​


Media pilarNTB.com— Komitmen nyata dalam memangkas ketimpangan akses pendidikan tinggi terus ditunjukkan oleh Anggota DPR RI sekaligus Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB di Komisi VIII, Hj. Mahdalena. Pada Tahun Akademik 2026–2027, ia secara konsisten mengawal aspirasi masyarakat dengan memperjuangkan alokasi sekitar 350 kuota Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang dikoordinasikan langsung di bawah Kementerian Agama RI.

​Langkah strategis ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan pendidikan bagi generasi muda berprestasi namun terkendala keterbatasan ekonomi.

​Program jaminan pendidikan ini didistribusikan secara proporsional ke dalam dua sektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), dengan rincian sebagai berikut:

​250 Kuota: Dialokasikan bagi mahasiswa baru di Universitas Islam Negeri (UIN).

​100 Kuota: Dialokasikan bagi mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).


Beasiswa ini diprioritaskan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki potensi akademik unggul. Penerima wajib terdaftar pada program studi dengan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal Rp2,4 juta per semester, atau menyesuaikan dengan standar regulasi UKT yang berlaku di masing-masing UIN.

​Tidak hanya membebaskan biaya perkuliahan (UKT), skema Beasiswa KIP Kuliah ini juga memberikan jaminan kesejahteraan berupa bantuan biaya hidup guna menunjang fokus belajar mahasiswa. Pemerintah melalui program ini menggelontorkan dana sebesar Rp13.200.000 per tahun (atau setara dengan Rp6.600.000 per semester) langsung kepada mahasiswa penerima manfaat.

​Hj. Mahdalena menegaskan bahwa keterbatasan finansial tidak boleh lagi menjadi tembok penghalang bagi hak konstitusional warga negara dalam menempuh pendidikan tinggi.

​"Program ini adalah ikhtiar konkret kami untuk memastikan tidak ada lagi anak bangsa yang gagal kuliah karena masalah biaya. Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dari sini, kita mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan siap membawa kemajuan bagi daerah maupun nasional," ujar Mahdalena dalam keterangannya.

​Legislator asal Fraksi PKB ini berharap hadirnya kuota beasiswa ini dapat menjadi jembatan emas, baik bagi lulusan madrasah maupun sekolah umum, untuk meraih gelar sarjana. Peningkatan akses ke jenjang perguruan tinggi diyakini menjadi kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan dan menciptakan generasi yang berintegritas.

​Hj. Mahdalena juga mengimbau seluruh calon mahasiswa yang memenuhi kualifikasi untuk bergerak aktif dan memanfaatkan peluang emas ini dengan sebaik-baiknya. Langkah pengawalan anggaran pendidikan ini menjadi bukti nyata fungsi representasi DPR RI dalam memperjuangkan kesejahteraan dan masa depan generasi muda Indonesia yang lebih cerah.

 


​KABUPATEN BIMA, Media PilarNTB.com – kamis 25 Juni 2026, Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Bima yang ke-386, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bima menggelar aksi sosial berskala besar berupa pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bima ini menjadi bukti nyata kolaborasi insan kesehatan dalam menghadirkan pelayanan langsung bagi masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) di momentum bersejarah daerah.

​Kemeriahan acara diawali dengan senam sehat Tidak hanya itu, agenda dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah yg melibatkan tim medis dari IDI, juga tim medis dan nakes dari RsUD sondosia, RSUD Bima, dan beberapa puskesmas terdekat.


​Ada yang menarik dalam rangkaian kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) kali ini. Tim perawat dari RSUD Bima menggelar sosialisasi dan simulasi penanganan darurat henti jantung mendadak melalui Resusitasi Jantung Paru (RJP).

​Edukasi ini bahkan dipraktekkan langsung oleh Bupati Bima, Adi Mahyudi, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima. Selain kepala daerah dan istri, peragaan RJP ini juga diikuti secara interaktif oleh Ketua GOW, Ketua DWP, Dandim 1608/Bima, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima yang didampingi oleh para tenaga kesehatan (nakes) dari RSUD Bima dan RSUD Sondosia.

​Untuk memastikan kelancaran agenda besar ini, Dinas Kesehatan membangun sinergi kuat dengan melibatkan sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) strategis. Di antaranya adalah Puskesmas Bolo, Puskesmas Belo, Puskesmas Woha, Puskesmas Ngali, Puskesmas Palibelo, Puskesmas Monta, dan Puskesmas Madapangga.

​Masing-masing Puskesmas tersebut diinstruksikan untuk menerjunkan tim medis serta paramedis terbaik mereka guna mengawal jalannya deteksi dini faktor risiko penyakit.

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Hj. Nurul Wahyuti, SE., ME., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial untuk memeriahkan hari jadi daerah, melainkan momentum krusial untuk menggalakkan kembali semangat GERMAS di tengah masyarakat.

​"Kolaborasi seluruh Puskesmas ini adalah bentuk komitmen kita bersama dalam memeriahkan Hari Jadi Bima ke-386 melalui aksi nyata yang menyentuh aspek mendasar masyarakat, yaitu kesehatan," ujar Hj. Nurul Wahyuti.



​Dalam kesempatan tersebut, Hj. Nurul Wahyuti juga gencar mengampanyekan perilaku hidup sehat. Ia mengajak masyarakat untuk konsisten melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, serta menjaga kebersihan lingkungan.

​"Penting juga dalam momentum GERMAS ini kami ingatkan kembali kepada masyarakat untuk selalu buang air besar di jamban sehat. Ini adalah bagian dari kerja nyata Pemerintah Kabupaten Bima dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar lebih sehat dan sejahtera," tambahnya.

​Meski mengerahkan sejumlah tenaga medis dan paramedis ke lokasi acara di Setda, Kepala Dinas Kesehatan menegaskan bahwa manajemen internal setiap Puskesmas telah diatur secara matang. Ia menginstruksikan agar penugasan personil dilakukan dengan cermat tanpa mengorbankan hak-hak pelayanan publik di wilayah kerja masing-masing.

​"Petugas medis dan paramedis kami tugaskan secara bergantian dan terukur. Catatan pentingnya adalah pelaksanaan kegiatan di Setda ini sama sekali tidak boleh mengganggu jalannya pelayanan kesehatan rutin masyarakat di Puskesmas. Pelayanan di tingkat dasar harus tetap berjalan optimal dan prima seperti biasa," tegas Kadinkes.

​Melalui sinergi lintas sektor dan Puskesmas ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya cek kesehatan berkala semakin meningkat, sekaligus menjadi kado bakti nyata sektor kesehatan bagi kejayaan Kabupaten Bima di usianya yang ke-386. 


(PilarNTB)

Penulis: jubair ar-Qamar 



​RSUD Sondosia, Media pilarNTB.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima terus mematangkan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, Pemkab Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mematangkan usulan rehabilitasi, revitalisasi, dan modernisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia, Rabu (24/6/2026).

​Program pengembangan RSUD Sondosia ini menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Bima. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran perangkat daerah terkait serta manajemen RSUD Sondosia yang dipimpin langsung oleh sang Direktur, Dr. Firman, MPH.

​Proyek modernisasi ini direncanakan akan menyasar tiga fasilitas vital rumah sakit, yakni optimalisasi Gedung Utama, pembaruan Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan pembangunan Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk menyelaraskan dengan regulasi pelayanan kesehatan nasional terbaru.

​Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari RSUD Sondosia, Bappeda, Dinas PUPR, BPKAD, serta instansi terkait lainnya tengah bergerak cepat merampungkan seluruh dokumen teknis pendukung yang menjadi syarat mutlak pengajuan program ke pemerintah pusat.

​Proses persiapan administrasi ini meliputi pemutakhiran Rencana Anggaran Biaya (RAB), pemenuhan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), penyempurnaan dokumen lingkungan, hingga penyesuaian cetak biru operasional dengan master plan pengembangan RSUD Sondosia terbaru.


​Menariknya, Pemkab Bima tidak hanya berfokus pada pembenahan infrastruktur fisik. Langkah modernisasi ini juga diimbangi dengan upaya penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Saat ini, Pemkab Bima bersama manajemen rumah sakit tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis serta memperluas cakupan layanan medis yang lebih komprehensif di Bima.

​Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, melalui Kepala Seksi Hukum dan Humas, Irfan, S.Kep., Ns, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas komitmen dan dukungan penuh dari jajaran eksekutif daerah.

​"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bima, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Bima, yang terus memberikan perhatian besar terhadap pengembangan RSUD Sondosia. Modernisasi ini bukan hanya tentang pembangunan gedung, tetapi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat," ujar Irfan menyampaikan pesan Direktur RSUD Sondosia.

​Pihak manajemen optimistis, sinergi yang kuat antara daerah dan pusat akan memperlancar proses transformasi ini. "Kami optimistis RSUD Sondosia dapat berkembang menjadi rumah sakit yang lebih modern, representatif, dan mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat secara lebih optimal,” tambahnya.

​Seluruh dokumen usulan ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat untuk segera dikoordinasikan secara intensif dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian PUPR di Jakarta. Jika berjalan sesuai rencana, proyek modernisasi ini diproyeksikan akan menjadi tonggak sejarah penting (go-live) dalam mewujudkan transformasi layanan kesehatan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bima.

 ​


​MATARAM Media PilarNTB.com,— Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menorehkan prestasi gemilang di bidang transformasi digital dan keamanan siber. NTB berhasil meraih penghargaan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI setelah seluruh kabupaten dan kota di wilayah tersebut resmi terhubung dalam ekosistem keamanan siber nasional.

​Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Kepala BSSN RI, Drs. Nugroho Sulistyo Budi, kepada Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Universitas Mataram pada Selasa (23/6/2026).

​Apresiasi tertinggi ini diberikan atas keberhasilan Pemerintah Provinsi NTB dalam mendorong 100% pembentukan dan registrasi Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) atau Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di seluruh wilayah administratifnya


​Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB yang akrab disapa Umi Dinda, menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen konkret pemerintah daerah dalam melindungi data dan pelayanan publik dari ancaman siber yang kian dinamis.

​"Keamanan siber bukan sekadar urusan teknologi informasi, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan publik," tegas Umi Dinda.

​Ia menambahkan bahwa di era digitalisasi ini, integritas data dan keamanan sistem pemerintahan adalah fondasi utama untuk membangun pelayanan publik yang prima dan kredibel.

​Keberhasilan NTB dalam menyamakan langkah seluruh pemerintah daerahnya menjadikannya salah satu provinsi pelopor di Indonesia dalam kesiapan mitigasi risiko siber.

​Pencapaian 100%: Seluruh 10 kabupaten/kota di NTB kini telah memiliki tim tanggap insiden siber resmi yang teregistrasi di BSSN.

​Kolaborasi Terintegrasi: Sistem keamanan daerah kini terkoneksi langsung dengan pusat kendali siber nasional, memungkinkan deteksi dini dan penanganan mandiri yang cepat jika terjadi gangguan siber.

​Sinergi Akademis: Pemilihan Universitas Mataram sebagai lokasi penyerahan menegaskan pentingnya kolaborasi triple-helix antara pemerintah, otoritas keamanan, dan dunia akademis dalam membangun SDM siber yang kompeten.

​Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Provinsi NTB sangat serius dalam membangun tata kelola pemerintahan digital yang aman, tangguh, dan terpercaya. Infrastruktur siber yang kokoh ini diharapkan menjadi akselerator utama dalam mewujudkan ekosistem Smart Government.

​Dengan ruang siber yang terlindungi, NTB siap melangkah mantap menuju visi besar pembangunan daerah yang berkelanjutan demi mewujudkan cita-cita "NTB Makmur Mendunia"


PilarNTB 

Penulis: jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 

 


​KOTA BIMA, Media PilarNTB.com,– Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) NTB 1 (Pulau Sumbawa), Hj. Mahdalena, S.S., M.M., menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Tahun Anggaran 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Aula Samparaja, Kota Bima, pada Senin (22/6/2026).

​Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran pejabat dan tokoh penting di Kota Bima. Tampak hadir Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Bima yang mewakili Penjabat (Pj) Wali Kota Bima, perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Cabang Kota Bima beserta seluruh jajaran pengurusnya, serta Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bima.

​Tak hanya dari unsur birokrasi, kegiatan ini juga memperkuat pilar kebudayaan dan keterwakilan perempuan dengan hadirnya Ketua Adat Dana Mbojo, Ketua Yayasan Kesultanan Istana Bima, Ketua Yayasan Samparaja Kota Bima, hingga Ketua Organisasi Wanita Kota Bima. Acara ini juga secara khusus mengundang para wakif (pemberi wakaf) dan nadzir (pengelola wakaf) se-Kota Bima.

​Dalam orasi kebangsaannya, Hj. Mahdalena menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus BWI Cabang Kota Bima atas dedikasi mereka. Beliau menegaskan bahwa BWI merupakan mitra kerja yang sangat strategis bagi Komisi VIII DPR RI, komisi tempatnya bernaung saat ini.



​"BWI ini adalah bagian dari mitra kerja kita di Komisi VIII. Selaku mitra strategis, kami akan memberikan dukungan penuh (support) terhadap apa pun yang menjadi program dan kegiatan positif dari BWI, khususnya dalam menyejahterakan umat," ujar legislator perempuan PKB tersebut.

​Lebih lanjut, Srikandi Parlemen asal Pulau Sumbawa ini menjelaskan bahwa fokus utama dari sosialisasi kali ini diarahkan pada edukasi dan pengenalan regulasi perwakafan kepada masyarakat luas. Menurutnya, potensi wakaf di Kota Bima sangat besar, namun pemahaman masyarakat masih perlu terus ditingkatkan.

​"Eksistensi Badan Wakaf ini sebenarnya sudah lama ada, namun di tengah masyarakat kita, urusan literasi wakaf yang produktif dan tertib administrasi terkadang belum menjadi kebiasaan. Melalui sosialisasi ini, kita rintis jalan bersama agar masalah perwakafan di Kota Bima bisa teratasi sedikit demi sedikit," jelas Hj. Mahdalena.

​Di akhir pidatonya, Hj. Mahdalena menaruh harapan besar agar momentum sosialisasi ini mampu menggerakkan hati masyarakat, khususnya mereka yang memiliki aset atau lahan produktif yang belum dimanfaatkan.

​"Kami berharap, jika ada masyarakat yang memiliki aset-aset nganggur atau belum dimanfaatkan, kiranya dapat diwakafkan. Selain bernilai sosial untuk kemaslahatan umat, ini adalah ladang amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus," pungkasnya optimis.

​Kegiatan berjalan dengan lancar dan interaktif, diisi dengan diskusi konstruktif mengenai sinergi nilai-nilai kebangsaan dengan pengelolaan wakaf demi kesejahteraan sosial masyarakat Kota Bima


Media PilarNTB 

Penulis:jubair ar-Qamar 

Pemimpin redaksi 




​BIMA, media pilarNTB.com – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti halaman Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Yasim Roi pada Sabtu (21/6). Sekolah setempat sukses menggelar acara pelepasan dan wisuda bagi siswa-siswi kelas VI tahun ajaran 2025/2026.

​Acara seremonial ini dihadiri langsung oleh Kepala MIS Yasim Roi, Hj. Nursyamsinah, S.Pd., seluruh jajaran dewan guru, orang tua/wali murid, serta sejumlah tokoh penting dan tamu undangan.

​Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima yang diwakili oleh Kasubag TU, H. Muh. Safi’i, S.Pd., M.Pd. Dari pihak yayasan, tampak hadir Wakil Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Islam Bima, H. Saleh Karim. Turut hadir pula Ketua Pengawas PAI, Badrun, S.Ag.

​Aparatur Pemerintah Desa Roi juga memberikan dukungan penuh dengan hadirnya Kepala Desa Roi, Afifudin, S.Pd.I., Sekretaris Desa, Awa Zaitun, S.Pd., Ketua BPD Desa Roi, Hamzah, serta perwakilan Kamtibmas desa setempat.

​Dukungan lintas sektor juga terlihat dari kehadiran elemen pendidikan lainnya, seperti Ketua Komite MIS Roi, Sarifudin, S.Pt., Ketua Komite RA Al-Fitrah, Zainal Abidin, serta para Kepala Sekolah dari SDN Roi dan SMPN Roi. Sementara itu, Kepala UPT Palibelo, Ikraman, S.Pd., berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas dinas ke Mataram.

​Acara ini juga disaksikan oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh wanita, serta orang tua dari 14 wali murid RA, 10 wali murid MI yang diwisuda, dan perwakilan PAUD Bima Cerdas.

​Banjir Prestasi: Ahmad Fais Fanilla Borong Penghargaan, MIS Roi Capai Target Hafalan

​MIS Yasim Roi terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. Pada momen kelulusan tahun ini, pihak madrasah memberikan penghargaan khusus kepada para siswa yang berhasil menorehkan prestasi gemilang, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

​Salah satu siswa, Ahmad Fais Fanilla, sukses memborong berbagai penghargaan bergengsi. Ia berhasil meraih Piagam Penghargaan Prestasi Tertinggi di Bidang Akademik, sekaligus Piagam Non-Akademik di Bidang Keagamaan dan Keteladanan. Tidak hanya itu, nama Ahmad Fais Fanilla juga masuk dalam jajaran peraih nilai Surat Keterangan Lulus (SKL) tertinggi.

​Berikut adalah daftar lengkap siswa berprestasi pada kelulusan tahun ini:

​Peringkat 3 Besar SKL Tertinggi:

​Nava Arna (Peringkat 1)

​Ahmad Fais Fanilla (Peringkat 2)

​Nuri Maulidah (Peringkat 3)

​Piagam Khusus Bidang Kedisiplinan & Kehadiran: Diraih oleh Fitriani Latumahina.

​Lebih dari itu, pihak sekolah dengan bangga mengumumkan bahwa selain prestasi lomba mengaji di tingkat daerah, para lulusan tahun ini juga telah berhasil menyelesaikan target hafalan Al-Qur'an Juz 30 (Juz Amma) sebelum mereka resmi menamatkan pendidikan di tingkat madrasah ibtidaiyah.


​Dalam sambutannya, Kepala MIS Yasim Roi, Hj. Nursyamsinah, S.Pd., menyampaikan pesan dan kesan yang mendalam bagi para alumni muda tersebut. Ia mengingatkan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal menuju masa depan.



​"Jangan berhenti sampai di sini. Ini adalah awal perjalananmu, bukan akhir. Lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di SMP, MTsN, maupun pondok pesantren. Raihlah cita-citamu setinggi langit," ujar Hj. Nursyamsinah memotivasi.

​Beliau juga menekankan pentingnya karakter dan akhlak mulia sebagai modal generasi penerus bangsa.

​"Kalian adalah generasi penerus yang membawa ide-ide baru, kreatif, dan inovatif. Tetap hormati orang tua dan gurumu. Rajinlah beribadah, membaca, dan mengaji, insya Allah kalian akan dijauhkan dari perbuatan keji dan mungkar. Di mana pun kalian berada, jagalah nama baik almamater MIS Roi. Ingat jasa gurumu, karena tanpa mereka, kita tidak bisa membedakan hal yang baik dan buruk," tambahnya dengan nada haru.

​Menatap tahun ajaran baru, Hj. Nursyamsinah menegaskan bahwa MIS Yasim Roi berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan keagamaan. Ke depan, sekolah akan mengintensifkan program belajar membaca, mengaji, hafalan Al-Qur'an, dan ayat-ayat pendek. Selain itu, pembiasaan karakter religius seperti wajib salat Dhuha dan salat Dzuhur berjamaah antara guru dan siswa di mushala sekolah akan semakin diperketat.

​Acara ditutup dengan momen penuh emosional saat perwakilan siswa menyampaikan ungkapan terima kasih terdalam kepada seluruh civitas akademika dan dewan guru MIS Yasim Roi. Mereka mengapresiasi kesabaran para guru yang telah membina, membimbing, dan mengajarkan ilmu-ilmu dasar dari tidak tahu menjadi tahu, hingga membentuk mereka menjadi anak-anak yang saleh dan salehah.


Media PilarNTB 

Penulis: jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 


 


​BIMA,Media PilarNTB.com, – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sakuru pada Sabtu (20/6/2026). Pihak sekolah sukses menyelenggarakan agenda tahunan acara pisah kenal siswa-siswi Kelas VI sekaligus pembagian raport untuk tahun ajaran 2025/2026.

​Acara ini dihadiri oleh jajaran komite sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua BPD, Ketua RT, Kepala Dusun, seluruh dewan guru, serta para wali murid yang antusias menyaksikan momen berharga putra-putri mereka.

​Kelulusan 100%, Kepala Sekolah Sampaikan Rasa Bangga

​Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SDN Sakuru, Abidin, S.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa bangga atas pencapaian luar biasa para anak didiknya. Pada tahun ajaran ini, SDN Sakuru melepas sebanyak 22 siswa kelas VI, yang seluruhnya dinyatakan lulus 100 persen.

​"Kami sangat bangga dengan dedikasi dan kerja keras anak-anak selama ini. Kelulusan 100 persen ini adalah bukti nyata dari sinergi yang baik antara pihak sekolah, guru, dan orang tua. Semoga ilmu yang didapatkan di SDN Sakuru menjadi modal berharga untuk jenjang pendidikan selanjutnya," ujar Abidin, S.Pd.

​Kemeriahan acara semakin terasa dengan ditampilkannya bakat dan kreativitas para siswa di atas panggung. Acara diwarnai dengan lantunan syahdu pembacaan ayat suci Al-Qur'an, penampilan kasidah, serta lagu-lagu religi yang membangkitkan suasana religius.



​Tidak hanya itu, pembacaan puisi perpisahan dan penampilan khusus dari perwakilan wali murid kelas VI 

​Momen paling menyentuh terjadi saat Wali Kelas VI, Ibu Agustina, S.Pd., menyampaikan kesan dan pesannya. Dengan suara bergetar menahan haru, beliau menyampaikan pesan mendalam kepada anak-anak didiknya agar tetap menjaga salat dan nama baik almamater di mana pun mereka berada.

​"Terima kasih yang tak terhingga kepada bapak dan ibu wali murid yang telah memercayakan anak-anaknya kepada kami selama enam tahun ini. Hari ini, tugas kami mendidik mereka di bangku dasar telah usai, dan dengan bangga kami kembalikan putra-putri terbaik ini kepada Bapak dan Ibu sekalian," 

"Enam tahun bukanlah waktu yang singkat. Kami melihat tumbuh kembang mereka, dari yang tadinya belum bisa membaca dengan lancar, hingga hari ini mereka berdiri sebagai remaja yang siap menyongsong masa depan. Ada tawa, ada tangis, dan tentu ada kenangan manis yang terukir di ruang kelas. Maafkan guru-gurumu nak, jika selama mendidik ada teguran yang keras, itu semua demi kebaikan dan masa depan kalian," 

Beliau juga menitipkan pesan agar para alumni SDN Sakuru tidak melupakan ibadah dan terus mengejar impian setinggi langit. "Kejar cita-cita kalian, jangan takut gagal, dan yang paling utama, tetaplah menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua serta menjaga nama baik sekolah kita." Ungkap ibu Agustina 


​Menanggapi hal tersebut, Bapak Husni, selaku perwakilan dari wali murid kelas VI, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika dan dewan guru SDN Sakuru Terima kasih telah sabar mendidik dan memberikan fondasi karakter serta dasar-dasar ilmu yang kuat kepada anak-anak kami. Jasa mulia seluruh guru di sekolah ini tidak akan pernah kami lupakan,

"Kami menyadari, mendidik anak-anak di zaman sekarang bukanlah hal yang mudah. Tugas guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk akhlak. Di SDN Sakuru ini, kami melihat anak-anak kami tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga dididik dengan nilai-nilai agama yang kuat," ujar Bapak Husni.

Ia juga menambahkan permohonan maaf mewakili seluruh orang tua siswa atas segala kekhilafan anak-anak mereka selama menuntut ilmu. "Kami memohon maaf jika selama enam tahun ini anak-anak kami sering merepotkan, membuat jengkel, atau melakukan kesalahan. Kami hanya bisa berdoa semoga kebaikan, keikhlasan, dan ilmu yang telah Bapak dan Ibu Guru berikan menjadi ladang amal jariyah yang terus mengalir," tutupnya.

​Acara kemudian diakhiri dengan prosesi bersalam-salaman antara guru, siswa, dan orang tua, dilanjutkan dengan pembagian raport sebagai penanda tuntasnya tahun ajaran 2025/2026


PilarNTB.com

Penulis: jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 


 


​JAKARTA & YOGYAKARTA Media pilarNTB.com,– RSUD Sondosia terus bergerak dinamis dalam menjawab tantangan transformasi kesehatan global dan perubahan regulasi nasional. Demi menghadirkan mutu pelayanan yang semakin prima bagi masyarakat, jajaran manajemen RSUD Sondosia yang dipimpin langsung oleh sang Direktur, Dr. Firman, MPH, melakukan akselerasi strategis melalui serangkaian audiensi tingkat tinggi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada pertengahan Juni 2026.

Puncak dari rangkaian konsolidasi ini berlangsung pada Rabu (17/06/2026), saat delegasi RSUD Sondosia diterima langsung oleh Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes, di ruang rapat Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan, Jakarta.

​Pertemuan krusial ini dihadiri oleh lebih dari sepuluh Person in Charge (PIC) dari berbagai unit kerja Kemenkes RI. Kehadiran para ahli ini memberikan angin segar bagi RSUD Sondosia melalui pendampingan intensif, petunjuk teknis, serta arahan komprehensif terkait tata kelola rumah sakit daerah yang adaptif dan akuntabel.



​"Kami sangat bersyukur karena Ibu Direktur Tata Kelola berkenan menerima kami bersama tim secara lengkap. Ini menunjukkan komitmen dan perhatian yang besar dari pusat terhadap pengembangan rumah sakit di daerah. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya," ungkap Dr. Firman, MPH.

​Sebagai komitmen nyata, manajemen RSUD Sondosia bergerak cepat untuk segera menyusun dan mengirimkan dokumen-dokumen strategis yang diperlukan guna menindaklanjuti arahan dari Kemenkes RI.

​Dua hari sebelum bertolak ke Jakarta, tepatnya pada Senin (15/06/2026), RSUD Sondosia terlebih dahulu mengukuhkan langkah di Yogyakarta. Manajemen melakukan audiensi dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM).

​Rombongan disambut hangat oleh Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat FKKMK UGM, Dr. dr. Sudadi, Sp.An-TI., Subsp.N.An(K)., Subsp.An.R(K). Agenda utama pertemuan ini adalah menjajaki peluang kolaborasi jangka panjang, khususnya dalam pemenuhan dan pemerataan kebutuhan dokter spesialis di RSUD Sondosia.

​Pihak FKKMK UGM merespons positif inisiatif ini dengan menawarkan berbagai skema kerja sama taktis. Bahkan, keseriusan ini langsung dibahas secara khusus dalam Rapat Kerja FKKMK UGM pada Rabu (17/06/2026).

​"Kami akan menjadwalkan pertemuan lanjutan secara daring bersama para ketua program studi PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) untuk mendiskusikan lebih rinci berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan," terang Dr. dr. Sudadi.

​Komitmen Melayani dengan Cinta: Rangkaian safari birokrasi dan akademis ini menjadi bukti nyata bahwa RSUD Sondosia tidak hanya menunggu perubahan, melainkan menjemput bola demi penguatan kapasitas pelayanan. Dengan regulasi yang terjaga dari Kemenkes RI dan sokongan SDM ahli dari FKKMK UGM, RSUD Sondosia siap melangkah pasti menjadi fasilitas kesehatan yang responsif, modern, dan tepercaya.

​Langkah besar ini menegaskan kembali visi mulia seluruh jajaran rumah sakit untuk selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat.


Penulis: Humas Prks RSUD Sondosia

Editor:jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 



BIMA, Media pilarNTB.com, – 18 Juni 2026 Pelaksanaan hari pertama Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten (OSN-K) Bima Tahun 2026 jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) resmi bergulir hari ini, Kamis (18/6). Di antara satuan pendidikan yang berpartisipasi, SMAN 1 Belo sukses melaksanakan kompetisi bergengsi ini dengan lancar, tertib, dan tanpa kendala teknis.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan OSN-K kali ini terasa spesial bagi SMAN 1 Belo. Sekolah memanfaatkan fasilitas Laboratorium Komputer Baru yang telah disiapkan secara optimal untuk mendukung kelancaran ujian berbasis digital tersebut.


Pada hari pertama ini, kompetisi difokuskan pada tiga bidang mata pelajaran sains yang diujikan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Bima. SMAN 1 Belo sendiri menurunkan 11 delegasi siswa terbaiknya untuk bertarung di tiga bidang tersebut, dengan rincian:

Matematika

Biologi

Geografi

Kepala SMAN 1 BeloWahyudin S.pd menyampaikan rasa syukur atas kelancaran di hari pertama ini. Seluruh infrastruktur teknologi, mulai dari kestabilan jaringan internet hingga pasokan daya listrik, berfungsi dengan sangat baik, meminimalkan potensi hambatan yang biasa terjadi pada ujian berbasis daring/semidaring.

"Alhamdulillah, berkat persiapan yang matang dari panitia internal dan dukungan fasilitas laboratorium komputer yang baru, hari pertama OSN-K di SMAN 1 Belo berjalan dengan sangat baik dan lancar. Kami melihat optimisme yang besar dari anak-anak saat mengerjakan soal," ujarnya.

Ajang OSN-K ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah kompetisi murni, tetapi juga sebagai momentum bagi SMAN 1 Belo untuk terus mewujudkan visi sebagai sekolah yang nyaman bagi tumbuh kembang prestasi, sekaligus membentuk karakter siswa yang tangguh, jujur, dan berintegritas tinggi.

Kompetisi dijadwalkan akan berlanjut di hari berikutnya untuk bidang studi sains lainnya. Pihak sekolah berharap tren positif pada hari pertama ini dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian OSN-K 2026 selesai dilaksanakan.

PilarNTB 

Penulis: Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 

 


​BIMA media PilarNTB.com– Dalam upaya menekan angka kesakitan pada bayi dan balita serta memastikan tercapainya target Imunisasi Dasar Lengkap (IDL),

 Rabu,( 17/06/2026 )Pemerintah Daerah melalui Puskesmas bolo menggelar kegiatan pemberdayaan kader kesehatan di Desa Nggembe dan Desa Leu. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas, pembaruan data sasaran, serta strategi komunikasi persuasif kepada masyarakat.

​Kader posyandu memegang peranan krusial sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa. Melalui pelatihan ini, para kader tidak hanya dibekali pemahaman teknis mengenai jenis-jenis imunisasi terbaru dan jadwal pemberiannya, tetapi juga dilatih untuk menyusun pemetaan (mapping) balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap di wilayah masing-masing.

​Kepala Puskesmas bolo Nurjanah, S.Kep. menjelaskan bahwa tantangan utama di lapangan sering kali bukan ketersediaan vaksin, melainkan pemahaman orang tua yang masih minim atau adanya kekhawatiran berlebih terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

​"Kader kesehatan adalah jembatan kepercayaan antara petugas medis dan warga. Ketika kader di Desa Nggembe dan Leu memiliki pemahaman yang matang, mereka dapat mengedukasi para ibu secara humanis, mematahkan mitos negatif seputar vaksin, dan memastikan tidak ada anak yang terlewat," ujarnya.

​Dalam sesi praktik, para kader diajarkan cara menggunakan media KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang menarik serta teknik kunjungan rumah (home visit) yang efektif bagi keluarga yang enggan membawa anaknya ke Posyandu.



​Kepala Desa Nggembe menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen pemerintah desa untuk mendukung mobilitas para kader. "Kami siap mengawal program ini melalui alokasi dana desa untuk penguatan posyandu, demi memastikan generasi muda di Desa Nggembe tumbuh sehat dan bebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I)," tegasnya.

​Hal senada disampaikan oleh perwakilan kader dari Desa Leu. Ia mengaku pelatihan ini memberikan rasa percaya diri lebih saat harus berhadapan dengan warga yang skeptis. "Sekarang kami tahu cara menjelaskan manfaat vaksin dengan bahasa yang sederhana dan bagaimana menenangkan orang tua jika anak mereka mengalami demam ringan pasca-imunisasi," ungkapnya.

​Melalui sinergi yang kuat antara Puskesmas, pemerintah desa, dan dedikasi para kader di Desa Nggembe dan Leu, diharapkan angka cakupan imunisasi di kedua desa tersebut dapat mencapai target 100% pada tahun ini, sekaligus memperkokoh benteng kesehatan anak di Kabupaten Bima.

PilarNTB 

Penulis:jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 



​BIMA, Media pilarNTB.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima terus menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan transformasi kesehatan bagi masyarakat. Langkah ini dibuktikan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) yang digelar oleh tim Puskesmas Bolo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Senin (25/5/2026).

​ILP sendiri merupakan paradigma baru pelayanan Puskesmas yang lebih mengedepankan upaya promotif dan preventif. Berbeda dengan sistem sebelumnya, ILP mengintegrasikan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup manusia—mulai dari masa kehamilan, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia (lansia).

​Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, S.Kep., menyatakan bahwa kegiatan monev ini sangat krusial untuk memetakan berbagai kendala yang dihadapi oleh para petugas di lapangan.

​"Kami membedah setiap tantangan yang ada, mulai dari kesiapan logistik hingga alur pelayanan. Tujuannya jelas, agar ke depan pelayanan kesehatan di Puskesmas Bolo semakin cepat, responsif, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Nurjanah kepada media Pilar, Senin (25/5).

​Dengan adanya evaluasi berkala ini, program ILP diharapkan tidak sekadar menjadi wacana, melainkan mampu menjelma sebagai pilar utama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Bolo.


PilarNTB 

Penulis:jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 


 


MIN Satu Media pilarNTB.com– Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti halaman madrasah pada Sabtu (13/6/2026), saat keluarga besar MIN 1 Bima menggelar prosesi Pelepasan dan Perpisahan Siswa Kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026. Sebanyak 75 siswa secara resmi dikembalikan kepada orang tua masing-masing setelah berhasil menyelesaikan masa pendidikan dasar selama enam tahun.

​Kepala MIN 1 Bima, Bismark, S.Pd., M.Pd., dalam pidato sambutannya tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bangganya. Ia menegaskan bahwa momentum kelulusan ini bukanlah titik akhir dari sebuah pencapaian, melainkan gerbang awal untuk memasuki tantangan pendidikan yang lebih tinggi.

​"Hari ini kalian dilepas dari madrasah tercinta, namun nama MIN 1 Bima akan selalu melekat dan menjadi bagian dari perjalanan hidup kalian. Teruslah melangkah, gapailah cita-cita setinggi langit, dan jadilah kebanggaan bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa," ujar Bismark memotivasi para lulusan.


​Dalam kesempatan tersebut, Bismark juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh orang tua dan wali murid. Menurutnya, keberhasilan para siswa dalam menyelesaikan studi dengan baik tidak terlepas dari kepercayaan dan sinergi yang kuat antara pihak madrasah, komite, dan lingkungan keluarga.

​Ucapan terima kasih senada juga ditujukan kepada dewan guru, tenaga kependidikan, serta panitia pelaksana yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga demi kemajuan program-program pendidikan di MIN 1 Bima.

​Secara khusus, pihak madrasah memberikan penghargaan kepada para siswa yang telah mengukir prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Ragam piala dan capaian yang diraih di tingkat kecamatan hingga kabupaten menjadi bukti nyata bahwa lulusan MIN 1 Bima memiliki daya saing yang tinggi.



​Menutup jalannya prosesi, Kepala Madrasah menitipkan pesan mendalam agar para alumni senantiasa menjaga nama baik almamater dengan tetap mengedepankan akhlakul karimah, menjaga ibadah, serta menghormati orang tua dan guru di mana pun mereka melanjutkan sekolah. Beliau berharap, ilmu yang didapatkan selama enam tahun ini dapat menjadi pondasi kokoh untuk membentuk generasi yang beriman, cerdas, dan bermanfaat bagi agama dan negara.

​Acara pelepasan yang berlangsung tertib ini diakhiri dengan doa bersama. Isak tangis haru bercampur bahagia dari para siswa, guru, dan orang tua menjadi penutup momen reflektif yang melepas langkah angkatan 2025/2026 menuju masa depan yang lebih gemilang.

Kontributor: Humas MIN 1 Bima (Azwar Annas, S.Pd.)

 ​


​PALIBELO, PILARNTB.COM, – Suasana penuh kegembiraan sekaligus keharuan menyelimuti halaman SDN Inpres 1 Ntonggu, Kecamatan Palibelo. Sekolah tersebut sukses menggelar acara pelepasan siswa kelas VI yang berlangsung semarak namun sarat akan makna mendalam pada Sabtu (13/06/2026).

​Acara yang dikemas apik ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Camat Palibelo yang diwakili oleh staf terkait, Kepala Desa Ntonggu, Ketua BPD, para Kepala Sekolah mitra terdekat, serta seluruh orang tua dan wali murid. Menariknya, agenda tahunan ini dirangkaikan sekaligus dengan pelepasan siswa TK setempat, menciptakan sinergi kebersamaan yang hangat di antara dua jenjang pendidikan tersebut.

​Perwakilan Pemerintah Kecamatan Palibelo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas suksesnya koordinasi pihak sekolah dan wali murid. Ia mengaku bangga melihat kemeriahan acara yang dinilainya sangat berkesan dan memberikan memori indah bagi tumbuh kembang anak-anak.


​Puncak emosional yang menjadi momen paling ikonik dalam acara ini terjadi saat sesi saling berbalas puisi antara perwakilan siswa kelas VI dan sang wali kelas, Aryani Hartati, S.Pd. Rasa terima kasih yang tulus dari siswa, dibalas dengan pesan penuh kasih sayang dari sang guru, seketika mengubah atmosfer halaman sekolah menjadi sangat menyentuh.

​Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah siswa tak kuasa menahan air mata di depan kamera saat bait-bait puisi dibacakan. Keharuan kian memuncak ketika Aryani Hartati juga tampak meneteskan air mata, merefleksikan kedekatan emosional dan ikatan batin yang kuat yang telah terjalin selama proses mendidik di ruang kelas.

​Kepala SDN Inpres 1 Ntonggu, Ahmad, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, komite, dan orang tua siswa yang telah memberikan dukungan penuh, baik moral maupun material, hingga acara ini berjalan tanpa hambatan.

​"Pelepasan tahun ini memberikan kesan yang sangat mendalam bagi kami pihak sekolah. Melihat kolaborasi yang luar biasa antara guru, orang tua murid SD, dan TK dalam satu panggung adalah bukti nyata kuatnya rasa kekeluargaan di Desa Ntonggu," ungkap Ahmad.

​Lebih lanjut, Ahmad menaruh harapan besar bagi masa depan anak-anak yang kini resmi dikembalikan kepada orang tua masing-masing tersebut.

​"Kami sangat bangga melepas anak-anak hebat ini. Harapan kami, ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal menuju kesuksesan yang lebih besar. Jaga nama baik almamater, tetaplah jujur, dan kejar prestasi setinggi-tingginya di jenjang pendidikan berikutnya. Semoga kelak mereka menjadi generasi penerus yang sukses, berkarakter, dan membanggakan daerah," harapnya menutup sambutan.

 ​


​BIMA, media PilarNTB.com, – Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti rona wajah keluarga besar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Nata, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Tepat pada Sabtu (13/6/2026), sekolah setempat sukses menggelar momentum sakral perpisahan dan pelepasan 31 siswa-siswi kelas VI Tahun Ajaran 2025-2026.

​Mengusung tema yang mendalam, “Dengan Ilmu dan Akhlak, Terbang Tinggi Menggapai Tujuan, Teruslah Melangkah Demi Masa Depan yang Gemilang,” acara ini menjadi tonggak awal bagi para lulusan untuk menapaki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

​Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Palibelo, Ibu Pengawas Pembina, Ketua Komite SDN 2 Nata, perwakilan Kepala Desa Nata, serta seluruh orang tua/wali murid kelas VI.


​Ada yang unik dan berbeda pada prosesi kelulusan tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya. SDN 2 Nata unjuk gigi memamerkan potensi terbaik siswanya melalui pemanduan acara (Master of Ceremony/MC) yang dibawakan langsung oleh tiga siswa kelas IV menggunakan tiga bahasa berbeda.

​Penampilan memukau tersebut dibawakan secara kolaboratif oleh Naysila Ardiana Putri (Bahasa Arab), Anisa Fadila (Bahasa Inggris), dan Muh. Nur Hadi (Bahasa Indonesia). kefasihan ketiga siswa ini sontak mendapat apresiasi dan decak kagum dari seluruh tamu undangan.

​Kepala SDN 2 Nata, Faujiah, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa inovasi memadukan tiga bahasa ini bukan sekadar formalitas panggung, melainkan sebuah pembuktian kualitas dan daya saing yang dimiliki sekolah.

​"Tiga bahasa ini bukan asal kita tampilkan. Kami ingin 'menjual' SDN 2 Nata lewat prestasi nyata yang tidak dimiliki oleh sekolah lain. Ini adalah daya jual kita, yang selaras dengan visi-misi sekolah menuju sekolah yang 'Tupa' (Unggul/Berprestasi)," tegas Faujiah.

​Lebih lanjut, Faujiah menggarisbawahi pentingnya penguatan sinergi melalui kolaborasi 4 Pilar demi kemajuan sekolah di era digital.

​"Di era modern yang serba online ini, kami terus membangun kolaborasi erat dengan 4 pilar utama: Wali Murid, Ketua Komite, Masyarakat, dan Media. Sinergi ini sangat penting sebagai jembatan informasi, baik yang keluar dari sekolah maupun yang masuk, sekaligus instrumen efektif untuk menunjukkan seluruh potensi yang dimiliki SDN 2 Nata ke ruang publik," tambahnya.


​Sebagai nahkoda sekolah, Faujiah menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh guru atas dedikasinya, serta kepada orang tua yang memercayakan putra-putrinya di SDN 2 Nata. Kepada 31 siswa yang dilepas, ia menitipkan pesan menyentuh agar mereka tidak goyah dalam mengejar cita-citanya 



Kesan mendalam bagi kami, anak-anak sekalian telah mengukir cerita indah dan prestasi di sekolah ini. Harapan saya, bawa selalu nilai-nilai ilmu dan akhlak yang telah diajarkan di sini. Teruslah melangkah maju, jangan pernah berhenti belajar, dan jadilah generasi penerus yang membanggakan orang tua serta daerah," harap Kepala Sekolah.

​Suasana pelepasan pun kian semarak dan berkesan dengan suguhan penampilan Tari Nusantara yang dibawakan secara apik oleh adik-adik kelas bawah, mulai dari kelas II, III, hingga kelas IV. Gerak tari tradisional yang dinamis ini mempertegas komitmen sekolah dalam melestarikan nilai budaya sejak dini.


Apresiasi Tinggi dari Wali Murid

​Mewakili seluruh orang tua siswa, perwakilan Wali Murid kelas VI menyampaikan sambutan penuh rasa haru dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah.

​"Kami tidak bisa membalas kebaikan, kesabaran, dan keikhlasan Ibu Kepala Sekolah, seluruh civitas akademika, dan dewan guru yang telah mendidik anak-anak kami dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa. Enam tahun bukanlah waktu yang singkat, dan hari ini kami menerima kembali anak-anak kami dengan rasa bangga atas bekal ilmu dan akhlak yang luar biasa," ungkap perwakilan Wali Murid dengan nada bergetar.

​Acara pelepasan yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kekeluargaan ini kemudian ditutup secara resmi dengan sesi foto bersama antara kepala sekolah, dewan guru, para tamu undangan, serta seluruh siswa kelas VI guna mengabadikan momen bersejarah tersebut. 


(PilarNTB.com)

Penulis: Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 

 


Bima, Media pilarNTB.com,– Suasana penuh haru, bangga, dan bahagia menyelimuti seluruh keluarga besar SDN Runggu pada Sabtu, 13 Juni 2026. Sekolah yang dikenal luas dengan julukan "Sekolah Macaha" (Yang Rajin) ini sukses menggelar momentum sakral Pelepasan dan Perpisahan Siswa-Siswi Kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026.

​Mengusung tema yang sarat makna, "Langkah Kecil Menuju Masa Depan", kegiatan yang dipusatkan di ruangan sekolah ini berlangsung sangat meriah. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah SDN Runggu, Ketua Komite Sekolah beserta seluruh anggotanya, wali murid, serta seluruh civitas akademika dan dewan guru.

​Acara diawali dengan pembukaan resmi yang disambut antusias oleh para undangan. Mengawali sesi formal, Ketua Komite SDN Runggu naik ke podium untuk memberikan sambutannya.



​Dalam penyampaiannya, Ketua Komite menekankan pentingnya sinergi yang selama ini telah terbangun kokoh antara pihak sekolah dan orang tua. Beliau mengapresiasi kerja keras sekolah dalam membentuk karakter anak-anak menjadi pribadi yang rajin sesuai dengan marwah "Sekolah Macaha", serta menyatakan komitmen komite untuk selalu mendukung kemajuan pendidikan di SDN Runggu.

​Suasana menjadi lebih khidmat saat Kepala Sekolah SDN Runggu, Bambang, S.Pd., memberikan sambutan sekaligus melepas secara resmi siswa-siswi kelas VI.

​Dalam narasi sambutannya, Bambang, S.Pd. menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para wali murid atas amanah yang diberikan selama ini. “Enam tahun yang lalu, Bapak dan Ibu datang menitipkan putra-putrinya di sini. Hari ini, dengan rasa bangga dan berat hati, kami kembalikan anak-anak hebat ini kepada Bapak dan Ibu sekalian. Terima kasih atas kepercayaan luar biasa yang telah diberikan kepada kami,” ungkapnya dengan penuh ketulusan.

​Tidak lupa, beliau memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada segenap tenaga pendidik. “Apresiasi dan terima kasih yang tak terhingga juga saya haturkan kepada seluruh dewan guru. Kalian adalah pilar utama sekolah ini. Tanpa bimbingan, kesabaran, dan kerja sama yang solid dari para guru, seluruh kegiatan sekolah tidak akan berjalan seindah dan seberwarna ini,” tambah Babang.

​Menutup sambutannya, Bambang S.pd,. menitipkan harapan besar agar lulusan tahun ini terus memacu diri di jenjang yang lebih tinggi. Beliau berharap "langkah kecil" yang mereka mulai dari SDN Runggu dapat menuntun mereka menjadi generasi yang jauh lebih maju, mandiri, dan berprestasi di masa depan.


​Memasuki agenda berikutnya, acara dilanjutkan dengan penyampaian sepatah kata perwakilan dari adik kelas yang menyampaikan rasa kehilangan sekaligus doa terbaik bagi kakak-kakak kelas mereka. Tangis haru mulai pecah saat perwakilan siswa kelas VI maju membacakan untaian kata perpisahan. Dengan suara bergetar, mereka menyampaikan permohonan maaf dan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada bapak dan ibu guru yang telah menjadi orang tua kedua mereka.

​Suasana semakin menyentuh sanubari ketika Wali Kelas VI memberikan pesan terakhirnya, mengingatkan anak-anak untuk tidak meninggalkan salat dan tetap rajin belajar. Setelah itu, pandangan semua hadirin tertuju pada layar digital untuk menyaksikan Pemutaran Video Kenangan Kelas VI. Rekaman perjalanan visual, canda tawa, serta perjuangan mereka belajar selama enam tahun sukses mengaduk-aduk emosi seluruh wali murid dan guru yang hadir.

​Untuk mencairkan suasana haru, panggung acara kemudian digebrak oleh penampilan seni memukau dari grup tari SDN Runggu. Mengenakan pakaian adat yang anggun, mereka membawakan Tari Kreasi Zapin Melayu. Gerakan yang rancak, kompak, dan penuh estetika ini berhasil memukau mata penonton dan mendapat tepuk tangan yang riuh.


​Menjelang akhir acara, giliran grup paduan suara (padura) siswa-siswi SDN Runggu yang mengambil alih panggung. Dengan penuh penghayatan, mereka menyanyikan lagu "Sayonara". Alunan harmoni suara mereka seolah menjadi lagu pengantar perpisahan yang manis, melambangkan kesiapan mereka untuk melangkah ke babak baru.

​Rangkaian kegiatan yang berjalan sukses ini akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama. Lembaran formalitas berganti menjadi momen penuh keakraban. Kepala sekolah, dewan guru, pengurus komite, orang tua, dan para siswa berbaur menjadi satu di depan kamera untuk mengabadikan momen perpisahan tersebut.

​Tawa kebahagiaan dan pelukan hangat mengiringi akhir dari acara perpisahan ini. Selamat jalan siswa-siswi SDN Runggu angkatan 2025/2026! Langkah kecil kalian hari ini adalah awal dari lompatan besar menuju masa depan yang gemilang.



PilarNTB

Penulis: jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 



​PALIBELO, Media PILARNTB.com,– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bima merealisasikan penyaluran Zakat Mal Musim Tahun 2026 di Kecamatan Palibelo pada Jumat (12/6/2026). Penyaluran kali ini menitikberatkan pada program pemberdayaan ekonomi produktif bagi masyarakat kurang mampu.

​Ketua BAZNAS Kabupaten Bima, Drs. H. Zainuddin, MM., menyampaikan bahwa perolehan zakat mal dari sektor pertanian di Kecamatan Palibelo menunjukkan progres yang sangat baik. Hampir seluruh desa menyetorkan zakat mal berupa padi, kecuali Desa Padolo. Sementara itu, komoditas unggulan dari Desa Panda yang masuk sebagai zakat mal adalah jagung.

​Sesuai dengan regulasi yang berlaku, dari total zakat mal yang telah disetorkan ke BAZNAS Kabupaten Bima, sebesar 75 persen dikembalikan pengelolaannya ke tingkat kecamatan.

​"Dana sebesar 75 persen yang dikembalikan kemarin telah didistribusikan oleh pihak kecamatan kepada 8 asnaf (golongan yang berhak menerima zakat). Sedangkan yang kami serahkan langsung hari ini khusus dialokasikan untuk sektor ekonomi produktif guna membantu modal usaha fakir miskin," ujar H. Zainuddin di sela-sela kegiatan, Jumat (12/6).

​Program ini, lanjut H. Zainuddin, sejalan dengan visi BAZNAS Pusat dan BAZNAS Provinsi NTB dalam mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga. Implementasi program tersebut di tingkat akar rumput dikawal langsung oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Nata, UPZ Kecamatan, dan BAZNAS Kabupaten Bima.

​Sebagai bentuk dukungan nyata, BAZNAS menyerahkan bantuan fasilitas penunjang usaha berupa gerobak pendorong untuk pelaku usaha mikro.

​"Untuk program ekonomi produktif ini, kami serahkan langsung bantuan gerobak. Rinciannya, Desa Nata mendapatkan 4 unit gerobak dan Desa Teke mendapatkan 1 unit gerobak," jelasnya.


​Keberhasilan Kecamatan Palibelo dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat mal tidak lepas dari sinergi lintas sektor. BAZNAS secara intensif menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kepala KUA, Camat Palibelo, serta para ulama terkemuka di setiap desa.

​Kolaborasi ini diwujudkan melalui sosialisasi yang masif, terutama saat momentum Safari Ramadhan, baik melalui ceramah agama maupun khotbah Jumat. Berkat konsistensi tersebut, Palibelo sukses menembus peringkat 10 besar dalam capaian zakat mal di tingkat Kabupaten Bima.


​Di akhir penyampaiannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bima mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat Kecamatan Palibelo agar menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) mereka melalui lembaga resmi yang telah diakui negara.

​"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyalurkan zakat di luar lembaga resmi. Berdasarkan regulasi undang-undang maupun tuntunan Al-Qur'an dan Al-Hadits, kamilah (BAZNAS) lembaga sah yang diberikan hak dan kewenangan untuk mengelola dan menerima zakat tersebut," tegas H. Zainuddin. 


PilarNTB 

Penulis: jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 

 


PALIBELO Media pilarNTB.com,– Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti halaman SMP Negeri 3 Palibelo pada Kamis, 11 Juni 2026. Sekolah tersebut sukses menyelenggarakan acara Pelepasan Siswa-Siswi Kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026. Sebanyak 46 siswa secara resmi dikembalikan kepada orang tua masing-masing setelah menyelesaikan masa pendidikan tiga tahun mereka di tingkat sekolah menengah pertama.

​Pada tahun ini, kegiatan pelepasan mengusung tema yang sarat akan makna mendalam: "Melangkah dengan Ilmu, Tumbuh dengan Akhlak untuk Menggapai Masa Depan."

​Dihadiri Tokoh Masyarakat dan Lintas Sektor

​Acara ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh jajaran tokoh penting serta mitra pendidikan di Kecamatan Palibelo. Tampak hadir dalam undangan:

​Pejabat Camat Kecamatan Palibelo (yang mewakili)

​Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Palibelo

​Ketua Komite SMP Negeri 3 Palibelo

​Kepala SD Negeri 1 Nata

​Perwakilan Dewan Guru dari SD Negeri 2 Nata

Kepala mis dore

​Seluruh orang tua/wali murid kelas IX SMP Negeri 3 Palibelo

​Kehadiran para tokoh ini menegaskan adanya sinergi yang kuat antara pihak sekolah, pemerintah setempat, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan, khususnya di wilayah Palibelo.

​Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 3 Palibelo, Ibu Sri Wahyuningsih, S.Pd., tidak hanya memberikan motivasi kepada para siswa, tetapi juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika dan dewan guru SMP Negeri 3 Palibelo.



​Beliau menegaskan bahwa keberhasilan 46 siswa ini tidak lepas dari tetesan keringat, kesabaran, dan pengorbanan para guru yang luar biasa.

​"Keberhasilan anak-anak kita hari ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi tanpa batas, dan keikhlasan dari Bapak dan Ibu Guru sekalian. Terima kasih telah menjadi orang tua, pembimbing, dan teladan yang luar biasa bagi mereka selama tiga tahun ini. Tanpa soliditas dan perjuangan seluruh dewan guru serta staf tata usaha, SMP Negeri 3 Palibelo tidak akan mampu mengantarkan anak-anak kita hingga ke titik ini. Semoga segala kebaikan dan ilmu yang Bapak Ibu curahkan bernilai ibadah di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ungkap Ibu Sri Wahyuningsih dengan penuh rasa syukur.

​Melanjutkan narasinya, Ibu Sri Wahyuningsih kemudian memberikan pesan pamungkas dan menaruh harapan yang sangat tinggi di pundak para siswa yang dilepas.

​"Anak-anakku sekalian, hari ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan gerbang awal dari perjuangan yang sesungguhnya. Ibu mengucapkan selamat atas kelulusan kalian. Sesuai dengan tema kita hari ini, jadikanlah ilmu yang telah kalian timba di sekolah ini sebagai bekal untuk melangkah maju. Namun ingat, ilmu tanpa adab dan akhlak yang mulia tidak akan membawa keberkahan. Tetaplah tumbuh menjadi pribadi yang santun, jujur, dan berintegritas di manapun kalian berada.

​Jangan pernah takut bermimpi besar. Teruslah melangkah, lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan gapailah masa depan kalian dengan gemilang. Bawalah nama baik almamater SMP Negeri 3 Palibelo ini dengan prestasi dan budi pekerti yang luhur."

​Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengembalian siswa secara simbolis kepada orang tua murid yang diwakili oleh Ketua Komite Sekolah. Suasana haru tak terbendung saat para siswa memberikan sungkem dan ucapan terima kasih langsung kepada dewan guru yang berdiri berjejer di atas panggung.

​Kegiatan pelepasan yang berlangsung dengan tertib dan lancar ini ditutup dengan sesi foto bersama serta penampilan seni dari adik-adik kelas, menandai babak baru bagi 46 alumni SMP Negeri 3 Palibelo untuk terbang lebih tinggi mengejar cita-cita mereka.


PilarNTB 

Penulis: jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 

 


PALIBELO, Media PILARNTB.com — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti acara pelepasan serta perpisahan peserta didik kelas IX angkatan ke-16 SMP Negeri 5 Palibelo, Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan yang mengusung tema "Melangkah dengan Ilmu, Berkarya dengan Karakter, Menggapai Masa Depan dengan Percaya Diri" ini berlangsung sukses pada Kamis, 11 Juni 2026.

​Acara berharga ini dihadiri langsung oleh Ketua Komite SMPN 5 Palibelo, Kepala SDN Ni'u, Kepala SDN Kalaki, serta seluruh wali murid yang dengan penuh antusias menyaksikan momen sakral pelepasan 58 siswa-siswi yang telah menyelesaikan masa studinya.


​Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMPN 5 Palibelo, Nurwahidah, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan harapan besarnya untuk masa depan lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Ia berkomitmen penuh untuk membawa sekolah ini menjadi madani, lebih maju, dan dikenal luas lewat capaian-capaian positif.

​"Kami berharap SMPN 5 Palibelo ke depan bisa jauh lebih maju dan semakin dikenal masyarakat luas. Jalan utamanya adalah melalui ukiran prestasi yang diraih oleh anak-anak kita sendiri," ujar Nurwahidah dengan optimis.


​Di hadapan para undangan dan wali murid, Nurwahidah membagikan catatan membanggakan. Meski baru menjabat selama tiga bulan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah di SMPN 5 Palibelo, kepemimpinannya langsung disambut hangat oleh torehan prestasi luar biasa dari para siswa.

​Beberapa capaian gemilang yang berhasil diraih siswa SMPN 5 Palibelo dalam waktu dekat ini antara lain:

​Juara Turnamen Voli: Berhasil menyabet gelar juara pada turnamen bola voli yang diselenggarakan oleh MAN 1 Sila tahun 2026.

​Keterlibatan di Porprov 2026: Salah satu siswa terbaik SMPN 5 Palibelo terpilih menjadi delegasi resmi Kabupaten Bima untuk bertanding di cabang olahraga Pencak Silat pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2026.

​Terkait utusan di ajang Porprov, Kepsek menaruh harapan besar agar momentum ini menjadi pemantik semangat bagi siswa lainnya. "Mudah-mudahan ananda kita yang bertanding di cabang pencak silat mampu memberikan performa terbaik, serta membawa harum nama sekolah dan nama baik Kabupaten Bima di tingkat provinsi," tambahnya.




​Menutup jalannya acara, Nurwahidah tidak lupa memberikan penghormatan tinggi kepada seluruh civitas akademika dan dewan guru SMPN 5 Palibelo. Menurutnya, keberhasilan meluluskan 58 siswa serta raihan prestasi yang ada tidak lepas dari kerja keras dan soliditas internal sekolah.

​"Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh dewan guru atas keikhlasan, bimbingan, serta kerja samanya selama ini dalam mengelola sekolah secara baik dan bijaksana. Dedikasi bapak dan ibu guru adalah fondasi utama bagi karakter anak-anak kita," pungkasnya di akhir acara yang ditutup dengan doa bersama dan jabat tangan perpisahan.


PilarNTB 

Penulis: jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 



​WOHA, Media pilarNTB.com,– Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti halaman SMPN 3 Woha pada Rabu (10/6/2026). Sekolah pengukir prestasi ini menggelar acara pelepasan siswa kelas IX yang dikemas secara religius dan edukatif melalui kegiatan Khataman Al-Qur'an serta Gelar Karya Sastra.

​Acara tersebut dihadiri oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kecamatan Woha, para kepala sekolah SDN dari wilayah zonasi (woha, Palibelo,bre ), tokoh pendidikan, serta ustadz muhrim S.Pdi yg pemandu khataman.

​Kepala SMPN 3 Woha, Suaidin, M.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat diwawancarai oleh media Pilar di sela-sela kegiatan. Selaku pucuk pimpinan sekaligus representasi orang tua siswa di sekolah, ia mengaku ada rasa sedih yang mendalam saat harus melepas anak didiknya.

​"Sebagai orang tua mereka di sekolah, kami merasa sedih. Selama tiga tahun membina anak-anak ini, begitu banyak suka dan duka yang dialami bersama, baik oleh siswa maupun seluruh dewan guru," ungkap Suaidin dengan nada emosional.

​Di balik keharuan tersebut, Suaidin menyampaikan rasa bangga yang luar biasa atas capaian akademis dan non-akademis anak didiknya. SMPN 3 Woha berhasil mengukuhkan diri sebagai sekolah pencetak talenta hebat dengan mempertahankan tradisi juara di tingkat regional dan nasional.

​"Prestasi yang sangat membanggakan adalah anak-anak kita, baik tahun ini maupun tahun-tahun sebelumnya, konsisten membawa nama baik sekolah. Selama lima tahun berturut-turut, SMPN 3 Woha selalu menjuarai Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), baik di tingkat provinsi maupun nasional," papar Suaidin bangga.

​Hebatnya lagi, prestasi gemilang selama lima tahun terakhir ini diraih oleh siswa yang berbeda-beda. Hal ini membuktikan bahwa sistem kaderisasi, bimbingan sastra, dan budaya literasi di SMPN 3 Woha telah berjalan dengan sangat matang dan berkelanjutan.

​Menutup wawancaranya, Suaidin, M.Pd., menitipkan harapan dan pesan mendalam bagi seluruh alumni kelas IX yang akan melanjutkan estafet pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia ingin nilai-nilai Al-Qur'an dan mentalitas juara tetap melekat pada diri siswa.

​"Harapan saya, jadikan momentum khataman Al-Qur'an hari ini sebagai benteng moral dan karakter kalian di luar sana. Teruslah melangkah dengan percaya diri, jaga nama baik almamater, dan jangan pernah takut untuk terus mengukir prestasi. Suka duka di sekolah ini adalah bekal mental kalian untuk menaklukkan masa depan," pungkasnya penuh harap.

​Acara pelepasan berlangsung sukses, menegaskan posisi SMPN 3 Woha bukan hanya sebagai lembaga edukasi formal, melainkan rumah bagi pembentukan generasi yang religius, berbudaya, dan berdaya saing nasional. 


PilarNTB 

Penulis:Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 

 


BIMA Media pilarNTB.com, – Upaya mengantisipasi dan menekan penyebaran penyakit menular terus digalakkan oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas (PKM) Bolo. Sebagai langkah nyata, PKM Bolo menggelar kegiatan Pemberdayaan Kader mengenai upaya pencegahan penyakit menular baru yang dipusatkan di Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Senin (08/06/2026).

Kegiatan strategis ini diinisiasi langsung oleh Koordinator Program Promosi Kesehatan (Promkes) PKM Bolo, Dwi Ramona, S.KM. Dalam pengantarnya, Dwi Ramona menyampaikan bahwa peran kader kesehatan di tingkat desa sangat vital sebagai ujung tombak edukasi dan deteksi dini di tengah masyarakat.


Hadir sebagai pemateri utama, Herawati, Amd.Keb., S.Sos., yang mewakili Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima. Dalam pemaparannya, ia mengupas tuntas berbagai jenis penyakit menular yang saat ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mulai dari gejala, cara penularan, hingga langkah preventifnya.

"Penyakit menular yang perlu kita waspadai bersama di antaranya adalah TBC (Tuberkulosis), DBD (Demam Berdarah Dengue), diare, campak, dan kusta," urai Herawati di hadapan para kader Desa Tambe.

Herawati menekankan bahwa melalui pemberdayaan ini, para kader diharapkan mampu mengedukasi warga sekitar mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain itu, kader juga diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan jika menemukan warga dengan gejala penyakit-penyakit tersebut.

Melalui edukasi dan pembekalan ini, PKM Bolo berharap angka kesakitan akibat penyakit menular di wilayah Kecamatan Bolo, khususnya Desa Tambe, dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan kader desa dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman penyakit menular baru.

Kegiatan yang berlangsung dinamis ini diwarnai dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Para kader tampak antusias mengikuti jalannya acara hingga selesai, menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga kesehatan lingkungan desa mereka.


pilarNTB 

Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 

 ​


BIMA –  media PilarNTB.com,  Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Bolo menggelar kegiatan pemberdayaan kader kesehatan di Aula Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, pada Selasa (9/6/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkuat benteng pertahanan di tingkat desa dalam mencegah penyebaran penyakit menular baru.

​Koordinator Program Promosi Kesehatan (Promkes) PKM Bolo, Dwi Ramona, S.KM., menegaskan bahwa kader kesehatan merupakan ujung tombak dalam sistem pengawasan dini di masyarakat. Peran aktif mereka sangat krusial untuk mendeteksi potensi wabah sebelum meluas.

​"Peran aktif para kader sangat krusial dalam mendeteksi dan mencegah penularan penyakit di tengah masyarakat secara dini," ujar Dwi Ramona di sela-sela kegiatan.

​Hadir sebagai pemateri utama, perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bima, Herawati, A.Md.Keb., S.Sos. Dalam pemaparannya, Herawati mengingatkan para peserta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit menular yang masih menjadi ancaman nyata di lingkungan sekitar.

​"Penyakit menular yang perlu kita waspadai bersama saat ini antara lain TBC, DBD, diare, campak, hingga kusta," jelas Herawati di hadapan puluhan kader yang hadir.

​Melalui program pemberdayaan ini, para kader desa diharapkan tidak hanya sekadar memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan yang adaptif. Tugas utama mereka ke depan adalah mengedukasi warga secara masif mengenai pentingnya Pola Hidup Bersih dan Seasht (PHBS) demi memutus mata rantai penularan penyakit di tingkat akar rumput.


PilarNTB 

Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 



BIMA, Media pilarNTB.com,    Senin 8 Juni 2026 RSUD Sondosia terus mengukuhkan perannya sebagai institusi pelayanan sekaligus wahana edukasi strategis bagi calon tenaga kesehatan masa depan. Komitmen ini dibuktikan melalui penerimaan resmi 45 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners STIKES Yahya Bima yang akan melaksanakan Praktik Manajemen Keperawatan sepanjang periode 8 Juni hingga 4 Juli 2026.

​Prosesi penerimaan yang berlangsung khidmat di Aula RSUD Sondosia tersebut dihadiri langsung oleh Direktur RSUD Sondosia, jajaran manajemen rumah sakit, para pembimbing lahan praktik (clinical instructor), jajaran dosen pembimbing akademik dari STIKES Yahya Bima, serta seluruh mahasiswa praktikan.

​Dalam sambutannya, perwakilan dari STIKES Yahya Bima, Ns. Nurul Jannah, S.Kep., M.Kep., menyampaikan apresiasi yang mendalam serta ucapan terima kasih kepada manajemen RSUD Sondosia. Ia menilai, kesempatan yang diberikan merupakan ruang berharga bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan teori ke dalam realitas pelayanan kesehatan.

​"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan oleh RSUD Sondosia. Ini adalah momentum krusial bagi mahasiswa Profesi Ners untuk belajar, mengasah kompetensi, dan menyelami dinamika pelayanan kesehatan yang sesungguhnya," ujar Ns. Nurul Jannah.

​Melalui penyerahan resmi 45 mahasiswa tersebut, STIKES Yahya Bima berharap proses Praktik Manajemen Keperawatan ini dapat membentuk karakter tenaga perawat yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki integritas tinggi serta kesiapan penuh dalam menjawab tantangan dunia kesehatan di masa depan.



​Menyambut kehadiran para mahasiswa, Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya. Di hadapan para civitas akademika, ia menegaskan bahwa fungsi rumah sakit modern kini telah bertransformasi secara dinamis.

​"Rumah sakit tidak lagi sekadar menjadi tempat penyembuhan orang sakit. Lebih dari itu, RSUD Sondosia memegang peran strategis sebagai institusi pendidikan, wadah riset, serta motor penggerak pengembangan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan," tegas Dr. Firman.

​Dr. Firman juga membakar semangat para mahasiswa dengan pesan motivasi agar mereka memanfaatkan momentum ini dengan optimal.

​"Jangan pernah berhenti belajar. Ilmu pengetahuan di dunia medis terus berevolusi, dan ruang belajar itu tidak dibatasi oleh sekat dinding maupun waktu. Jadikan masa praktik ini sebagai batu loncatan untuk memperkuat kompetensi, mengasah karakter, dan memantapkan dedikasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," imbuhnya.


​Sebagai langkah awal yang terukur, rangkaian acara ditutup dengan sesi penyamaan persepsi yang melibatkan pembimbing lahan RSUD Sondosia, dosen pembimbing akademik STIKES Yahya Bima, dan seluruh mahasiswa peserta praktik.

​Agenda krusial ini dilakukan untuk menyinkronkan pemahaman terkait regulasi pelaksanaan praktik, target capaian pembelajaran (learning outcomes), serta standarisasi profesionalisme yang wajib diterapkan secara ketat selama mahasiswa berada di lingkungan rumah sakit. Melalui sinergi yang matang ini, diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan produktif, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien (patient safety).


PilarNTB 

Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 


Diberdayakan oleh Blogger.