​Sondosia, media PilarNTB.com – Semangat gotong royong dan religiusitas warga Desa Sondosia terpancar kuat dalam pelaksanaan ibadah penyembelihan hewan kurban yang berlangsung khidmat pada Rabu (27/5/2026). Berpusat di area masjid  Al- Ihsan desa Sondosia, kegiatan tahun ini mencatatkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

​Tercatat, panitia berhasil menghimpun total hewan kurban keseluruhan desa Sondosia sebagai berikut:

​28 ekor Sapi

​11 ekor Kambing

​1 ekor Kerbau

​Seluruh hewan kurban tersebut merupakan amanah dari warga masyarakat yang memercayakan ibadahnya melalui kepanitiaan desa.

​Persiapan Matang dan Pengawasan Ketat

​Keberhasilan acara ini tidak lepas dari persiapan matang yang telah dilakukan jauh-jauh hari. Ketua Panitia, Ridwan Nullah, S.Ag, mengungkapkan bahwa sebanyak 60 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat dan pemuda dilibatkan secara aktif. Untuk memastikan kelancaran, panitia membagi kerja ke dalam beberapa divisi khusus, meliputi tim pemotongan, tim konsumsi, hingga tim keamanan.

​Tidak hanya berfokus pada teknis pelaksanaan, panitia juga berkomitmen menjaga kualitas daging kurban.

​"Kami berkoordinasi langsung dengan Dinas Peternakan untuk memeriksa kesehatan dan kelayakan hewan kurban sebelum disembelih. Ini penting agar semuanya berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan dan tentunya memenuhi syariat Islam," ujar Ridwan Nullah, S.Ag di sela-sela kegiatan.

​Sinergi Aparat dan Antusiasme Warga





​Kegiatan ini turut dihadiri dan dipantau langsung oleh Kepala Desa Sondosia, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta jajaran tokoh masyarakat. Kehadiran unsur tiga pilar desa ini memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

​Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme warga sangat tinggi. Bahkan, banyak dari pihak keluarga pekurban yang sudah hadir sejak pagi buta untuk menyaksikan sekaligus mengabadikan momen sakral tahunan ini.

​Mekanisme Distribusi yang Tepat Sasaran

​Untuk mengantisipasi kerumunan dan memastikan distribusi daging berjalan adil, panitia menerapkan sistem kupon berbasis data Rukun Tetangga (RT). Daging kurban ini nantinya akan didistribusikan secara merata ke 11 RT yang ada di Desa Sondosia melalui skema berikut:

Kelompok Penerima Skema Alokasi & Distribusi

Prioritas Utama 30 Kartu Keluarga (KK) per RT yang dinilai paling membutuhkan (Data dihimpun dan disalurkan langsung oleh Ketua RT).

Kelompok Cadangan Dipersiapkan khusus oleh panitia. Jika terdapat kelebihan stok daging, maka akan dialokasikan ke prioritas kedua (warga yang belum mendapatkan kupon utama).


Apresiasi dari Kepala Desa Sondosia



​Melihat kelancaran acara dan tingginya jumlah hewan kurban tahun ini, Kepala Desa Sondosia, Syamsul, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh warganya.

​"Alhamdulillah, tingkat kesadaran masyarakat Desa Sondosia dalam berkurban tahun ini sangat luar biasa. Ini adalah perubahan yang begitu bagus, efektif, dan di luar dugaan kami. Terima kasih atas kerja keras panitia dan partisipasi seluruh elemen masyarakat," ungkap Syamsul dengan penuh haru.

​Dengan manajemen yang tertata rapi dan transparansi yang terjaga, Ridwan Nullah, S.Ag bersama seluruh panitia berharap program kurban ini dapat terealisasi dengan sebaik-baiknya sesuai kesepakatan bersama, serta membawa berkah yang luas bagi seluruh warga Desa Sondosia.

Media PilarNTB 

Penulis:Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 

 


​MATARAM Media pilarNTB.com,— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) terus menyuarakan pentingnya penguatan kebijakan fiskal nasional yang lebih adil dan adaptif, khususnya bagi daerah kepulauan. Langkah strategis ini dinilai krusial guna mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat di bumi Gora.

​Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa bagi wilayah kepulauan seperti NTB, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki peran yang sangat vital. APBN bukan sekadar instrumen penghitungan angka dan anggaran rutin, melainkan instrumen keadilan pembangunan yang nyata.

​"APBN harus hadir sebagai solusi untuk menjawab tantangan geografis yang nyata, memotong disparitas konektivitas antarwilayah, serta mengompensasi tingginya biaya pelayanan publik yang selama ini menjadi beban khas daerah kepulauan," ujar Wagub yang akrab disapa Umi Dinda tersebut.

​Aspirasi ini disampaikan secara langsung di hadapan jajaran Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam agenda kunjungan kerja mereka ke NTB. Pemprov NTB memanfaatkan momentum tersebut untuk menegaskan kembali urgensi hubungan fiskal pusat-daerah yang lebih proporsional. Dengan formula yang lebih berimbang, daerah diharapkan memiliki ruang fiskal yang cukup untuk tumbuh secara kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

​Fokus Sektor Unggulan dan Inovasi Pembiayaan

​Di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan fiskal yang ada, Provinsi NTB terbukti tetap mampu menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang positif. Guna menjaga momentum ini, Pemprov NTB terus bergerak lincah mengoptimalkan sinergi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat sejumlah sektor penopang ekonomi daerah.

​Fokus pembangunan saat ini diarahkan pada pemantapan pariwisata berkualitas, penguatan ketahanan pangan, akselerasi hilirisasi komoditas unggulan, pengembangan ekonomi syariah, hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

​Lebih dari itu, keterbatasan anggaran tidak membuat inovasi daerah mandek. Pemprov NTB kini gencar mendorong skema pembiayaan kreatif (creative financing) di luar jalur konvensional serta memperkuat iklim investasi daerah untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur strategis.

​Melalui kolaborasi yang semakin solid antara pemerintah pusat dan daerah, kebijakan fiskal ke depan diharapkan menjadi lebih responsif, inklusif, dan berkeadilan. Sinergi inilah yang diyakini akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi besar: NTB Makmur Mendunia.

 


​BIMA, Media PilarNTB.Com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima, cepat, dan transparan bagi masyarakat Kabupaten Bima dan sekitarnya.

​Sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik, pihak manajemen rumah sakit resmi merilis jadwal pelayanan Dokter Spesialis terbaru. Direktur RSUD Sondosia, dr. Firman, MPH, menyampaikan bahwa kepastian jadwal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam merencanakan pemeriksaan kesehatan mereka.

​"Kami terus berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik. Penyesuaian dan ketepatan waktu pelayanan adalah fokus kami demi kenyamanan pasien yang datang berobat," ujar dr. Firman kepada media PilarNTB.Com, Selasa (26/5/2026).

​Jadwal Pelayanan Poliklinik Spesialis RSUD Sondosia

​Bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis spesifik, berikut adalah jadwal operasional sejumlah Poliklinik Spesialis yang tersedia:

​Poliklinik Penyakit Dalam

​Jam Pelayanan: 08.00 WITA – Selesai

​Poliklinik Anak

​Jam Pelayanan: 08.00 WITA – Selesai

​Poliklinik Kebidanan & Kandungan (Obgyn)

​Jam Pelayanan: 08.00 WITA – Selesai

​Poliklinik Bedah

​Jam Pelayanan: 09.00 WITA – Selesai

​Pangkas Antrean Lewat Aplikasi Mobile JKN

​Guna menghindari penumpukan pasien di loket fisik serta memotong waktu tunggu, dr. Firman sangat menyarankan agar masyarakat memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi Mobile JKN. Dengan sistem pendaftaran online ini, pasien dapat datang ke rumah sakit dengan waktu yang lebih efisien.

​Bagi masyarakat yang masih awam atau mengalami kendala teknis dalam menggunakan aplikasi tersebut, RSUD Sondosia telah menyiagakan petugas khusus.

​"Kami telah menempatkan Duta Mobile JKN di area loket pendaftaran. Jika Bapak/Ibu kesulitan menggunakan aplikasinya, silakan temui petugas kami. Mereka siap memandu proses pendaftaran online Anda hingga selesai," tambah dr. Firman.

​Komitmen Terhadap Kritik dan Saran Pasien

​Selain fokus pada digitalisasi layanan, RSUD Sondosia juga membuka ruang komunikasi selebar-lebarnya melalui Unit Pengaduan Pelayanan. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa kenyamanan dan kepuasan pasien adalah prioritas utama.

​Masyarakat yang memiliki keluhan, kritik, maupun saran konstruktif terkait kualitas pelayanan dapat langsung menghubungi kanal resmi RSUD Sondosia berikut:

​WhatsApp Informasi & Pengaduan: 0821-4682-8697

​Facebook: Pkrs Rsud Sondosia

​Instagram: @pkrs_rs_sondosia

​"Terima kasih atas kepercayaan seluruh masyarakat yang telah memilih RSUD Sondosia sebagai mitra pelayanan kesehatan keluarga. Setiap masukan yang masuk akan kami evaluasi demi peningkatan kualitas layanan yang berkelanjutan," pungkasnya.

​BIMA, PilarNTB.Com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima, cepat, dan transparan bagi masyarakat Kabupaten Bima dan sekitarnya.

​Sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik, pihak manajemen rumah sakit resmi merilis jadwal pelayanan Dokter Spesialis terbaru. Direktur RSUD Sondosia, dr. Firman, MPH, menyampaikan bahwa kepastian jadwal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam merencanakan pemeriksaan kesehatan mereka.

​"Kami terus berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik. Penyesuaian dan ketepatan waktu pelayanan adalah fokus kami demi kenyamanan pasien yang datang berobat," ujar dr. Firman kepada media PilarNTB.Com, Selasa (26/5/2026).

​Jadwal Pelayanan Poliklinik Spesialis RSUD Sondosia

​Bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis spesifik, berikut adalah jadwal operasional sejumlah Poliklinik Spesialis yang tersedia:

​Poliklinik Penyakit Dalam

​Jam Pelayanan: 08.00 WITA – Selesai

​Poliklinik Anak

​Jam Pelayanan: 08.00 WITA – Selesai

​Poliklinik Kebidanan & Kandungan (Obgyn)

​Jam Pelayanan: 08.00 WITA – Selesai

​Poliklinik Bedah

​Jam Pelayanan: 09.00 WITA – Selesai

​Pangkas Antrean Lewat Aplikasi Mobile JKN

​Guna menghindari penumpukan pasien di loket fisik serta memotong waktu tunggu, dr. Firman sangat menyarankan agar masyarakat memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi Mobile JKN. Dengan sistem pendaftaran online ini, pasien dapat datang ke rumah sakit dengan waktu yang lebih efisien.

​Bagi masyarakat yang masih awam atau mengalami kendala teknis dalam menggunakan aplikasi tersebut, RSUD Sondosia telah menyiagakan petugas khusus.

​"Kami telah menempatkan Duta Mobile JKN di area loket pendaftaran. Jika Bapak/Ibu kesulitan menggunakan aplikasinya, silakan temui petugas kami. Mereka siap memandu proses pendaftaran online Anda hingga selesai," tambah dr. Firman.

​Komitmen Terhadap Kritik dan Saran Pasien

​Selain fokus pada digitalisasi layanan, RSUD Sondosia juga membuka ruang komunikasi selebar-lebarnya melalui Unit Pengaduan Pelayanan. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa kenyamanan dan kepuasan pasien adalah prioritas utama.

​Masyarakat yang memiliki keluhan, kritik, maupun saran konstruktif terkait kualitas pelayanan dapat langsung menghubungi kanal resmi RSUD Sondosia berikut:

​WhatsApp Informasi & Pengaduan: 0821-4682-8697

​Facebook: Pkrs Rsud Sondosia

​Instagram: @pkrs_rs_sondosia

​"Terima kasih atas kepercayaan seluruh masyarakat yang telah memilih RSUD Sondosia sebagai mitra pelayanan kesehatan keluarga. Setiap masukan yang masuk akan kami evaluasi demi peningkatan kualitas layanan yang berkelanjutan," pungkasnya.



Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)  diserahkan oleh Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi NTB Suparwadi, SE., MM., Ak., ERMAP., CSFA dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/kota di Wilayah Provinsi NTB Tahun Anggaran 2025, Senin (25/5) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025 di Aula instansi tersebut.

Ini merupakan predikat WTP ke-11 secara berturut-turut yang diraih jajaran Pemerintah Kabupaten Bima Pemkab Bima, dan yang kedua di masa kepemimpinan Bupati Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. H. Irfan. 

Bupati Bima Ady Mahyudi pada kesempatan tersebut mengungkapkan, Predikat Wajar Tanpa Pengecualian yang diberikan oleh BPK hari ini  berkat kerja keras dari seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang luar biasa mengelola keuangan daerah". Terang Terang Bupati yang hadir bersama Wakil Bupati dr.H. Irfan Zubaidy dan Ketua DPRD Kabupaten Bima Diah Citra Pravitasari.

Capaian tersebut merupakan Kado Hari Jadi Bima ke-386 yang puncaknya akan diperingati 5 Juli 2026 mendatang. 

Kepala BPK Provinsi NTB Suparwadi, dalam sambutannya mengungkapkan, pemeriksaan bertujuan memberikan opini  pernyataan profesional atas kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.

Penerapan standar akuntansi pemerintah, pengungkapan informasi yang cukup dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta efektivitas sistem kendali daerah menjadi indikator utama penilaian. Karena itu, pemerintah daerah dituntut untuk senantiasa mengelola APBD secara teliti dan memenuhi ketentuan yang berlaku". Tandasnya dihadapan para Bupati dan Walikota, Sekretaris Daerah, Sekretaris DPRD,  Inspektur dan para Kepala BPKAD Se- NTB.

Bupati Bima didampingi Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE, Sekretaris DPRD Nurdin, S.Sos, Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan,SE, Kepala BPKAD Aries Munandar, ST., MT dan beberapa pejabat Eselon III BPKAD Kabupaten Bima. (Red)

 


WOHA, Media pilarNTB.com,- Selasa (26/05/2026) Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Woha sukses menggelar puncak rangkaian program tahunan melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Woha. Kegiatan yang berlangsung hari ini ditempatkan di dua lokasi utama, yaitu SDN 1 Tente dan SDN 2 Tente, serta menjadi penutup dari seluruh rangkaian lomba yang telah diawali sebelumnya seperti SPBI, lomba bertutur, LCC, dan O2SN.

Sebanyak 105 siswa dari berbagai delegasi sekolah dasar di Kecamatan Woha ikut ambil bagian dalam kompetisi ini. Mereka bersaing ketat dalam tiga mata pelajaran yang dilombakan, yaitu Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Meski demikian, tercatat ada beberapa sekolah yang belum bisa mendaftarkan siswanya akibat kendala teknis saat mengakses tautan (link) pendaftaran resmi.

Para pemenang atau juara yang lahir dari kompetisi di kompleks sekolah Tente tersebut dipastikan akan menjadi duta Kecamatan Woha untuk melenggang ke kompetisi OSN tingkat Kabupaten yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni mendatang.

Siasati Keterbatasan Anggaran dengan Pembinaan Berkelanjutan

Kepada media Pilar, Korwil Pendidikan Woha, Ramli, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan OSN kali ini mengalami penyesuaian jadwal. Sedianya, agenda nasional ini dilaksanakan pada bulan Februari lalu. Namun, karena keterbatasan kesiapan anggaran di tingkat kabupaten, kegiatan akhirnya diadaptasi dan dimaksimalkan di tingkat kecamatan.

"Sebenarnya duta (perwakilan) itu sudah ada. Namun, karena tidak ada kelanjutan dari kabupaten akibat kendala anggaran, kami di tingkat Korwil tetap berinisiatif menggelar ini sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan untuk persiapan tahun berikutnya," ujar Ramli di sela-sela peninjauan lokasi lomba.



Ia juga menambahkan bahwa secara keseluruhan acara yang berpusat di SDN 1 dan SDN 2 Tente ini berjalan dengan sangat baik tanpa kendala berarti. Keberhasilan ini tidak lepas dari solidnya partisipasi, dukungan moril, maupun materi dari para Kepala Sekolah serta guru pembina di seluruh wilayah Woha.

Junjung Tinggi Sportivitas dan Targetkan Final

Saat membuka acara secara resmi, Ramli, M.Pd., memberikan pesan khusus dan motivasi membakar semangat kepada para peserta. Ia meminta seluruh siswa untuk berkompetisi secara sehat dan menaruh rasa optimisme yang tinggi.

"Berkompetisilah dengan baik dan junjung tinggi sportivitas. Harapan besar kami, anak-anak yang juara hari ini mampu mengukir prestasi gemilang di tingkat kabupaten pada bulan Juni nanti," pesannya.

Mengevaluasi dinamika tahun ini, Korwil Woha berkomitmen untuk mencuri start lebih awal dalam pelaksanaan program serupa di tahun depan agar persiapan para siswa jauh lebih matang. Berbekal kesuksesan jenjang SMP wilayah Woha yang berhasil meraih juara pada kompetisi sebelumnya, Ramli memasang target tinggi untuk masa depan.

"Tahun depan, minimal dua regu yang kita utus harus sama-sama masuk ke babak final. Kami sangat optimis melihat potensi anak-anak dan komitmen para guru pembina saat ini," pungkas Ramli dengan nada optimis.


Pilar NTB 

Penulis: jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 

 


​PALIBELO, Media pilarNTB.com —, Mental juara dan daya juang tanpa batas berhasil ditunjukkan oleh Tim Voli Putra SMPN 5 Palibelo dalam laga final yang berlangsung dramatis, Jumat (22/05/2026). Sempat berada di ujung tanduk setelah tertinggal dua set langsung, tim asuhan SMPN 5 Palibelo secara luar biasa membalikkan keadaan untuk keluar sebagai Juara 1 setelah menumbangkan rival kuat mereka, MTsN Sila.

​Pertandingan bertajuk derbi penuh gengsi ini menyajikan atmosfer yang luar biasa sejak peluit pertama dibunyikan. Pada dua set awal, MTsN Sila tampil menekan dan berhasil mendominasi permainan. Pemanfaatan celah dan serangan-serangan tajam membuat MTsN Sila merebut keunggulan 2-0, meninggalkan tekanan besar di kubu SMPN 5 Palibelo.

​Namun, ketertinggalan dua angka tersebut sama sekali tidak mematahkan semangat juang anak-anak Palibelo. Memasuki set ketiga, alih-alih menyerah pada keadaan, para punggawa SMPN 5 Palibelo justru memperlihatkan sinergi dan mentalitas baja yang sesungguhnya.

​Berkat evaluasi taktik yang cepat dan komunikasi yang rapat di lapangan, SMPN 5 Palibelo mulai bangkit. Lemparan-lemparan smash yang akurat dan pertahanan blocking yang solid perlahan memangkas jarak, sekaligus meruntuhkan ritme permainan lawan. Set demi set berhasil direbut kembali dengan perjuangan yang menguras fisik dan emosi.



​Laga mencapai puncak ketegangan pada set penentu. Dengan sisa-sisa tenaga dan fokus yang tetap terjaga, Tim Voli Putra SMPN 5 Palibelo akhirnya menyudahi perlawanan MTsN Sila dengan skor akhir 3-2. Kemenangan epic comeback ini disambut histeria dan tangis haru dari seluruh pendukung, guru, dan official tim yang hadir.

​Apresiasi Mendalam dan Harapan Kepala Sekolah

​Keberhasilan monumental ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Sekolah SMPN 5 Palibelo, Nurwahidah, S.Pd. Saat ditemui usai pertandingan, beliau tidak dapat menyembunyikan rasa bangga sekaligus haru atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para siswanya di lapangan.

​"Ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah pertandingan voli, melainkan sebuah pelajaran hidup yang berharga tentang arti sebuah kegigihan. Ketika anak-anak tertinggal 0-2, mereka tidak memilih untuk menyerah, melainkan bangkit bersama dengan kepala tegak. Karakter dan mentalitas baja inilah yang sesungguhnya membuat kami semua di sekolah merasa sangat bangga," ungkap Nurwahidah, S.Pd., dengan nada haru.

​Lebih lanjut, Nurwahidah, S.Pd., menyampaikan harapan besar agar momentum juara ini menjadi batu loncatan bagi perkembangan prestasi non-akademik di SMPN 5 Palibelo. Pihak sekolah berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi bakat-bakat muda agar mampu berbicara banyak, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi hingga ke level yang lebih tinggi.

​"Kami berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa SMPN 5 Palibelo, baik di bidang olahraga maupun akademik. Semoga gelar juara ini tidak membuat kita cepat puas, melainkan menjadi awal dari tradisi juara yang akan terus kita gaungkan ke depan. Tetaplah rendah hati dan terus berlatih," tambah sang Kepala Sekolah memotivasi.

​Gelar Juara 1 ini menjadi bukti nyata bahwa dalam olahraga, bakat mumpuni jika dikombinasikan dengan kerja keras dan mental pantang menyerah akan melahirkan sebuah keajaiban di lapangan. Pungkasnya


Media PilarNTB 

Penulis: jubair ar-Qamar 

Mimpinan redaksi 

 


​BIMA, Media pilarNTB.com, – Pemerintah Kabupaten Bima secara tegas membantah rumor yang beredar mengenai adanya pemangkasan gaji bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang mengabdi di lingkup pemerintah daerah setempat. Komitmen tersebut dibuktikan dengan tetap amannya alokasi total anggaran penggajian dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

​Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Bima, Suryadin, M.Si., menyampaikan bahwa plot anggaran penggajian PPPK Paruh Waktu murni merupakan hasil kesepakatan bersama antara pihak eksekutif dan legislatif yang telah dikunci pada angka Rp 62,7 miliar.

​"Sesuai hasil pembahasan dengan legislatif, komitmen Pemerintah Daerah sangat jelas. Anggaran yang ditetapkan dalam APBD 2026 adalah sebesar Rp 62,7 miliar, dan jumlah ini tidak berkurang sama sekali," ujar Suryadin dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).

​Menyesuaikan Juknis BOSP Lewat Pergeseran APBD

​Suryadin menguraikan, dalam dokumen APBD Awal 2026, pos anggaran tersebut mulanya bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 37,9 miliar yang tersebar di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sementara sisanya, yakni sebesar Rp 24,7 miliar, diplot melalui kode rekening belanja Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

​Namun, pada awal pelaksanaan tahun anggaran, terbit Petunjuk Teknis (Juknis) baru yang membatasi penggunaan dana BOSP untuk penggajian tenaga paruh waktu, yakni maksimal hanya boleh digunakan sebesar 20 persen dari total dana BOSP yang diterima sekolah.

​Merespons regulasi terbaru tersebut, Pemkab Bima bergerak cepat melakukan langkah taktis dengan menggelar tahapan pergeseran APBD pada April 2026 lalu agar formulasi penganggaran tetap patuh hukum tanpa merugikan hak-hak para tenaga PPPK Paruh Waktu.

​"Atas dasar aturan baru tersebut, Pemkab Bima melakukan pergeseran APBD pada Bulan April 2026. Langkah ini diambil sebagai penyesuaian skema sumber dana, bukan memotong nominal hak yang diterima," tegas Kabag Prokopim.

​Struktur Baru Sumber Anggaran

​Melalui APBD Pergeseran tersebut, struktur pembiayaan gaji PPPK Paruh Waktu kini diubah menjadi lebih aman dan akuntabel, dengan rincian sebagai berikut:

​Belanja Jasa PPPK PW (DAU/PAD): Naik menjadi Rp 47,2 miliar (sebelumnya Rp 37,9 miliar).

​Belanja BOSP (Maksimal 20%): Ditekan menjadi Rp 11,92 miar (sebelumnya Rp 24,7 miliar).

​Belanja Jasa BLUD: Dialokasikan sebesar Rp 3,58 miliar.

​Dengan formulasi baru ini, akumulasi keseluruhan alokasi anggaran pasca-pergeseran dipastikan tetap berada di angka Rp 62,72 miliar.

​Suryadin memaparkan bahwa penurunan angka belanja dari pos BOSP menjadi Rp 11,92 miliar justru merupakan bukti kepatuhan Pemda dalam menjalankan amanat batas maksimal 20 persen. Hal ini sekaligus mematahkan isu miring yang menyebutkan adanya skema penggunaan dana BOSP hingga 40 persen oleh Pemerintah Daerah.

​"Penyesuaian ini murni masalah penataan regulasi sumber penganggaran agar tidak menabrak juknis pusat. Hak-hak tenaga PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Bima tetap menjadi prioritas dan nilainya tidak ada yang dikurangi," pungkasnya. 




 ​



Bima,Media PilarNTB.Com
– Panggung kompetisi bergengsi Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Bima tahun 2026 akhirnya menelurkan sang juara baru. Lewat pertarungan sengit yang menguras adrenalin, tim delegasi dari SMPN 1 Woha sukses mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di babak final yang digelar pada Kamis (21/05/2026).

​Kemenangan ini menjadi muara dari dedikasi, persiapan matang, dan ketangguhan mental para siswa dalam menyerap materi kompetisi yang dikenal ketat dan komprehensif.

​Dominasi dan Ketenangan di Atas Panggung

​Perjalanan menuju podium juara pertama bukanlah perkara mudah. Sejak awal kompetisi, LCC tahun ini telah menyaring puluhan sekolah terbaik dari tingkat kecamatan. Materi yang diujikan pun menuntut penguasaan multidisiplin ilmu yang mendalam, mulai dari sains (Matematika dan IPA), sosial-humaniora (IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris), hingga wawasan umum dan sejarah.

​Namun, tim SMPN 1 Woha tampil pembeda. Sejak babak penyisihan, mereka menunjukkan performa yang konsisten. Kunci keunggulan mereka terletak pada kombinasi tiga aspek: keluasan wawasan, kecepatan respons, serta soliditas kerja sama antaranggota tim yang saling mengisi.

​Atmosfer ketegangan memuncak di babak final saat SMPN 1 Woha harus berhadapan dengan rival-rival tangguh yang memiliki reputasi akademik kuat, yakni SMPN 1 Madapangga, MTsN 1 Bima, dan SMPN 5 Sape.

​Laga final yang terbagi dalam sesi soal wajib, rujukan, hingga babak rebutan berlangsung dramatis. Di bawah tatapan juri dan gemuruh dukungan penonton, mental juara SMPN 1 Woha justru semakin solid. Di saat tekanan meninggi—khususnya pada babak rebutan yang krusial—mereka tetap tenang dan melontarkan jawaban-jawaban akurat yang berbuah poin krusial.

​Kerja keras berupa karantina belajar mandiri dan diskusi intensif selama satu bulan terakhir akhirnya terbayar lunas saat papan skor mengumumkan SMPN 1 Woha sebagai peraih poin tertinggi.

​Kado Indah untuk Sekolah dan Kepala Sekolah yang Berhaji

​Keberhasilan ini disambut dengan sukacita dan haru oleh seluruh keluarga besar sekolah. Guru pendamping SMPN 1 Woha, Masyurah, S.Pd., mengungkapkan bahwa kemenangan ini menjadi prestasi kolektif yang sangat emosional bagi pihak sekolah.

​"Kemenangan ini adalah kebanggaan luar biasa bagi seluruh warga SMPN 1 Woha. Prestasi ini juga menjadi kado yang sangat indah, terutama bagi Kepala Sekolah kami yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci," ungkap Masyurah saat diwawancarai media.

​Masyurah menegaskan bahwa trofi juara ini bukan sekadar milik tiga siswa yang berlaga di podium, melainkan buah dari ekosistem dukungan yang solid dari para guru, orang tua, dan seluruh siswa.

​Ia juga menambahkan bahwa pencapaian ini adalah manifestasi konkret dari jargon kompetisi tahun ini, yaitu “Tekun Belajar, Petik Prestasi”. SMPN 1 Woha telah membuktikan bahwa dengan disiplin tinggi dan komitmen belajar yang konsisten, prestasi tertinggi bukanlah hal yang mustahil untuk diraih.

PilarNTB 

Penulis:Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 



​BIMA, PilarNTB.com — Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima sukses menyelenggarakan kompetisi bergengsi Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Bima.

​Kegiatan edukatif yang mengusung tema "Tekun Belajar, Petik Prestasi" ini berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (20–21 Mei 2026), dan diikuti oleh puluhan sekolah dari berbagai kecamatan. Tercatat, sebanyak 19 regu bertarung di tingkat SD dan 18 regu di tingkat SMP.

​Saat membuka acara, Sekretaris Dikpora Kabupaten Bima, H. Faturrahman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas antusiasme para siswa yang datang dari berbagai penjuru wilayah di Kabupaten Bima.

​Bagi H. Fatur, keberanian para siswa untuk tampil dan menguji wawasan di atas panggung adalah esensi kemenangan yang sesungguhnya.

​"Saya harapkan kepada seluruh adik-adik peserta, baik tingkat SD maupun SMP, kalian semua adalah juara. Keberanian kalian untuk tampil, keinginan menambah ilmu, dan semangat bersaing secara sportif adalah bukti nyata bahwa generasi muda Bima memiliki potensi luar biasa yang akan menjadi tumpuan masa depan daerah ini," ujar H. Fatur

​H. Fatur juga menekankan bahwa piala bukanlah target akhir dari kompetisi ini. Melainkan proses pembentukan karakter, penguatan mental, kerja sama tim, serta jalinan silaturahmi antar-siswa sekabupaten.

​"Bagi yang berhasil meraih juara, teruslah belajar lebih giat untuk bersiap membawa nama baik Kabupaten Bima di level yang lebih tinggi. Dan bagi yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Hasil lomba bukan ukuran akhir kecerdasan. Jadikan ini sebagai bahan evaluasi dan bekal berharga untuk masa depan," pesannya memotivasi.

​Di akhir sambutannya, Sekdis Dikbudpora menyampaikan terima kasih kepada guru pendamping, kepala sekolah, serta panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara. Dikbudpora berkomitmen untuk terus menggelar program edukatif berkelanjutan demi menjaring talenta muda berbakat dan mengatrol mutu pendidikan daerah agar mampu bersaing di kancah provinsi maupun nasional.


Media PilarNTB.com

Penulis: jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 



BIMA,media PilarnlNTB.com – Aura kompetisi yang sehat dan penuh semangat menyelimuti Aula Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima pada Kamis (21/5/2026). Di tengah ratusan pelajar berbakat, Wakil Bupati Bima, dr. Irfan, hadir langsung memberikan suntikan motivasi dalam pembukaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Bima ini disambut hangat oleh para peserta, guru pendamping, dan jajaran panitia. Dalam arahannya, dr. Irfan menegaskan bahwa LCC bukan sekadar panggung perebutan juara, melainkan ruang strategis untuk menempa kemampuan berpikir kritis, memperluas cakrawala berpikir, serta menanamkan mentalitas juara yang sportif sejak dini.

"Para pelajar hari ini adalah aset terbesar sekaligus penentu masa depan Kabupaten Bima. Kecerdasan dan karakter yang kalian asah hari ini akan menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan daerah di masa depan," ujar dr. Irfan di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Wabup menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan yang komprehensif—mulai dari sains, ilmu sosial, hingga pemahaman nilai kebangsaan dan kearifan lokal. Menurutnya, hal ini sangat selaras dengan visi besar pemerintah daerah dalam mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing global.

Suasana semakin hidup saat dr. Irfan meninjau langsung jalannya lomba dan berinteraksi akrab dengan para siswa serta guru pembimbing. Kehadiran figur pemimpin daerah ini terbukti menjadi booster semangat tersendiri bagi para peserta yang tengah bersaing ketat.

Di tempat yang sama, apresiasi mendalam disampaikan oleh pihak Dikpora. Sekretaris Dikpora, H. Fatur, bersama Kabid Dikdas, jajaran Kasi, serta Ketua Panitia, Dr. Karyadi, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari pemerintah daerah. Mereka berharap sinergi ini terus terjaga demi melahirkan generasi emas Bima yang siap bersinar di kancah regional maupun nasional.


(PilarNTB)

Penulis: jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 




​BIMA, Media PilarNTB.com — Dinamika demokrasi di tingkat penunjang pendidikan mulai menunjukkan tensinya. kamis,(21/05/026) proses peremajaan pengurus Komite Sekolah Dasar Negeri (SDN) Runggu untuk periode 2026–2029 diwarnai adu argumen yang cukup hangat antar-wali murid. Meski suhu pemilihan sempat memanas, seluruh rangkaian kegiatan utama termasuk sosialisasi program kerja sekolah tetap berjalan mulus sesuai rencana.

​Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa tingginya antusiasme wali murid dalam memberikan hak suara dan mengajukan interupsi sempat membuat suasana aula sekolah dinamis. Perbedaan pandangan mengenai kriteria figur yang layak memimpin komite tiga tahun ke depan menjadi pemicu utama hangatnya diskusi.

​Setelah melalui proses musyawarah yang cukup alot, forum akhirnya mencapai kata sepakat. Sahlan Talib, S.Pd. resmi ditetapkan sebagai Ketua Komite SDN Runggu periode 2026–2029 terpilih secara aklamasi.

​Demokrasi yang Merangkul dan Memajukan

​Ditemui usai pemilihan, Ketua Komite SDN Runggu terpilih, Sahlan Talib, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh wali murid. Menanggapi riak-riak yang sempat terjadi di dalam forum, Sahlan menilai hal tersebut sebagai bagian dari indahnya berdemokrasi.

​"Ketegangan atau perbedaan pendapat di dalam forum tadi itu sesuatu yang sangat wajar, itulah demokrasi. Namun, setelah ini tentu kita harus merangkul kembali semuanya. Jangan menilai orang karena ada perbedaan, melainkan kita harus melihat bahwa kita semua sama. Tujuan kita satu, yaitu memajukan pendidikan yang lebih bagus dan berkualitas di SDN Runggu," tegas Sahlan kepada Media PilarNTB.

​Lebih lanjut, Sahlan memaparkan visi kerjanya ke depan. Ia berkomitmen untuk fokus pada peningkatan kualitas kinerja komite, mendongkrak kualitas belajar siswa, serta memberikan dorongan dan motivasi bagi para guru agar terus maju dan berinovasi.



​Sinergi dan Dua Program Prioritas Sekolah

​Kedewasaan berpikir yang ditunjukkan oleh para peserta musyawarah ini juga mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Kepala SDN Runggu, Bambang T, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh wali murid, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang telah mengawal kegiatan hingga tuntas.

​Bambang menegaskan bahwa dinamika yang sempat menghangat merupakan bukti nyata bahwa orang tua siswa tidak lagi acuh, melainkan sangat kritis dan peduli terhadap masa depan sekolah. Bersamaan dengan agenda tersebut, pihak sekolah juga menyosialisasikan dua program prioritas.

​"Dua program yang kami paparkan tadi merupakan program prioritas sekolah yang sifatnya menguatkan dan tidak menggugurkan kurikulum pemerintah. Pembelajaran tetap berjalan sesuai aturan baku," jelas Bambang.

​Program pertama yang diperkenalkan adalah "Berteman dengan Ayat", yang diintegrasikan dengan Program Penguatan "TaRL". Teaching at the Right Level (Mengajar pada Tingkat Kemampuan yang Tepat).Program ini dirancang khusus agar siswa di kelas rendah dapat lebih cepat pintar dan mandiri. Bambang sangat meyakini bahwa metode ini merupakan langkah paling efektif untuk menuntaskan kemampuan Calistung (baca, tulis, hitung) bagi siswa SDN Runggu.

​Dengan nakhoda baru di jajaran komite, Bambang berharap akan tercipta kolaborasi yang kuat. "Dengan hadirnya Pak Sahlan sebagai ketua komite yang baru, saya berharap ada sinergisitas yang erat dan semangat bersama untuk membangun pendidikan di SDN Runggu ke depan," tambahnya.


​Harapan besar juga digantungkan oleh para orang tua murid. Sanuni, salah satu wali murid yang hadir, menyatakan dukungannya sekaligus menitipkan harapan agar kepengurusan komite yang baru mampu membawa perubahan konkret yang menjadi "hadiah luar biasa" bagi sekolah.

​"Keinginan kami sebagai wali murid adalah melihat adanya perubahan pada fasilitas di SDN Runggu. Sudah lama kami perhatikan, kondisi sarana prasarana penunjang seperti meja, kursi, hingga ruangan kelas membutuhkan perhatian dan perbaikan demi kenyamanan belajar anak-anak," ungkap Sanuni tegas.

​Kegiatan yang berlangsung dinamis namun berakhir penuh kekeluargaan ini turut dihadiri oleh pengawas sekolah, Kepala SDN Runggu beserta jajaran dewan guru, Ketua Komite terpilih, tokoh masyarakat, tokoh agama setempat, Babinsa, dan pengawas Bhabinkamtibmas, serta seluruh wali murid SDN Runggu. (PilarNTB)



Penulis: jubair ar-Qamar 

Pimpinan Redaksi

 


BIMA, Media PILARNTB.com – Aksi nyata kepedulian sosial ditunjukkan oleh civitas akademika SDN 2 Nata. Pada Rabu (20/5/2026), pihak sekolah menggelar aksi penggalangan dana peduli kemanusiaan untuk membantu korban bencana kebakaran yang menimpa warga di Desa Lido, Kecamatan Belo.

Kegiatan yang diinisiasi langsung oleh Kepala Sekolah SDN 2 Nata ini menjadi potret kolaborasi yang apik antara dunia pendidikan, Pemerintah Desa (Pemdes) Nata, dan elemen pemuda yang tergabung dalam RAMES. Sinergi multisektor ini bergerak cepat merespons musibah kemanusiaan demi meringankan beban para korban.

Membentuk Karakter Islami dan Jiwa Penolong Sejak Dini

Kepala SDN 2 Nata, Faujia, S.Ag., saat diwawancarai oleh media PilarNTB.com mengungkapkan bahwa gerakan peduli ini bukan sekadar tentang mengumpulkan donasi berupa materi, melainkan sebuah instrumen penting dalam membentuk karakter dan mengetuk pintu hati para siswa agar memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

"Langkah peduli ini sengaja kami inisiasi sebagai ruang edukasi nyata bagi siswa-siswi. Kami ingin mengajarkan mereka untuk membuka hati, melihat, dan merasakan kesusahan sesama. Ini adalah implementasi langsung dari apa yang mereka pelajari di kelas," ujar Faujia.

Faujia menambahkan, aksi penggalangan dana ini merupakan wujud konkret dari kurikulum sekolah, baik dari mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) mengenai kepedulian sosial, maupun dari aspek pendidikan agama tentang pentingnya sikap tolong-menolong. Hal ini selaras dengan visi dan misi besar yang diusung oleh SDN 2 Nata.

"Program ini berjalan selaras dengan misi SDN 2 Nata, yaitu membentuk karakter siswa yang islami, terampil, unggul, berprestasi, dan agamis," imbuhnya.

Selain sebagai wadah edukasi bagi peserta didik, Faujia menjelaskan bahwa momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat kekompakan dan solidaritas di internal tim guru SDN 2 Nata. Terlebih lagi, gerakan ini mendapat respons positif dan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Nata serta pemuda-pemudi RAMES yang turun tangan langsung mendampingi dan mengoordinasikan jalannya aksi sosial tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Pemdes Nata dan rekan-rekan RAMES. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pendidikan karakter anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan tanggung jawab kita bersama di lingkungan masyarakat," jelasnya.

Pihak sekolah berharap, bantuan yang terkumpul nantinya dapat meringankan beban para korban kebakaran di Desa Lido. Lebih dari itu, sinergi ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi lembaga pendidikan lain untuk terus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada generasi muda sejak dini.

Lebih lanjut, Faujia menekankan bahwa target jangka panjang dari penanaman nilai-nilai empiris ini adalah mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya secara spiritual dan sosial. Pihak sekolah berharap, aksi nyata seperti ini mampu membekali siswa dengan empati yang kuat, sehingga saat mereka tumbuh dewasa dan terjun ke tengah masyarakat, mereka menjadi pribadi yang peka terhadap ketimpangan sosial dan selalu siap menjadi bagian dari solusi 


#Redaksi 

Penulis: Jubair ar-Qamar 

 


​BIMA Media pilarNTB.com– Menyambut pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, SMA Negeri 1 Bolo bergerak taktis. Tim Sosialisasi yang dipimpin oleh jajaran Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), Hubungan Masyarakat (Humas), serta dewan guru bergerak simultan menggelar safari promosi ke seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

​Langkah akseleratif ini diambil guna menjaring talenta-talenta muda terbaik di wilayah sekitar. Perwakilan Tim Humas SMAN 1 Bolo, Drs. Arsyad H. Ahmad, mengungkapkan bahwa fokus utama gerakan ini adalah memetakan potensi sekaligus mengenalkan berbagai keunggulan sekolah kepada siswa kelas 9 yang baru saja merampungkan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

​"Untuk tahap awal, kami bergerak cepat melakukan pendataan manual terhadap berkas-berkas para calon siswa baru yang mulai masuk," ujar Arsyad saat dikonfirmasi pada Rabu (20/05/2026).

​Arsyad menambahkan, jika pada tahun lalu SMAN 1 Bolo menyerap 275 siswa yang terbagi dalam 8 rombongan belajar (rombel), maka tahun ini sekolah mematok target lebih tinggi. SMAN 1 Bolo memproyeksikan kuota penerimaan meningkat menjadi 360 siswa yang nantinya akan didistribusikan ke dalam 10 rombel.

​Mekanisme Pendaftaran: Mengacu pada Juknis Resmi NTB

​Di kesempatan yang sama, Wakasek Kurikulum sekaligus Sekretaris Panitia SPMB SMAN 1 Bolo, Yuris, M.Si., menegaskan bahwa seluruh mekanisme penerimaan dipastikan berjalan akuntabel dan mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026.

​Menurut Yuris, pasca-koordinasi internal kepanitiaan, tim langsung diterjunkan ke lapangan untuk mengedukasi para siswa SMP mengenai regulasi dan jalur pendaftaran yang tersedia.

​Tahun ini, SMAN 1 Bolo membuka empat jalur resmi bagi calon peserta didik baru:

​Jalur Zonasi: Memprioritaskan kedekatan domisili siswa dengan sekolah.

​Jalur Prestasi: Mengapresiasi capaian akademik maupun non-akademik.

​Jalur Afirmasi: Memberikan ruang bagi siswa dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.

​Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua: Mengakomodasi siswa yang mengikuti mutasi kerja orang tua/wali.

​Fasilitas Matang, Kepala Sekolah Optimis Kuota Terpenuhi

​Peningkatan target menjadi 10 rombel bukan tanpa kalkulasi yang matang. Kepala SMAN 1 Bolo, H. Suratman, SH., M.Pd., menegaskan bahwa kebijakan ini didukung penuh oleh kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) yang sangat memadai. Sekolah memastikan tidak perlu melakukan pembangunan fisik baru karena ruang kelas yang ada sudah lebih dari cukup.

​"Target 10 rombel ini berbasis pada realitas fasilitas yang kita miliki. Ruang kelas sudah siap dan sangat layak, jadi tidak ada urgensi untuk pembangunan gedung baru lagi," tegas H. Suratman, Rabu (20/05/2026).

​H. Suratman mengaku sangat optimis target 360 siswa baru akan terealisasi. Keyakinan ini didasarkan pada tingginya animo masyarakat serta rekam jejak kepercayaan publik yang kuat terhadap mutu pendidikan di SMAN 1 Bolo selama ini.

​Meski kompetisi dinilai cukup ketat dengan hadirnya sekitar 14 lembaga pendidikan setingkat SMA, SMK, dan MA di wilayah Kecamatan Bolo, SMAN 1 Bolo memiliki modalitas historis yang kuat. Sekolah ini sudah teruji dan berpengalaman dalam mengelola kapasitas 10 rombel pada tahun-tahun sebelumnya.

​"Kita mengacu pada pengalaman sukses terdahulu. Dengan infrastruktur dan manajemen yang matang, kami siap menyambut dan mendidik generasi emas berikutnya di SMAN 1 Bolo," pungkasnya 

 


​Bima media pilarNTB.com– Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Kepala Dinas beserta jajaran pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima pada Rabu (20/5/2026). Rapat yang berlangsung di ruang komisi ini fokus membahas sejumlah penanganan infrastruktur krusial yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan.

​Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bima menegaskan bahwa agenda rapat kerja ini merupakan bentuk respon cepat dan tindak lanjut konkret lembaga legislatif atas gelombang pengaduan masyarakat, serta serapan aspirasi yang diterima langsung oleh Pimpinan dan Anggota Komisi III selama turun ke lapangan.

​Tercatat ada 7 (tujuh) agenda utama yang dibahas secara mendalam dalam pertemuan tersebut, antara lain:

​Pembahasan Bronjong Tebing di Kecamatan Bolo.

​Penanganan Jembatan Roboh di Kecamatan Langgudu.

​Perbaikan Infrastruktur Jalan di lintas Desa Kore – Sanggar.

​Normalisasi dan Penguatan Tebing/Embung Sungai Nare di Kore – Sanggar.

​Perawatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Wera.

​Optimalisasi Embung Ama Baina di Desa Parangina, Kecamatan Sape.

​Strategi Penanganan Sampah daerah.      "Semua poin yang dibahas hari ini adalah kebutuhan mendesak masyarakat. Mulai dari akses transportasi seperti jembatan roboh di Langgudu dan jalan Kore-Sanggar, hingga proteksi pemukiman warga dari banjir melalui normalisasi sungai dan pemasangan bronjong," ujar perwakilan Komisi III di sela-sela rapat.


​Mengingat kebijakan efisiensi anggaran secara nasional yang masih berlaku hingga saat ini, Komisi III dan Dinas PUPR sepakat bahwa eksekusi program-program tersebut harus mengedepankan asas skala prioritas. Pihak legislatif dan eksekutif dituntut bersinergi untuk menyaring mana program yang harus segera ditangani secara darurat (emergency response) dan mana yang bisa masuk ke skema penganggaran reguler.

​Harapan ke Depan

​Melalui rapat kerja ini, semua pihak berharap berbagai permasalahan infrastruktur di Kabupaten Bima dapat tertangani dengan baik dan tepat sasaran. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan kemampuan keuangan daerah, komitmen untuk memberikan pelayanan publik yang prima dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Bima tetap menjadi prioritas utama demi keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.

 



BIMA media pilarNTB.com – Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Bima Polda NTB beserta Polsek jajaran dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya bukan sekadar isapan jempol. Dalam satu malam, jajaran Polsek Bolo sukses menggulung sindikat barang haram di dua lokasi berbeda.

Pasalnya sebelum personel Polsek Bolo berhasil mengungkap peredaran gelap narkoba dan meringkus dua terduga pelaku salah satunya perempuan. Rabu 20 Mei 2026 sekira pukul 03.30. Wita di Desa Tambe dan pada sekira pukul 00.30. Wita Polsek Bolo terlebih dahulu meringkus 3 Terduga Pelaku di Desa Tumpu,

Peredaran gelap narkoba jenis Shabu ini berhasil dibongkar setelah Kapolsek Bolo Iptu M.Sofian Hidayat S.sos,. mendapatkan Informasi dari masyarakat yang menyebut adanya pesta narkoba di Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.


"Informasinya masuk sekira pukul 03.30. Wita dini hari dan kami langsung bergerak menuju TKP". Ujar Kapolsek.

lanjutnya, tiba di TKP petugas melihat dua orang laki-laki sedang duduk di rumah terduga pelaku berinisial MD (L) dan AN (L). keduanya merupakan warga Desa Tambe Kecamatan Bolo

Selanjutnya petugas yang disaksikan oleh Kepala dusun setempat melakukan tindakan hukum dengan menggerebek, mengamankan dan menggeledah badan maupun area sekitar TKP.

Hasilnya petugas berhasil menemukan BB 27 klip yang berisikan kristal warna putih yang diduga kuat narkoba jenis Shabu. BB tersebut didapatkan dari saku depan sebelah kiri celana terduga pelaku berinisial AN. selain itu petugas juga menyita uang tunai yang diduga hasil penjualan barang haram itu sebanyak Rp. 850.000.

Sementara rekan direkanya berinisial. MA petugas tidak menemukan BB Namun Keduanya tetap digiring ke Mapolsek Bolo dan selanjutnya akan diserahkan ke Satresnarkoba Polres Bima Kabupaten.

Pengungkapan peredaran gelap narkoba itu dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH, melalui Kapolsek Bolo Iptu Muhammad Sofyan Hidayat.S.sos.

Saat ini kedua terduga pelaku dan sejumlah barang bukti diamankan di Mapolsek Bolo.

 

​KABUPATEN BIMA,


Media pilarNTB.com
– Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) resmi menabuh genderang kompetisi Cerdas Cermat tingkat Kabupaten untuk jenjang SD, SMP, dan MTs. Pembukaan ajang bergengsi yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini digelar pada Rabu (20/05/2026), dihadiri oleh jajaran pejabat dinas, kepala sekolah, guru pendamping, serta ratusan siswa perwakilan dari berbagai wilayah.

​Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Drs. Syahrul. Dalam pidato sambutannya, ia menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang perebutan piala, melainkan instrumen strategis daerah dalam mendongkrak mutu pendidikan sekaligus memetakan potensi prestasi siswa sejak dini.

​“Kompetisi cerdas cermat ini adalah wadah penting untuk mengasah kemampuan berpikir kritis (critical thinking), memperluas cakrawala pengetahuan, serta melatih mentalitas, keberanian, dan kolaborasi tim di kalangan pelajar,” ujar Drs. Syahrul.

​Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama demi melahirkan generasi emas yang kompetitif.

​“Kami berharap dari sini lahir pemuda-pemudi Kabupaten Bima yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan siap bersaing di level yang lebih tinggi. Suksesnya pendidikan dan kemajuan siswa adalah keberhasilan kita bersama,” imbuhnya sembari mengapresiasi kerja keras panitia dan partisipasi aktif seluruh sekolah.


​Kompetisi tahun ini dipastikan berjalan sengit karena mempertemukan puluhan tim terbaik yang sebelumnya telah lolos seleksi ketat di tingkat kecamatan dan sekolah masing-masing. Untuk menguji kedalaman wawasan para peserta, panitia telah menyiapkan materi perlombaan yang komprehensif, meliputi:

​Matematika

​Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

​Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

​Bahasa Indonesia

​Pengetahuan Umum & Wawasan Kebangsaan

​Para peserta akan bertarung secara sportif demi memperebutkan piala bergilir, piala tetap, sertifikat penghargaan, serta berbagai hadiah menarik lainnya.

​Atmosfer di lokasi perlombaan terasa begitu hidup. Ratusan siswa tampak antusias dan penuh percaya diri, terlebih dengan hadirnya para guru pendamping yang terus memberikan suntikan motivasi di tepi arena. Di sisi lain, pihak panitia menjamin seluruh jalannya pertandingan akan dikawal secara transparan, adil, dan menjunjung tinggi regulasi yang berlaku.

​Babak penyisihan yang dimulai hari ini akan terus bergulir hingga puncaknya pada babak final nanti. Tim terbaik yang berhasil keluar sebagai juara tidak hanya membawa pulang piala, tetapi juga memikul misi terhormat untuk menjadi delegasi resmi Kabupaten Bima di ajang serupa pada tingkat provinsi.

​Pemerintah daerah berharap kompetisi ini dapat terus dirawat sebagai tradisi positif tahunan, sekaligus menjadi pemantik konsisten bagi anak-anak di Kabupaten Bima untuk terus merawat semangat belajar.


Penulis:jubair ar-Qamar 

 


SENGGIGI, Media pilarNTB.com – Pemerintah Kabupaten Bima kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional. Bupati Bima, Ady Mahyudi, secara resmi menerima penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi kategori "Pengendalian Inflasi" dalam ajang bergengsi Kemendagri Awards 2026 Se-Nusa Tenggara dan Maluku.

​Acara yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri ini berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Merumatta, Senggigi, pada Selasa malam (19/5/2026). Atas capaian ini, Kabupaten Bima berhak membawa pulang trofi penghargaan beserta bantuan dana insentif senilai Rp2 Miliar sebagai Terbaik II tingkat Kabupaten. Posisi Terbaik I diraih oleh Kabupaten Sumba Timur (hadiah Rp3 Miliar), sementara Terbaik III ditempati Kabupaten Maluku Tenggara (hadiah Rp1 Miliar).

​Konsistensi dan Indikator Penilaian

​Kategori Pengendalian Inflasi ini dinilai berdasarkan ketatnya regulasi dan kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga secara konsisten dan terukur. Indikator utama penilaian meliputi kepatuhan pelaporan data, dukungan penuh alokasi anggaran daerah, serta efektivitas eksekusi program di lapangan.

​Apresiasi berskala regional ini diberikan atas keberhasilan mengintegrasikan pengendalian inflasi dengan dua program prioritas nasional lainnya, yakni penanganan kemiskinan dan percepatan penurunan angka stunting. Langkah ini dipandang sebagai wujud nyata komitmen Pemkab Bima dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

​"Penghargaan ini tentu saja menjadi bukti nyata keberhasilan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program strategis yang berfokus pada perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat," ujar Bupati Bima, Ady Mahyudi, yang hadir langsung bersama Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy serta jajaran pejabat Pemkab Bima.

​Strategi Lintas Sektor Bappeda: Anggaran Rp248,2 Miliar

​Di tempat terpisah, Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Hariman, S.E., M.Si., memaparkan bahwa keberhasilan intervensi makro ekonomi dan sosial ini merupakan buah dari kolaborasi solid lintas sektor. Sedikitnya 16 perangkat daerah dan 21 Puskesmas dikerahkan untuk menjalankan 127 sub-kegiatan dengan total alokasi anggaran mencapai Rp248,2 Miliar.

​Hariman menjelaskan, penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bima difokuskan pada tiga strategi utama:

​Pengurangan Beban Pengeluaran: Dioptimalkan melalui penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), PBI JKN, bantuan sosial, beasiswa, hingga BLT Desa.

​Peningkatan Pendapatan Masyarakat: Dilakukan lewat rangkaian pelatihan kerja, suntikan modal usaha, fasilitasi alat dan mesin pertanian (alsintan), serta bantuan benih berkualitas.

​Penurunan Kantong Kemiskinan: Difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar berbasis masyarakat, seperti jaringan irigasi, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S).

​Dampak Nyata: Angka Kemiskinan dan Stunting Turun Signifikan

​Kerja keras kolektif tersebut berdampak langsung pada perbaikan data makro daerah. Berdasarkan capaian tahun 2025, persentase penduduk miskin di Kabupaten Bima berhasil ditekan menjadi 12,59%, turun 0,32% dari tahun sebelumnya. Lonjakan performa paling signifikan terlihat pada angka kemiskinan ekstrem yang berhasil dipangkas dari 2,04% pada tahun 2024 menjadi hanya 0,41% pada tahun 2025 (mengalami penurunan sebesar 1,63%).

Indikator Makro Capaian Sebelumnya Capaian Tahun 2025 Status

Penduduk Miskin 12,91% (2024) 12,59% Turun 0,32%

Kemiskinan Ekstrem 2,04% (2024) 0,41% Turun 1,63%

Angka Stunting 17,33% (Target) 12,22% Melampaui Target

Selain kemiskinan, sektor kesehatan juga mencatatkan raport hijau. Melalui alokasi anggaran sebesar Rp53,86 Miliar yang tersebar di 13 perangkat daerah, Pemkab Bima sukses memaksimalkan intervensi stunting secara terpadu—mulai dari layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, hingga edukasi sanitasi. Hasilnya, angka stunting Kabupaten Bima tahun 2025 menyusut tajam hingga 12,22%, jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 17,33%.

Peran Strategis TPID Kabupaten Bima

Keberhasilan penanganan inflasi di daerah ini tidak lepas dari peran taktis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bima. Berdasarkan SK Bupati Bima Nomor: 188.45/100/03.4 Tahun 2025, tim ini dikomandoi langsung oleh Sekretaris Daerah, Adel Linggi Ardi, S.E., bersama Inspektur Kabupaten Bima, Iwan Setiawan, S.E., selaku Sekretaris Tim, dengan melibatkan instansi vertikal serta kepala perangkat daerah terkait.

Tim TPID bertugas merumuskan kebijakan pengendalian inflasi dengan menyelaraskan arah kebijakan nasional dan kondisi riil di pasar lokal, sekaligus melakukan koordinasi intensif guna mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Bima.

Agenda akbar Kemendagri Awards 2026 ini turut dihadiri oleh 56 kepala daerah dan perwakilan Forkopimda dari empat provinsi, yang terdiri dari 11 daerah dari NTB, 23 daerah dari NTT, 11 daerah dari Maluku, dan 11 daerah dari Maluku Utara. (PilarNTB)


 


​BIMA, Media pilarNTB.com – Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Aset dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Kabupaten Bima terus bergerak cepat dalam mengurai benang kusut persoalan aset daerah. Pada Selasa (19/5), Pansus kembali menggelar rapat kerja strategis guna mengklarifikasi sejumlah aset tanah milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang selama ini didera masalah sengketa dan klaim dari masyarakat.

​Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Utama DPRD Kabupaten Bima tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Muhammad Aris, S.H., didampingi Wakil Ketua Ramdin, S.H., Ardiwin, S.H., serta jajaran anggota Pansus lainnya, yakni Supardi, Saiful, S.H., Musmulyadin, S.H., Rukmini, dan Fatimah.

​Pertemuan intensif ini difokuskan untuk membedah status hukum dan historis dari empat titik aset yang dinilai paling krusial dan bermasalah di beberapa wilayah Kabupaten Bima, meliputi:

​Tanah Pemda di So Nae, Desa Woro

​Lahan Puskesmas Madapangga

​Lahan Pustu (Puskesmas Pembantu) Palibelo

​Lahan Pustu (Puskesmas Pembantu) Ngali

​Demi mendapatkan gambaran yang utuh dan objektif, Pansus menghadirkan seluruh stakeholder terkait secara komprehensif. Dari jajaran eksekutif, hadir Kepala BPKAD, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kepala Dinas Kesehatan, serta Kabag Hukum Setda Bima.

​Tak hanya itu, jajaran kewilayahan seperti Camat Madapangga, Camat Belo, Camat Palibelo, Kepala UPT Puskesmas Madapangga, hingga Kepala Desa Woro, Belo, dan Ngali turut dihadirkan. Pansus juga memberikan ruang bagi perwakilan kelompok masyarakat yang mengklaim sebagai ahli waris atas lahan-lahan tersebut untuk memberikan keterangan.

 Pertemuan ini merupakan langkah konkrit lanjutan setelah sebelumnya Pansus melakukan peninjauan dan investigasi langsung ke lapangan guna melihat kondisi riil objek sengketa.



​Ketua Pansus DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Aris, S.H., tidak menampik bahwa sengkarut aset daerah yang diklaim oleh warga merupakan pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah daerah. Kendati demikian, ia optimis masalah ini dapat diurai jika diselesaikan secara berkepala dingin dan berbasis regulasi.

​"Rapat hari ini sengaja kami rancang untuk mengonfirmasi dan melakukan cross-check data serta informasi dari masing-masing pihak. Kami ingin mendengarkan langsung, baik dari versi dokumen Pemda maupun kesaksian serta bukti dari pihak ahli waris," ujar Aris di sela-sela rapat.

​Legislator asal Kecamatan Sape dan Lambu ini menegaskan bahwa keterbukaan informasi dan validitas data adalah kunci utama. Menurutnya, seluruh hasil klarifikasi ini akan menjadi modal berharga bagi Pansus dalam merumuskan rekomendasi akhir.

​"Ini adalah PR bersama ke depan. Target kami adalah mengurai semua masalah ini agar bisa diselesaikan secara tuntas, adil, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tentunya dengan berpijak pada data dan fakta yang sah di lapangan," pungkasnya tegas.

​Melalui langkah persuasif dan konfrontasi data yang transparan ini, Pansus berharap tata kelola aset di Kabupaten Bima ke depan menjadi lebih tertib, berkekuatan hukum tetap, dan tidak lagi memicu konflik sosial di tengah masyarakat

 


​WOHA, media pilarNTB.com– Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kecamatan Woha, Ramli, M.Pd., melakukan gebrakan baru dalam sistem penjaringan siswa berprestasi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang kerap menggunakan sistem penunjukan langsung, kini seleksi Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Kabupaten Bima wajib dimulai dari kompetisi dasar di tingkat bawah.

​Langkah berani ini diambil untuk memastikan bahwa sekolah yang dikirim sebagai delegasi kecamatan benar-benar merepresentasikan kualitas terbaik, sekaligus menghapus stigma "pilih kasih" antar-sekolah.

​"Saya ingin siswa itu harus berkompetisi. Kegiatan semacam ini bagi saya tidak sekedar seremonial, tapi betul-betul dilaksanakan untuk mencari bibit-bibit siswa yang berprestasi berdasarkan kemampuan riil mereka," ujar Ramli tegas.

​Mengukur Kinerja Guru dan Kepala Sekolah

​Ramli menjelaskan bahwa esensi dari kompetisi berjenjang ini tidak hanya berorientasi pada hasil yang diraih oleh siswa. Lebih dari itu, ajang ini menjadi barometer penting untuk mengevaluasi kinerja tenaga pendidik. Prestasi siswa adalah cerminan dari proses pembinaan yang dilakukan oleh para guru di ruang kelas.

​Untuk merealisasikan hal tersebut, Korwil Woha menerapkan mekanisme seleksi yang ketat dan terstruktur:

​Tingkat SMP/MTs: Seleksi dilakukan secara terpusat di tingkat kecamatan yang melibatkan seluruh sekolah di ruang lingkup wilayah pendidikan Kecamatan Woha.

​Tingkat SD: Proses seleksi dibuat lebih berlapis, dimulai dari tingkat Gugus, kemudian naik ke tingkat Kecamatan, sebelum akhirnya dikirim sebagai duta resmi ke tingkat Kabupaten Bima.

​Keberhasilan agenda besar ini, lanjut Ramli, tidak lepas dari kontribusi aktif para Kepala Sekolah, terutama dalam memberikan dukungan kebijakan dan pendanaan yang memadai untuk persiapan siswa.

​Target Woha Sebagai Ikon Prestasi Kabupaten Bima

​Sebagai pusat ibu kota Kabupaten Bima, Kecamatan Woha dinilai memiliki potensi besar yang selama ini belum tergali maksimal. Ramli berkomitmen membalikkan keadaan agar Woha tidak lagi berada di barisan belakang dalam peta prestasi pendidikan.

​"Target dan harapan saya, moga-moga ke depan Woha bisa menjadi ikon bagi kecamatan yang lain melalui prestasi yang dicapai oleh siswa. Kita ini pusatnya kota, sudah saatnya kita memimpin di depan melalui kegiatan-kegiatan berjenjang seperti ini," tambahnya.

​Antusiasme Tinggi dan Rencana Masa Depan

​Meski persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, inovasi yang diinisiasi oleh Korwil Woha ini mendapat respons yang luar biasa. Kepala sekolah dan guru-guru menunjukkan antusiasme serta motivasi yang sangat tinggi untuk mengirimkan anak didik terbaik mereka dalam ajang LCC tahun ini.

​Melihat kesuksesan dan tingginya partisipasi tahun ini, Ramli menargetkan agar pelaksanaan LCC di tahun-tahun mendatang dapat diagendakan lebih awal dan dipersiapkan dengan lebih matang demi hasil yang jauh lebih optimal.

​Mengakhiri penyampaiannya, Korwil Woha memberikan pesan khusus dan pembakar semangat bagi para siswa-siswi yang sedang bertanding.

​"Berjuanglah secara sportif, miliki semangat tinggi untuk meraih juara. Tunjukkan bahwa kalian mampu bersaing dan berkompetisi dengan sekolah lain, baik sebagai duta di tingkat Kecamatan Woha maupun saat menjadi duta di tingkat Kabupaten Bima nanti," pungkasnya 


Penulis:jubair ar-Qamar 



​BIMA, Media PilarNTB.Com — Guna mencetak generasi muda yang unggul dan kompetitif, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Woha resmi membuka kompetisi Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat SMP dan MTs se-Kecamatan Woha pada Selasa (19/05/2026). Kegiatan yang dipusatkan di aula SMPN 2 Woha ini mengusung tema besar: "Menuju Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Bermartabat".

​Ajang bergengsi ini dinilai sebagai sebuah gebrakan baru dan segar bagi dunia pendidikan di wilayah setempat. Ketua Panitia Pelaksana, Ridwan, S.Pd., menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan momentum bersejarah bagi kecerdasan akademis anak-anak Woha.

​"Kegiatan Lomba Cerdas Cermat tingkat SMP dan MTs ini adalah yang pertama kalinya dilaksanakan di Kecamatan Woha," ujar Ridwan saat memberikan keterangan resmi kepada awak media, Selasa (19/05/2026).

​Diikuti 9 Regu Terbaik

​Meskipun baru pertama kali diselenggarakan, kompetisi perdana ini langsung disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh berbagai satuan pendidikan. Sebanyak 9 regu perwakilan dari jajaran SMP dan MTs se-Kecamatan Woha telah mendaftarkan diri. Mereka siap menguji kemampuan akademis, ketangkasan berpikir, serta mental bertanding di atas panggung kehormatan.

​Misi Utama: Pembentukan Karakter Siswa

​Lebih dari sekadar mengejar piala dan prestasi akademis, Ridwan menambahkan bahwa esensi utama dari LCC ini adalah pengejawantahan dari tema yang diangkat. Melalui ruang kompetisi yang sehat ini, para siswa diharapkan tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga:

​Memupuk jiwa sportivitas sejak dini.

​Melatih kerja sama dan soliditas tim.

​Membentuk karakter generasi muda yang berintegritas dan bermartabat.

​Acara pembukaan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengawas pendidikan, kepala sekolah, guru pendamping, serta ratusan siswa yang hadir untuk memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan sekolah mereka masing-masing.



​BIMA media pilarNTB.com– Tim Gabungan Opsnal Satreskrim Polres Bima Kabupaten dan Polsek Bolo bergerak cepat mengungkap misteri penemuan mayat seorang remaja di sebuah ladang kacang kedelai, Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.Tak butuh waktu lama, dalam kurun waktu kurang dari lima jam, polisi berhasil meringkus terduga pelaku pembunuhan, senin (18/05/2026)

​Kolaborasi apik di bawah jajaran Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) ini berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial ML (25), yang juga merupakan warga Desa Tambe, Kecamatan Bolo. Sementara itu, korban diketahui merupakan seorang remaja berinisial TJ (15), yang juga berasal dari desa yang sama dengan pelaku.

​Kapolres Bima, AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu Ghufron Subeki, S.H., membenarkan penangkapan kilat tersebut.

​"Benar, tim gabungan telah berhasil mengamankan terduga pelaku tanpa perlawanan dalam waktu singkat setelah jasad korban ditemukan," ujar Iptu Ghufron Subeki.

​Kronologi Penemuan Jasad Korban

​Kasus ini bermula pada Senin, 18 Mei 2026, sekitar pukul 08.00 WITA. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat berinisial H.AF (70) yang hendak beraktivitas di ladang kacang kedelai. Terkejut melihat sesosok mayat tergeletak di tanah, saksi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa setempat dan Polsek Bolo.

​Menerima laporan warga, Kapolsek Bolo Iptu Sofian Hidayat, S.Sos., didampingi Kanit Reskrim Aiptu Rahmi dan anggota Opsnal Satreskrim langsung bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP awal. Di lokasi, petugas menemukan jasad korban bersama sepasang sandal di dekatnya.

​Sekira pukul 10.00 WITA, jasad korban dievakuasi ke Puskesmas Bolo untuk dilakukan visum. Berdasarkan hasil identifikasi dan keterangan pihak keluarga, diketahui korban adalah TJ yang dilaporkan sudah dua hari terakhir tidak pulang ke rumah.

​Penyelidikan Kilat dan Penangkapan Pelaku

​Kapolsek Bolo, Iptu Sofian Hidayat, menjelaskan bahwa setelah identitas korban terungkap, pihaknya langsung melakukan serangkaian penyelidikan intensif. Petugas mendapatkan informasi krusial bahwa sebelum ditemukan tewas, korban sempat terlihat bersama terduga pelaku, ML.

​Informasi tersebut langsung didalami. Sekira pukul 12.00 WITA, tim gabungan mendapatkan informasi bahwa ML tengah bersembunyi di salah satu rumah kerabatnya di Desa Bolo, Kecamatan Madapangga.

​Tanpa membuang waktu, Kapolsek Bolo didampingi Kanit Reskrim langsung bergerak melakukan penggerebekan. Terduga pelaku ML berhasil diamankan tanpa perlawanan. Dalam interogasi awal di lokasi, ML mengakui semua perbuatannya.

​Motif Masih Didalami

​Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan demi kepentingan penyidikan, pelaku langsung digelandang ke Mapolres Bima Kabupaten.

​Mengenai alasan di balik tindakan keji pelaku, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman.

​"Untuk motif terduga pelaku menghabisi nyawa korban, saat ini kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif," pungkas Iptu Ghufron Subeki.



Media PilarNTB.com-SMAN 1 BOLO – Suasana upacara bendera hari Senin pagi (18/05/2026) di lapangan SMAN 1 Bolo berlangsung khidmat sekaligus dipenuhi gemuruh tepuk tangan kebanggaan. Pihak sekolah secara resmi menyerahkan penghargaan (reward) kepada sejumlah siswa-siswi berprestasi yang telah sukses mengharumkan nama sekolah di bidang debat kebahasaan hingga ajang pencarian bakat tingkat provinsi.

​Penyerahan penghargaan ini dilakukan langsung di hadapan seluruh peserta upacara sebagai bentuk apresiasi nyata atas kerja keras para siswa, sekaligus menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga sekolah untuk terus berani berkarya dan mengukir prestasi.

​Daftar Siswa-Siswi Peraih Penghargaan

​Pihak manajemen SMAN 1 Bolo memberikan apresiasi kepada para jawara yang terbagi dalam beberapa kategori kompetisi berikut:

​1. Bidang Bahasa Inggris

​Juara 1 Best Speaker: Nuril Nahza (Kelas X E1)

​Juara 2 Debat (Tim): Nuril Nahza (X E1), Madiha Saidatuzzahra (X E1), dan Naselah Luthfiyah (X E8)

​2. Bidang Bahasa Indonesia

​Juara 3 Debat (Tim): Cahya Haerani (XI F1B), Nur Khaerunnisa (XI F1A), dan Nur Khestil Warrisun (XI F1A)

​3. Ajang Tingkat Provinsi

​Putri Photogenic Remaja NTB 2026: Jihan Ulfa Thalitha (Kelas XI F2B)

​Komitmen Sekolah dalam Mendukung Potensi Siswa

​Kepala SMAN 1 Bolo, H. Suratman, S.H., M.Pd., dalam amanatnya menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh anak-anak didiknya. Menurutnya, prestasi ini merupakan buah dari ketekunan siswa serta bimbingan yang konsisten dari para guru pembina.

​"Selamat kepada para pemenang yang telah membawa pulang piala dan kebanggaan untuk sekolah kita. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa SMAN 1 Bolo mampu bersaing dan unggul, baik di bidang akademik maupun non-akademik," ujar H. Suratman.

​Beliau juga berpesan agar pencapaian ini tidak membuat para siswa cepat puas, melainkan menjadi batu loncatan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan.

​"Tetap rendah hati, jaga amanah ini, dan teruslah belajar! Saya berharap momentum ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh siswa lainnya untuk berani mengeksplorasi potensi diri dan menembus batas kemampuan mereka," tambahnya menutup sambutan.

​Acara penyerahan penghargaan diakhiri dengan sesi foto bersama antara Kepala Sekolah, jajaran guru, dan para siswa berprestasi di tengah riuh tepuk tangan apresiasi dari seluruh peserta upacara.

 


Media PilarNTB.com-
Laporan Realisasi Anggaran (LRA) APBD  Kabupaten Bima TA. 2026 periode 1 Januari hingga 9 Mei 2026 hasil konsolidasi   dengan Pemerintah Provinsi NTB mencatat  tren positif realisasi pendapatan dan belanja daerah selama jangka waktu  kurang lebih 4 bulan. Dalam dokumen LRA tersebut,   komponen belanja sebanyak Rp 1,986  triliun dengan realisasi  sebanyak Rp 486,42 milyar. Artinya  hingga 9 Mei 2026, serapan APBD Tahun anggaran 2026 mencapai  24,48 persen. 

Belanja tersebut dibagi ke dalam empat komponen yaitu  realisasi belanja pegawai yang mencakup Rp 377.339 milyar dari target Rp 1.197 triliun atau 31,52 persen, Belanja Tidak Terduga RP 3,5 milyar terealisasi Rp 1,92 milyar atau 54,94 persen, belanja transfer dengan target Rp 265,92 milyar terealisasi Rp 55,68 milyar atau 20,93 persen, belanja barang dan jasa  yang ditargetkan Rp 442,18 milyar direalisasikan Rp 48,99 milyar atau 111,07 persen, belanja hibah yang ditargetkan Rp 13,38 milyar teralisasi Rp 1,25 milyar atau 9,35 persen,  dan belanja modal yang ditergetkan Rp 64,51 milyar terealisasi Rp 1,24 milyar atau 1,9 persen, 

Demikian halnya belanja barang dan jasa menyumbang Rp 49,04 milyar atau 11,05 persen dari Rp 443,7 total belanja. Sementara, belanja hibah Rp 1,252 milyar  atau 9,12 persen dari Rp 13,72 milyar belanja. Serapan ini akan  terus mengalami peningkatan seiring meningkatnya belanja aparartur seperti pembayaran gaji ASN,  dan realisasi proyek infrastruktur di sejumlah kecamatan

Lalu bagaimana dengan  komponen pendapatan?

Komponen pendapatan dalam APBD Kabupaten Bima TA. 2026 menunjukkan tren yang baik dimana dari total target pendapatan daerah Rp 1,886 triliun, sudah teralisasi Rp 630.99 milyar atau 33,44 persen. 

Angka ini diperoleh dari  komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pajak Daerah yang ditargetkan Rp 42,55 milyar teralisasi Rp 7,9 milyar atau 18,65 persen,  PAD-Retribusi Daerah  yang ditargetkan Rp 155,63 miltar direalisasikan Rp 32,73 milyar atau 21,03 persen, lain-lain PAD yang sah ditargetkan Rp 15,53 milyar dengan realisasi 431,3 juta atau 2,75 persen  dan Pendapatan Transfer yang ditargetkan Rp 1,63  triliun  terealiasi Rp  589,88  milyar atau 36,12 persen.

Dengan demikian, dalam empat bulan pertama ini, secara umum realisasi pendapatan lebih tinggi dari realisasi belanja.

Pemerintah daerah terus berkomitmen melakjkan percepatan penyerapan anggaran dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Ini sejalan dengan Instruksi Presiden Prabowo Subianto  melalui Rapat Terbatas penyerapan anggaran Tahun 2026 guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Arahan ini menitikberatkan pada peningkatan efisiensi, akuntabilitas serta optimalisasi alokasi untuk program-program prioritas demi kesejahteraan masyarakat.

Media PilarNTB.com-Momentum pelantikan pengurus IKA Unram Bupati Bima Ady Mahyudi, Prosesi pelantikan pengurus Minggu (17/5/2026) di Aula Kantor walikota Bima tersebut dihadiri Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE, Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.I.Kom., M.Sc, Sekda Kota Bima Drs. H. M. Fakhrunraji, ME, Wakapolres Bima dan para Kepala Perangkat Daerah kota Bima dan Kabupaten Bima.

Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Mataram Hj. Baiq Isvie Rupaeda SH., M.H beserta jajaran pengurus pusat Ikatan Alumni juga tampak hadir dalam acara tersebut. 

Bupati Bima Ady Mahyudi usai proses pelantikan mengugkapkan, "tantangan pembangunan ke depan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri boleh pemerintah daerah. 

Kita menghadapi tantangan ekonomi, pendidikan lapangan kerja, ketahanan pangan, perubahan sosial hingga tantangan moral generasi muda. Semua itu membutuhkan energi kolektif semangat gotong royong. 

Oleh karena itu pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen, termasuk keluarga besar alumni Universitas Mataram dan membangun daerah tidak cukup hanya dengan kekuasaan tetapi harus dengan kebersamaan". Ajak Bupati.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Alumni Unram Hj. Baiq Isvie Rupaeda SH., M.H dalam sambutannya setelah memimpin prosesi pengukuhan Pengurus Daerah Ikatan Alumni Universitas Mataram Kota Bima dan Kabupaten Bima Periode 2026 - 2030  mengungkapkan, "Pelantikan bukan hanya pergantian nama dalam struktur, tetapi ini adalah awal dari tanggung jawab baru, menyambungkan potensi alumni, memperkuat persaudaraan dan menghadirkan manfaat yang nyata bagi almamater, daerah dan masyarakat"

Dihadapan jajaran pengurus, Baiq Isvie mengungkapkan, "hari ini tidak hanya sekedar melakukan pelantikan,  tetapi pulang ke sebuah rumah besar yang menghasilkan birokrat, profesional, pendidik petani, aktivis, politisi dan berbagai medan pengabdian lainnya". Imbuh Ketua DPRD Provinsi NTB ini.

Acara pelantikan tersebut mengukuhkan H. A. Rahman H. Abidin sebagai Ketua Pengurus Daerah Ikatan Alumni Unram Kota Bima dan Iwan Setiawan, SE sebagai Ketua Pengurus Daerah Ikatan Alumni Unram Kabupaten Bima Masa Bakti 2026 -  2030 


Diberdayakan oleh Blogger.