Bima, Media PilarNTB.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 SMA Negeri 1 Belo berlangsung meriah dan penuh nuansa kekeluargaan. Senin (24/08/026), Mengusung tema “Bangkit dalam Harmoni dalam Membentuk Generasi Berbudi Pekerti Luhur, Cerdas dan Berprestasi”, momentum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh keluarga besar sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk generasi yang unggul.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SMA Negeri 1 Belo, Wahyuddin, S.Pd., Kepala KCD Dikpora Wilayah VI Fahmi Hatib, perwakilan Camat Belo,  Danramil 1608/04 Woha, sejumlah kepala sekolah, kepala desa, guru dan tenaga kependidikan, komite sekolah, alumni, serta keluarga besar SMA Negeri 1 Belo.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 1 Belo, Wahyuddin, S.Pd., menyampaikan rasa syukur karena sekolah yang dipimpinnya telah memasuki usia ke-32 tahun. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut bukan sekadar angka, tetapi merupakan sejarah pengabdian yang telah melewati berbagai generasi dan melahirkan banyak lulusan yang berkontribusi di tengah masyarakat.

“HUT ke-32 ini bukan hanya momentum untuk merayakan bertambahnya usia sekolah, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk melakukan refleksi. Sudah sejauh mana SMA Negeri 1 Belo memberikan kontribusi bagi pendidikan, bagi masyarakat, dan bagi masa depan anak-anak kita.”

Wahyuddin menegaskan, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab besar dalam membangun karakter, kedisiplinan, akhlak, kreativitas, kepemimpinan dan semangat kebersamaan peserta didik.

“Kami ingin anak-anak SMA Negeri 1 Belo tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki budi pekerti luhur, berkarakter, disiplin, kreatif, mampu bekerja sama dan memiliki keberanian untuk meraih prestasi. Karena kecerdasan tanpa karakter tidak akan cukup untuk menghadapi tantangan masa depan.”

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan SMA Negeri 1 Belo. Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak dapat dilepaskan dari kerja keras, ketulusan dan dedikasi para pendidik dalam mendampingi peserta didik.

“Kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan, saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya. Mari kita terus menjaga kekompakan dan membangun budaya kerja yang positif. Dengan kebersamaan, saya yakin SMA Negeri 1 Belo akan semakin maju dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik,” ujarnya.

Kepala sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada para alumni yang hadir dan ikut memeriahkan HUT ke-32. Kehadiran alumni dinilai menjadi bukti bahwa hubungan antara sekolah dan lulusannya tidak berhenti setelah mereka meninggalkan bangku pendidikan.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada para alumni yang masih memiliki rasa cinta terhadap almamater. Kehadiran alumni hari ini menjadi energi positif bagi sekolah dan anak-anak kita. Semoga hubungan kekeluargaan ini terus terjaga dan alumni dapat terus memberikan kontribusi bagi kemajuan SMA Negeri 1 Belo.”

Kemariahan peringatan HUT semakin terasa dengan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Sejumlah perlombaan digelar untuk membangun semangat sportivitas, kreativitas dan kebersamaan, di antaranya tarik tambang, lomba memasak antarguru, senam dan tari kreasi, penilaian kelas, lomba menyanyi solo serta berbagai perlombaan senam.

Pada puncak perayaan, pembagian hadiah kepada para pemenang berlangsung meriah. Para siswa, guru dan keluarga besar sekolah memberikan dukungan penuh terhadap setiap rangkaian kegiatan.

Tidak hanya perlombaan, penampilan Pramuka dan Paskibra turut menjadi bagian menarik dalam puncak HUT ke-32. Atraksi tersebut memperlihatkan kedisiplinan, kekompakan, keberanian dan kreativitas para siswa SMA Negeri 1 Belo.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran alumni yang turut menghibur para tamu dan keluarga besar sekolah. Salah seorang alumni tahun 2010 yang dikenal memiliki suara merdu dan pernah mengikuti Academy 3 Anggun Bima tampil membawakan sejumlah lagu, sehingga menambah keakraban dan kemeriahan acara.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyuddin juga mengajak seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Belo untuk menjadikan tema HUT ke-32 sebagai semangat bersama dalam membangun sekolah.

“Bangkit dalam harmoni berarti kita harus bergerak bersama. Tidak ada keberhasilan yang dibangun seorang diri. Guru, siswa, orang tua, komite, alumni dan masyarakat memiliki peran masing-masing. Jika kita bersatu dalam semangat dan tujuan yang sama, insyaallah SMA Negeri 1 Belo akan semakin maju dan berprestasi.”

Ia berharap momentum HUT ke-32 menjadi titik penguatan untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam pembelajaran serta meningkatkan prestasi peserta didik, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Harapan kami ke depan, SMA Negeri 1 Belo semakin dipercaya masyarakat, semakin banyak melahirkan siswa berprestasi dan alumni yang membanggakan. Kami ingin sekolah ini menjadi tempat yang mampu menyiapkan generasi yang tidak hanya siap melanjutkan pendidikan, tetapi juga siap menghadapi kehidupan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Sementara itu, kehadiran sejumlah tokoh pendidikan dan pemerintahan turut memberikan makna tersendiri bagi peringatan HUT ke-32 tersebut. Di antaranya Kartini, S.Pd., Kepala SMPN 2 Belo; Rabiatul A., S.Pd., Kepala MTs Asyadiyah Ngali; Suriansyah, S.Pd., Kepala SDN 2 Cenggu; Safruddi, Kepala Desa Cenggu; Ardiansyah, Kepala Desa Soki; para ibu Dharma Wanita yang diketuai Yeti Rosmiati, S.Pd.; Ketua Komite SMA Negeri 1 Belo H. Hurman H. A. Wahab; serta jajaran guru, tenaga kependidikan dan keluarga besar alumni.

Peringatan HUT ke-32 SMA Negeri 1 Belo akhirnya bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, mengenang perjalanan panjang almamater, memberikan apresiasi kepada seluruh elemen sekolah, sekaligus meneguhkan tekad bersama dalam membangun pendidikan yang berkualitas.

Dengan semangat “Bangkit dalam Harmoni”, SMA Negeri 1 Belo diharapkan terus tumbuh sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi berbudi pekerti luhur, cerdas, berprestasi, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Selamat HUT ke-32 SMA Negeri 1 Belo. Terus bangkit, terus berkarya dan terus melahirkan generasi terbaik untuk Bima dan Indonesia.


Penulis Jubair ar-Qamar 

Media PilarNTB.com-Mengabarkan Fakta, Mengawal Informasi, Membangun Daerah.

 


BIMA media pilarNTB.COM— Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bima terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah, cepat, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelayanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) secara langsung ke lokasi, khususnya bagi warga prioritas yang mengalami keterbatasan untuk datang ke kantor pelayanan Dukcapil.

Langkah pelayanan jemput bola ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Bima memperoleh hak atas dokumen kependudukan. Pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang untuk mendapatkan pelayanan, tetapi berupaya mendekatkan pelayanan kepada warga yang membutuhkan.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bima, Muhammad Amin, S.Sos, menegaskan bahwa pelayanan administrasi kependudukan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Kami ingin memastikan seluruh warga mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan dengan baik. Bagi warga prioritas yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke kantor, Dukcapil berupaya hadir ke lokasi. Prinsip kami, pelayanan harus mendekat kepada masyarakat, bukan sebaliknya masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan.”

Menurut Muhammad Amin, dokumen kependudukan seperti KTP-el memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Dokumen tersebut tidak hanya menjadi identitas resmi warga negara, tetapi juga menjadi salah satu dokumen yang dibutuhkan dalam mengakses berbagai pelayanan publik.

Karena itu, pelayanan perekaman KTP-el bagi warga prioritas dinilai penting untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam pemenuhan administrasi kependudukannya.

“Kita ingin pelayanan Dukcapil benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena administrasi kependudukan merupakan kebutuhan dasar warga dalam mengakses berbagai pelayanan. Maka, ketika ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan khusus, kami berupaya memberikan solusi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka,” ujar Muhammad Amin.


Muhammad Amin menekankan bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya diukur dari seberapa cepat dokumen diselesaikan, tetapi juga dari bagaimana masyarakat diperlakukan selama memperoleh pelayanan.

Pendekatan humanis menjadi salah satu hal yang terus didorong dalam pelayanan Dukcapil Kabupaten Bima. Petugas diharapkan mampu memberikan pelayanan dengan sikap ramah, komunikatif, responsif, serta tetap memperhatikan kondisi warga yang dilayani.

“Pelayanan publik harus dilakukan dengan hati. Masyarakat datang bukan hanya membutuhkan dokumen, tetapi juga membutuhkan kepastian, informasi yang jelas dan perlakuan yang baik. Karena itu, kami terus mengingatkan jajaran agar memberikan pelayanan secara humanis dan profesional,” tegasnya.

Pelayanan langsung ke lokasi juga diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga yang menghadapi kendala mobilitas atau kesulitan mengakses kantor pelayanan. Dengan pola jemput bola, proses perekaman dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat sehingga hambatan akses dapat diminimalkan.


Pelayanan perekaman KTP-el ke lokasi merupakan bagian dari semangat Dukcapil Kabupaten Bima untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan.

Muhammad Amin menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus terus beradaptasi dengan kondisi di lapangan. Setiap warga memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda sehingga pelayanan juga harus mampu memberikan pendekatan yang sesuai.

“Kami akan terus berusaha melakukan pembenahan dan inovasi. Prinsipnya sederhana, bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan dengan mudah, cepat, tepat dan nyaman. Untuk warga prioritas, tentu pendekatan pelayanannya harus disesuaikan dengan kondisi mereka,” katanya.

Ia berharap seluruh jajaran Dukcapil Kabupaten Bima dapat menjaga semangat pelayanan dan tidak menjadikan keterbatasan masyarakat sebagai hambatan untuk mendapatkan hak administrasi kependudukan.

Muhammad Amin juga mengajak masyarakat untuk aktif memastikan dokumen kependudukan mereka tetap lengkap dan sesuai dengan kondisi terbaru. Apabila terdapat kebutuhan pelayanan khusus, masyarakat dapat berkoordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan maupun petugas Dukcapil untuk mendapatkan informasi mengenai mekanisme pelayanan yang tersedia.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkomunikasi dengan Dukcapil. Jika ada warga yang membutuhkan pelayanan karena kondisi tertentu, sampaikan kepada kami. Kami akan melihat kebutuhan dan berupaya memberikan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Melalui pelayanan jemput bola tersebut, Dukcapil Kabupaten Bima ingin memastikan bahwa pembangunan pelayanan publik tidak hanya berpusat pada kemudahan bagi masyarakat yang mampu datang ke kantor pelayanan, tetapi juga memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan dukungan lebih.

Pelayanan administrasi kependudukan yang inklusif menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemerintah yang lebih dekat dengan masyarakat.

Bagi Dukcapil Kabupaten Bima, keberhasilan pelayanan bukan hanya ditandai dengan terselesaikannya proses administrasi, tetapi juga ketika masyarakat merasakan kehadiran pemerintah secara nyata.

“Kami ingin Dukcapil hadir untuk semua. Tidak boleh ada warga yang merasa jauh dari pelayanan pemerintah hanya karena kondisi atau keterbatasan yang mereka miliki. Semangat kami adalah memberikan pelayanan yang mudah, cepat, tepat dan humanis,” pungkas Muhammad Amin.

Dengan semangat “Dukcapil Hadir untuk Semua”, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bima terus memperkuat pelayanan yang berorientasi pada masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya administrasi kependudukan yang tertib, inklusif dan semakin mudah diakses oleh seluruh warga.

Media PilarNTB — Mengabarkan dengan Akurat, Profesional dan Berimbang

Penulis: Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB 

 


🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩

“Dengan semangat kemerdekaan, mari terus bergerak bersama, memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berkualitas demi mewujudkan masyarakat yang sehat, kuat, dan sejahtera.”

Semangat kemerdekaan menjadi energi untuk terus mengabdi, melayani dengan tulus, serta memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bima.



Dr.firman, MPH


Direktur RSUD Sondosia 

 


Bima, Media PilarNTB.com— Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), menjadi hari penuh kebanggaan bagi keluarga besar SMP Negeri 5 Palibelo.

Selain mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 di halaman Kantor Bupati Bima, keluarga besar SMPN 5 Palibelo juga menerima kado istimewa berupa prestasi di bidang olahraga.

Guru pendamping bersama tim voli putra SMPN 5 Palibelo menerima trofi dan hadiah Juara II Turnamen Voli Putra Tingkat SMP se-Kabupaten Bima. Prestasi tersebut menjadi trofi kedua yang berhasil dipersembahkan tim voli putra SMPN 5 Palibelo.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa semangat, kerja keras, kedisiplinan, kekompakan, serta pembinaan yang konsisten mampu melahirkan prestasi membanggakan bagi sekolah.

Kebanggaan keluarga besar SMPN 5 Palibelo semakin lengkap setelah salah satu pemain andalannya, Sabililillah, terpilih sebagai Pemain Voli Putra Terbaik Tahun 2026.

Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena diraih di tengah kepemimpinan Kepala SMPN 5 Palibelo, Nurwahidah, S.Pd., yang baru berjalan sekitar tiga bulan sejak dilantik pada Maret 2026.

Kepala SMPN 5 Palibelo, Nurwahidah, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh pemain, guru pendamping, pelatih, serta orang tua yang telah memberikan dukungan.

“Prestasi ini bukan hanya tentang trofi dan penghargaan, tetapi tentang proses, perjuangan, kedisiplinan, dan keberanian anak-anak untuk memberikan yang terbaik. Juara II dan terpilihnya Sabililillah sebagai pemain terbaik menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan olahraga di SMPN 5 Palibelo.”

Ia menegaskan, prestasi tersebut harus menjadi awal dari pencapaian-pencapaian berikutnya.

“Saya ingin anak-anak tidak cepat puas. Jadikan prestasi hari ini sebagai energi untuk berlatih lebih keras, menjaga kekompakan, meningkatkan disiplin, dan berani bermimpi lebih tinggi. Insyaallah, dengan kerja sama antara sekolah, guru, pelatih, orang tua, dan para siswa, kita bisa meraih prestasi yang lebih besar lagi di masa mendatang.”

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang harus terus dikembangkan. Karena itu, sekolah berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan bakat, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Kami ingin SMPN 5 Palibelo menjadi tempat lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, sportivitas, mental juara, dan mampu membawa nama baik sekolah. Kepada anak-anak kami, teruslah berlatih, jangan takut gagal, dan jangan pernah berhenti berprestasi.”

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi semakin bermakna bagi SMPN 5 Palibelo. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara, tetapi juga melalui semangat para siswa untuk berjuang, berprestasi, dan mengharumkan nama sekolah.

Selamat untuk tim voli putra SMPN 5 Palibelo atas Juara II dan selamat kepada Sabililillah atas penghargaan sebagai Pemain Voli Putra Terbaik 2026. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih tinggi dan menginspirasi seluruh siswa untuk terus berprestasi.


Penulis Humas SMP 5 Palibelo 

Editor jubair ar-Qamar 


Media PilarNTB — Mengabarkan, Menginspirasi, dan Mengawal Prestasi Daerah.



Momentum kemerdekaan ini menjadi pengingat bagi kita untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun bangsa.

Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan memberikan karya dan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dengan semangat “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” kita wujudkan Indonesia yang semakin kuat, maju, adil, dan sejahtera.

Semoga di usia ke-81 tahun, Indonesia semakin kokoh dalam persatuan, semakin maju dalam pembangunan, dan semakin jaya di masa depan.

Jayalah Indonesiaku!

Merdeka! Merdeka! Merdeka! 🇮🇩

Muhammad Amin, S.Sos.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bima

 


BIMA, media PilarNTB.com- Kepala MIS ROI, Hj. Nur Syamsinah, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas semangat serta kekompakan para siswa MIS ROI yang mengikuti kegiatan gerak jalan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kamis (14/08/26)

Menurut Hj. Nur Syamsinah, keikutsertaan para siswa dalam kegiatan tersebut bukan hanya sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter peserta didik.

Ia menilai, semangat, kedisiplinan, kekompakan, dan rasa percaya diri yang ditunjukkan para siswa selama kegiatan merupakan nilai-nilai positif yang perlu terus ditanamkan sejak dini.



“Kami merasa bangga dan terharu melihat semangat anak-anak MIS ROI. Mereka telah menunjukkan kekompakan, kedisiplinan dan keberanian untuk tampil. Ini menjadi kebanggaan bagi kami sebagai keluarga besar MIS ROI,” ujar Hj. Nur Syamsinah, S.Pd.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua/wali murid yang telah memberikan dukungan dan mendampingi anak-anak, serta kepada para guru yang dengan penuh dedikasi membimbing dan mempersiapkan siswa hingga dapat mengikuti kegiatan dengan baik.

Hj. Nur Syamsinah berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berkembang, berprestasi, serta memiliki karakter yang kuat dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.



“Teruslah melangkah dengan penuh semangat, percaya diri dan tetap rendah hati. Jadikan setiap pengalaman sebagai proses untuk belajar dan menjadi lebih baik. Kalian adalah generasi penerus yang akan membawa masa depan bangsa,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa keluarga besar MIS ROI akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang dapat membentuk karakter, kreativitas, kedisiplinan, serta jiwa nasionalisme para peserta didik.

Semangat kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tetapi juga ditanamkan melalui pendidikan dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa.


Penulis Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB 

 


BOLO — Puskesmas Bolo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bima terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan tracing TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Bolo.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan jemput bola, yakni petugas kesehatan turun langsung ke desa-desa untuk melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap masyarakat yang berpotensi memiliki gejala TBC.

Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, S.Kep., mengatakan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima merupakan langkah penting untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus memutus mata rantai penularan TBC di masyarakat.

“Kami tidak ingin masyarakat menunggu sampai kondisi kesehatannya semakin berat baru datang ke fasilitas kesehatan. Melalui kegiatan ini, kami berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan turun langsung melakukan pemeriksaan dan penelusuran kasus,” ujar Nurjanah, S.Kep.

Menurutnya, TBC merupakan penyakit menular yang membutuhkan perhatian serius. Karena itu, semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pasien mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

“Ini bukan hanya soal menemukan kasus, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencegah penularan. Ketika ada kasus yang ditemukan, kami berharap masyarakat tidak memberikan stigma, tetapi justru memberikan dukungan agar pasien menjalani pengobatan sampai tuntas,” jelasnya.

Nurjanah menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pemeriksaan kesehatan secara dini sangat penting.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Bolo untuk tidak takut memeriksakan diri. Pemeriksaan lebih awal jauh lebih baik, karena kalau ditemukan sejak dini, penanganannya juga bisa lebih cepat,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Hera Wati, kegiatan tracing di Kecamatan Bolo menyasar sejumlah desa dengan target pemeriksaan sekitar 100 orang setiap desa. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menemukan kasus TBC secara lebih cepat dan menekan angka penularan.

Dengan sinergi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Puskesmas Bolo, pemerintah desa, serta masyarakat, upaya pengendalian TBC diharapkan tidak hanya berhenti pada penemuan kasus, tetapi berlanjut pada pengobatan, pendampingan, edukasi, hingga pencegahan penularan.

Nurjanah menegaskan, kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, keberhasilan pengendalian TBC membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya tenaga kesehatan.



BIMA Media pilarNTB.com— Pelaksanaan seleksi perangkat Desa Runggu untuk posisi Kaur Kesra dan Kaur Pembangunan kembali menjadi sorotan. Dari 11 peserta yang terdaftar, sebanyak 8 peserta menyatakan menolak mengikuti ujian yang dijadwalkan, di tengah munculnya dugaan kebocoran soal. Rabu (12/08/26)

Para peserta meminta ujian ditunda hingga dugaan tersebut diklarifikasi dan seluruh mekanisme seleksi dipastikan berjalan secara adil, transparan, dan independen. Mereka juga mempertanyakan proses penyusunan soal, pihak-pihak yang memiliki akses terhadap soal, hingga jaminan pengamanan sebelum ujian dilaksanakan.

Calon Kaur Kesra, Surya Imaduddin, menegaskan bahwa keberatan peserta bukan semata-mata terkait jadwal maupun biaya, melainkan menyangkut kredibilitas proses seleksi. Ia meminta adanya pemeriksaan terhadap dugaan kebocoran serta evaluasi terhadap panitia apabila nantinya ditemukan persoalan yang dapat memengaruhi independensi seleksi.

Surya juga mengusulkan agar mekanisme seleksi perangkat desa ke depan diperkuat melalui uji kemampuan teknologi informasi, wawancara terkait komunikasi dan pelayanan publik, serta ujian akademik mengenai pemerintahan desa, tugas dan fungsi perangkat desa, dan regulasi yang berlaku.

Keberatan serupa disampaikan peserta lainnya, di antaranya Fathurrahman selaku calon Kaur Kesra dan Ilham sebagai peserta seleksi Kaur Pembangunan.

Di tengah penolakan tersebut, yg di wawancarai melalui WhatsApp Burhan HMS selaku panitia pelaksana menegaskan bahwa ujian tetap akan dilaksanakan besok sesuai hasil pleno panitia, dengan menggunakan soal yang telah disiapkan soal tetap pada soal yg ada

Insyaallah nanti sore saya sendiri mendatangi rumah" peserta utk memberikan undangan, Besok panitia tetap melakukan tes dengan soal yang sudah ada, berapa pun peserta yang hadir,” tegas Burhan.

Burhan juga membantah adanya kebocoran soal. Menurutnya, kekhawatiran peserta tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan telah terjadi kebocoran tanpa adanya bukti yang jelas.

“Tidak ada kebocoran soal, hanya saja mungkin kekhawatiran mereka. Kalau ada soal yang bocor, mohon tunjukkan buktinya,” ujarnya.


 


BIMA — Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bima menggelar Family Gathering di Taman Kalaki, Kecamatan Palibelo, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang diawali dengan senam sehat bersama tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kegembiraan. Family Gathering diikuti para pengurus DWP Kabupaten Bima, DWP perangkat daerah, serta DWP kecamatan se-Kabupaten Bima bersama keluarga.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bima, Adel Linggi Ardi, SE, selaku Penasehat DWP Kabupaten Bima, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang rekreasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi, persaudaraan, serta membangun hubungan yang lebih erat antaranggota organisasi.

Di hadapan Ketua Umum GOW Kabupaten Bima Ny. Anita H. Irfan, Ketua DWP Kabupaten Bima Ny. Fitriani Adel Linggi Ardi, SE, jajaran pengurus DWP, DWP perangkat daerah dan DWP kecamatan, Sekda menyampaikan bahwa kebersamaan dalam keluarga memiliki keterkaitan erat dengan kualitas sumber daya aparatur.

Menurutnya, keluarga yang harmonis dapat menjadi fondasi lahirnya aparatur sipil negara (ASN) yang berkarakter, memiliki semangat kerja, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Keluarga yang harmonis akan melahirkan ASN yang berkarakter. Family Gathering akan menghubungkan karakter-karakter yang ada untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. ASN yang baik akan melahirkan tim kerja yang baik, dan pemerintahan yang baik akan melahirkan pelayanan pemerintahan yang terbaik,” jelasnya.

Sekda juga berharap kegembiraan dan energi positif yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi penyemangat bagi seluruh anggota DWP dalam menjalankan aktivitas dan mendukung tugas-tugas pemerintahan.

Ia menilai keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, rekreasi dan waktu bersama menjadi bagian penting dalam menjaga semangat serta produktivitas.

“Semoga kegembiraan yang didapatkan dalam Family Gathering ini dapat menambah semangat dalam bekerja dan melayani publik. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga tercipta keseimbangan antara waktu bekerja dengan waktu berlibur dan berekreasi,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Bima, Ny. Fitriani Adel Linggi Ardi, SE, menyampaikan bahwa Family Gathering menjadi ruang untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan DWP.

Menurutnya, di tengah berbagai kesibukan dan tanggung jawab masing-masing, diperlukan ruang untuk membangun kebersamaan dan saling mengenal lebih dekat.

“Di tengah kesibukan dan tanggung jawab kita masing-masing, tentu ada kalanya kita membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak. Family Gathering merupakan ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan dan memperkuat rasa kekeluargaan di antara seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan beserta keluarga,” ungkapnya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut dikemas secara santai dan penuh kegembiraan. Para peserta tidak hanya berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga mengikuti berbagai permainan yang mendorong kekompakan, sportivitas dan kebersamaan.

“Hari ini kita tertawa bersama, bermain bersama, saling mengenal lebih dekat, dan menikmati kebahagiaan sebagai satu keluarga besar. Mari kita nikmati kebersamaan hari ini dengan penuh kegembiraan, kekeluargaan, sportivitas, dan tentu saja dengan semangat merah putih,” tuturnya.

Ny. Fitriani berharap seluruh peserta dapat membawa pulang semangat dan energi positif setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Mudah-mudahan setelah kegiatan ini, kita pulang membawa energi baru, semangat baru, dan rasa kebersamaan yang semakin kuat,” pungkasnya.

Family Gathering semakin meriah dengan berbagai perlombaan yang melibatkan peserta dari unsur DWP perangkat daerah dan kecamatan. Sejumlah lomba yang digelar antara lain lomba sudoku dengan balon, lomba memindahkan gelas menggunakan sedotan, serta lomba rebut kursi yang diikuti para Ketua DWP perangkat daerah dan kecamatan.

Berbagai perlombaan tersebut berlangsung penuh canda dan antusiasme. Selain menjadi hiburan, kegiatan itu juga menjadi sarana membangun kekompakan dan sportivitas antaranggota DWP.

Tidak hanya menghadirkan kegiatan rekreatif, Family Gathering DWP Kabupaten Bima juga dirangkai dengan Bazaar UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal. Kehadiran bazaar memberikan ruang bagi produk-produk UMKM untuk diperkenalkan sekaligus dinikmati oleh para peserta.

Kegiatan juga diisi dengan donor darah, sebagai wujud kepedulian sosial dan kontribusi nyata DWP Kabupaten Bima terhadap kebutuhan kemanusiaan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadikan Family Gathering bukan hanya sebagai agenda menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga sebagai momentum memperkuat silaturahmi, kekeluargaan, kepedulian sosial, pemberdayaan UMKM, serta semangat kebersamaan di lingkungan DWP Kabupaten Bima.

Semangat kebersamaan yang terbangun di Taman Kalaki diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh anggota DWP untuk terus mendukung keluarga, organisasi dan pembangunan daerah, sekaligus mengambil bagian dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat Kabupaten Bima.

 


BIMA media PilarNTB.com— Sebanyak 53 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bima resmi memasuki masa karantina atau pemusatan latihan, Minggu (9/8/2026). Tahapan ini menjadi bagian penting dalam rangka mematangkan kesiapan fisik, mental, disiplin, serta kekompakan para anggota Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang.

Masa karantina tidak sekadar menjadi tahapan administratif menjelang pelaksanaan upacara, tetapi merupakan proses pembentukan karakter dan kesiapan para putra-putri terbaik Kabupaten Bima yang dipercaya mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Kedatangan dan penerimaan 53 anggota Paskibraka berlangsung di Aula SMAN 1 Belo. Para peserta diterima langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bima, Zainudin, S.S., yang hadir mewakili Bupati Bima.

Dalam arahannya, Zainudin menegaskan bahwa masa karantina merupakan awal dari rangkaian pelatihan terpusat yang akan dijalani para anggota Paskibraka sebagai persiapan menghadapi tugas kenegaraan pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurutnya, tugas sebagai Paskibraka bukan hanya membutuhkan kemampuan baris-berbaris dan ketepatan gerakan, tetapi juga menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, mental yang kuat, serta jiwa nasionalisme yang tinggi.

Mulai Senin (10/8/2026), seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Bima dijadwalkan melanjutkan latihan secara terpusat di halaman Kantor Bupati Bima. Latihan tersebut menjadi bagian dari pemantapan teknis dan pembentukan kekompakan tim sebelum pelaksanaan upacara pada 17 Agustus mendatang.

Kepada jajaran pelatih, Zainudin menyampaikan harapan agar seluruh proses pembinaan dapat diberikan secara maksimal sehingga para peserta mampu menjalankan tugas dengan penuh percaya diri dan tanggung jawab.

Sementara kepada para anggota Paskibraka, ia memberikan motivasi agar mengikuti seluruh rangkaian latihan dengan sungguh-sungguh.

“Saya yakin para pelatih akan memberikan pelatihan terbaik untuk anak-anakku semua. Kepada para siswa, saya titip pesan agar serius menyerap apa yang diajarkan, disiplin, dan memiliki jiwa nasionalis yang tinggi. Tanamkan dalam diri bahwa tugas ini adalah kebanggaan dan kehormatan untuk bangsa dan daerah kita tercinta,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa kesempatan menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi. Karena itu, setiap anggota diharapkan mampu menjaga sikap, disiplin, kesehatan, serta nama baik daerah selama menjalani masa pemusatan latihan.

Dengan persiapan yang matang, dukungan para pelatih, serta semangat dan kedisiplinan yang tinggi, 53 anggota Paskibraka Kabupaten Bima diharapkan mampu menjalankan tugas dengan sempurna pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Bima, 17 Agustus 2026.

Momentum tersebut nantinya bukan hanya menjadi prosesi pengibaran bendera, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus wujud nyata semangat nasionalisme generasi muda Kabupaten Bima.

 



Bima, Media pilarNTB.com — Ikatan Bidan  Indonesia (IBI) Kabupaten Bima terus mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme tenaga bidan melalui Workshop Nasional Updating Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) bagi Bidan Angkatan I, yang berlangsung Jum.at 7 Agustus 2026, di Sekretariat IBI Kabupaten Bima, Desa Panda, Kecamatan Palibelo.

Workshop tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan para bidan memiliki pengetahuan dan kompetensi yang terus diperbarui, sejalan dengan perkembangan standar pelayanan kebidanan dan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini terintegrasi dengan LMS 1 Sehat dan memberikan 29 Satuan Kredit Profesi (SKP) bagi bidan vokasi maupun profesi. Pelaksanaan workshop dilakukan secara mandiri oleh IBI Kabupaten Bima dengan fasilitasi Lembaga Diklat Profesi (LDP) IBI yang telah terakreditasi A.

Sri Wahyuni, S.Tr.Keb, selaku fasilitator workshop sekaligus Pengurus IBI Kabupaten Bima Bidang Pendidikan dan Penelitian, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh dimaknai sebatas pemenuhan kewajiban SKP.

Menurutnya, esensi utama workshop adalah memperbarui pengetahuan, meningkatkan keterampilan dan memperkuat kompetensi bidan agar mampu memberikan pelayanan KIA secara profesional, aman dan sesuai standar.

Peningkatan kompetensi tersebut terutama diarahkan pada kemampuan bidan dalam melakukan deteksi dini faktor risiko dan komplikasi pada ibu dan bayi, sehingga setiap masalah kesehatan dapat ditemukan dan ditangani sedini mungkin.

Dengan kompetensi yang terus diperbarui, bidan diharapkan semakin siap menjalankan peran strategisnya sebagai tenaga kesehatan yang berada paling dekat dengan masyarakat, terutama dalam pelayanan kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir serta pemantauan tumbuh kembang anak.




Workshop tersebut turut dihadiri langsung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Hj. Nurul Wahyuti, SE., MM.

Dinas Kesehatan menyampaikan apresiasi terhadap langkah IBI Kabupaten Bima dalam meningkatkan kapasitas anggotanya. Namun, kegiatan peningkatan kompetensi juga dipandang sebagai sebuah tantangan: sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui workshop mampu diterapkan dalam pelayanan dan berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan kesehatan daerah.

Fokus utamanya adalah mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) serta stunting.

Pemerintah Kabupaten Bima menargetkan penurunan AKI dan AKB sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2025, dengan target pada 2026 maksimal 7 kematian ibu dan 87 kematian bayi.

Sementara itu, target prevalensi balita stunting pada 2026 sebesar 15,69 persen atau sekitar 6.111 balita dari sasaran 38.951 balita.

Berdasarkan data per 9 Agustus 2026, tercatat 5 kematian ibu, 50 kematian bayi dan angka balita stunting sebesar 12 persen atau 4.674 kasus.

Capaian tersebut menunjukkan adanya progres, tetapi sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan harus terus diperkuat sampai tingkat pelayanan paling dasar.


Dalam pelayanan KIA, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya kemampuan bidan melakukan deteksi dini. Dari total sasaran KIA, terdapat kelompok ibu dan bayi yang memiliki risiko serta komplikasi yang membutuhkan perhatian khusus.

Karena itu, bidan sebagai pemberi pelayanan di tingkat dasar dituntut mampu melaksanakan Antenatal Care (ANC) sesuai standar, termasuk pemeriksaan dan skrining terhadap berbagai faktor risiko.

Skrining tersebut meliputi preeklamsia, diabetes gestasional, kesehatan jiwa, triple eliminasi, pemeriksaan laboratorium, serta berbagai skrining pada bayi, termasuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta deteksi kelainan tertentu seperti atresia bilier.

Apabila ditemukan faktor risiko atau komplikasi, bidan harus memastikan pasien mendapatkan tindak lanjut melalui rujukan internal Puskesmas maupun rujukan vertikal sesuai kondisi dan kebutuhan medis.

Koordinasi antarpetugas juga diperkuat melalui jejaring komunikasi Matneo, mulai tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi, sehingga informasi kasus dan kebutuhan rujukan dapat disampaikan dengan lebih cepat


Upaya deteksi dan pencegahan komplikasi tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan. Dinas Kesehatan juga mengoptimalkan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).

Pada trimester III, dan maksimal H-14 sebelum perkiraan persalinan, bidan desa bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat dan kader kesehatan melakukan kunjungan rumah kepada ibu hamil.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan persalinan, meliputi tempat persalinan, tenaga penolong, pendamping, transportasi, calon pendonor darah serta kelengkapan administrasi seperti KTP, KK dan BPJS.

Pemasangan stiker P4K di rumah ibu hamil juga menjadi bentuk notifikasi agar lingkungan sekitar mengetahui dan turut mendukung kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan komplikasi.


Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menyadari bahwa penanganan masalah kesehatan ibu dan anak tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dan lintas program terus diperkuat.

Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain MoU skrining layak hamil, konvergensi penurunan AKI, AKB dan stunting lintas OPD, serta kerja sama Paket Hemat Emas dengan Disdukcapil.

Dinas Kesehatan juga melaksanakan pendampingan tim ahli dokter spesialis anak (SpA) dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) kepada 21 Puskesmas, monitoring dan evaluasi terpadu program pelayanan, serta kredensialing bagi dokter, dokter gigi, bidan dan perawat.

Kredensialing dilakukan untuk memastikan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan memiliki kompetensi serta kewenangan sesuai profesinya.

Selain itu, dilakukan pertemuan koordinasi, advokasi dan workshop kesehatan, serta audit kematian ibu dan bayi untuk mengetahui faktor penyebab kematian dan menyusun langkah perbaikan agar kasus dengan penyebab serupa tidak kembali terjadi.


Workshop Nasional Updating KIA IBI Kabupaten Bima pada akhirnya diharapkan menjadi lebih dari sekadar kegiatan pelatihan.

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para bidan harus diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih baik di lapangan, mulai dari deteksi dini, konseling, pendampingan ibu hamil, pertolongan persalinan, pelayanan bayi baru lahir hingga pemantauan tumbuh kembang anak.

Kolaborasi antara IBI, Dinas Kesehatan, Puskesmas, rumah sakit, pemerintah desa, kader kesehatan dan lintas sektor menjadi kekuatan penting dalam membangun sistem pelayanan KIA yang cepat, terintegrasi dan berorientasi pada keselamatan ibu serta bayi.

Dengan penguatan kompetensi tenaga kesehatan, sistem rujukan yang responsif, pendampingan dokter spesialis, pemantauan berbasis data dan evaluasi berkelanjutan, Kabupaten Bima terus berupaya memastikan setiap ibu memperoleh pelayanan yang aman dan setiap bayi mendapatkan kesempatan terbaik untuk tumbuh sehat.



Media pilarNTB 

Pimpinan redaksi: jubair ar-Qamar 

 


BIMA, PilarNTB – SD Negeri 2 Teke terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui kegiatan analisis pada program Hari Belajar guru. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk melakukan refleksi, berbagi pengalaman, sekaligus mengevaluasi proses pembelajaran agar semakin efektif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, fokus pembahasan diarahkan pada jam tatap muka mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Analisis dilakukan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan pembelajaran di kelas telah berjalan optimal, baik dari sisi pengelolaan waktu, keterlibatan siswa, metode pembelajaran maupun pencapaian tujuan pembelajaran.

Kepala SD Negeri 2 Teke, Triwidiati, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan Hari Belajar guru bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun budaya belajar di kalangan pendidik.

Menurutnya, guru perlu terus melakukan evaluasi terhadap praktik pembelajaran yang dilaksanakan di kelas. Dengan demikian, setiap proses belajar mengajar dapat terus diperbaiki dan disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan peserta didik.

“Guru juga harus terus belajar. Melalui analisis dan refleksi bersama, kita dapat mengetahui apa yang sudah berjalan baik dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa,” ujar Triwidiati.

Analisis pembelajaran IPAS menjadi penting karena mata pelajaran tersebut tidak hanya menuntut siswa memahami konsep, tetapi juga mendorong mereka mengamati lingkungan, berpikir kritis, menghubungkan berbagai fenomena serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui diskusi dan refleksi bersama, guru diharapkan mampu menemukan strategi pembelajaran yang lebih menarik dan kontekstual. Pengelolaan jam tatap muka juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan agar materi dapat tersampaikan secara proporsional tanpa mengurangi kesempatan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran.

Kegiatan Hari Belajar belajar di SD Negeri 2 Teke sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembelajar yang senantiasa meningkatkan kompetensi profesionalnya.

Dengan budaya refleksi dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, SD Negeri 2 Teke berharap kualitas pembelajaran semakin meningkat, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang aktif, relevan, dan mampu membentuk kemampuan berpikir kritis serta karakter positif.

PilarNTB – Guru belajar, pembelajaran berkembang, kualitas pendidikan semakin gemilang.

Penulis: Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB 

 


BIMA, PilarNTB – SMP Negeri 4 Monta menggelar sosialisasi tata tertib sekolah yang dihadiri para wali murid sebagai bagian dari upaya membangun budaya disiplin, karakter, dan tanggung jawab peserta didik. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala SMP Negeri 4 Monta, Jubaidah, S.Pd.

Dalam sosialisasi tersebut, sekolah menyampaikan sejumlah aturan yang harus dipahami dan dipatuhi seluruh peserta didik. Siswa diwajibkan hadir di sekolah paling lambat pukul 07.10 WITA, mengenakan seragam sesuai jadwal, menjaga kerapian rambut, serta memperhatikan penampilan selama berada di lingkungan sekolah.

Bagi siswa laki-laki, sekolah melarang penggunaan gelang dan sandal. Sementara bagi siswi, penggunaan perhiasan dan make-up secara berlebihan tidak diperbolehkan.

Sekolah juga menegaskan larangan membawa HP ke sekolah, serta larangan membawa dan merokok, baik di lingkungan sekolah maupun di sekitar lingkungan sekolah.

Selain kedisiplinan dalam berpakaian dan kehadiran, SMP Negeri 4 Monta memberikan perhatian serius terhadap pembentukan karakter. Peserta didik dilarang melakukan ancaman, perundungan (bullying), maupun tindakan yang merendahkan kepala sekolah, guru, pegawai, dan orang tua, baik secara lisan maupun tertulis.

Siswa juga diwajibkan menjaga seluruh fasilitas sekolah dan dilarang melakukan tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan. Perkelahian antarsiswa juga menjadi salah satu tindakan yang tegas dilarang oleh pihak sekolah.

Kepala SMP Negeri 4 Monta, Jubaidah, S.Pd., mengatakan bahwa tata tertib sekolah bukan sekadar kumpulan larangan, melainkan merupakan instrumen pendidikan untuk membentuk kebiasaan baik dan karakter siswa sejak dini.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa disiplin bukan karena takut kepada aturan, tetapi karena mereka menyadari bahwa aturan itu dibuat untuk kebaikan dan masa depan mereka sendiri. Sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga tempat membentuk sikap, karakter, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada orang lain,” ujar Jubaidah.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Peran orang tua dan wali murid sangat penting dalam memastikan nilai-nilai kedisiplinan yang ditanamkan di sekolah juga diterapkan di rumah dan lingkungan pergaulan siswa.

“Kami berharap orang tua menjadi mitra sekolah dalam mendidik anak-anak. Kalau sekolah mengajarkan disiplin, sementara di rumah tidak ada penguatan, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang baik antara sekolah, guru, siswa dan orang tua,” jelasnya.

Jubaidah menegaskan, pihak sekolah akan mengedepankan pendekatan pembinaan dalam menangani setiap pelanggaran. Namun, aturan tetap harus memiliki ketegasan agar seluruh siswa memahami batasan perilaku yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.

“Kami tidak ingin sekolah hanya dikenal karena banyak aturan. Kami ingin SMP Negeri 4 Monta menjadi sekolah yang mampu melahirkan anak-anak yang disiplin, berkarakter, berprestasi, menghargai guru dan orang tua, serta mampu menjaga nama baik dirinya, keluarga dan sekolah,” tegasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, SMP Negeri 4 Monta berharap seluruh wali murid dapat memahami tata tertib sekolah dan bersama-sama mendukung penerapannya. Dengan kolaborasi antara sekolah dan keluarga, kedisiplinan diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban saat berada di sekolah, tetapi menjadi kebiasaan positif yang melekat dalam kehidupan siswa.


PilarNTB — Mengawal Pendidikan, Mengabarkan Perubahan.

Penulis Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi  


 


BIMA, PilarNTB – Dinas Kesehatan Kabupaten Bima terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas program dalam mendorong keberhasilan penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai bagian dari agenda Transformasi Layanan Primer di Kabupaten Bima.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang digelar Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di Rumah Dinning Santi, Kota Bima.

Rakor tersebut diikuti berbagai unsur strategis, mulai dari perwakilan lintas program Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, perangkat daerah terkait, Camat Bolo, pemerintah desa dari tiga desa yang menjadi lokus pilot project ILP di Kecamatan Bolo, Kepala Puskesmas Bolo, hingga perwakilan masing-masing klaster layanan ILP Puskesmas Bolo.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi, memperjelas pembagian peran, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memastikan implementasi ILP berjalan secara terpadu hingga tingkat desa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Hj. Nurul Wahyuti, SE., MM, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa keberhasilan ILP tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan. Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan agar transformasi pelayanan kesehatan primer benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Implementasi ILP tidak dapat dilaksanakan oleh sektor kesehatan saja. Diperlukan komitmen dan sinergi pemerintah desa, kecamatan, perangkat daerah, puskesmas, kader, serta masyarakat agar pelayanan kesehatan primer semakin berkualitas, mudah diakses dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Nurul Wahyuti.

Ia menambahkan, penguatan Posyandu menjadi salah satu aspek penting dalam keberhasilan penerapan ILP. Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan bagi kelompok sasaran tertentu, tetapi berkembang sebagai pusat layanan kesehatan terintegrasi di tingkat desa.

Penguatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Kesehatan yang menempatkan pelayanan primer sebagai fondasi penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan siklus hidup.

Dengan pendekatan tersebut, pelayanan kesehatan diharapkan dapat dilakukan secara lebih komprehensif, mulai dari kelompok ibu dan anak, usia produktif, hingga lanjut usia, sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Ashadi Husen, SKM., M.HKes, dalam laporannya menekankan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan implementasi ILP tidak berjalan sendiri-sendiri.

Menurutnya, dibutuhkan kesamaan pemahaman dan komitmen antara pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, kader, serta unsur masyarakat agar setiap program dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

“Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun komitmen bersama lintas program dan lintas sektor dalam mendukung penerapan Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Bima. Sinergi yang kuat menjadi kunci untuk mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang terpadu, berkualitas, mudah diakses, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” jelas Ashadi.

Rakor juga diisi dengan pemaparan materi dari narasumber Dinas Kesehatan Kabupaten Bima serta Dr. Djuwaidin dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDES).

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya dukungan pemerintah desa dalam memperkuat kelembagaan Posyandu sekaligus memastikan keterlibatan desa dalam mendukung keberlanjutan penerapan ILP.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting karena keberhasilan transformasi layanan primer tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan, tetapi juga oleh dukungan pemerintah di tingkat desa serta partisipasi aktif masyarakat.

Melalui Rakor ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima berharap terbentuk pola kerja yang semakin terintegrasi antara lintas program dan lintas sektor. Dengan sinergi yang kuat, implementasi ILP di tiga desa lokus pilot project Kecamatan Bolo diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menghadirkan pelayanan kesehatan primer yang lebih dekat, terpadu, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, transformasi layanan primer bukan sekadar perubahan pola pelayanan kesehatan, melainkan upaya membangun ekosistem kesehatan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat dari tingkat kabupaten hingga desa.

 




BIMA, media PilarNTB – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan keluarga besar Puskesmas Belo, Kabupaten Bima. Komitmen terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat berbuah penghargaan di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026.

Dua tenaga kesehatan Puskesmas Belo, yakni dr. Eni Andriani, M.Kes., selaku Kepala Puskesmas Belo, dan Yuliyanti Ningsih, Amd.Keb., berhasil mencatatkan pencapaian membanggakan sebagai pemenang lomba inovasi sekaligus Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dalam pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara tentang gagasan baru, tetapi juga tentang keberanian menghadirkan perubahan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi Puskesmas Belo, penghargaan ini menjadi representasi dari kerja keras, dedikasi, kolaborasi, dan semangat seluruh jajaran tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang profesional, bermutu, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kepala Puskesmas Belo, dr. Eni Andriani, M.Kes., bersama Yuliyanti Ningsih, Amd.Keb., dinilai telah menunjukkan komitmen dan kontribusi dalam mendorong lahirnya inovasi sekaligus memperkuat kualitas pengabdian tenaga kesehatan di tengah masyarakat.

“Prestasi adalah bukti dedikasi, inovasi adalah jejak pengabdian.”



Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan di bidang kesehatan tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi juga dari seberapa besar inovasi dan pelayanan yang diberikan mampu menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.

Keluarga besar Puskesmas Belo menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian tersebut. Penghargaan ini diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi menjadi energi baru untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan melahirkan inovasi-inovasi yang lebih berdampak.

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjadi inspirasi bagi seluruh tenaga kesehatan dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, bermutu, dan berorientasi pada masyarakat,” demikian semangat keluarga besar Puskesmas Belo.

Prestasi dr. Eni Andriani dan Yuliyanti Ningsih sekaligus menjadi kebanggaan bagi Puskesmas Belo dan Kabupaten Bima. Capaian tersebut menunjukkan bahwa dedikasi tenaga kesehatan di daerah mampu bersaing dan memberikan kontribusi hingga ke tingkat provinsi.

Bangga atas prestasi yang telah diraih. Terus berkarya, terus berinovasi, dan terus menginspirasi untuk pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

 



BIMA, PilarNTB – Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Kegiatan tersebut dibuka melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Bima, Karang Taruna, Pemuda Tanda Ndeu, serta seluruh elemen masyarakat Desa Sondosia,Jum'at (7/08/2026)

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Sondosia Samsul, perwakilan BPD, para Ketua RT dan RW, Koordinator/Posko Sondosia, Ketua Karang Taruna, pemuda,  tokoh agama tokoh masyarakat,  serta warga yang turut memberikan dukungan.

Ijwar Ketua Posko KKN Desa Sondosia menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan HUT RI tahun ini merupakan hasil kerja sama dan semangat gotong royong antara mahasiswa KKN, Karang Taruna, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan gotong royong antara mahasiswa KKN dengan masyarakat Desa Sondosia,” ujar ijwar

Sementara itu, Kepala Desa Sondosia Samsul secara resmi membuka rangkaian kegiatan dengan memberikan apresiasi terhadap kolaborasi mahasiswa KKN, Karang Taruna, pemuda, dan masyarakat.



Menurutnya, kegiatan dalam rangka HUT RI ke-81 tersebut menjadi ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan kreativitas, membangun sportivitas, sekaligus mempererat persaudaraan.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, aman dan meriah. Yang paling penting adalah kebersamaan dan silaturahmi. Mari kita jadikan momentum HUT Kemerdekaan ini untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong masyarakat Desa Sondosia,” ujarnya

Samsul Selaku kepala desa Sondosia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 selesai dilaksanakan. Kedes juga mengajak seluruh pemuda dan masyarakat Desa Sondosia untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung.

“Yang paling utama bukan siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana kita bisa bersama-sama memeriahkan HUT Kemerdekaan dengan penuh kebersamaan. Mudah-mudahan kegiatan ini semakin mempererat persaudaraan dan membangun semangat gotong royong masyarakat Desa Sondosia,” pungkasnya

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Sondosia, Mujakir, menyambut positif dan mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti pembukaan rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 yang berlangsung meriah.

Menurut Mujakir, kemeriahan kegiatan tersebut menunjukkan tingginya semangat kebersamaan masyarakat, khususnya kalangan pemuda, dalam menyambut momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menilai kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bima, Karang Taruna, Pemuda Tanda Ndeu, pemerintah desa, serta masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

“Alhamdulillah, kegiatan pembukaan berjalan dengan sangat meriah dan mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat. Kami dari Karang Taruna tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini karena bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi pemuda untuk berkumpul, berkreasi, menjunjung sportivitas, dan mempererat silaturahmi,” ujar Mujakir.

Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pertandingan sepak bola dangdut yang berlangsung meriah. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

 




BIMA, PilarNTB – Kepala SMP Negeri 4 Woha, Sirajudin, S.Pd., terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui sejumlah program prioritas Selain menetapkan di bidang kesenian, olahraga dan Pramuka, sekolah juga memperkuat kompetensi guru, pengembangan bakat siswa, pemanfaatan teknologi serta pembenahan sarana dan lingkungan sekolah.

Dalam peningkatan profesionalisme tenaga pendidik, SMPN 4 Woha melaksanakan Hari Belajar Guru (HBG) setiap pekan sebagai ruang untuk meningkatkan kompetensi, berbagi praktik pembelajaran sekaligus melakukan evaluasi terhadap proses belajar mengajar.

Sementara itu, pengembangan potensi peserta didik dilakukan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya Pramuka, kesenian dan olahraga yang dilaksanakan pada sore hari. Pembinaan karakter dan keagamaan juga diperkuat melalui kegiatan IMTAQ setiap Jumat.

Di bidang teknologi, sekolah mengoptimalkan ruang TIK sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan digital siswa. Pembinaan peserta didik turut diperkuat melalui sinergi bidang kesiswaan, guru BK dan wali kelas, sehingga perkembangan akademik, kedisiplinan maupun karakter siswa dapat dipantau dan ditangani secara lebih optimal.

Sirajudin juga memberikan perhatian serius terhadap penciptaan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman dan kondusif. Penjaga sekolah diaktifkan untuk mendukung kebersihan lingkungan, sementara perbaikan ringan sarana dan prasarana dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan. Untuk kerusakan gedung yang membutuhkan penanganan lebih besar, pihak sekolah telah mengusulkan perbaikan melalui program revitalisasi sekolah kepada pemerintah pusat.

Dalam mendorong prestasi, SMPN 4 Woha terus memberikan ruang kepada guru dan siswa untuk mengikuti berbagai perlombaan, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional. Keikutsertaan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mengukur kemampuan sekaligus membuka peluang lahirnya prestasi baru dari lingkungan sekolah.

Selain penguatan pembelajaran dan pengembangan bakat siswa, penataan lingkungan sekolah menjadi bagian dari perhatian kepala sekolah. Pembenahan tata ruang dan lingkungan terus dilakukan agar SMPN 4 Woha memiliki suasana belajar yang lebih nyaman, tertata dan mendukung aktivitas peserta didik.

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh, Sirajudin juga mendorong peningkatan status dan kesejahteraan tenaga pendidik serta tenaga kependidikan. Pihak sekolah akan mengusulkan agar guru dan pegawai PPPK paruh waktu dapat memperoleh kesempatan menjadi PPPK penuh waktu atau PNS, sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Melalui berbagai langkah tersebut, Sirajudin menargetkan dengan program prioritas menjadi momentum menghadirkan perubahan nyata di SMPN 4 Woha. Perubahan itu diarahkan pada meningkatnya kompetensi dan profesionalisme guru, berkembangnya potensi serta prestasi siswa, semakin tertatanya lingkungan sekolah, dan terwujudnya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.


PilarNTB — Mengawal Pendidikan, Mengabarkan Perubahan.

Penulis Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 

 


BIMA, PilarNTB – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nggusuwaru (UNSWA) Angkatan III Posko Desa Kempo menggelar seminar penyuluhan dan pelatihan pembuatan puding berbahan dasar daun kelor sebagai pangan bergizi bagi masyarakat, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Kempo tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi pangan lokal yang mudah diperoleh sekaligus memiliki nilai gizi tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Desa Kempo yang mewakili Kepala Desa, Ketua TP PKK Desa Kempo, Ketua Karang Taruna, Ketua dan kader Posyandu, para Ketua RT, Kepala Dusun, serta masyarakat Desa Kempo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNSWA, Yogi Cahyadi, S.Pd., M.Pd., Gr., bersama Ketua Posko KKN Desa Kempo, Hairul Ajhar, serta seluruh anggota kelompok KKN.

Adapun anggota KKN Posko Desa Kempo terdiri dari Selvita, Muhlis Maulana, Risky Aditia, Rian Hidayat, Nursilfani, Sofiyanti, Sry Saidatul Badri, Dewi, Santi Puasa, Eka Aprilianti, dan Astutik Aryanti.

Ketua Posko KKN Desa Kempo, Hairul Ajhar, menjelaskan bahwa pemilihan daun kelor sebagai bahan utama dalam kegiatan penyuluhan dan pelatihan bukan tanpa alasan. Menurutnya, daun kelor memiliki potensi besar sebagai sumber pangan bergizi yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, namun pemanfaatannya hingga kini masih belum optimal.

“Daun kelor kaya akan protein, vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium, dan antioksidan sehingga sangat baik untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat,” jelas Hairul.

Ia mengatakan, tanaman kelor banyak ditemukan di pekarangan rumah warga Desa Kempo. Kondisi tersebut menjadi peluang yang dapat dikembangkan menjadi sumber pangan alternatif yang sehat sekaligus bernilai ekonomi.

Selain mudah diperoleh, kata Hairul, daun kelor juga dapat diolah menjadi berbagai produk makanan yang memiliki cita rasa lebih menarik dan mudah diterima masyarakat, salah satunya melalui pembuatan puding daun kelor.



“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat bahwa bahan pangan yang ada di sekitar kita dapat diolah menjadi makanan yang bergizi, menarik, dan memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan daun kelor tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga diharapkan dapat membuka peluang usaha rumahan bagi masyarakat Desa Kempo.

Produk olahan berbahan dasar kelor, apabila dikembangkan secara konsisten dengan memperhatikan cita rasa, kebersihan, kemasan, dan pemasaran, dinilai memiliki peluang untuk menjadi produk pangan lokal yang memiliki nilai jual.

Kegiatan penyuluhan dan pelatihan tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan pangan lokal dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Melalui keterlibatan kader Posyandu, PKK, Karang Taruna, perangkat desa, serta masyarakat, mahasiswa KKN berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Hairul menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen KKN UNSWA Angkatan III untuk menghadirkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami, masyarakat tidak hanya mengetahui manfaat daun kelor, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk pangan yang sehat dan bernilai ekonomi. Dengan begitu, potensi yang ada di Desa Kempo dapat dimanfaatkan secara maksimal,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga dapat menjadi penggerak edukasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal


Penulis Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB 


 


BIMA, PilarNTB – Komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan terus ditunjukkan oleh Kepala SDN Samili, St. Nuristiqamah, S.Pd., melalui berbagai langkah strategis yang berorientasi pada penguatan kompetensi guru serta peningkatan mutu layanan pendidikan di lingkungan sekolah.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, SDN Samili menggelar kegiatan pembinaan guru yang dihadiri oleh Pengawas Sekolah Kecamatan Woha, Ahmad Israfil, S.Pd. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, sekaligus memberikan pendampingan kepada seluruh tenaga pendidik agar mampu menjalankan tugas secara profesional sesuai dengan tuntutan dunia pendidikan saat ini.

Dalam arahannya, Ahmad Israfil, S.Pd. menegaskan bahwa guru merupakan ujung tombak dalam mencetak generasi yang berkualitas. Oleh karena itu, setiap guru memiliki tanggung jawab besar untuk melaksanakan seluruh tugas pokok dan fungsinya secara disiplin, profesional, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Pembinaan tersebut menitikberatkan pada sejumlah aspek penting, di antaranya peningkatan kedisiplinan, penyusunan perangkat pembelajaran yang berkualitas, pelaksanaan proses belajar mengajar yang efektif, penguatan administrasi guru, pelaksanaan asesmen, hingga pembentukan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai pendidikan nasional.

"Guru bukan hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk karakter, etika, dan budaya belajar peserta didik. Karena itu, setiap tanggung jawab yang diemban harus dilaksanakan dengan penuh integritas dan dedikasi," tegas Ahmad Israfil dalam sesi pembinaan.

Sementara itu, Kepala SDN Samili, St. Nuristiqamah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan secara berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan mutu sekolah tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang ada di dalamnya.

"Kami berkomitmen untuk terus bergerak maju membangun budaya kerja yang profesional, meningkatkan kompetensi guru, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif demi menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik di SDN Samili," ujarnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh semangat. Para guru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi, menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, serta memperoleh arahan dan solusi dari pengawas sekolah sebagai bekal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Melalui pembinaan yang berkesinambungan ini, SDN Samili optimistis mampu memperkuat budaya kerja yang profesional, meningkatkan kinerja tenaga pendidik, serta menghadirkan layanan pendidikan yang semakin bermutu. Langkah tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan sekolah yang unggul, berkarakter, dan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang berprestasi, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan.


Penulis Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB 

Diberdayakan oleh Blogger.