Mataram, Pilar NTB.- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pembalap-pembalap muda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) di ajang balap nasional bergengsi. Pada putaran final Mandalika Racing Series (MRS) 2025 yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, akhir pekan 1-2 November 2025, nama-nama seperti Arai Agaska dan Aldiaz Aqsal Ismaya sukses mengharumkan nama daerah di kancah nasional .
Arai Agaska: Juara Nasional Kelas National Sport 250cc
Pembalap muda berbakat Arai Agaska Dibani Laksana, yang membela tim Yamaha NitiRacing DRS KYB MFZ Dynavolt HDS Racing, berhasil mengunci gelar juara umum di kelas National Sport 250cc MRS 2025 .
Perjalanan menuju gelar tidaklah mudah. Memasuki putaran final, persaingan di kelas NS250cc sangat ketat. Selisih poin antara Arai yang saat itu berada di posisi pemimpin klasemen dengan pesaing terdekatnya, Murobbil Vitoni (Robby Sakera), hanya terpaut 11 poin. Situasi ini membuat penentuan gelar juara harus ditentukan hingga race terakhir .
Pada Race 1 yang digelar Sabtu (1/11/2025), Arai finis di posisi kelima. Drama terjadi ketika pesaing utamanya, Murobbil Vitoni, mengalami crash (kecelakaan) sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit dan tidak bisa melanjutkan balapan di race berikutnya .
Memasuki Race 2 pada Minggu (2/11/2025), Arai yang start dari posisi delapan memilih strategi bermain aman. Ia finis di posisi keempat, raihan 15 poin dari balapan tersebut cukup untuk memastikannya keluar sebagai juara umum di kelas 250cc MRS 2025 .
"Kemenangan ini saya persembahkan untuk keluarga, tim, dan Murobbil yang sedang menjalani perawatan, semoga cepat sembuh," ujar Arai Agaska penuh haru usai balapan .
Prestasi ini melengkapi tahun yang gemilang bagi Arai. Sebelumnya, ia juga berhasil meraih gelar runner up di ajang R3 BLU CRU World Cup yang digelar di Estoril, Portugal .
Aldiaz Aqsal Ismaya: Rekan Setim yang Tak Kalah Gemilang
Tak hanya Arai, rekan setimnya sesama pembalap NTB, Aldiaz Aqsal Ismaya (69) dari tim Yamaha Yamalube BAF Akai Jaya MBKW2 Racing Team, juga tampil luar biasa di putaran final MRS 2025 .
Pada Race 1 kelas National Sport 250cc, Aldiaz yang start dari pole position tampil impresif. Meski mendapat tekanan keras dari Andi Farid dan Irfan Ardiansyah, Aldiaz memanfaatkan momen duel di antara keduanya untuk melakukan overtake brilian di pertengahan balapan dan finis sebagai pemenang .
Race 2 kembali menjadi milik Aldiaz. Ia berhasil mempertahankan podium pertama setelah menjadi yang tercepat dalam balapan yang berlangsung sengit. Empat pembalap utama—Aldiaz, Andi Farid Izdihar, Arai Agaska, dan Irfan Ardiansyah—terlibat duel ketat sejak awal. Arai yang sempat memimpin hingga tiga lap terakhir, akhirnya memilih bermain aman demi mengamankan gelar juara, sementara Aldiaz terus melaju tanpa hambatan .
Prestasi Lain Pembalap NTB
Kiprah pembalap NTB di MRS 2025 tidak hanya di kelas 250cc. Aldias Aqsal Ismaya—pembalap dengan nama yang mirip namun berbeda kategori—juga menorehkan prestasi membanggakan. Ia berhasil finis di posisi kedua dalam ajang National Sport 150cc Superpole MRS 2025 yang digelar pada hari yang sama .
"Saya ucapkan terima kasih kepada keluarga, istri atas dukungannya, tidak terlupakan Bos, mekanik, tim, dan crew. Terima kasih banyak," ujar Aldias penuh syukur usai balapan .
Mandalika: Rumah bagi Masa Depan Balap Indonesia
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria menyampaikan apresiasi tinggi terhadap seluruh peserta dan tim yang telah berkompetisi sepanjang musim 2025. Menurutnya, Pertamina Mandalika Racing Series bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pembinaan berkelanjutan bagi pembalap muda Indonesia .
"Kita menyaksikan bagaimana pembalap-pembalap muda Indonesia menunjukkan progres luar biasa di Mandalika. Ini hasil kerja keras bersama, mulai dari promotor, tim, hingga pembalap yang terus berdisiplin," kata Priandhi .
"Kami di MGPA bangga melihat ajang ini menjadi bagian dari proses pembentukan mental dan teknik pembalap nasional," ujarnya menambahkan .
Priandhi juga menegaskan bahwa Sirkuit Pertamina Mandalika bukan milik MGPA semata, melainkan milik Indonesia. "Ini simbol kebanggaan bangsa yang harus terus kita jaga dan besarkan," pungkasnya
Posting Komentar