Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan



Bima, media PilarNTB com- Personel Polsek Donggo Polres Bima Kabupaten Polda NTB bantu evakuasi korban tersengat listrik di watasan Desa Bumi Pajo Kecamatan Donggo Kabupaten Bima.

Insiden yang menyebabkan korban berinisial JN (P/39) Warga Desa Bumi Pajo meninggal Dunia ini terjadi pada Selasa 7 April 2026 sekira pukul 10.00. Wita.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,MH, melalui Kapolsek Donggo Iptu Kader SH.

Kronologi,

Awalnya korban hendak membuang sampah yang jaraknya sekita 30 M dari perkampungan di sekitar TKP korban tiba tiba  terpeleset dan terjatuh menyentuh kawat yang di aliri mengelilingi kebun jagung milik salah satu warga berinisial (SJ).

Diketahui sumber aliran listrik tersebut dari kabel umum, yang pasang dengan cara menggunakan paku sebagai pengantar Arus.

"akibatnya Korban meninggal dunia di tempat atas kejadian yang menimpah yang menyebabkan korban meninggal dunia di tempat". Kapolsek menjelaskan.

Lanjutnya, Jenazah Almarhumah pertama kali di temukan oleh salah satu warga yang langsung berteriak meminta pertolongan dan tidak lama kemudian warga sekitar pun datang dan membawa jenazah Almarhumah ke kediamannya.

Buntut dari kejadian tersebut pihak keluarga korban yang tidak terima atas kejadian itu spontan melakukan pengerusakan rumah pemilik kebun.

Beruntung Aksi pengerusakan itu tidak meluas pasalnya Personel Polsek Donggo tiba di TKP dan menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan setelah itu warga pun membubarkan diri.

Tindakan lanjutan yang diambil oleh Pihak Kepolisian melakukan olah TKP awal, mengantar Jenazah Almarhumah ke RSUD Dompu untuk dilakukan Visum.

Pihak keluarga korban menuntut persoalan tersebut di bawa atau akan menempuh jalur hukum.

 

Bima, Pilar NTB-  AMPARANI Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat, gelar aksi di depan Kantor Desa Nipa Kecamatan Ambalawi, pada Kamis 19/03/24.

Memecahkan keresahan masyarakat Desa, yang merasa dirugikan dengan adanya pembangunan yang ada di Desa Nipa sangat ketertinggalan, dimana tidak satupun pembangunan bisa di nikmati oleh masyarakat Desa Nipa, bahkan untuk akses jalan yang di buat oleh pemerintah Desa tidak ada satupun yang efektif serta tidak sesuai spek, anggaran pengerjaan yang seharusnya untuk 10 meter namun hanya  kerjakan 5 meter. Katanya.

Ardian selaku koordinator Lapangan AMPARANI merasa terpanggil, menyatakan sikap sebagai generasi mengalami krisis kepercayaan terhadap pemerintah Desa Nipa, Pemerintah Desa Nipa bersama BPD, tidak pernah berpikir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa, mereka hanya berpikir insetif dan kebutuhan mereka sendiri. Pungkasnya.

semenjak hadir anggaran 2,2 miliar aparat Desa Nipa lalai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, bahkan setiap tahun anggaran Desa Nipa slalu telat ketimbang Desa lain. Alasan yang mendasar karena lambatnya pelaporan dan perencanaan. Ungkapnya.

Kami seluruh masyarakat Desa Nipa juga mengalami kepercayaan kepada INSPEKTORAT KAB. BIMA dan DPM Desa sampai sejauh ini tidak ada penanganan dan pemberantasan kejahatan secara serius, kami menduga  telah terjadi konspirasi busuk singga masyarakat desa nipa sebagai korban dari kejahatan mereka. Ungkapnya.

Krisis kepercayaan, krisis moral dan krisis keagaman untuk pihak yang bertanggung jawab dalam regulasi pembangunan dan pengawasan di Desa Nipa. Tutupnya.
Diberdayakan oleh Blogger.