Tampilkan postingan dengan label Mataram. Tampilkan semua postingan

 


Mataram, media PilarNTB.com. Minggu, 19 April 2026 - Persatuan adalah kunci utama dalam mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Kesatuan menjadikan pondasi awal yang kuat untuk memperkuat sinergi, serta memperluas kontribusi disetiap jengkal pembangunan.

Pesan tersebut disampaikan Wakil gubernur NTB  Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP.. dihadapan ratusan warga yang tergabung dalam Rukun Keluarga Dompu (RKD) Mataram, pada acara Halal bi Halal 1447 H, yang berlangsung di Hotel Lombok Astoria (19/4/2026).

“Dengan soliditas yang kuat, warga Dompu di Mataram harus mampu memberikan peran terbaik, baik untuk kemajuan Kabupaten Dompu maupun pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat secara umum," kata Wagub.

Umi Dinda sapaan akrab Wagub juga berpesan agar pertemuan warga Dompu di Kota Mataram, tidak sekadar menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi diharapkan menjadi momentum penting untuk merajut kembali kebersamaan serta memperkuat persatuan di antara sesama.

Di sisi lain, umi Dinda mengajak warga Dompu di Mataram, untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Kehadiran RKD diharapkan tampil sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas. Baginya, Jati diri sebagai warga Dompu yang santun, pekerja keras, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Harus sejalan dengan nilai kearifan lokal yang dipegang teguh, yakni “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”,.




”Tentu harus terus menjaga harmoni dan menghormati lingkungan tempat tinggal,” pesan 

Wagub

Sementara itu Walikota Mataram Mohan Roliskana yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan, kehadiran warga Dompu menjadi warna tersendiri di tengah rumpun kehidupan di kota Mataram. Disebutkan Mohan, berdasarkan survei bahwa 96% warga Dompu yang tinggal di Kota Mataram itu merasa betah dan senang tinggal di Kota Mataram, bahkan setelah purna tugas (pensiun). Dengan alasan itu, Pemkot Mataram terus berupaya memberikan fasilitas terbaik bagi warga Dompu yang bermukim di Mataram.

“Tentu kehadiran saudara-saudara kita, harus ditopang dengan fasilitas baik. Seperti fasilitas pendidikan,kesehatan dan ruang ruang rekreasi sebagai ruang interaksi sosial yang nyaman bagi saudara kita,” ungkap Mohan.

Sebelumnya Ketua Rukun Keluarga Dompu(RKD) Saiful Insan MM mengungkapkan, terima kasihnya kepada semua warga Dompu yang hadir dalam acara tersebut. Ia berharap melalui kegiatan halal bihalal menjadi momentum untuk saling memaafkan serta mampu menghapus kesalahan dan dosa yang terjadi.


"Sekaligus menguatkan dan mengembangkan tali silahturahmi di antara kita," ujarnya. 

“ Saya atas nama pengurus Rukun Keluarga Dompu Mataram mengucapkan terimakasih. Semoga acara ini dapat menguatkan dan mengembangkan talisraturahmi di antara kita,” ungkapnya.

Acara ini pun diharapkan menjadi modal untuk memperkuat sinergi dalam membangun bersama NTB menuju Makmur Mendunia. (PN,JBR)

 






Mataram, media PilarNTB com,- Beberapa daerah mulai mengambil ancang-ancang memberhentikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), buntut kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan belanja pegawai maksimal 30 persen dari total belanja APBD pada tahun 2027.


Salah satu daerah yang memungkinkan memilih opsi pemberhentian PPPK adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemprov NTT harus menghemat anggaran daerah sekitar Rp540 miliar untuk memenuhi ketentuan tersebut. Secara hitungannya, harus memberhentikan 9.000 PPPK.

Berbeda dengan NTT, opsi pemberhentian PPPK tidak masuk dalam skema Pemprov NTB. “Oh tidak, tidak ada hubungannya dengan PPPK,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, Kamis, 26 Maret 2026.

Nelly mengatakan, untuk memenuhi batas maksimal belanja pegawai 30 persen pada tahun 2027, Pemprov NTB akan mengambil langkah lain. Salah satunya melakukan pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Paling kita mainnya di pengurangan TPP,” ujarnya.

Kepala Bappeda NTB ini tak menampik, total belanja pegawai Pemprov NTB dalam APBD tahun 2026 masih di atas batas maksimal 30 persen. Mencapai sekitar 33,3 persen dari total APBD.

Kendati demikian, ia optimis pada tahun 2027 nanti, belanja pegawai Pemprov NTB bisa ditekan menjadi 30 persen. Menyesuaikan aturan yang berlaku tersebut.

“InsyaAllah kita akan mengejar 30 persen itu batas maksimal. Karena kalau tidak akan kena sanksi. Itu wajib dan harus,” tegasnya

Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) NTB mencatat, belanja pegawai Pemprov NTB dalam APBD 2026 tembus 40,7 persen atau Rp2,2792 triliun. Angka ini merupakan akumlasi dengan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan tunjangan lainnya.


Direktur Fitra NTB, Ramli mengatakan, persentase belanja pegawai Pemprov NTB tahun 2026, masih berada di atas ambang batas, yaitu 30 persen.

Hal ini sesuai ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah, bahwa tahun 2027 belanja pegawai maksimal 30 persen dari total belanja APBD.

“Target 2027, belanja pegawai harus 30 persen. Pemprov NTB masih di angka 40 persen. Dan ini di luar PPPK Paruh Waktu,” kata Ramli, kemarin.

Terhadap kenaikan belanja tersebut, Ramli justru menanyakan hal tersebut. Pasalnya, di tengah kenaikan belanja, ada pengurangan pegawai. Jumlahnya sebanyak 67 orang.

“Ini jumlah pegawainya turun, belanja pegawainya naik,” ujarnya.










Mataram, 23 Maret 2026 - Orang Sasak mengayomi semua orang. Kita besar maka perilaku kita seperti orang besar. 

 

Kalimat filosofis ini diucapkan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr L Muhamad Iqbal dalam kegiatan silaturahmi dengan Majelis Adat Sasak (MAS) di kediaman salah seorang tokoh Sasak yang juga mantan Gubernur, HL Serinata di Mataram, Senin (23/04/2026). 


Diungkapkannya, kalimat ini menjadi pegangan dalam memulai tugas memimpin daerah agar seluruh elemen masyarakat merasakan kenyamanan dipimpin oleh orang Sasak. 



"Dalam tindakan, saya sebagai orang Sasak ingin menjadi Bapak, Orangtua dan rumah bagi semua orang. Orang Bali, Dompu, Bima dan Sumbawa", ucapnya. 

Dalam hal kebijakan, lanjut Gubernur, orang Sasak memiliki kemampuan untuk menahan diri, mengendalikan diri dan kebijaksanaan yang sedalam Samudera Hindia dan setinggi Gunung Rinjani. 

Oleh karena itu, pembangunan di tahun pertama seperti dikatakan Gubernur terlihat lebih banyak dilakukan di Pulau Sumbawa untuk mengirim pesan bahwa orang Sasak yang menjadi pemimpin tidak meminggirkan dan memberi ruang kepada yang lain. 


Gubernur lantas memaparkan kebijakan pembangunan mulai dari infrastruktur jalan yang membuka daerah terisolasi seperti Batu Rotok, Batu Dulang dan Lenangguar serta konektifitas utara melalui Samota sampai daerah termiskin seperti Dompu. 

Di sektor kesehatan, Pemprov menaikkan tipe rumah sakit Manambai dan RSUD Bima menjadi tipe B. 


Dalam kebijakan terkait kemiskinan, Pemprov melalui program strategis Desa Berdaya akan menuntaskan 106 desa se NTB dengan melakukan pendataan ulang dan strategi pemberdayaan dengan orkestrasi kolaborasi yang masif dengan stimulan dana Rp 500 juta per desa diluar dana lain dari pusat dan lembaga internasional. 


Sektor ketahanan pangan akan diperkuat dengan 900 dapur program MBG yang akan menggerakkan suplai pangan konsumsi dalam daerah. Sementara sektor pariwisata, Pemprov telah mewujudkan konektifitas penerbangan tambahan dan antar destinasi wisata serta pembenahannya. 

 HL Sajim Sastrawan mengatakan, silaturahmi pertama ini sebagai pembuka ikhtiar menuju NTB Makmur Mendunia. 

Dikatakannya, MAS sedang melakukan upaya meririq dan merindukan batur sasak dalam hal ini Gubernur sebagai manggala gumi sasak dalam komunikasi inten. 

"MAS masih menunda pemberian saran dan rekomendasi pembangunan agar Gubernur punya pengalaman dulu menjadi pemimpin. Manisnya dicerna apalagi pahitnya agar sama sama membackup penyelenggaraan pemerintahan" jelas Miq Sajim. 


Sementara Ketua MAS NTB, L Winengan berharap kehadiran pemimpin daerah dari kalangan suku Sasak dapat meningkatkan pembangunan manusia Sasak dan NTB 


Mataram, Pilar NTB.- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pembalap-pembalap muda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) di ajang balap nasional bergengsi. Pada putaran final Mandalika Racing Series (MRS) 2025 yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, akhir pekan 1-2 November 2025, nama-nama seperti Arai Agaska dan Aldiaz Aqsal Ismaya sukses mengharumkan nama daerah di kancah nasional .

Arai Agaska: Juara Nasional Kelas National Sport 250cc

Pembalap muda berbakat Arai Agaska Dibani Laksana, yang membela tim Yamaha NitiRacing DRS KYB MFZ Dynavolt HDS Racing, berhasil mengunci gelar juara umum di kelas National Sport 250cc MRS 2025 .

Perjalanan menuju gelar tidaklah mudah. Memasuki putaran final, persaingan di kelas NS250cc sangat ketat. Selisih poin antara Arai yang saat itu berada di posisi pemimpin klasemen dengan pesaing terdekatnya, Murobbil Vitoni (Robby Sakera), hanya terpaut 11 poin. Situasi ini membuat penentuan gelar juara harus ditentukan hingga race terakhir .

Pada Race 1 yang digelar Sabtu (1/11/2025), Arai finis di posisi kelima. Drama terjadi ketika pesaing utamanya, Murobbil Vitoni, mengalami crash (kecelakaan) sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit dan tidak bisa melanjutkan balapan di race berikutnya .

Memasuki Race 2 pada Minggu (2/11/2025), Arai yang start dari posisi delapan memilih strategi bermain aman. Ia finis di posisi keempat, raihan 15 poin dari balapan tersebut cukup untuk memastikannya keluar sebagai juara umum di kelas 250cc MRS 2025 .

"Kemenangan ini saya persembahkan untuk keluarga, tim, dan Murobbil yang sedang menjalani perawatan, semoga cepat sembuh," ujar Arai Agaska penuh haru usai balapan .

Prestasi ini melengkapi tahun yang gemilang bagi Arai. Sebelumnya, ia juga berhasil meraih gelar runner up di ajang R3 BLU CRU World Cup yang digelar di Estoril, Portugal .

Aldiaz Aqsal Ismaya: Rekan Setim yang Tak Kalah Gemilang

Tak hanya Arai, rekan setimnya sesama pembalap NTB, Aldiaz Aqsal Ismaya (69) dari tim Yamaha Yamalube BAF Akai Jaya MBKW2 Racing Team, juga tampil luar biasa di putaran final MRS 2025 .

Pada Race 1 kelas National Sport 250cc, Aldiaz yang start dari pole position tampil impresif. Meski mendapat tekanan keras dari Andi Farid dan Irfan Ardiansyah, Aldiaz memanfaatkan momen duel di antara keduanya untuk melakukan overtake brilian di pertengahan balapan dan finis sebagai pemenang .

Race 2 kembali menjadi milik Aldiaz. Ia berhasil mempertahankan podium pertama setelah menjadi yang tercepat dalam balapan yang berlangsung sengit. Empat pembalap utama—Aldiaz, Andi Farid Izdihar, Arai Agaska, dan Irfan Ardiansyah—terlibat duel ketat sejak awal. Arai yang sempat memimpin hingga tiga lap terakhir, akhirnya memilih bermain aman demi mengamankan gelar juara, sementara Aldiaz terus melaju tanpa hambatan .

Prestasi Lain Pembalap NTB

Kiprah pembalap NTB di MRS 2025 tidak hanya di kelas 250cc. Aldias Aqsal Ismaya—pembalap dengan nama yang mirip namun berbeda kategori—juga menorehkan prestasi membanggakan. Ia berhasil finis di posisi kedua dalam ajang National Sport 150cc Superpole MRS 2025 yang digelar pada hari yang sama .

"Saya ucapkan terima kasih kepada keluarga, istri atas dukungannya, tidak terlupakan Bos, mekanik, tim, dan crew. Terima kasih banyak," ujar Aldias penuh syukur usai balapan .

Mandalika: Rumah bagi Masa Depan Balap Indonesia

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria menyampaikan apresiasi tinggi terhadap seluruh peserta dan tim yang telah berkompetisi sepanjang musim 2025. Menurutnya, Pertamina Mandalika Racing Series bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pembinaan berkelanjutan bagi pembalap muda Indonesia .

"Kita menyaksikan bagaimana pembalap-pembalap muda Indonesia menunjukkan progres luar biasa di Mandalika. Ini hasil kerja keras bersama, mulai dari promotor, tim, hingga pembalap yang terus berdisiplin," kata Priandhi .

"Kami di MGPA bangga melihat ajang ini menjadi bagian dari proses pembentukan mental dan teknik pembalap nasional," ujarnya menambahkan .

Priandhi juga menegaskan bahwa Sirkuit Pertamina Mandalika bukan milik MGPA semata, melainkan milik Indonesia. "Ini simbol kebanggaan bangsa yang harus terus kita jaga dan besarkan," pungkasnya

Diberdayakan oleh Blogger.