Woha, media Pilarntb.com – SMPN 2 Woha secara resmi mulai mengadopsi teknologi dalam sistem evaluasi belajar siswa.
Langkah ini ditandai dengan suksesnya penyelenggaraan ujian berbasis Computer Based Test (CBT) yang mulai dilaksanakan pada Selasa (12/05/2026).
Penerapan ujian digital ini menjadi bukti nyata komitmen pihak sekolah dalam bertransformasi menuju era digitalisasi pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas serta integritas proses penilaian hasil belajar.
Ridwan, S.Pd., selaku kepala sekolah SMPN 2 woha menjelaskan bahwa peralihan dari metode konvensional ke digital bertujuan untuk menciptakan ekosistem ujian yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel. Menurutnya, sistem paperless (tanpa kertas) ini membawa dampak positif yang signifikan bagi manajemen sekolah.
"Dengan metode CBT, kami tidak lagi menggunakan kertas. Hal ini secara signifikan menekan biaya cetak dan distribusi soal, sehingga anggaran dapat dialokasikan untuk pengembangan fasilitas sekolah lainnya," ujar Ridwan saat dikonfirmasi media, Rabu (13/05/2026).
Keunggulan Sistem Digital
Lebih lanjut, Ridwan memaparkan beberapa keunggulan utama sistem CBT yang kini diterapkan di sekolahnya dibandingkan dengan Paper Based Test (PBT):
Soal tersimpan dalam database terenkripsi dengan sistem acak otomatis (randomize). Hal ini meminimalisir risiko kebocoran soal dan praktik kecurangan antar peserta didik.
Proses penilaian dilakukan secara otomatis oleh sistem, sehingga hasil evaluasi dapat diketahui dengan lebih cepat dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi.
jadi Siswa dibiasakan berinteraksi dengan perangkat digital seperti laptop dan gawai. Ini merupakan langkah preventif dalam menyiapkan siswa menghadapi standar ujian nasional maupun seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi
Guna menjamin kelancaran ujian, SMPN 2 Woha telah menyiapkan infrastruktur pendukung yang mumpuni, mulai dari server lokal sebagai pusat data, jaringan Wi-Fi yang stabil, hingga ketersediaan perangkat client bagi para siswa.
Salah satu panitia ujian di lokasi melaporkan bahwa pelaksanaan ujian berjalan tanpa kendala teknis yang berarti. "Anak-anak terlihat sangat antusias dan lebih fokus dalam mengerjakan soal di layar monitor," ungkapnya.
Menuju Standar Baru di Kabupaten Bima
Ridwan berharap penerapan CBT ini tidak hanya menjadi agenda temporer, melainkan menjadi standar tetap dalam setiap pelaksanaan asesmen di masa mendatang. Langkah ini dianggap sejalan dengan visi besar digitalisasi pendidikan yang tengah digalakkan di Kabupaten Bima.
"Kami ingin inovasi ini terus berkelanjutan demi mencetak generasi yang melek teknologi dan siap bersaing di masa depan," pungkas Ridwan
Penulis Jubair

Posting Komentar