​


​LOMBOK TIMURmedia PilarNTB.COM– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) secara resmi meluncurkan program Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PP3S). Acara peluncuran yang dirangkaikan dengan kegiatan Pasar Rakyat ini berlangsung khidmat di Desa Lendang Nangka Utara, Lombok Timur, pada Kamis (2/7/26).

​Hadir langsung dalam agenda strategis tersebut Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri; Wakil Bupati Lombok Timur, Edwin Hadiwijaya; serta Ketua TP PKK NTB, Sinta M. Iqbal. Acara ini juga diikuti oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor, para kader Posyandu, serta jajaran pemerintah desa setempat.

​Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri (Umi Dinda), menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan komitmen kolektif yang dimulai dari unit terkecil masyarakat.

​"Penurunan stunting tidak cukup hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan harus dimulai dari keluarga," tegas Wagub Dinda.

​Beliau juga menekankan pentingnya hulu penanganan stunting, mulai dari edukasi kesehatan reproduksi bagi calon pengantin sebelum pernikahan, hingga penguatan pola asuh (parenting) yang baik di dalam keluarga.

​Program PP3S ini mengedepankan pendekatan intervensi yang serentak dan terintegrasi. Hal ini didasari oleh fakta bahwa penyebab stunting bersifat multidimensional—bukan sekadar masalah pemenuhan gizi dan kesehatan, melainkan juga dipengaruhi oleh pola asuh, tingginya konsumsi makanan instan pada anak, hingga akses terhadap sanitasi yang layak.



​Di sisi lain, Kabupaten Lombok Timur terus menunjukkan komitmennya dengan memperkuat kualitas data stunting. Validitas data dinilai sebagai kunci utama agar intervensi yang diberikan pemerintah bisa tepat sasaran. Berkat keseriusan ini, Lombok Timur kini terpilih menjadi satu dari lima kabupaten/kota di Indonesia yang mendapatkan pendampingan langsung dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

​Keberhasilan kolaborasi nyata di tingkat tapak ditunjukkan secara apik oleh Desa Lendang Nangka Utara. Desa ini sukses mengintegrasikan berbagai program strategis, antara lain:

​Program Desa Berdaya untuk penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

​PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) guna menjamin akses air bersih.

​263 Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya mengamankan nutrisi anak-anak, tetapi juga berhasil membuka ribuan lapangan kerja baru bagi warga lokal.

​Melalui sinergi masif antara pemerintah provinsi, kabupaten, desa, hingga kader di lapangan, Pemprov NTB optimis dapat mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan unggul demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Diberdayakan oleh Blogger.