Sumbawa Siaga! Gerakan 'People Power' Tutup Total Akses Poto Tano hingga Bima Besok Pagi




SUMBAWA media PilarNTB.com— Aliansi Penyelamat Pulau Sumbawa (PPS) bersama berbagai elemen masyarakat menjadwalkan aksi massa besar-besaran pada Selasa (2/6/2026). Aksi bertajuk "Gerakan People Power" ini rencananya akan melakukan penutupan total (blokade) terhadap sejumlah jalur transportasi dan logistik strategis di sepanjang Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan surat pemberitahuan yang beredar, pemblokiran jalan akan dipusatkan di empat titik utama yang menjadi urat nadi transportasi antarkabupaten/kota serta akses keluar-masuk pulau:

Pelabuhan Poto Tano: Akses gerbang barat Pulau Sumbawa yang menghubungkan ke Pulau Lombok, akan dikawal oleh gabungan Aliansi PPS Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Sumbawa.

Perbatasan Desa O'o dan Desa Manggeasih: Jalur utama lintas kabupaten di Kecamatan Dompu, yang akan dikoordinasikan oleh Aliansi PPS Dompu.

Simpang Depan Lawata Ama Hami: Pusat jalur logistik perkotaan di Kota Bima oleh Aliansi PPS Bima Kota.

Simpang Tiga Jembatan Uma Me'e: Titik strategis penghubung wilayah di Kabupaten Bima.

Tiga Tuntutan Utama ke Pemerintah Pusat

Aksi unjuk rasa ini membawa misi tunggal, yaitu mendesak percepatan pemekaran wilayah agar Pulau Sumbawa dapat berdiri sendiri sebagai Provinsi Daerah Otonomi Baru (DOB), terpisah dari Provinsi NTB.

Secara spesifik, aliansi massa melayangkan tiga tuntutan yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Dirjen Otonomi Daerah (Otda), serta Komisi II DPR RI:

Pertama, mendesak pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Desentralisasi Penataan Daerah (Destrada) DOB 2026.

Kedua, menuntut pencabutan Keputusan Presiden terkait kebijakan penundaan sementara (moratorium) pembentukan Daerah Otonomi Baru.

Ketiga, meminta jaminan kepastian hukum agar Provinsi Pulau Sumbawa segera disahkan menjadi daerah otonom mandiri dalam waktu dekat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan aparat keamanan setempat di masing-masing wilayah titik aksi dilaporkan tengah bersiaga guna mengantisipasi kemacetan parah dan menjaga agar penyampaian aspirasi tersebut tetap berjalan kondusif tanpa tindakan anarkis. Para pengguna jalan lintas Sumbawa diimbau untuk mengantisipasi keterlambatan perjalanan atau mencari jalur alternatif selama aksi berlangsung besok.


PilarNTB 

Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi