup materi dan waktu yang terbuang sia-sia selama empat tahun terakhir, tetapi juga berdampak pada tertundanya peluang karier dan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yang membutuhkan ijazah Paket C tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dan kepala PKBM ar-rahman belum memberikan keterangan resmi terkait kelalaian penanganan data Dapodik atas nama Jul Arita. Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi Dinas Pendidikan setempat untuk melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap kinerja operator PKBM yang kerap merugikan warga belajar.




Wawo media PilarNTB.com– Menandai dimulainya kalender akademik baru, SMA Negeri 1 Wawo menggelar acara serah terima peserta didik baru dari wali murid kepada pihak sekolah untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah pada Senin, 20 Juli 2026.

​Acara ini menjadi momentum penting dalam membangun komitmen bersama antara pihak sekolah, orang tua, dan perwakilan masyarakat demi menyukseskan pendidikan generasi muda di Kecamatan Wawo.

​Prosesi serah terima ini terasa kian istimewa karena dihadiri langsung oleh jajaran tokoh penting. Turut hadir dalam acara ini, Anggota DPR Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bapak Yasin, yang memberikan dukungan moril luar biasa bagi dunia pendidikan di wilayah Wawo. Kehadiran beliau menegaskan bahwa pendidikan tingkat menengah atas menjadi fokus perhatian bersama, tidak hanya bagi pihak sekolah tetapi juga bagi pemangku kebijakan di tingkat provinsi.

​Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh seluruh wali murid peserta didik baru, komite sekolah, serta jajaran dewan guru.



​Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Wawo, Bapak Irawan, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para orang tua yang telah memercayakan putra-putri mereka untuk menempuh pendidikan di SMAN 1 Wawo.

​"Penyerahan hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol penyerahan amanah. Kami dari pihak sekolah siap membimbing, mendidik, dan mengantarkan anak-anak kita menuju gerbang kesuksesan. Namun, keberhasilan ini tentu membutuhkan sinergi dan komunikasi yang kuat antara sekolah dan orang tua di rumah," ujar Irwan, S.Pd. dalam pidatonya.

​Sementara itu, Bapak Yasin selaku perwakilan dari dewan provinsi, dalam arahannya mengajak seluruh elemen masyarakat dan orang tua untuk terus mengawal proses belajar mengajar. Beliau menegaskan akan terus memperjuangkan peningkatan mutu pendidikan serta sarana prasarana penunjang di daerah demi melahirkan SDM yang berdaya saing tinggi.

​Acara inti ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima secara simbolis dari perwakilan wali murid kepada Kepala Sekolah, yang disaksikan langsung oleh Bapak Yasin dan seluruh hadirin.

​Dengan terlaksananya serah terima ini, seluruh siswa baru resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMA Negeri 1 Wawo. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama, memancarkan optimisme tinggi menyambut tahun pelajaran yang baru

 


​BIMA, PilarNTB.com – Pangkalan Pramuka SD Negeri Runggu, Kabupaten Bima, sukses menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kembara Camp Pramuka baru-baru ini. Kerja keras para siswa dan guru pembina membuahkan hasil manis dengan membawa pulang sederet piala, baik di kategori perorangan maupun beregu, Minggu (19/07/26)

​Prestasi yang berhasil diraih oleh kontingen SDN Runggu meliputi:

​Kategori Juara Perorangan:

​Juara 3 Monolog Putri: Chaeratun Nafisah

​Juara Harapan 1 Monolog Putra: M. Sya'ban Basalamah

​Juara Harapan 1 Ranking Satu: Munira Walfatinah

​Kategori Juara Beregu:

​Juara 2 Pentas Seni Tari

​Juara 3 Pionering Putra

​Juara Harapan 1 Pionering Putri


​Menanggapi keberhasilan luar biasa ini, Kepala SDN Runggu, Bambang, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas perjuangan seluruh anak didiknya.

​"Saya merasa sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih oleh anak-anak. Walaupun belum menempati juara pertama, bagi saya hal terpenting adalah mereka telah menampilkan yang terbaik di lapangan," ujar Bambang saat diwawancarai oleh redaksi PilarNTB.

​Beliau menambahkan bahwa pencapaian ini tidak datang secara instan, melainkan buah dari kedisiplinan dan proses yang matang.

​"Semua ini terjadi karena diawali dengan proses yang baik melalui latihan konsisten dan bimbingan maksimal dari para guru pembimbing. lahirnya siswa yang berprestasi karena di belakangnya ada guru-guru yang luar biasa dan berdedikasi tinggi," tegasnya.

​Di akhir penyampaiannya, Bambang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang terlibat, baik siswa maupun guru pembina yang telah mengharumkan nama sekolah.

​"Terima kasih atas kerja keras, semangat, dan dedikasi yang luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berkembang, dan meraih pencapaian yang lebih tinggi. Kami berharap kedepan prestasi ini dapat semakin ditingkatkan," pungkasnya optimis.


PilarNTB 

Penulis: jubair ar-Qamar 

 


​Palibelo, media PilarNTB.com— Memasuki hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (16/7), SMP Negeri 5 Palibelo terus berkomitmen membentuk generasi muda yang berkarakter, sehat, dan cerdas digital. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini menghadirkan serangkaian materi krusial yang menyasar penguatan mental dan proteksi diri bagi para peserta didik baru.

​Mengawali agenda hari keempat, panitia MPLS memperkenalkan gerakan "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat". Gerakan ini dirancang untuk menanamkan kebiasaan positif harian, mulai dari beribadah, belajar, hingga menjaga kebersihan dan berbuat baik, sebagai fondasi karakter siswa di lingkungan sekolah maupun rumah.

​Tidak kalah penting, sesi kedua diisi dengan penyuluhan mendalam mengenai bahaya narkoba, minuman keras, dan merokok. Melalui pemaparan yang interaktif, panitia membekali para siswa baru dengan pengetahuan tentang dampak buruk zat adiktif tersebut terhadap masa depan, kesehatan fisik, dan perkembangan mental remaja. Siswa diajak untuk tegas menolak segala bentuk bujukan yang dapat merusak masa depan mereka.

​Memasuki sesi akhir, materi bergeser pada tantangan era digital, yakni Penggunaan Media Sosial Secara Bijak. Secara khusus, panitia memberikan edukasi mendalam mengenai pengenalan dan pencegahan verbal sexual (pelecehan seksual secara verbal) di dunia maya. Materi ini sengaja diangkat agar siswa mampu membentengi diri, mengenali batasan dalam berkomunikasi, serta berani melapor jika menjadi korban atau melihat tindakan tidak terpuji tersebut di media sosial.


​Kepala SMPN 5 Palibelo, Nurwahidah, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas jalannya kegiatan hari keempat ini. Beliau menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar seremonial penyambutan, melainkan langkah awal yang sangat menentukan arah perkembangan karakter siswa.

​"Hari keempat MPLS ini memuat materi yang sangat padat namun krusial bagi fase perkembangan remaja mereka. Melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kita ingin anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi memiliki kebiasaan hidup yang mulia dan disiplin," ujar Nurwahidah, S.Pd.

​Terkait materi penyuluhan adiksi dan digital, beliau menambahkan, "Tantangan generasi hari ini ada dua: benteng fisik dan benteng digital. Kami memberikan edukasi bahaya narkoba, miras, dan rokok agar fisik dan mental mereka terjaga. Di sisi lain, kita juga harus sadar bahwa pelecehan seksual hari ini tidak hanya terjadi secara fisik, tapi sudah merambah ke digital lewat pelecehan verbal di media sosial. Kami ingin siswa SMPN 5 Palibelo menjadi netizen yang bijak, tahu batasan, menghormati sesama, dan punya keberanian untuk melindungi diri mereka di ruang digital."

​Dengan selesainya materi hari keempat ini, diharapkan para peserta didik baru SMPN 5 Palibelo siap menjalani masa persekolahan dengan semangat baru, tubuh yang sehat tanpa narkoba, serta kesadaran digital yang tinggi. Tutup Kepala sekolah nurwahidah S.Pd.

Di sisi lain, Nurdin S.pd. Selaku Ketua Panitia MPLS SMPN 5 Palibelo menjelaskan bahwa pemilihan materi pada hari keempat ini didasarkan pada kebutuhan riil remaja saat ini. Panitia berusaha mengemas isu-isu berat menjadi materi yang mudah dipahami oleh siswa baru.

"Kami sengaja merancang materi hari ini sebagai paket lengkap perlindungan remaja. Gerakan 7 Kebiasaan Hebat menjadi panduan perilaku positif mereka, sementara materi narkoba dan pelecehan verbal di media sosial adalah bentuk 'perisai' agar mereka tidak menjadi korban maupun pelaku," ungkap Ketua Panitia.

"Alhamdulillah, antusiasme adik-adik kelas baru sangat luar biasa. Saat sesi media sosial dan pengenalan pelecehan verbal tadi, banyak yang baru sadar bahwa komentar atau candaan tertentu di dunia maya ternyata bisa masuk kategori pelecehan. Tugas kami di panitia adalah memastikan mereka paham, peduli, dan siap saling menjaga selama menempuh pendidikan di SMPN 5 Palibelo ini," tambahnya.



Penulis: jubair ar-Qamar 

 


​kabupaten BIMA, PilarNTB.com,– Kontingen Kabupaten Bima kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Pekan Olahraga Provinsi NTB (Porprov) ke-XII TAHUN 2026, Kali ini, kejutan besar datang dari Cabang Olahraga (Cabor) Judo. Meski berstatus sebagai cabor baru yang perdana dipertandingkan tahun ini, tim Judo Kabupaten Bima sukses membawa pulang empat medali sekaligus ke tanah Majo Labo Dahu.

​Dominasi atlet-atlet muda Bima di atas matras dibuktikan dengan raihan prestasi berikut:

​Hesti – Medali Perak

​Nurul Hikmah – Medali Perunggu

​Riski Pradika – Medali Perunggu

​Danul Hernawan – Medali Perunggu

​Dibalik kesuksesan yang diraih, terdapat cerita perjuangan yang luar biasa. Kabupaten Bima mengirimkan 5 atlet terbaiknya, yang menariknya, seluruhnya berlatar belakang sebagai atlet pencak silat dari Perguruan Bintang Timur Kabupaten Bima.

​Dengan persiapan yang terbilang sangat singkat—hanya 2 bulan—tim pelatih harus memutar otak untuk mengonversi teknik bela diri silat menjadi teknik judo yang kompetitif. Perjuangan di arena pun tidak mudah; para atlet harus melewati 3 hingga 4 kali pertandingan sengit demi menembus babak semifinal dan final.

​"Masa latihan dua bulan adalah fase yang sangat sulit bagi kami. Fokus utama kami adalah mempercepat adaptasi atlet, terutama dalam mempelajari teknik kuncian, bertahan agar tidak mudah dijatuhkan, serta mengantisipasi bantingan dari lawan," ungkap Agus Supriadin, sang pelatih yang akrab disapa Sampela Ndolo.

​Keberhasilan ini diakui Agus tidak lepas dari sinergi dan dukungan penuh dari berbagai pihak. Rasa bangga dan haru terpancar saat ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen yang telah menyokong perjalanan tim Judo.

​ Terima kasih atas dukungan moril dan materil dari Ketua beserta seluruh jajaran pengurus KONI Kabupaten Bima.

​H. Yasin (Anggota DPRD Provinsi NTB): Selaku Ketua Umum Judo Kabupaten Bima, beliau adalah sosok kunci. Tanpa inisiatif dan komitmen besar beliau, Cabor Judo Kabupaten Bima tidak akan pernah ada.



​Fahmi, S.Pd: Rekan pelatih yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran dalam menempa fisik serta teknik para atlet.

​ Apresiasi tertinggi untuk do'a restu masyarakat Bima, serta kepercayaan orang tua yang telah mengizinkan putra-putrinya berjuang membawa nama daerah.

​Prestasi di ajang Porprov ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fasilitas dan waktu bukanlah penghalang jika dipadukan dengan bakat alami, kerja keras, dan manajemen tim yang solid. Cabor Judo kini resmi menjadi kekuatan baru yang patut diperhitungkan dalam peta olahraga Kabupaten Bima, tutup Agus dengan rasa bangga 


Penulis jubair ar-Qamar 

 


BOLO, PILARNTB.com – Kerja sama kemitraan antara lembaga pendidikan dan media massa di Kecamatan Bolo kini tengah menjadi sorotan. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bolo, Marwan, S.Pd., memberikan klarifikasi mendalam terkait dinamika pembiayaan publikasi media oleh pihak sekolah, yang belakangan ini kerap dikaitkan dengan regulasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Bapak Marwan meluruskan persepsi keliru yang berkembang di tengah publik mengenai adanya "larangan total" dari BPK bagi sekolah untuk bermitra dengan media. Menurutnya, BPK tidak melarang sekolah bekerja sama dengan media massa, melainkan menekankan asas efisiensi, kontribusi nyata, dan akuntabilitas anggaran.

"BPK tidak melarang sekolah untuk bekerja sama dengan media. Namun, setiap kerja sama yang menggunakan anggaran sekolah harus memiliki kontribusi yang jelas dan timbal balik yang positif bagi kemajuan sekolah itu sendiri, salah satunya melalui publikasi program dan prestasi sekolah," ujar Marwan saat dikonfirmasi oleh awak media PilarNTB.com.

Ditegaskan lebih lanjut, penyerapan anggaran sekolah—seperti Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)—berada di bawah pengawasan ketat. Oleh karena itu, pembayaran atau pembiayaan terhadap media tidak dapat dilakukan secara serampangan tanpa adanya output konkrit yang mendukung transparansi publikasi sekolah.

Sekolah diwajibkan selektif. Kerja sama kemitraan dinilai harus berdasarkan prinsip mutualisme:

Kontribusi Nyata: Media diharapkan aktif mengabarkan berita-berita edukatif, capaian prestasi, maupun program kerja sekolah.


Pertanggungjawaban Hukum: Setiap rupiah yang dikeluarkan pihak sekolah untuk media harus didukung oleh bukti fisik penayangan berita (kliping/tautan berita) dan administrasi yang sah demi menghindari temuan audit BPK.

Langkah selektif ini diambil bukan untuk membatasi kemerdekaan pers atau menutup pintu bagi media, melainkan demi menjaga tata kelola keuangan sekolah yang bersih dan berintegritas.

Pihak SMPN 1 Bolo berharap media, khususnya yang beroperasi di wilayah Bolo dan sekitarnya, dapat terus menjadi mitra strategis dalam memajukan dunia pendidikan melalui pemberitaan yang berkualitas, objektif, dan berimbang. Dengan begitu, sinergi antara sekolah dan kuli tinta dapat tetap berjalan harmonis tanpa melanggar rambu-rambu hukum yang berlaku.


Penulis:Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 




​BOLO, Media pilarNTb.com,– Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari ketiga di SMP Negeri 1 Bolo untuk tahun ajaran 2026/2027 berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Pada tahun ini, sekolah mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah peserta didik baru yang diterima. Rabu, (15/07/26)

​Jika pada tahun lalu SMPN 1 Bolo hanya menampung 197 siswa, kini jumlah tersebut meningkat menjadi 205 siswa baru. Peningkatan ini menjadi bukti nyata semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

​Ketua Panitia MPLS SMPN 1 Bolo, Pak Mustafa, S.Pd., menjelaskan bahwa kesuksesan penerimaan siswa baru tahun ini tidak lepas dari sistem pendaftaran online yang diterapkan secara matang. Pihak sekolah membagikan tautan (link) pendaftaran ke masing-masing sekolah dasar (SD) sesuai dengan zona yang telah ditentukan.

​Menurut Pak Mustafa, inovasi digital ini memberikan dampak yang sangat positif, baik bagi panitia maupun bagi para orang tua murid.

​"Sistem serba online ini sangat memudahkan semua pihak. Siswa dan orang tua tidak perlu lagi capek-capek datang dan mengantre di sekolah untuk melakukan pendaftaran. Semua bisa diakses dari rumah dengan praktis," ujar Pak Mustafa saat memberikan penjelasan di sela-sela kegiatan MPLS.

​Dengan adanya peningkatan jumlah siswa ini, Pak Mustafa juga menegaskan komitmen panitia dan seluruh tenaga pendidik untuk memberikan pelayanan terbaik. Baginya, tugas utama sekolah saat ini adalah menyajikan mutu pendidikan yang berkualitas tinggi demi masa depan anak-anak.


​Merespons peningkatan jumlah siswa dan kelancaran transisi digital ini, Kepala SMPN 1 Bolo, Marwan, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur sekaligus harapan besarnya untuk tahun ajaran baru ini.

​Beliau berharap peningkatan kuantitas (jumlah siswa) ini harus dibersamai dengan peningkatan kualitas yang setara. Marwan, S.Pd. menekankan bahwa SMPN 1 Bolo berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mutu moral anak didik.

​"Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dengan menitipkan 205 anak-anaknya di sini adalah amanah besar. Harapan saya, seluruh elemen sekolah—baik guru, staf, maupun komite—dapat bersinergi untuk melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia. Kita harus memastikan bahwa mutu pembelajaran di dalam kelas benar-benar maksimal, karena itulah hal paling penting yang menjadi hak anak-anak kita," pungkas Marwan, S.Pd.

​Dengan berakhirnya masa MPLS ini, SMPN 1 Bolo siap memulai proses belajar mengajar tahun ajaran 2026/2027 dengan semangat baru, fasilitas yang mendukung, dan komitmen mutu yang lebih kokoh.  


Media PilarNTB 

Jubair ar-Qamar 

Diberdayakan oleh Blogger.