Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan









Mataram, 23 Maret 2026 - Orang Sasak mengayomi semua orang. Kita besar maka perilaku kita seperti orang besar. 

 

Kalimat filosofis ini diucapkan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr L Muhamad Iqbal dalam kegiatan silaturahmi dengan Majelis Adat Sasak (MAS) di kediaman salah seorang tokoh Sasak yang juga mantan Gubernur, HL Serinata di Mataram, Senin (23/04/2026). 


Diungkapkannya, kalimat ini menjadi pegangan dalam memulai tugas memimpin daerah agar seluruh elemen masyarakat merasakan kenyamanan dipimpin oleh orang Sasak. 



"Dalam tindakan, saya sebagai orang Sasak ingin menjadi Bapak, Orangtua dan rumah bagi semua orang. Orang Bali, Dompu, Bima dan Sumbawa", ucapnya. 

Dalam hal kebijakan, lanjut Gubernur, orang Sasak memiliki kemampuan untuk menahan diri, mengendalikan diri dan kebijaksanaan yang sedalam Samudera Hindia dan setinggi Gunung Rinjani. 

Oleh karena itu, pembangunan di tahun pertama seperti dikatakan Gubernur terlihat lebih banyak dilakukan di Pulau Sumbawa untuk mengirim pesan bahwa orang Sasak yang menjadi pemimpin tidak meminggirkan dan memberi ruang kepada yang lain. 


Gubernur lantas memaparkan kebijakan pembangunan mulai dari infrastruktur jalan yang membuka daerah terisolasi seperti Batu Rotok, Batu Dulang dan Lenangguar serta konektifitas utara melalui Samota sampai daerah termiskin seperti Dompu. 

Di sektor kesehatan, Pemprov menaikkan tipe rumah sakit Manambai dan RSUD Bima menjadi tipe B. 


Dalam kebijakan terkait kemiskinan, Pemprov melalui program strategis Desa Berdaya akan menuntaskan 106 desa se NTB dengan melakukan pendataan ulang dan strategi pemberdayaan dengan orkestrasi kolaborasi yang masif dengan stimulan dana Rp 500 juta per desa diluar dana lain dari pusat dan lembaga internasional. 


Sektor ketahanan pangan akan diperkuat dengan 900 dapur program MBG yang akan menggerakkan suplai pangan konsumsi dalam daerah. Sementara sektor pariwisata, Pemprov telah mewujudkan konektifitas penerbangan tambahan dan antar destinasi wisata serta pembenahannya. 

 HL Sajim Sastrawan mengatakan, silaturahmi pertama ini sebagai pembuka ikhtiar menuju NTB Makmur Mendunia. 

Dikatakannya, MAS sedang melakukan upaya meririq dan merindukan batur sasak dalam hal ini Gubernur sebagai manggala gumi sasak dalam komunikasi inten. 

"MAS masih menunda pemberian saran dan rekomendasi pembangunan agar Gubernur punya pengalaman dulu menjadi pemimpin. Manisnya dicerna apalagi pahitnya agar sama sama membackup penyelenggaraan pemerintahan" jelas Miq Sajim. 


Sementara Ketua MAS NTB, L Winengan berharap kehadiran pemimpin daerah dari kalangan suku Sasak dapat meningkatkan pembangunan manusia Sasak dan NTB 

 

Bima, Pilar NTB.- Kegiatan Jumat Khusyu Pemerintah Kabupaten Bima Jumat (23/2) di Masjid As-Salam Desa Parado Wane Kecamatan parado dimanfaatkan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE,.M.IP dan Wakil Bupati H.Dahlan M.Noer untuk memberikan arahan kepada warga desa di Kecamatan tersebut menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sejumlah TPS di kecamatan Parado Sabtu (24/2).

Bupati Bima yang didampingi Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.IK.,M.IK, Ketua MUI Kabupaten Bima TGH. Abdul Rahim Haris MA, Ketua Baznas Kabupaten Bima Drs. H. Zainuddin, para Staf Ahli, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Camat Parado Hamzah,S.Sos dan Kepala Bagian lingkup sekretariat daerah Bupati Bima menyampaikan beberapa arahan.

Bupati dan Wakil bersama-sama hadir ingin memastikan bahwa pemerintah daerah mendorong suksesnya Pemilu untuk semua calon yang berkompetisi tanpa ada diskriminasi.

Oleh karena itu, Bupati mengingatkan bahwa tidak ada pihak yang bisa mewujudkan kebersamaan, kedamaian dan ketertiban di wilayah kecamatan Parado selain adanya kesadaran dalam diri masyarakat dan kewajiban menaati aturan yang berlaku. Ungkap Bupati.

Bupati juga menyampaikan, "Perbedaan pilihan dalam Pemilu tidak boleh merusak hubungan ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi diantara sesama masyarakat.
Kita membutuhkan situasi damai karena usai pesta demokrasi, masyarakat akan kembali melakukan kegiatan keseharian pertanian pendidikan dan lain sebagainya.

Untuk itu, perlu dipahami bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi harus ada kesadaran hukum dari warga masyarakat". Ungkap Bupati dihadapan jamaah Masjid As Salam Parado Wane.

Bupati Bima dalam arahannya juga berharap PSU dapat terlaksana dengan baik, sehingga tahapan berikutnya dapat diselesaikan sehingga penetapan caleg terpilih.
Pada kesempatan tersebut Bupati IDP menyerahkan bantuan senilai Rp. 10 juta kepada takmir masji As Salam untuk pengadaan karpet masjid tersebut.

Khatib TGH. Abdurrahim Haris MA, dalam khutbahnya menjelaskan pentingnya keutamaan bulan Sya'ban namun bulan tersebut terkadang banyak dilalaikan oleh umat Islam, padahal bulan Sya'ban dimana amal diangkat diatas langit". Jelasnya(Armin)
Diberdayakan oleh Blogger.