Kepala sekolah SD negri 2 Teke dan seluruh dewan Guru mengucapkan
Selamat Hari Jadi Bima yang ke-386
Kepala sekolah
Aswad. S.pd.,sd
Media pilarNTB.com— Komitmen nyata dalam memangkas ketimpangan akses pendidikan tinggi terus ditunjukkan oleh Anggota DPR RI sekaligus Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB di Komisi VIII, Hj. Mahdalena. Pada Tahun Akademik 2026–2027, ia secara konsisten mengawal aspirasi masyarakat dengan memperjuangkan alokasi sekitar 350 kuota Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang dikoordinasikan langsung di bawah Kementerian Agama RI.
Langkah strategis ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan pendidikan bagi generasi muda berprestasi namun terkendala keterbatasan ekonomi.
Program jaminan pendidikan ini didistribusikan secara proporsional ke dalam dua sektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), dengan rincian sebagai berikut:
250 Kuota: Dialokasikan bagi mahasiswa baru di Universitas Islam Negeri (UIN).
100 Kuota: Dialokasikan bagi mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).
Beasiswa ini diprioritaskan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki potensi akademik unggul. Penerima wajib terdaftar pada program studi dengan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal Rp2,4 juta per semester, atau menyesuaikan dengan standar regulasi UKT yang berlaku di masing-masing UIN.
Tidak hanya membebaskan biaya perkuliahan (UKT), skema Beasiswa KIP Kuliah ini juga memberikan jaminan kesejahteraan berupa bantuan biaya hidup guna menunjang fokus belajar mahasiswa. Pemerintah melalui program ini menggelontorkan dana sebesar Rp13.200.000 per tahun (atau setara dengan Rp6.600.000 per semester) langsung kepada mahasiswa penerima manfaat.
Hj. Mahdalena menegaskan bahwa keterbatasan finansial tidak boleh lagi menjadi tembok penghalang bagi hak konstitusional warga negara dalam menempuh pendidikan tinggi.
"Program ini adalah ikhtiar konkret kami untuk memastikan tidak ada lagi anak bangsa yang gagal kuliah karena masalah biaya. Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dari sini, kita mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan siap membawa kemajuan bagi daerah maupun nasional," ujar Mahdalena dalam keterangannya.
Legislator asal Fraksi PKB ini berharap hadirnya kuota beasiswa ini dapat menjadi jembatan emas, baik bagi lulusan madrasah maupun sekolah umum, untuk meraih gelar sarjana. Peningkatan akses ke jenjang perguruan tinggi diyakini menjadi kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan dan menciptakan generasi yang berintegritas.
Hj. Mahdalena juga mengimbau seluruh calon mahasiswa yang memenuhi kualifikasi untuk bergerak aktif dan memanfaatkan peluang emas ini dengan sebaik-baiknya. Langkah pengawalan anggaran pendidikan ini menjadi bukti nyata fungsi representasi DPR RI dalam memperjuangkan kesejahteraan dan masa depan generasi muda Indonesia yang lebih cerah.
KABUPATEN BIMA, Media PilarNTB.com – kamis 25 Juni 2026, Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Bima yang ke-386, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bima menggelar aksi sosial berskala besar berupa pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bima ini menjadi bukti nyata kolaborasi insan kesehatan dalam menghadirkan pelayanan langsung bagi masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) di momentum bersejarah daerah.
Kemeriahan acara diawali dengan senam sehat Tidak hanya itu, agenda dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah yg melibatkan tim medis dari IDI, juga tim medis dan nakes dari RsUD sondosia, RSUD Bima, dan beberapa puskesmas terdekat.
Ada yang menarik dalam rangkaian kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) kali ini. Tim perawat dari RSUD Bima menggelar sosialisasi dan simulasi penanganan darurat henti jantung mendadak melalui Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Edukasi ini bahkan dipraktekkan langsung oleh Bupati Bima, Adi Mahyudi, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima. Selain kepala daerah dan istri, peragaan RJP ini juga diikuti secara interaktif oleh Ketua GOW, Ketua DWP, Dandim 1608/Bima, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima yang didampingi oleh para tenaga kesehatan (nakes) dari RSUD Bima dan RSUD Sondosia.
Untuk memastikan kelancaran agenda besar ini, Dinas Kesehatan membangun sinergi kuat dengan melibatkan sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) strategis. Di antaranya adalah Puskesmas Bolo, Puskesmas Belo, Puskesmas Woha, Puskesmas Ngali, Puskesmas Palibelo, Puskesmas Monta, dan Puskesmas Madapangga.
Masing-masing Puskesmas tersebut diinstruksikan untuk menerjunkan tim medis serta paramedis terbaik mereka guna mengawal jalannya deteksi dini faktor risiko penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Hj. Nurul Wahyuti, SE., ME., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial untuk memeriahkan hari jadi daerah, melainkan momentum krusial untuk menggalakkan kembali semangat GERMAS di tengah masyarakat.
"Kolaborasi seluruh Puskesmas ini adalah bentuk komitmen kita bersama dalam memeriahkan Hari Jadi Bima ke-386 melalui aksi nyata yang menyentuh aspek mendasar masyarakat, yaitu kesehatan," ujar Hj. Nurul Wahyuti.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Nurul Wahyuti juga gencar mengampanyekan perilaku hidup sehat. Ia mengajak masyarakat untuk konsisten melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, serta menjaga kebersihan lingkungan.
"Penting juga dalam momentum GERMAS ini kami ingatkan kembali kepada masyarakat untuk selalu buang air besar di jamban sehat. Ini adalah bagian dari kerja nyata Pemerintah Kabupaten Bima dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar lebih sehat dan sejahtera," tambahnya.
Meski mengerahkan sejumlah tenaga medis dan paramedis ke lokasi acara di Setda, Kepala Dinas Kesehatan menegaskan bahwa manajemen internal setiap Puskesmas telah diatur secara matang. Ia menginstruksikan agar penugasan personil dilakukan dengan cermat tanpa mengorbankan hak-hak pelayanan publik di wilayah kerja masing-masing.
"Petugas medis dan paramedis kami tugaskan secara bergantian dan terukur. Catatan pentingnya adalah pelaksanaan kegiatan di Setda ini sama sekali tidak boleh mengganggu jalannya pelayanan kesehatan rutin masyarakat di Puskesmas. Pelayanan di tingkat dasar harus tetap berjalan optimal dan prima seperti biasa," tegas Kadinkes.
Melalui sinergi lintas sektor dan Puskesmas ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya cek kesehatan berkala semakin meningkat, sekaligus menjadi kado bakti nyata sektor kesehatan bagi kejayaan Kabupaten Bima di usianya yang ke-386.
(PilarNTB)
Penulis: jubair ar-Qamar
RSUD Sondosia, Media pilarNTB.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima terus mematangkan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, Pemkab Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mematangkan usulan rehabilitasi, revitalisasi, dan modernisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia, Rabu (24/6/2026).
Program pengembangan RSUD Sondosia ini menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Bima. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran perangkat daerah terkait serta manajemen RSUD Sondosia yang dipimpin langsung oleh sang Direktur, Dr. Firman, MPH.
Proyek modernisasi ini direncanakan akan menyasar tiga fasilitas vital rumah sakit, yakni optimalisasi Gedung Utama, pembaruan Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan pembangunan Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk menyelaraskan dengan regulasi pelayanan kesehatan nasional terbaru.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari RSUD Sondosia, Bappeda, Dinas PUPR, BPKAD, serta instansi terkait lainnya tengah bergerak cepat merampungkan seluruh dokumen teknis pendukung yang menjadi syarat mutlak pengajuan program ke pemerintah pusat.
Proses persiapan administrasi ini meliputi pemutakhiran Rencana Anggaran Biaya (RAB), pemenuhan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), penyempurnaan dokumen lingkungan, hingga penyesuaian cetak biru operasional dengan master plan pengembangan RSUD Sondosia terbaru.
Menariknya, Pemkab Bima tidak hanya berfokus pada pembenahan infrastruktur fisik. Langkah modernisasi ini juga diimbangi dengan upaya penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Saat ini, Pemkab Bima bersama manajemen rumah sakit tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis serta memperluas cakupan layanan medis yang lebih komprehensif di Bima.
Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, melalui Kepala Seksi Hukum dan Humas, Irfan, S.Kep., Ns, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas komitmen dan dukungan penuh dari jajaran eksekutif daerah.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bima, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Bima, yang terus memberikan perhatian besar terhadap pengembangan RSUD Sondosia. Modernisasi ini bukan hanya tentang pembangunan gedung, tetapi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat," ujar Irfan menyampaikan pesan Direktur RSUD Sondosia.
Pihak manajemen optimistis, sinergi yang kuat antara daerah dan pusat akan memperlancar proses transformasi ini. "Kami optimistis RSUD Sondosia dapat berkembang menjadi rumah sakit yang lebih modern, representatif, dan mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat secara lebih optimal,” tambahnya.
Seluruh dokumen usulan ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat untuk segera dikoordinasikan secara intensif dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian PUPR di Jakarta. Jika berjalan sesuai rencana, proyek modernisasi ini diproyeksikan akan menjadi tonggak sejarah penting (go-live) dalam mewujudkan transformasi layanan kesehatan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bima.
MATARAM Media PilarNTB.com,— Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menorehkan prestasi gemilang di bidang transformasi digital dan keamanan siber. NTB berhasil meraih penghargaan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI setelah seluruh kabupaten dan kota di wilayah tersebut resmi terhubung dalam ekosistem keamanan siber nasional.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Kepala BSSN RI, Drs. Nugroho Sulistyo Budi, kepada Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Universitas Mataram pada Selasa (23/6/2026).
Apresiasi tertinggi ini diberikan atas keberhasilan Pemerintah Provinsi NTB dalam mendorong 100% pembentukan dan registrasi Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) atau Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di seluruh wilayah administratifnya
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB yang akrab disapa Umi Dinda, menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen konkret pemerintah daerah dalam melindungi data dan pelayanan publik dari ancaman siber yang kian dinamis.
"Keamanan siber bukan sekadar urusan teknologi informasi, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan publik," tegas Umi Dinda.
Ia menambahkan bahwa di era digitalisasi ini, integritas data dan keamanan sistem pemerintahan adalah fondasi utama untuk membangun pelayanan publik yang prima dan kredibel.
Keberhasilan NTB dalam menyamakan langkah seluruh pemerintah daerahnya menjadikannya salah satu provinsi pelopor di Indonesia dalam kesiapan mitigasi risiko siber.
Pencapaian 100%: Seluruh 10 kabupaten/kota di NTB kini telah memiliki tim tanggap insiden siber resmi yang teregistrasi di BSSN.
Kolaborasi Terintegrasi: Sistem keamanan daerah kini terkoneksi langsung dengan pusat kendali siber nasional, memungkinkan deteksi dini dan penanganan mandiri yang cepat jika terjadi gangguan siber.
Sinergi Akademis: Pemilihan Universitas Mataram sebagai lokasi penyerahan menegaskan pentingnya kolaborasi triple-helix antara pemerintah, otoritas keamanan, dan dunia akademis dalam membangun SDM siber yang kompeten.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Provinsi NTB sangat serius dalam membangun tata kelola pemerintahan digital yang aman, tangguh, dan terpercaya. Infrastruktur siber yang kokoh ini diharapkan menjadi akselerator utama dalam mewujudkan ekosistem Smart Government.
Dengan ruang siber yang terlindungi, NTB siap melangkah mantap menuju visi besar pembangunan daerah yang berkelanjutan demi mewujudkan cita-cita "NTB Makmur Mendunia"
PilarNTB
Penulis: jubair ar-Qamar
Pimpinan redaksi
KOTA BIMA, Media PilarNTB.com,– Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) NTB 1 (Pulau Sumbawa), Hj. Mahdalena, S.S., M.M., menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Tahun Anggaran 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Aula Samparaja, Kota Bima, pada Senin (22/6/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran pejabat dan tokoh penting di Kota Bima. Tampak hadir Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Bima yang mewakili Penjabat (Pj) Wali Kota Bima, perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Cabang Kota Bima beserta seluruh jajaran pengurusnya, serta Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bima.
Tak hanya dari unsur birokrasi, kegiatan ini juga memperkuat pilar kebudayaan dan keterwakilan perempuan dengan hadirnya Ketua Adat Dana Mbojo, Ketua Yayasan Kesultanan Istana Bima, Ketua Yayasan Samparaja Kota Bima, hingga Ketua Organisasi Wanita Kota Bima. Acara ini juga secara khusus mengundang para wakif (pemberi wakaf) dan nadzir (pengelola wakaf) se-Kota Bima.
Dalam orasi kebangsaannya, Hj. Mahdalena menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus BWI Cabang Kota Bima atas dedikasi mereka. Beliau menegaskan bahwa BWI merupakan mitra kerja yang sangat strategis bagi Komisi VIII DPR RI, komisi tempatnya bernaung saat ini.
"BWI ini adalah bagian dari mitra kerja kita di Komisi VIII. Selaku mitra strategis, kami akan memberikan dukungan penuh (support) terhadap apa pun yang menjadi program dan kegiatan positif dari BWI, khususnya dalam menyejahterakan umat," ujar legislator perempuan PKB tersebut.
Lebih lanjut, Srikandi Parlemen asal Pulau Sumbawa ini menjelaskan bahwa fokus utama dari sosialisasi kali ini diarahkan pada edukasi dan pengenalan regulasi perwakafan kepada masyarakat luas. Menurutnya, potensi wakaf di Kota Bima sangat besar, namun pemahaman masyarakat masih perlu terus ditingkatkan.
"Eksistensi Badan Wakaf ini sebenarnya sudah lama ada, namun di tengah masyarakat kita, urusan literasi wakaf yang produktif dan tertib administrasi terkadang belum menjadi kebiasaan. Melalui sosialisasi ini, kita rintis jalan bersama agar masalah perwakafan di Kota Bima bisa teratasi sedikit demi sedikit," jelas Hj. Mahdalena.
Di akhir pidatonya, Hj. Mahdalena menaruh harapan besar agar momentum sosialisasi ini mampu menggerakkan hati masyarakat, khususnya mereka yang memiliki aset atau lahan produktif yang belum dimanfaatkan.
"Kami berharap, jika ada masyarakat yang memiliki aset-aset nganggur atau belum dimanfaatkan, kiranya dapat diwakafkan. Selain bernilai sosial untuk kemaslahatan umat, ini adalah ladang amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus," pungkasnya optimis.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan interaktif, diisi dengan diskusi konstruktif mengenai sinergi nilai-nilai kebangsaan dengan pengelolaan wakaf demi kesejahteraan sosial masyarakat Kota Bima
Media PilarNTB
Penulis:jubair ar-Qamar
Pemimpin redaksi
BIMA, media pilarNTB.com – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti halaman Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Yasim Roi pada Sabtu (21/6). Sekolah setempat sukses menggelar acara pelepasan dan wisuda bagi siswa-siswi kelas VI tahun ajaran 2025/2026.
Acara seremonial ini dihadiri langsung oleh Kepala MIS Yasim Roi, Hj. Nursyamsinah, S.Pd., seluruh jajaran dewan guru, orang tua/wali murid, serta sejumlah tokoh penting dan tamu undangan.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima yang diwakili oleh Kasubag TU, H. Muh. Safi’i, S.Pd., M.Pd. Dari pihak yayasan, tampak hadir Wakil Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Islam Bima, H. Saleh Karim. Turut hadir pula Ketua Pengawas PAI, Badrun, S.Ag.
Aparatur Pemerintah Desa Roi juga memberikan dukungan penuh dengan hadirnya Kepala Desa Roi, Afifudin, S.Pd.I., Sekretaris Desa, Awa Zaitun, S.Pd., Ketua BPD Desa Roi, Hamzah, serta perwakilan Kamtibmas desa setempat.
Dukungan lintas sektor juga terlihat dari kehadiran elemen pendidikan lainnya, seperti Ketua Komite MIS Roi, Sarifudin, S.Pt., Ketua Komite RA Al-Fitrah, Zainal Abidin, serta para Kepala Sekolah dari SDN Roi dan SMPN Roi. Sementara itu, Kepala UPT Palibelo, Ikraman, S.Pd., berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas dinas ke Mataram.
Acara ini juga disaksikan oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh wanita, serta orang tua dari 14 wali murid RA, 10 wali murid MI yang diwisuda, dan perwakilan PAUD Bima Cerdas.
Banjir Prestasi: Ahmad Fais Fanilla Borong Penghargaan, MIS Roi Capai Target Hafalan
MIS Yasim Roi terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. Pada momen kelulusan tahun ini, pihak madrasah memberikan penghargaan khusus kepada para siswa yang berhasil menorehkan prestasi gemilang, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Salah satu siswa, Ahmad Fais Fanilla, sukses memborong berbagai penghargaan bergengsi. Ia berhasil meraih Piagam Penghargaan Prestasi Tertinggi di Bidang Akademik, sekaligus Piagam Non-Akademik di Bidang Keagamaan dan Keteladanan. Tidak hanya itu, nama Ahmad Fais Fanilla juga masuk dalam jajaran peraih nilai Surat Keterangan Lulus (SKL) tertinggi.
Berikut adalah daftar lengkap siswa berprestasi pada kelulusan tahun ini:
Peringkat 3 Besar SKL Tertinggi:
Nava Arna (Peringkat 1)
Ahmad Fais Fanilla (Peringkat 2)
Nuri Maulidah (Peringkat 3)
Piagam Khusus Bidang Kedisiplinan & Kehadiran: Diraih oleh Fitriani Latumahina.
Lebih dari itu, pihak sekolah dengan bangga mengumumkan bahwa selain prestasi lomba mengaji di tingkat daerah, para lulusan tahun ini juga telah berhasil menyelesaikan target hafalan Al-Qur'an Juz 30 (Juz Amma) sebelum mereka resmi menamatkan pendidikan di tingkat madrasah ibtidaiyah.
Dalam sambutannya, Kepala MIS Yasim Roi, Hj. Nursyamsinah, S.Pd., menyampaikan pesan dan kesan yang mendalam bagi para alumni muda tersebut. Ia mengingatkan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal menuju masa depan.
"Jangan berhenti sampai di sini. Ini adalah awal perjalananmu, bukan akhir. Lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di SMP, MTsN, maupun pondok pesantren. Raihlah cita-citamu setinggi langit," ujar Hj. Nursyamsinah memotivasi.
Beliau juga menekankan pentingnya karakter dan akhlak mulia sebagai modal generasi penerus bangsa.
"Kalian adalah generasi penerus yang membawa ide-ide baru, kreatif, dan inovatif. Tetap hormati orang tua dan gurumu. Rajinlah beribadah, membaca, dan mengaji, insya Allah kalian akan dijauhkan dari perbuatan keji dan mungkar. Di mana pun kalian berada, jagalah nama baik almamater MIS Roi. Ingat jasa gurumu, karena tanpa mereka, kita tidak bisa membedakan hal yang baik dan buruk," tambahnya dengan nada haru.
Menatap tahun ajaran baru, Hj. Nursyamsinah menegaskan bahwa MIS Yasim Roi berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan keagamaan. Ke depan, sekolah akan mengintensifkan program belajar membaca, mengaji, hafalan Al-Qur'an, dan ayat-ayat pendek. Selain itu, pembiasaan karakter religius seperti wajib salat Dhuha dan salat Dzuhur berjamaah antara guru dan siswa di mushala sekolah akan semakin diperketat.
Acara ditutup dengan momen penuh emosional saat perwakilan siswa menyampaikan ungkapan terima kasih terdalam kepada seluruh civitas akademika dan dewan guru MIS Yasim Roi. Mereka mengapresiasi kesabaran para guru yang telah membina, membimbing, dan mengajarkan ilmu-ilmu dasar dari tidak tahu menjadi tahu, hingga membentuk mereka menjadi anak-anak yang saleh dan salehah.
Media PilarNTB
Penulis: jubair ar-Qamar
Pimpinan redaksi