BIMA media PilarNTB.com– Dalam upaya menekan angka kesakitan pada bayi dan balita serta memastikan tercapainya target Imunisasi Dasar Lengkap (IDL),
Rabu,( 17/06/2026 )Pemerintah Daerah melalui Puskesmas bolo menggelar kegiatan pemberdayaan kader kesehatan di Desa Nggembe dan Desa Leu. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas, pembaruan data sasaran, serta strategi komunikasi persuasif kepada masyarakat.
Kader posyandu memegang peranan krusial sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa. Melalui pelatihan ini, para kader tidak hanya dibekali pemahaman teknis mengenai jenis-jenis imunisasi terbaru dan jadwal pemberiannya, tetapi juga dilatih untuk menyusun pemetaan (mapping) balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap di wilayah masing-masing.
Kepala Puskesmas bolo Nurjanah, S.Kep. menjelaskan bahwa tantangan utama di lapangan sering kali bukan ketersediaan vaksin, melainkan pemahaman orang tua yang masih minim atau adanya kekhawatiran berlebih terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
"Kader kesehatan adalah jembatan kepercayaan antara petugas medis dan warga. Ketika kader di Desa Nggembe dan Leu memiliki pemahaman yang matang, mereka dapat mengedukasi para ibu secara humanis, mematahkan mitos negatif seputar vaksin, dan memastikan tidak ada anak yang terlewat," ujarnya.
Dalam sesi praktik, para kader diajarkan cara menggunakan media KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang menarik serta teknik kunjungan rumah (home visit) yang efektif bagi keluarga yang enggan membawa anaknya ke Posyandu.
Kepala Desa Nggembe menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen pemerintah desa untuk mendukung mobilitas para kader. "Kami siap mengawal program ini melalui alokasi dana desa untuk penguatan posyandu, demi memastikan generasi muda di Desa Nggembe tumbuh sehat dan bebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I)," tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh perwakilan kader dari Desa Leu. Ia mengaku pelatihan ini memberikan rasa percaya diri lebih saat harus berhadapan dengan warga yang skeptis. "Sekarang kami tahu cara menjelaskan manfaat vaksin dengan bahasa yang sederhana dan bagaimana menenangkan orang tua jika anak mereka mengalami demam ringan pasca-imunisasi," ungkapnya.
Melalui sinergi yang kuat antara Puskesmas, pemerintah desa, dan dedikasi para kader di Desa Nggembe dan Leu, diharapkan angka cakupan imunisasi di kedua desa tersebut dapat mencapai target 100% pada tahun ini, sekaligus memperkokoh benteng kesehatan anak di Kabupaten Bima.
PilarNTB
Penulis:jubair ar-Qamar
Pimpinan redaksi


Posting Komentar