Woha, pilarNTB.com – Gempita sekaligus rasa haru menyelimuti halaman Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Woha pada Sabtu (16/5/2026). Sekolah penggerak ini sukses menggelar acara pelepasan siswa-siswi kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026. Mengangkat tema besar "Meretas Sejarah, Mengukir Prestasi, Memimpin Masa Depan," momentum ini menandai babak baru bagi ratusan generasi muda siap kerja dan kuliah.

Sebanyak 386 siswa resmi dikembalikan kepada orang tua masing-masing setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun. Langkah ini menjadi tonggak awal bagi para lulusan untuk melangkah, baik ke jenjang perguruan tinggi maupun dunia kerja.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dan unsur pimpinan daerah. Tampak hadir:

Fahmi Hatib, S.Pd., M.Pd. (Kepala Cabang Dinas Dikpora Wilayah VI)

Camat Woha

Komandan Koramil (Danramil) Woha

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Woha

Kehadiran unsur Forkopimcam ini menegaskan dukungan penuh pemerintah dan aparat keamanan terhadap kemajuan sektor pendidikan di wilayah Woha. Turut hadir pula para guru purna tugas, pengurus komite sekolah, serta orang tua/wali murid yang setia mendampingi putra-putri mereka.

Pesan Menyentuh Kepala Sekolah: Jadilah Agen Perubahan

Dalam sambutannya yang penuh ketulusan, Kepala SMAN 1 Woha, Fahril, S.E., menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas capaian para anak didiknya.

"Tema 'Meretas Sejarah, Mengukir Prestasi, Memimpin Masa Depan' bukan sekadar slogan. Ini adalah doa dan harapan kami agar 386 alumni yang dilepas hari ini mampu menjadi agen perubahan, membawa nama baik sekolah, dan siap menjadi pemimpin di masa depan," ujar Fahril.

Beliau juga menitipkan pesan menyentuh agar para siswa tetap menjaga integritas di luar sekolah.

"Anak-anakku sekalian, hari ini kami kembalikan kalian kepada orang tua dengan rasa bangga. Harapan saya, bawa dan amalkan semua karakter baik, disiplin, dan ilmu yang telah didapatkan di sekolah ini. Jadilah pribadi yang adaptif, santun, dan pantang menyerah dalam mengejar cita-cita. Doa dan restu kami selalu menyertai langkah kalian agar mampu bersaing dan diterima di berbagai perguruan tinggi terbaik, baik di tingkat regional maupun nasional," pungkasnya.

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Cabang Dinas (KCD) Dikpora Wilayah VI, Fahmi Hatib, S.Pd., M.Pd. Dalam arahan yang penuh motivasi, beliau memuji dedikasi kolektif civitas akademika SMAN 1 Woha yang konsisten menjaga mutu pendidikan dan mencetak generasi unggul di Kabupaten Bima.

"Kami memberikan apresiasi tinggi kepada SMAN 1 Woha. Namun untuk anak-anakku, jangan cepat berpuas diri. Teruslah mengasah kompetensi dan skill di era digital yang sangat kompetitif ini," pesan Fahmi Hatib.

Acara pelepasan diakhiri dengan prosesi sakral pengalihan samir atau medali kelulusan secara simbolis, dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan bagi siswa-siswi berprestasi. Isak haru dan senyum bahagia bercampur aduk saat sesi foto bersama yang diselimuti suasana kekeluargaan.

Dengan suksesnya pelepasan angkatan ini, SMAN 1 Woha kembali membuktikan komitmen nyata dalam berkontribusi membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul demi masa depan bangsa.



​WOHA, Media pilarNTB.com-Sabtu 16 mei 2026  Pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan (USP) di SDN Samili, Kecamatan Woha, resmi berakhir pada hari ini. Seluruh rangkaian evaluasi akhir bagi siswa kelas VI tersebut dinyatakan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala teknis yang berarti.

​Sejak hari pertama hingga hari terakhir, suasana ujian tetap terjaga kondusif. Para siswa tampak lega sekaligus optimis setelah menyelesaikan lembar soal terakhir yang diujikan.

Kepala SDN Samili,  Masita S.Pd menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh panitia, pengawas ruangan, serta orang tua murid yang telah bersinergi menyukseskan agenda tahunan ini.

​"Alhamdulillah, seluruh rangkaian ujian hingga hari terakhir ini berjalan sesuai rencana. Kami sangat bangga melihat kedisiplinan dan kejujuran yang ditunjukkan anak-anak kita. Ini bukan sekadar akhir dari ujian, tapi gerbang awal bagi mereka untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," ungkap Masita S.Pd

​Ia juga menambahkan bahwa kesuksesan pelaksanaan ujian ini tidak lepas dari ketatnya pengawasan dan standarisasi yang diterapkan pihak sekolah guna menjaga kualitas mutu kelulusan.

​Fokus kita selanjutnya Pemeriksaan Hasil dan Persiapan Kelulusan

​Dengan berakhirnya ujian ini, tim pengajar dan panitia akan segera merampungkan proses koreksi evaluasi sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Kami berharap hasil yang dicapai oleh para siswa dapat mencerminkan kualitas pendidikan terbaik di SDN Samili.

​ Tingkat kehadiran peserta didik tetap konsisten hingga hari terakhir.

​Sekolah akan mulai mempersiapkan rapat pleno kelulusan dan pengumuman resmi dalam beberapa waktu ke depan. Pungkas nya



Bima media PilarNTB.com– Kabupaten Bima bukan sekadar wilayah administratif di peta Nusa Tenggara Barat. Ia adalah ruang hidup yang terbentang luas dari pesisir Sape hingga kaki Gunung Tambora. Setiap jengkal tanahnya menyimpan kisah, nilai, dan jejak peradaban yang telah tumbuh selama berabad-abad. Di tengah arus modernisasi dan kebutuhan pembangunan yang makin meningkat, Dr. Taufiqurrahman, ST., M.Si. membawa sebuah gagasan besar: Pembangunan Bermartabat dengan Pendekatan Spasial.

Konsep yang diusung oleh Dr. Taufiqurrahman ini bukan sekadar slogan, melainkan jawaban strategis agar kemajuan tidak harus menumbangkan identitas. Menurutnya, tata ruang tidak boleh dibangun semata demi angka ekonomi, melainkan untuk menjaga, merawat, dan mengangkat harkat martabat tanah leluhur. Pembangunan Bermartabat (Dignified Development) bukan hanya soal merencanakan program secara teknis, tetapi tentang bagaimana masyarakat mendapatkan perlindungan, kesamaan hak, dan memperoleh kehidupan yang layak untuk mencapai kesejahteraan sejati.

Lebih lanjut, Dr. Taufiqurrahman menekankan pentingnya pembangunan berbasis "spatial emphasize" dengan mempertimbangkan karakteristik unik dalam setiap proses perencanaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa objek yang direncanakan memiliki potensi, problem, dan kebutuhan yang spesifik. Dengan pendekatan ini, perencanaan pembangunan diyakini akan lebih tepat sasaran dan lebih optimal dalam pengembangan wilayah.

Dalam pandangannya, sebuah perencanaan membutuhkan analisa dan kajian secara holistik, bukan sekadar menyusun narasi program di atas kertas. Isu strategis harus menjadi landasan utama. Ia menegaskan bahwa perencanaan pembangunan tidak boleh didasarkan pada keinginan (desire), melainkan harus berdasarkan kebutuhan (need).

Menariknya, Dr. Taufiqurrahman menyitir filosofi Islam dalam prinsip perencanaan ini: "Allah tidak akan memberikan apa yang kita inginkan, tapi Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan." Begitu pula dengan pembangunan di berbagai sektor; pemerintah harus melihat kebutuhan wilayah secara spasial dalam rangka merumuskan kebijakan yang mampu mengurangi kesenjangan serta mempercepat pembangunan wilayah secara merata.

Kabupaten Bima memiliki keragaman ruang yang unik. Dr. Taufiqurrahman memetakan bahwa pembangunan harus disesuaikan dengan fungsi alamnya: wilayah pesisir dikembangkan sebagai pusat ekonomi kelautan yang ramah lingkungan, sementara dataran tinggi dan pegunungan diposisikan sebagai penyangga pangan dan kawasan konservasi alam. Semuanya harus terhubung dalam satu sistem tata ruang yang adil—tidak meminggirkan wilayah pedalaman dan tidak merusak ekosistem pesisir.

Pembangunan Bermartabat Berbasis Spasial ini adalah bukti nyata bahwa kemajuan sejati diraih ketika masa depan dibangun dengan ide dan tangan sendiri, namun tetap menunduk hormat pada jejak masa lalu. Inilah jalan panjang yang ditawarkan Dr. Taufiqurrahman, ST., M.Si. untuk membentangkan tangan penuh kasih menuju "Bima yang Bermartabat."

 




​Belo, Media PilarNTB com – Jum'at 15 mei 2026 SMA Negeri 1 Belo kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah akademik. Tim Debat Bahasa Indonesia sekolah setempat berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Debat Indonesia (LDI) tingkat pelajar SMA se-Kabupaten dan Kota Bima yang diselenggarakan di Aula Kantor KCD Dikbud Bima dan Kota Bima, Panda.

​Kompetisi yang berlangsung ketat tersebut mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai sekolah. Melalui argumentasi yang kritis, logis, dan solutif, Tim SMAN 1 Belo mampu menunjukkan kualitasnya hingga berhasil mengamankan posisi di podium juara.

​Jahra Mewakili Kabupaten Bima ke Tingkat Provinsi

​Prestasi ini semakin membanggakan dengan terpilihnya salah satu anggota tim, Jahra, untuk mewakili Kabupaten Bima pada lomba debat tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Siswi yang berasal dari Desa Ngali ini dijadwalkan  ke Mataram dalam waktu dekat untuk berkompetisi dengan perwakilan dari kabupaten/kota lainnya.

​Kepala SMAN 1 Belo, Bapak Wahyudin, S.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa ini. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kedisiplinan dan kerja keras siswa serta guru pembimbing.

​"Kami merasa sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih oleh Tim Debat SMAN 1 Belo. Khusus untuk ananda Jahra, selamat berjuang di tingkat provinsi di Mataram. Ini adalah bukti bahwa siswa kita mampu bersaing di level yang lebih tinggi," ujar Wahyudin, S.Pd.


​Lebih lanjut, Wahyudin, S.Pd. menambahkan bahwa prestasi ini selaras dengan visi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan bakat minat siswa.

​"Pencapaian ini mempertegas identitas kita sebagai Sekolah Nyaman dan Berkarakter. Kami berkomitmen untuk terus membina karakter siswa agar berani berpendapat secara sehat, kritis, dan memiliki mental juara," tambahnya.

​Segenap civitas akademika SMAN 1 Belo mengucapkan selamat dan sukses. Dukungan serta doa mengalir bagi Jahra agar dapat memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama sekolah serta daerah di tingkat provinsi nanti.

 


BOLO, PilarNTB.com – SMAN 1 Bolo kembali membuktikan tajinya sebagai pusat pencetak pelajar berprestasi atau "kawah candradimuka" di Nusa Tenggara Barat. Dalam perhelatan bergengsi Kompetisi Lomba Debat Indonesia (LDI) Tingkat SMA/SMK Wilayah VI Tahun 2026, delegasi sekolah ini sukses menyapu bersih serangkaian trofi dalam babak final yang berlangsung dramatis pada Rabu lalu.

Bertempat di Aula Kantor KCD Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Wilayah VI, ajang ini menjadi panggung adu ketajaman nalar dan retorika bagi talenta muda terbaik se-wilayah tersebut. SMAN 1 Bolo tampil dominan, termasuk keberhasilan menyabet Juara 2 Lomba Debat Bahasa Inggris.

Keberhasilan ini disambut haru dan bangga oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Bolo, H. Suratman, S.H., M.Pd. Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan manifestasi nyata dari kerja keras kolektif sesuai dengan moto sekolah.

"Alhamdulillah, pencapaian ini adalah buah dari dedikasi siswa dan bimbingan intensif para guru. Ini membuktikan bahwa keterbukaan sekolah dalam mengasah soft skills di luar kurikulum reguler membuahkan hasil yang manis," ujar H. Suratman saat ditemui di ruang kerjanya.

Meski merayakan kemenangan, pihak sekolah mengingatkan para siswa untuk tetap membumi. H. Suratman berharap kemenangan di tingkat KCD Dikpora Wilayah VI ini menjadi batu loncatan untuk menghadapi kompetisi di level provinsi maupun nasional

Dengan hasil ini, SMAN 1 Bolo tidak hanya pulang membawa piala, tetapi juga membawa pesan kuat bahwa kerja keras dan kemauan untuk terus belajar adalah modal utama dalam mencetak generasi emas masa depan. Tutupnya 


Reporter: Tim Media PilarNTB

Editor: Redaksi​


WOHA, Kabupaten Bima – Kehadiran ruas jalan baru yang menghubungkan Desa Roi dan Lintas Talabiu kini menjadi sorotan hangat di tengah masyarakat. Bukan sekadar jalur transportasi alternatif yang memangkas waktu tempuh, infrastruktur megah ini dinilai memiliki "ruh" baru yang mampu menyulap wajah ekonomi dan gaya hidup warga Kabupaten Bima jika dikelola dengan visi yang tepat.

Gagasan untuk melegalkan area ini sebagai kawasan "Minggu Sehat" atau Car Free Day (CFD) mulai menggelinding kuat. Visi ini melampaui sekadar urusan kebugaran fisik; ini adalah langkah strategis untuk menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan yang mandiri.

Denyut Harapan dari Masyarakat

Antusiasme warga terlihat jelas setiap akhir pekan. Meski belum diresmikan secara regulasi sebagai kawasan olahraga, ratusan warga mulai memadati jalanan ini sejak fajar menyingsing.

"Dulu kami bingung mau lari pagi di mana yang aman dan udaranya segar. Sekarang ada jalan Roi-Talabiu. Tapi kami butuh kepastian keamanan, kalau ada kendaraan ngebut saat kita senam kan bahaya. Kami sangat mendukung jika pemerintah meresmikan ini jadi lokasi CFD," ungkap ahwan , seorang warga asal Woha yang rutin berolahraga di lokasi tersebut.

Senada dengan ahwan, para pelaku UMKM pun mulai mencium aroma peluang. Siti Maryam, seorang pedagang sarapan lokal, mengaku omzetnya meningkat sejak jalur ini ramai dikunjungi warga saat pagi hari.



"Kalau hari Minggu, dagangan saya cepat habis. Harapan saya, pemerintah bisa menata kami di sini. Berikan kami tempat yang rapi di pinggir jalan, supaya kami tidak dianggap mengganggu tapi justru bisa membantu ekonomi keluarga," harap Siti.

Jalan yang luas dengan pemandangan khas pedesaan menjadikannya lokasi ideal untuk berbagai aktivitas. Para pengamat pembangunan daerah menilai, jika Pemerintah Kabupaten Bima segera mengambil peran, kawasan ini akan menjadi magnet ekonomi baru.

Langkah Strategis yang Diharapkan oleh masyarakat:

Regulasi Jadwal Rutin: Menetapkan pembatasan kendaraan setiap Minggu pagi agar warga bisa leluasa beraktivitas.

Zonasi UMKM: Penataan lapak pedagang hasil bumi, kuliner, dan kerajinan agar tetap tertib dan tidak mengganggu estetika jalan.

Fasilitas Penunjang: Penyediaan tempat sampah yang memadai serta kehadiran personel Dishub dan Satpol PP untuk menjaga ketertiban.

Menghidupkan Marwah Pembangunan Pemanfaatan jalan baru Roi-Talabiu sebagai pusat olahraga dan ekonomi akan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur di bawah kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Bima saat ini tidak hanya bersifat fisik (beton dan aspal), tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan publik dan dompet rakyat.

Sudah saatnya aset daerah ini tidak lagi dipandang sebagai lintasan mati. Melalui kolaborasi antara kebijakan pemerintah yang progresif dan partisipasi masyarakat yang aktif, lintas Roi-Talabiu siap bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, menyehatkan, dan mendatangkan kesejahteraan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bima.






Media PilarNTB.com -- Di bawah naungan langit Bima, setiap jengkal pembangunan bukan sekadar tumpukan batu, kayu, atau beton. Bagi seorang visioner seperti Dr. Taufiqurrahman, ST., M.Si, arsitektur adalah naskah hidup; sebuah warisan yang menghubungkan hikmah masa lalu dengan impian masa depan. Di setiap sudut Kota Bima, bangunan berdiri bukan hanya sebagai peneduh fisik, melainkan sebagai cerminan jiwa masyarakat Dou Labo Dana Mbojo.

​Maja Labo Dahu: Tulang Punggung Peradaban

​Nilai utama yang ditekankan oleh Dr. Taufiqurrahman dalam memandang pembangunan adalah falsafah Maja Labo Dahu. Rasa malu untuk berbuat salah dan rasa takut untuk melanggar kebenaran menjadi fondasi moral dalam setiap kebijakan tata ruang. Baginya, keindahan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemegahan fisiknya, tetapi dari seberapa mulia manfaatnya bagi kemaslahatan sesama. Arsitektur yang beradab adalah arsitektur yang jujur dan melayani.

​Harmoni Iman dan Budaya di Amahami

​Simbolisme ini terlihat nyata di kawasan Amahami. Berdirinya tempat ibadah yang ikonik di atas air menggambarkan bahwa keyakinan adalah penopang yang tak tergoyahkan di tengah gelombang kehidupan. Dengan atap yang menyerupai puncak Uma Lengge, bangunan ini melambangkan perjalanan iman menuju kesempurnaan. Dr. Taufiqurrahman melihat ini sebagai bukti bahwa modernitas dan agama tidak menghapus jati diri, melainkan menjadi penyempurna jalan hidup masyarakat Bima.

​Asi Mbojo dan Marwah Rakyat

​Warisan sejarah Asi Mbojo mengajarkan kita tentang keterbukaan yang bermartabat. Perpaduan gaya tradisional, corak Islam, dan sentuhan dunia luar menunjukkan bahwa Bima adalah kota yang terbuka bagi perubahan tanpa harus kehilangan akar. Lantai yang menjulang tinggi di atas tanah bukan sekadar estetika, melainkan harapan agar harkat, martabat, dan kehormatan rakyat senantiasa terjaga dan terangkat dalam setiap proses pembangunan.

​Uma Haju: Persatuan Tanpa Paksaan

​Dalam perspektif teknis dan filosofis yang diusung Dr. Taufiqurrahman, rumah panggung (Uma Haju) adalah mahakarya rekayasa sosial. Tanpa sepotong paku logam, ia berdiri kokoh hanya dengan pasak dan ikatan. Ini adalah simbol persatuan yang kuat—bukan karena paksaan, melainkan karena kepercayaan dan kasih sayang yang saling mengunci. Tata ruangnya, mulai dari Wombo hingga Pamoka, menggambarkan kehidupan yang teratur, bertanggung jawab, dan visioner dalam menjaga ketahanan pangan serta keharmonisan keluarga.

​Maju Boleh, Hati Tetap Mbojo

​Zaman boleh berganti, bangunan modern boleh bermunculan, namun bagi Dr. Taufiqurrahman, ST., M.Si, roh Arsitektur Mbojo tidak boleh sirna. Pembangunan Kota Bima saat ini adalah wujud dari kekuasaan yang melayani. Jalan yang terbuka lebar dan ruang lapang yang terjaga adalah janji akan keadilan bagi seluruh Dou Labo Dana Mbojo.

​Kita sedang membangun lebih dari sekadar kota; kita sedang membangun sebuah "Rumah Besar" yang damai, bermartabat, dan selamanya akan menjadi tempat pulang yang paling nyaman bagi anak cucu kita. Karena pada akhirnya, setinggi apa pun kita melaju, hati kita harus tetap menetap di tanah leluhur—menjadi pribadi yang maju, namun tetaplah Mbojo.

Diberdayakan oleh Blogger.