BIMA –media Pilarntb.com -Isak tangis pecah di Desa Runggu, Kecamatan Belo, saat mobil ambulans yang membawa jenazah Arifin alias Tomas (60) dan putranya, Adim (26 tahun), tiba di rumah duka. Ayah dan anak ini menjadi korban tragedi maut sengatan listrik yang terjadi saat mereka tengah mencari nafkah di Desa Ngali, Rabu siang (13/05/2026).
Kronologi Kejadian: Upaya Penyelamatan yang Tragis
Peristiwa memilukan ini bermula ketika empat orang pekerja asal Desa Runggu sedang mengerjakan proyek renovasi di salah satu rumah warga di Desa Ngali. Menurut keterangan saksi di lokasi, petaka muncul secara tiba-tiba saat aktivitas pekerjaan sedang berlangsung.
Sengatan Pertama Korban Adim (26 tahun) dilaporkan menjadi yang pertama terpapar arus listrik. Diduga, ia tidak sengaja membenturkan tiang pilar yg mau di pasang material yang teraliri arus bocor saat sedang bekerja.
Aksi Heroik Sang Ayah: Melihat putranya merintih dan dalam kondisi bahaya, Arifin (60) secara spontan bergegas menghampiri untuk memberikan pertolongan. Tanpa sempat memikirkan keselamatan diri sendiri, naluri kebapakan Arifin mendorongnya untuk menarik sang anak agar terlepas dari jeratan arus listrik.
Maut yang Menjerat: Nahas, kuatnya tegangan listrik justru ikut menarik tubuh Arifin. Keduanya pun jatuh terkapar di bawah kendali arus listrik yang mematikan di hadapan rekan kerja lainnya.
Perjuangan Terakhir di Puskesmas
Dua rekan kerja lainnya segera memutus arus dan berupaya mengevakuasi kedua korban. Dengan menggunakan kendaraan warga, bapak dan anak tersebut dilarikan ke Puskesmas Ngali dalam kondisi kritis.
Tim medis sempat melakukan tindakan kegawatdaruratan selama beberapa saat. Namun, karena luka bakar dalam dan kegagalan organ akibat sengatan listrik yang cukup lama, nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan. Pihak Puskesmas menyatakan Arifin dan Adim meninggal dunia sesaat setelah menjalani perawatan darurat.
Luka Mendalam bagi Istri yang Baru Melahirkan
Tragedi ini terasa kian menyayat hati mengingat situasi di keluarga kecil Adim. Di saat Adim berjuang mencari nafkah di rumah tersebut, sang istri ternyata baru saja melahirkan buah hati mereka.
Kini, sang istri harus menghadapi kenyataan pahit: di saat ia masih berjuang pulih dari proses persalinan, ia harus kehilangan suami sebagai tulang punggung keluarga sekaligus bapak mertuanya dalam waktu yang bersamaan.
"Ini adalah duka yang luar biasa bagi desa kami. Pak Arifin adalah sosok ayah yang luar biasa, ia bahkan memberikan nyawanya demi mencoba menyelamatkan anaknya," ungkap Fauji salah satu warga desa yang hadir di rumah duka.
Jenazah kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat. Pihak kepolisian setempat pun telah melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab pasti kebocoran arus listrik di lokasi kerja tersebut guna menghindari kejadian serupa di masa depan.

Posting Komentar