Lombok dalam Sepekan: Pawai Lampion Meriah, Tambang Ilegal Mematikan, dan Kericuhan di Pelabuhan


Sepanjang pekan terakhir menjelang dan saat Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pulau Lombok didominasi oleh sejumlah peristiwa penting. Mulai dari tradisi keagamaan yang meriah, kecelakaan kerja di tambang ilegal, isu bencana alam, hingga insiden di pelabuhan. Berikut rangkuman selengkapnya.

1. Kemeriahan Takbiran dan Pawai Lampion di Lombok Tengah

Ribuan remaja masjid memadati Kota Praya, Lombok Tengah, pada Jumat malam (20/3) untuk mengikuti pawai lampion dalam rangka malam takbiran Idulfitri. Kegiatan yang start dari Pendopo Bupati menuju Pendopo Wakil Bupati ini diikuti oleh 34 kelompok remaja masjid. Kemeriahan acara juga diramaikan oleh letusan kembang api dan menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan, namun tetap berlangsung aman berkat pengamanan 665 personel gabungan TNI-Polri .

2. Juru Parkir Dadakan dan Tradisi Ziarah Kubur

Momentum Lebaran juga membawa berkah tersendiri bagi warga di Lombok Tengah. Juru parkir dadakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) mengalami peningkatan penghasilan signifikan akibat tingginya antusiasme masyarakat yang melakukan tradisi ziarah kubur. Seorang juru parkir mengaku omzetnya bisa mencapai lebih dari Rp100 ribu per hari, sementara para penjual bunga tabur juga kebanjiran pembeli .

3. Cuaca Ekstrem: BPBD Siaga Bencana hingga Maret

Memasuki akhir Maret, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang diprediksi masih akan terjadi hingga April 2026. Menyikapi hal ini, BPBD Lombok Tengah menyiagakan posko kebencanaan selama libur Lebaran. Masyarakat yang berwisata ke destinasi populer seperti Pantai Kuta, Tanjung Aan, atau Air Terjun Benang Kelambu diimbau untuk tetap waspada . Sebelumnya, pada awal Maret, angin puting beliung telah merusak 25 rumah di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang .

4. Tragedi Tambang Ilegal di Gunung Pengolong

Seorang warga berinisial HJ (50) asal Lombok Barat ditemukan meninggal dunia di lokasi tambang emas ilegal Gunung Pengolong, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, pada Rabu (18/3) malam. Korban diduga meninggal karena kelelahan dan sesak napas saat menggali batu bersama rekannya. Pasca kejadian, kepolisian kembali mengimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitas penambangan ilegal karena selain melanggar hukum, juga sangat membahayakan keselamatan jiwa .

5. Kericuhan Mudik Gratis di Pelabuhan Kayangan

Program mudik gratis Pemerintah Provinsi NTB diwarnai insiden di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur. Para pemudik sempat ribut dengan petugas Dinas Perhubungan karena bus mudik gratis yang mereka tumpangi diduga didahulukan oleh bus reguler untuk naik ke kapal penyeberangan. Peserta mengaku telah menunggu hingga empat jam. PT ASDP Indonesia Ferry selaku pengelola pelabuhan membantah adanya praktik diskriminasi dan menegaskan bahwa proses pemuatan dilakukan berdasarkan urutan kedatangan .

6. Warga Binaan Lapas Lombok Barat Rayakan Nyepi

Di tengah keramaian Lebaran, umat Hindu juga melaksanakan ibadah menyambut Hari Raya Nyepi. Sebanyak puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Lombok Barat menggelar ritual Mecaru di Pura Padmasana Bajra Satwa pada Rabu (18/3). Kepala Lapas menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari pembinaan spiritual untuk memperkuat karakter warga binaan .

7. Isu Strategis Lainnya: Bypass untuk Jet Tempur

Selain isu yang terjadi dalam sepekan terakhir, publik juga menyoroti pernyataan Gubernur NTB beberapa waktu sebelumnya bahwa proyek Jalan Bypass Lembar-Kayangan dirancang multifungsi, tidak hanya untuk transportasi umum tetapi juga dapat berfungsi sebagai landasan pacu darurat bagi pesawat tempur TNI AU