Woha, pilarNTB.com – Gempita sekaligus rasa haru menyelimuti halaman Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Woha pada Sabtu (16/5/2026). Sekolah penggerak ini sukses menggelar acara pelepasan siswa-siswi kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026. Mengangkat tema besar "Meretas Sejarah, Mengukir Prestasi, Memimpin Masa Depan," momentum ini menandai babak baru bagi ratusan generasi muda siap kerja dan kuliah.

Sebanyak 386 siswa resmi dikembalikan kepada orang tua masing-masing setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun. Langkah ini menjadi tonggak awal bagi para lulusan untuk melangkah, baik ke jenjang perguruan tinggi maupun dunia kerja.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dan unsur pimpinan daerah. Tampak hadir:

Fahmi Hatib, S.Pd., M.Pd. (Kepala Cabang Dinas Dikpora Wilayah VI)

Camat Woha

Komandan Koramil (Danramil) Woha

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Woha

Kehadiran unsur Forkopimcam ini menegaskan dukungan penuh pemerintah dan aparat keamanan terhadap kemajuan sektor pendidikan di wilayah Woha. Turut hadir pula para guru purna tugas, pengurus komite sekolah, serta orang tua/wali murid yang setia mendampingi putra-putri mereka.

Pesan Menyentuh Kepala Sekolah: Jadilah Agen Perubahan

Dalam sambutannya yang penuh ketulusan, Kepala SMAN 1 Woha, Fahril, S.E., menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas capaian para anak didiknya.

"Tema 'Meretas Sejarah, Mengukir Prestasi, Memimpin Masa Depan' bukan sekadar slogan. Ini adalah doa dan harapan kami agar 386 alumni yang dilepas hari ini mampu menjadi agen perubahan, membawa nama baik sekolah, dan siap menjadi pemimpin di masa depan," ujar Fahril.

Beliau juga menitipkan pesan menyentuh agar para siswa tetap menjaga integritas di luar sekolah.

"Anak-anakku sekalian, hari ini kami kembalikan kalian kepada orang tua dengan rasa bangga. Harapan saya, bawa dan amalkan semua karakter baik, disiplin, dan ilmu yang telah didapatkan di sekolah ini. Jadilah pribadi yang adaptif, santun, dan pantang menyerah dalam mengejar cita-cita. Doa dan restu kami selalu menyertai langkah kalian agar mampu bersaing dan diterima di berbagai perguruan tinggi terbaik, baik di tingkat regional maupun nasional," pungkasnya.

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Cabang Dinas (KCD) Dikpora Wilayah VI, Fahmi Hatib, S.Pd., M.Pd. Dalam arahan yang penuh motivasi, beliau memuji dedikasi kolektif civitas akademika SMAN 1 Woha yang konsisten menjaga mutu pendidikan dan mencetak generasi unggul di Kabupaten Bima.

"Kami memberikan apresiasi tinggi kepada SMAN 1 Woha. Namun untuk anak-anakku, jangan cepat berpuas diri. Teruslah mengasah kompetensi dan skill di era digital yang sangat kompetitif ini," pesan Fahmi Hatib.

Acara pelepasan diakhiri dengan prosesi sakral pengalihan samir atau medali kelulusan secara simbolis, dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan bagi siswa-siswi berprestasi. Isak haru dan senyum bahagia bercampur aduk saat sesi foto bersama yang diselimuti suasana kekeluargaan.

Dengan suksesnya pelepasan angkatan ini, SMAN 1 Woha kembali membuktikan komitmen nyata dalam berkontribusi membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul demi masa depan bangsa.



​WOHA, Media pilarNTB.com-Sabtu 16 mei 2026  Pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan (USP) di SDN Samili, Kecamatan Woha, resmi berakhir pada hari ini. Seluruh rangkaian evaluasi akhir bagi siswa kelas VI tersebut dinyatakan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala teknis yang berarti.

​Sejak hari pertama hingga hari terakhir, suasana ujian tetap terjaga kondusif. Para siswa tampak lega sekaligus optimis setelah menyelesaikan lembar soal terakhir yang diujikan.

Kepala SDN Samili,  Masita S.Pd menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh panitia, pengawas ruangan, serta orang tua murid yang telah bersinergi menyukseskan agenda tahunan ini.

​"Alhamdulillah, seluruh rangkaian ujian hingga hari terakhir ini berjalan sesuai rencana. Kami sangat bangga melihat kedisiplinan dan kejujuran yang ditunjukkan anak-anak kita. Ini bukan sekadar akhir dari ujian, tapi gerbang awal bagi mereka untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," ungkap Masita S.Pd

​Ia juga menambahkan bahwa kesuksesan pelaksanaan ujian ini tidak lepas dari ketatnya pengawasan dan standarisasi yang diterapkan pihak sekolah guna menjaga kualitas mutu kelulusan.

​Fokus kita selanjutnya Pemeriksaan Hasil dan Persiapan Kelulusan

​Dengan berakhirnya ujian ini, tim pengajar dan panitia akan segera merampungkan proses koreksi evaluasi sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Kami berharap hasil yang dicapai oleh para siswa dapat mencerminkan kualitas pendidikan terbaik di SDN Samili.

​ Tingkat kehadiran peserta didik tetap konsisten hingga hari terakhir.

​Sekolah akan mulai mempersiapkan rapat pleno kelulusan dan pengumuman resmi dalam beberapa waktu ke depan. Pungkas nya



Bima media PilarNTB.com– Kabupaten Bima bukan sekadar wilayah administratif di peta Nusa Tenggara Barat. Ia adalah ruang hidup yang terbentang luas dari pesisir Sape hingga kaki Gunung Tambora. Setiap jengkal tanahnya menyimpan kisah, nilai, dan jejak peradaban yang telah tumbuh selama berabad-abad. Di tengah arus modernisasi dan kebutuhan pembangunan yang makin meningkat, Dr. Taufiqurrahman, ST., M.Si. membawa sebuah gagasan besar: Pembangunan Bermartabat dengan Pendekatan Spasial.

Konsep yang diusung oleh Dr. Taufiqurrahman ini bukan sekadar slogan, melainkan jawaban strategis agar kemajuan tidak harus menumbangkan identitas. Menurutnya, tata ruang tidak boleh dibangun semata demi angka ekonomi, melainkan untuk menjaga, merawat, dan mengangkat harkat martabat tanah leluhur. Pembangunan Bermartabat (Dignified Development) bukan hanya soal merencanakan program secara teknis, tetapi tentang bagaimana masyarakat mendapatkan perlindungan, kesamaan hak, dan memperoleh kehidupan yang layak untuk mencapai kesejahteraan sejati.

Lebih lanjut, Dr. Taufiqurrahman menekankan pentingnya pembangunan berbasis "spatial emphasize" dengan mempertimbangkan karakteristik unik dalam setiap proses perencanaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa objek yang direncanakan memiliki potensi, problem, dan kebutuhan yang spesifik. Dengan pendekatan ini, perencanaan pembangunan diyakini akan lebih tepat sasaran dan lebih optimal dalam pengembangan wilayah.

Dalam pandangannya, sebuah perencanaan membutuhkan analisa dan kajian secara holistik, bukan sekadar menyusun narasi program di atas kertas. Isu strategis harus menjadi landasan utama. Ia menegaskan bahwa perencanaan pembangunan tidak boleh didasarkan pada keinginan (desire), melainkan harus berdasarkan kebutuhan (need).

Menariknya, Dr. Taufiqurrahman menyitir filosofi Islam dalam prinsip perencanaan ini: "Allah tidak akan memberikan apa yang kita inginkan, tapi Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan." Begitu pula dengan pembangunan di berbagai sektor; pemerintah harus melihat kebutuhan wilayah secara spasial dalam rangka merumuskan kebijakan yang mampu mengurangi kesenjangan serta mempercepat pembangunan wilayah secara merata.

Kabupaten Bima memiliki keragaman ruang yang unik. Dr. Taufiqurrahman memetakan bahwa pembangunan harus disesuaikan dengan fungsi alamnya: wilayah pesisir dikembangkan sebagai pusat ekonomi kelautan yang ramah lingkungan, sementara dataran tinggi dan pegunungan diposisikan sebagai penyangga pangan dan kawasan konservasi alam. Semuanya harus terhubung dalam satu sistem tata ruang yang adil—tidak meminggirkan wilayah pedalaman dan tidak merusak ekosistem pesisir.

Pembangunan Bermartabat Berbasis Spasial ini adalah bukti nyata bahwa kemajuan sejati diraih ketika masa depan dibangun dengan ide dan tangan sendiri, namun tetap menunduk hormat pada jejak masa lalu. Inilah jalan panjang yang ditawarkan Dr. Taufiqurrahman, ST., M.Si. untuk membentangkan tangan penuh kasih menuju "Bima yang Bermartabat."

 




​Belo, Media PilarNTB com – Jum'at 15 mei 2026 SMA Negeri 1 Belo kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah akademik. Tim Debat Bahasa Indonesia sekolah setempat berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Debat Indonesia (LDI) tingkat pelajar SMA se-Kabupaten dan Kota Bima yang diselenggarakan di Aula Kantor KCD Dikbud Bima dan Kota Bima, Panda.

​Kompetisi yang berlangsung ketat tersebut mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai sekolah. Melalui argumentasi yang kritis, logis, dan solutif, Tim SMAN 1 Belo mampu menunjukkan kualitasnya hingga berhasil mengamankan posisi di podium juara.

​Jahra Mewakili Kabupaten Bima ke Tingkat Provinsi

​Prestasi ini semakin membanggakan dengan terpilihnya salah satu anggota tim, Jahra, untuk mewakili Kabupaten Bima pada lomba debat tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Siswi yang berasal dari Desa Ngali ini dijadwalkan  ke Mataram dalam waktu dekat untuk berkompetisi dengan perwakilan dari kabupaten/kota lainnya.

​Kepala SMAN 1 Belo, Bapak Wahyudin, S.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa ini. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kedisiplinan dan kerja keras siswa serta guru pembimbing.

​"Kami merasa sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih oleh Tim Debat SMAN 1 Belo. Khusus untuk ananda Jahra, selamat berjuang di tingkat provinsi di Mataram. Ini adalah bukti bahwa siswa kita mampu bersaing di level yang lebih tinggi," ujar Wahyudin, S.Pd.


​Lebih lanjut, Wahyudin, S.Pd. menambahkan bahwa prestasi ini selaras dengan visi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan bakat minat siswa.

​"Pencapaian ini mempertegas identitas kita sebagai Sekolah Nyaman dan Berkarakter. Kami berkomitmen untuk terus membina karakter siswa agar berani berpendapat secara sehat, kritis, dan memiliki mental juara," tambahnya.

​Segenap civitas akademika SMAN 1 Belo mengucapkan selamat dan sukses. Dukungan serta doa mengalir bagi Jahra agar dapat memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama sekolah serta daerah di tingkat provinsi nanti.

 


BOLO, PilarNTB.com – SMAN 1 Bolo kembali membuktikan tajinya sebagai pusat pencetak pelajar berprestasi atau "kawah candradimuka" di Nusa Tenggara Barat. Dalam perhelatan bergengsi Kompetisi Lomba Debat Indonesia (LDI) Tingkat SMA/SMK Wilayah VI Tahun 2026, delegasi sekolah ini sukses menyapu bersih serangkaian trofi dalam babak final yang berlangsung dramatis pada Rabu lalu.

Bertempat di Aula Kantor KCD Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Wilayah VI, ajang ini menjadi panggung adu ketajaman nalar dan retorika bagi talenta muda terbaik se-wilayah tersebut. SMAN 1 Bolo tampil dominan, termasuk keberhasilan menyabet Juara 2 Lomba Debat Bahasa Inggris.

Keberhasilan ini disambut haru dan bangga oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Bolo, H. Suratman, S.H., M.Pd. Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan manifestasi nyata dari kerja keras kolektif sesuai dengan moto sekolah.

"Alhamdulillah, pencapaian ini adalah buah dari dedikasi siswa dan bimbingan intensif para guru. Ini membuktikan bahwa keterbukaan sekolah dalam mengasah soft skills di luar kurikulum reguler membuahkan hasil yang manis," ujar H. Suratman saat ditemui di ruang kerjanya.

Meski merayakan kemenangan, pihak sekolah mengingatkan para siswa untuk tetap membumi. H. Suratman berharap kemenangan di tingkat KCD Dikpora Wilayah VI ini menjadi batu loncatan untuk menghadapi kompetisi di level provinsi maupun nasional

Dengan hasil ini, SMAN 1 Bolo tidak hanya pulang membawa piala, tetapi juga membawa pesan kuat bahwa kerja keras dan kemauan untuk terus belajar adalah modal utama dalam mencetak generasi emas masa depan. Tutupnya 


Reporter: Tim Media PilarNTB

Editor: Redaksi​


WOHA, Kabupaten Bima – Kehadiran ruas jalan baru yang menghubungkan Desa Roi dan Lintas Talabiu kini menjadi sorotan hangat di tengah masyarakat. Bukan sekadar jalur transportasi alternatif yang memangkas waktu tempuh, infrastruktur megah ini dinilai memiliki "ruh" baru yang mampu menyulap wajah ekonomi dan gaya hidup warga Kabupaten Bima jika dikelola dengan visi yang tepat.

Gagasan untuk melegalkan area ini sebagai kawasan "Minggu Sehat" atau Car Free Day (CFD) mulai menggelinding kuat. Visi ini melampaui sekadar urusan kebugaran fisik; ini adalah langkah strategis untuk menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan yang mandiri.

Denyut Harapan dari Masyarakat

Antusiasme warga terlihat jelas setiap akhir pekan. Meski belum diresmikan secara regulasi sebagai kawasan olahraga, ratusan warga mulai memadati jalanan ini sejak fajar menyingsing.

"Dulu kami bingung mau lari pagi di mana yang aman dan udaranya segar. Sekarang ada jalan Roi-Talabiu. Tapi kami butuh kepastian keamanan, kalau ada kendaraan ngebut saat kita senam kan bahaya. Kami sangat mendukung jika pemerintah meresmikan ini jadi lokasi CFD," ungkap ahwan , seorang warga asal Woha yang rutin berolahraga di lokasi tersebut.

Senada dengan ahwan, para pelaku UMKM pun mulai mencium aroma peluang. Siti Maryam, seorang pedagang sarapan lokal, mengaku omzetnya meningkat sejak jalur ini ramai dikunjungi warga saat pagi hari.



"Kalau hari Minggu, dagangan saya cepat habis. Harapan saya, pemerintah bisa menata kami di sini. Berikan kami tempat yang rapi di pinggir jalan, supaya kami tidak dianggap mengganggu tapi justru bisa membantu ekonomi keluarga," harap Siti.

Jalan yang luas dengan pemandangan khas pedesaan menjadikannya lokasi ideal untuk berbagai aktivitas. Para pengamat pembangunan daerah menilai, jika Pemerintah Kabupaten Bima segera mengambil peran, kawasan ini akan menjadi magnet ekonomi baru.

Langkah Strategis yang Diharapkan oleh masyarakat:

Regulasi Jadwal Rutin: Menetapkan pembatasan kendaraan setiap Minggu pagi agar warga bisa leluasa beraktivitas.

Zonasi UMKM: Penataan lapak pedagang hasil bumi, kuliner, dan kerajinan agar tetap tertib dan tidak mengganggu estetika jalan.

Fasilitas Penunjang: Penyediaan tempat sampah yang memadai serta kehadiran personel Dishub dan Satpol PP untuk menjaga ketertiban.

Menghidupkan Marwah Pembangunan Pemanfaatan jalan baru Roi-Talabiu sebagai pusat olahraga dan ekonomi akan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur di bawah kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Bima saat ini tidak hanya bersifat fisik (beton dan aspal), tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan publik dan dompet rakyat.

Sudah saatnya aset daerah ini tidak lagi dipandang sebagai lintasan mati. Melalui kolaborasi antara kebijakan pemerintah yang progresif dan partisipasi masyarakat yang aktif, lintas Roi-Talabiu siap bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, menyehatkan, dan mendatangkan kesejahteraan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bima.






Media PilarNTB.com -- Di bawah naungan langit Bima, setiap jengkal pembangunan bukan sekadar tumpukan batu, kayu, atau beton. Bagi seorang visioner seperti Dr. Taufiqurrahman, ST., M.Si, arsitektur adalah naskah hidup; sebuah warisan yang menghubungkan hikmah masa lalu dengan impian masa depan. Di setiap sudut Kota Bima, bangunan berdiri bukan hanya sebagai peneduh fisik, melainkan sebagai cerminan jiwa masyarakat Dou Labo Dana Mbojo.

​Maja Labo Dahu: Tulang Punggung Peradaban

​Nilai utama yang ditekankan oleh Dr. Taufiqurrahman dalam memandang pembangunan adalah falsafah Maja Labo Dahu. Rasa malu untuk berbuat salah dan rasa takut untuk melanggar kebenaran menjadi fondasi moral dalam setiap kebijakan tata ruang. Baginya, keindahan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemegahan fisiknya, tetapi dari seberapa mulia manfaatnya bagi kemaslahatan sesama. Arsitektur yang beradab adalah arsitektur yang jujur dan melayani.

​Harmoni Iman dan Budaya di Amahami

​Simbolisme ini terlihat nyata di kawasan Amahami. Berdirinya tempat ibadah yang ikonik di atas air menggambarkan bahwa keyakinan adalah penopang yang tak tergoyahkan di tengah gelombang kehidupan. Dengan atap yang menyerupai puncak Uma Lengge, bangunan ini melambangkan perjalanan iman menuju kesempurnaan. Dr. Taufiqurrahman melihat ini sebagai bukti bahwa modernitas dan agama tidak menghapus jati diri, melainkan menjadi penyempurna jalan hidup masyarakat Bima.

​Asi Mbojo dan Marwah Rakyat

​Warisan sejarah Asi Mbojo mengajarkan kita tentang keterbukaan yang bermartabat. Perpaduan gaya tradisional, corak Islam, dan sentuhan dunia luar menunjukkan bahwa Bima adalah kota yang terbuka bagi perubahan tanpa harus kehilangan akar. Lantai yang menjulang tinggi di atas tanah bukan sekadar estetika, melainkan harapan agar harkat, martabat, dan kehormatan rakyat senantiasa terjaga dan terangkat dalam setiap proses pembangunan.

​Uma Haju: Persatuan Tanpa Paksaan

​Dalam perspektif teknis dan filosofis yang diusung Dr. Taufiqurrahman, rumah panggung (Uma Haju) adalah mahakarya rekayasa sosial. Tanpa sepotong paku logam, ia berdiri kokoh hanya dengan pasak dan ikatan. Ini adalah simbol persatuan yang kuat—bukan karena paksaan, melainkan karena kepercayaan dan kasih sayang yang saling mengunci. Tata ruangnya, mulai dari Wombo hingga Pamoka, menggambarkan kehidupan yang teratur, bertanggung jawab, dan visioner dalam menjaga ketahanan pangan serta keharmonisan keluarga.

​Maju Boleh, Hati Tetap Mbojo

​Zaman boleh berganti, bangunan modern boleh bermunculan, namun bagi Dr. Taufiqurrahman, ST., M.Si, roh Arsitektur Mbojo tidak boleh sirna. Pembangunan Kota Bima saat ini adalah wujud dari kekuasaan yang melayani. Jalan yang terbuka lebar dan ruang lapang yang terjaga adalah janji akan keadilan bagi seluruh Dou Labo Dana Mbojo.

​Kita sedang membangun lebih dari sekadar kota; kita sedang membangun sebuah "Rumah Besar" yang damai, bermartabat, dan selamanya akan menjadi tempat pulang yang paling nyaman bagi anak cucu kita. Karena pada akhirnya, setinggi apa pun kita melaju, hati kita harus tetap menetap di tanah leluhur—menjadi pribadi yang maju, namun tetaplah Mbojo.

 


KOTA BIMA, Media pilarntb.com–Pembangunan kolam retensi di kawasan Taman Ria kini menjadi sorotan strategis dalam upaya penataan ruang dan perlindungan lingkungan di Kota Bima. Proyek ini ditegaskan bukan sekadar pembangunan drainase konvensional, melainkan sebuah simpul integrasi antara mitigasi bencana, penyediaan ruang terbuka hijau (RTH), dan pemulihan ekosistem perkotaan.


​Pakar tata ruang, Dr. Taufiqurrahman, ST., M.Si, menjelaskan bahwa proyek ini memiliki landasan hukum yang kuat dalam dokumen perencanaan daerah. Merujuk pada Perda Nomor 4 Tahun 2024 tentang RTRW Kota Bima 2024-2044, Taman Ria telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan vital dalam sistem jaringan pengendalian banjir.

​"Secara teknis dan regulasi, kolam retensi Taman Ria dirancang untuk menjalankan fungsi multifungsi. Selain sebagai infrastruktur pengendali banjir (mitigasi), area ini akan dikembangkan dengan konsep wetland park untuk menambah luasan RTH sekaligus memperkuat koridor ekologi di sempadan kota," ujar Dr. Taufiqurrahman.

​Beliau menambahkan bahwa desain yang diusulkan adalah model dry dam. Konsep ini memungkinkan kawasan tetap berfungsi sebagai ruang sosial publik dalam kondisi normal, dan hanya akan tergenang saat terjadi curah hujan ekstrem untuk memangkas debit puncak banjir.

​Dari perspektif lingkungan, pembangunan ini wajib selaras dengan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dr. Taufiqurrahman menekankan bahwa aspek daya dukung dan daya tampung lingkungan menjadi parameter utama dalam kelayakan proyek ini.



​Kehadiran kolam retensi diprediksi akan membawa dampak positif yang signifikan bagi ekosistem lokal, di antaranya:

​Perbaikan Kualitas Air: Berperan sebagai filter alami untuk menyaring sedimen dan nutrisi dari limpasan air hujan.

​Konservasi Air Tanah: Meningkatkan laju infiltrasi (peresapan) air ke dalam tanah untuk menjaga ketersediaan air tanah (akuifer).

​Restorasi Ekosistem: Menciptakan habitat perairan baru yang mendukung biodiversitas lokal di tengah kota.

​Menutup keterangannya, Dr. Taufiqurrahman menegaskan bahwa implementasi di lapangan tidak boleh mengabaikan prosedur administrasi lingkungan. Pembangunan harus didasarkan pada kesesuaian RTRW dan RDTR Kota Bima, serta wajib mengantongi Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan (SKKL).

​"Validasi keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada penilaian dokumen AMDAL atau UKL-UPL. SKKL adalah bukti autentik bahwa pembangunan kolam retensi ini secara ilmiah dan teknis dinyatakan layak serta minimal dampak negatifnya terhadap lingkungan," pungkasnya 

​Dengan integrasi yang tepat antara infrastruktur teknik dan pendekatan ekologis, kolam retensi Taman Ria diharapkan menjadi model baru pembangunan berkelanjutan yang mampu melindungi warga Kota Bima dari ancaman banjir sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang lebih asri.



​BIMA – media pilarntb.com- Sebagai langkah konkret menindaklanjuti hasil Pemetaan Mutu Pendidikan tahun 2026, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar agenda strategis bertajuk Pendampingan Perencanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan.

​Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Senin (11/05) hingga Selasa (12/05/2026) tersebut, dipusatkan di Aula SMP Negeri 2 Woha, Kabupaten Bima. Agenda ini merupakan realisasi dari koordinasi intensif antara BPMP dan Dinas Pendidikan yang telah dibangun sejak medio April lalu di Mataram.

​Transformasi Data Menjadi Program Terukur

​Sekretaris Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima, H. Fathurrahman, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah kunci dalam memastikan peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

​"Fokus utamanya adalah menyusun perencanaan yang presisi. Kita ingin memastikan data pemetaan mutu yang sudah ada dapat ditransformasikan menjadi program kerja yang terukur dan sesuai dengan standar pelayanan minimal," ujar H. Fathurrahman saat memberikan keterangan pada Rabu (13/05/2026).

​Pendampingan teknis ini tidak hanya melibatkan unsur pendidikan, tetapi juga membangun sinergi lintas sektoral. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari

​Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kab. Bima.

​Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab. Bima.

​Delegasi teknis terkait lainnya.

​Para peserta diwajibkan membawa dokumen pendukung serta perangkat kerja untuk langsung menyusun draf perencanaan di lokasi. Hal ini bertujuan agar luaran (output) dari kegiatan ini bukan sekadar wacana, melainkan dokumen perencanaan yang siap eksekusi.

​Dukungan Penuh BPMP NTB

​Seluruh pembiayaan agenda ini bersumber dari DIPA BPMP Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terjadi penguatan sinergitas antara pemerintah provinsi dan daerah dalam mengawal standar pelayanan pendidikan, khususnya di wilayah Kabupaten Bima, demi mencetak generasi emas yang kompetitif.

 


​Woha, media Pilarntb.com – SMPN 2 Woha secara resmi mulai mengadopsi teknologi dalam sistem evaluasi belajar siswa. 

Langkah ini ditandai dengan suksesnya penyelenggaraan ujian berbasis Computer Based Test (CBT) yang mulai dilaksanakan pada Selasa (12/05/2026).

​Penerapan ujian digital ini menjadi bukti nyata komitmen pihak sekolah dalam bertransformasi menuju era digitalisasi pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas serta integritas proses penilaian hasil belajar.

​ Ridwan, S.Pd., selaku kepala sekolah SMPN 2 woha menjelaskan bahwa peralihan dari metode konvensional ke digital bertujuan untuk menciptakan ekosistem ujian yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel. Menurutnya, sistem paperless (tanpa kertas) ini membawa dampak positif yang signifikan bagi manajemen sekolah.

​"Dengan metode CBT, kami tidak lagi menggunakan kertas. Hal ini secara signifikan menekan biaya cetak dan distribusi soal, sehingga anggaran dapat dialokasikan untuk pengembangan fasilitas sekolah lainnya," ujar Ridwan saat dikonfirmasi media, Rabu (13/05/2026).

​Keunggulan Sistem Digital

​Lebih lanjut, Ridwan memaparkan beberapa keunggulan utama sistem CBT yang kini diterapkan di sekolahnya dibandingkan dengan Paper Based Test (PBT):

 Soal tersimpan dalam database terenkripsi dengan sistem acak otomatis (randomize). Hal ini meminimalisir risiko kebocoran soal dan praktik kecurangan antar peserta didik.

 Proses penilaian dilakukan secara otomatis oleh sistem, sehingga hasil evaluasi dapat diketahui dengan lebih cepat dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

​jadi Siswa dibiasakan berinteraksi dengan perangkat digital seperti laptop dan gawai. Ini merupakan langkah preventif dalam menyiapkan siswa menghadapi standar ujian nasional maupun seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi 


​Guna menjamin kelancaran ujian, SMPN 2 Woha telah menyiapkan infrastruktur pendukung yang mumpuni, mulai dari server lokal sebagai pusat data, jaringan Wi-Fi yang stabil, hingga ketersediaan perangkat client bagi para siswa.

​Salah satu panitia ujian di lokasi melaporkan bahwa pelaksanaan ujian berjalan tanpa kendala teknis yang berarti. "Anak-anak terlihat sangat antusias dan lebih fokus dalam mengerjakan soal di layar monitor," ungkapnya.

​Menuju Standar Baru di Kabupaten Bima

​Ridwan berharap penerapan CBT ini tidak hanya menjadi agenda temporer, melainkan menjadi standar tetap dalam setiap pelaksanaan asesmen di masa mendatang. Langkah ini dianggap sejalan dengan visi besar digitalisasi pendidikan yang tengah digalakkan di Kabupaten Bima.

​"Kami ingin inovasi ini terus berkelanjutan demi mencetak generasi yang melek teknologi dan siap bersaing di masa depan," pungkas Ridwan


Penulis Jubair 

 


BIMA –media Pilarntb.com -Isak tangis pecah di Desa Runggu, Kecamatan Belo, saat mobil ambulans yang membawa jenazah Arifin alias Tomas (60) dan putranya, Adim (26 tahun), tiba di rumah duka. Ayah dan anak ini menjadi korban tragedi maut sengatan listrik yang terjadi saat mereka tengah mencari nafkah di Desa Ngali, Rabu siang (13/05/2026).

Kronologi Kejadian: Upaya Penyelamatan yang Tragis

Peristiwa memilukan ini bermula ketika empat orang pekerja asal Desa Runggu sedang mengerjakan proyek renovasi di salah satu rumah warga di Desa Ngali. Menurut keterangan saksi di lokasi, petaka muncul secara tiba-tiba saat aktivitas pekerjaan sedang berlangsung.

Sengatan Pertama Korban Adim (26 tahun) dilaporkan menjadi yang pertama terpapar arus listrik. Diduga, ia tidak sengaja membenturkan tiang pilar yg mau di pasang material yang teraliri arus bocor saat sedang bekerja.

Aksi Heroik Sang Ayah: Melihat putranya merintih dan dalam kondisi bahaya, Arifin (60) secara spontan bergegas menghampiri untuk memberikan pertolongan. Tanpa sempat memikirkan keselamatan diri sendiri, naluri kebapakan Arifin mendorongnya untuk menarik sang anak agar terlepas dari jeratan arus listrik.

Maut yang Menjerat: Nahas, kuatnya tegangan listrik justru ikut menarik tubuh Arifin. Keduanya pun jatuh terkapar di bawah kendali arus listrik yang mematikan di hadapan rekan kerja lainnya.

Perjuangan Terakhir di Puskesmas

Dua rekan kerja lainnya segera memutus arus dan berupaya mengevakuasi kedua korban. Dengan menggunakan kendaraan warga, bapak dan anak tersebut dilarikan ke Puskesmas Ngali dalam kondisi kritis.

Tim medis sempat melakukan tindakan kegawatdaruratan selama beberapa saat. Namun, karena luka bakar dalam dan kegagalan organ akibat sengatan listrik yang cukup lama, nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan. Pihak Puskesmas menyatakan Arifin dan Adim meninggal dunia sesaat setelah menjalani perawatan darurat.

Luka Mendalam bagi Istri yang Baru Melahirkan

Tragedi ini terasa kian menyayat hati mengingat situasi di keluarga kecil Adim. Di saat Adim berjuang mencari nafkah di rumah tersebut, sang istri ternyata baru saja melahirkan buah hati mereka.

Kini, sang istri harus menghadapi kenyataan pahit: di saat ia masih berjuang pulih dari proses persalinan, ia harus kehilangan suami sebagai tulang punggung keluarga sekaligus bapak mertuanya dalam waktu yang bersamaan.

"Ini adalah duka yang luar biasa bagi desa kami. Pak Arifin adalah sosok ayah yang luar biasa, ia bahkan memberikan nyawanya demi mencoba menyelamatkan anaknya," ungkap Fauji salah satu warga desa yang hadir di rumah duka.

Jenazah kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat. Pihak kepolisian setempat pun telah melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab pasti kebocoran arus listrik di lokasi kerja tersebut guna menghindari kejadian serupa di masa depan.

 


SDN Runggu, media pilarNTB.com– Rabu 13- mei 2026, Memasuki hari ketiga pelaksanaan Sumatif Akhir Fase (SAF), suasana di SDN Runggu terpantau tenang dan kondusif. Agenda ujian pada hari ini menjadwalkan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) serta Seni Budaya dan Prakarya (SBDP).

Kepala Sekolah SDN Runggu, Bambang, S.Pd., yg di mengonfirmasi media bahwa seluruh peserta ujian yang berjumlah 20 siswa hadir secara lengkap.

"Kehadiran mencapai 100 persen. Sebanyak 20 siswa kami mengikuti ujian dengan penuh antusias dan disiplin," ujar Bambang saat memberikan keterangan kepada media.

Ada yang berbeda pada pelaksanaan ujian tahun ini. Berdasarkan keputusan Pemerintah Kabupaten bima, sistem pengawas silang antar-sekolah tidak lagi diberlakukan. Sebagai gantinya, pengawasan dilakukan langsung oleh guru internal sekolah yang telah ditunjuk resmi.

Meski diawasi oleh guru sendiri, Bambang menekankan pentingnya kejujuran dan integritas. Beliau menegaskan bahwa pihak sekolah tidak ingin memanipulasi hasil demi sekadar mengejar prestasi formalitas.


"Pada prinsipnya, kita tidak mau membohongi diri sendiri. Jika kita menginginkan nilai atau prestasi yang murni, kuncinya adalah persiapan siswa, bukan bantuan guru saat ujian. Kami selalu menghimbau siswa untuk belajar mandiri sehingga saat SAF dimulai, tidak ada celah bagi guru untuk membantu siswa," tegasnya.



Kesuksesan hari ini bukanlah hasil instan. Selama beberapa bulan terakhir, jajaran guru di SDN Runggu terus memotivasi siswa untuk rajin belajar. Bahkan, dalam dua minggu terakhir, sekolah mengadakan program les tambahan khusus.

Dalam program tersebut, para guru membimbing siswa mendalami materi serta membahas prediksi soal-soal yang kemungkinan besar akan keluar dalam SAF. Upaya jemput bola ini dilakukan agar siswa memiliki bekal mental dan akademik yang matang.

Menutup keterangannya, Bambang menyatakan rasa optimisnya terhadap hasil yang akan dicapai oleh anak didiknya. Beliau berharap seluruh siswa kelas VI dapat lulus dengan predikat terbaik.

"Harapan kami tentu semua siswa sukses melaksanakan SAF ini dan lulus dengan nilai yang memuaskan. Saya sangat optimis karena persiapan yang kami lakukan bersama para guru dan siswa sudah sangat maksimal," pungkas Bambang.



Penulis JBR 

 


WOHA media pilarntb.com– Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti halaman SMA KAE Woha pada Rabu (13/05/). Sekolah tersebut resmi menggelar acara pelepasan bagi 173 siswa-siswi kelas XII tahun ajaran 2025/2026. Dengan mengusung tema "Satu Langkah Menutup Bab, Seribu Langkah Membuka Dunia," prosesi ini menjadi simbol transisi penting bagi para lulusan menuju jenjang kehidupan yang lebih luas.

​Tema yang diangkat tahun ini memiliki makna filosofis yang mendalam. "Menutup bab" bukan sekadar mengakhiri masa sekolah, melainkan sebuah penyelesaian tugas belajar dengan kepala tegak. Sementara "membuka dunia" merepresentasikan kesiapan para alumni SMA KAE Woha untuk mengejar mimpi, baik di perguruan tinggi maupun dunia kerja.

​Kepala Sekolah SMA KAE Woha, Muntashir, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan pesan menyentuh kepada para siswa.

​"Sebanyak 173 siswa yang kami lepas hari ini adalah putra-putri terbaik yang telah kami tempa dengan ilmu dan karakter. Gelar kelulusan ini bukanlah garis finis, melainkan titik start. Di luar sana, dunia menunggu kontribusi kalian," ujarnya di hadapan para undangan.



​Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Yayasan, Kepala Desa setempat, serta Babinsa yang memberikan dukungan moril bagi kelancaran acara. Kehadiran para orang tua/wali murid menambah suasana haru saat mereka menyaksikan putra-putri mereka menyelesaikan masa seragam putih abu-abu.

​​Selain prosesi inti, acara dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dan pemberian apresiasi, 

Pengalungan Medali Dilakukan secara khidmat bagi seluruh 173 siswa sebagai tanda kelulusan resmi.

​Apresiasi Siswa Berprestasi Pemberian penghargaan khusus bagi lulusan dengan nilai akademik dan non-akademik terbaik di angkatannya.

​Pelepasan Atribut Sekolah Simbolisasi berakhirnya masa remaja di bangku sekolah dan dimulainya masa kedewasaan.

​Ketua panitia acara menjelaskan bahwa persiapan matang telah dilakukan agar momen ini menjadi kenangan tak terlupakan. "Kami ingin 173 siswa ini merasa bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar SMA KAE Woha. Tema ini adalah doa kami agar mereka tidak takut melangkah jauh," pungkasnya.

​Dengan berakhirnya prosesi pelepasan ini, SMA KAE Woha kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang siap bersaing. Selamat jalan, para lulusan! Bab baru telah menanti untuk kalian tulis dengan tinta emas. 



Rangkaian Program Selasa Menyapa di Kecamatan Parado yang dipusatkan di desa Gedung Serba Guna Desa Parado Wane Senin (11/5) diisi dengan kegiatan “Ngopi Bareng” bersama masyarakat dua desa yaitu  Desa Parado Wane dan Kanca. 

Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Ketua TP PKK kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy bersama Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Anita H. Irfan didampingi Camat Parado Hamzah, S.Sos dan para kepala perangkat daerah  menyerahkan sejumlah paket bantuan untuk masyarakat di dua desa tersebut.

Bantuan yang diserahkan meliputi tanda kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan 10 paket sembako bagi masyarakat dua desa tuan rumah Selasa Menyapa.

Selanjutnya, melalui Dana Desa turut disalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan penanganan stunting dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bima.



Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima juga menyerahkan paket makanan tambahan berupa telur, beras, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya.

Tidak hanya itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Ketua GOW dan Bunda PAUD Kabupaten Bima juga menyerahkan paket bantuan untuk TK, PAUD dan kelompok bermain di Desa Parado Wane dan Desa Kanca sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.

Disela-sela penyerahan bantuan, Bupati Bima Ady Mahyudi mengatakan, "Program Selasa Menyapa menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk hadir lebih dekat,  dan memastikan pelayanan dan bantuan dapat diterima langsung oleh warga. Ujar Bupati.

Sementara itu, Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy mengungkapkan “Kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga agar berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan baik".  Ungkap Wakil Bupati dihadapan Camat Parado, unsur Muspika, para kepala desa se-Kecamatan Parado, kepala sekolah, alim ulama dan tokoh masyarakat setempat. 




PALIBELO, PilarNTB.com – Kabar gembira menyelimuti keluarga besar SD Inpres Teke. Raut wajah bahagia terpancar jelas dari Kepala Sekolah, M. Tayeb, S.Pd, sesaat setelah menerima laporan hasil kompetisi yang diikuti oleh anak didiknya. Tidak tanggung-tanggung, para siswa sekolah ini berhasil membawa pulang trofi dari ajang literasi hingga akademik, mulai dari tingkat kecamatan hingga level Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Prestasi gemilang tersebut dipersembahkan oleh Fitiatul Halimah yang sukses menyabet Juara 3 Lomba Mendongeng Tingkat Provinsi. Keberhasilan Fitiatul membuktikan bahwa potensi anak desa mampu berbicara banyak di panggung regional. Di saat yang bersamaan, Putri Naura turut mengharumkan nama sekolah sebagai Juara 3 Lomba Bertutur Tingkat Kecamatan.

Tak hanya di bidang literasi, ketangkasan berpikir siswa SD Inpres Teke juga teruji melalui tim Cerdas Cermat yang digawangi oleh Pink Yasmin, Reza Firmansyah, dan Irmansyah. Ketiganya berhasil mengamankan posisi Juara 3 di Tingkat Kecamatan.


Kesan Mendalam Sang Kepala Sekolah
Mendengar kabar kemenangan yang bertubi-tubi ini, M. Tayeb, S.Pd mengaku sangat terharu. Baginya, prestasi ini bukan sekadar angka atau piala, melainkan bukti nyata dari kerja keras siswa dan bimbingan para guru.
"Kemenangan ini adalah buah dari ketekunan yang bertemu dengan bakat. Melihat anak-anak kami berdiri di podium, baik di tingkat kecamatan maupun provinsi, adalah kebahagiaan yang tidak ternilai bagi saya pribadi dan seluruh keluarga besar SD Inpres Teke. Kalian telah mengharumkan nama sekolah dengan cara yang sangat indah dan elegan," ungkap M. Tayeb dengan nada bangga.
Beliau juga menitipkan pesan mendalam agar para siswa tetap membumi meski telah meraih prestasi tinggi.

"Kepada ananda Fitiatul, Putri, Pink, Reza, dan Irmansyah, jadikan raihan ini sebagai anak tangga pertama. Jangan cepat puas, karena langit masih sangat luas untuk kalian jelajahi. Teruslah asah kemampuan, tetaplah rendah hati, dan biarkan prestasi-prestasi berikutnya mengikuti. Kalian adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menjadi yang terbaik," pungkasnya.

Rentetan prestasi ini kian mempertegas komitmen SD Inpres Teke dalam menghidupkan ekosistem literasi dan semangat kompetisi yang sehat di lingkungan pendidikan Kabupaten Bima.

Penulis:JBR 



​PALIBELO, Media Pilarntb.com – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Kecamatan Palibelo. Kali ini, delegasi SMPN 3 Palibelo tampil sebagai bintang utama setelah sukses menyabet gelar Juara 1 Lomba Cerdas Cermat (LCC) jenjang SMP tingkat Kecamatan Palibelo tahun 2026 yang berlangsung Jum'at (08/05)
​Tampil dominan sejak babak awal, tim SMPN 3 Palibelo berhasil mengungguli sekolah-sekolah pesaingnya dengan penuh percaya diri. Kemenangan ini mempertegas posisi sekolah tersebut sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan yang mampu mencetak siswa-siswi berdaya saing tinggi.
​Kolaborasi Solid di Meja Lomba
​Kemenangan ini tak lepas dari ketangkasan tiga delegasi terbaiknya yang menunjukkan kerja sama tim yang luar biasa. Ketiga siswa tersebut adalah:
​Ridho Alfariz Rakha (Juru Bicara) dari kelas VIII Nata.
​Syifatul Khairiah dari kelas VIII Roi.
​Andi Nurma Aurora dari kelas VII Nata.
​Ridho, yang bertindak sebagai juru bicara, bersama rekan setimnya mampu menjawab rentetan persoalan akademik dengan tenang, akurat, dan penuh ketepatan waktu, yang menjadi kunci kemenangan mereka di hadapan dewan juri.
​Ada hal menarik di balik layar kemenangan ini. Kepala SMPN 3 Palibelo, Ibu Sri Wahyuningsih, S.Pd., mengungkapkan bahwa kunci sukses sekolahnya kali ini terletak pada strategi pembinaan yang bersifat kolaboratif. Berbeda dengan pola tradisional, persiapan LCC kali ini melibatkan seluruh guru bidang studi.
​"Ini adalah kerja kolektif. Seluruh tim guru pembina bidang studi terlibat total. Mereka bersinergi memberikan bimbingan intensif sesuai kepakaran masing-masing, sehingga wawasan siswa menjadi lebih luas dan merata," jelas Ibu Sri Wahyuningsih dengan nada bangga.
​Beliau menambahkan bahwa tanpa kesabaran dan strategi pembinaan yang menyeluruh dari para pendidik, pencapaian ini mustahil bisa diraih. "Guru-guru kita adalah motor penggerak utama bagi prestasi siswa," tegasnya.
​Visi Menuju Prestasi Lebih Tinggi
​Bagi Ibu Sri Wahyuningsih, trofi Juara 1 ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari mimpi yang lebih besar. Ia berharap momentum ini menjadi pemacu bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas literasi dan numerasi di sekolah.
​"Alhamdulillah, ini adalah kado indah bagi keluarga besar SMPN 3 Palibelo. Harapan saya, ini menjadi batu loncatan agar kami semakin maju dan mampu mencetak generasi yang cerdas serta berkarakter, tidak hanya di tingkat kecamatan, tapi juga di tingkat yang lebih tinggi," pungkasnya.
​Kemenangan ini secara otomatis membawa semangat baru bagi SMPN 3 Palibelo untuk mewakili kecamatan di ajang serupa tingkat Kabupaten Bima, sekaligus membuktikan bahwa dengan kemauan yang kuat, prestasi bukan lagi sekadar impian Tutupnya

Penulis JBR 



Menanggapi informasi yang beredar terkait adanya  perbedaan data capaian PAD Kabupaten Bima, bersama ini disampaikan, pada prinsipnya tidak ada terjadi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bima tahun anggaran 2025, selisih angka tersebut disebabkan karena  adanya perbedaan basis data yang digunakan. 

Data yang dirilis Bapenda kabupaten Bima adalah data sementara yang disampaikan untuk kepentingan pansus Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Bima sebelum diaudit (unaudit) yang merupakan angka hasil rekon dengan OPD pengelola pendapatan.



Di lain sisi, angka yang dirilis oleh BPS Kabupaten Bima adalah angka sementara yang diberikan oleh BPKAD ke BPS sebelum selesai dilakukan rekon dengan seluruh Perangkat Daerah pengelola pendapatan dan masih dalam proses karena dalam persiapan penyusunan Laporan Keuangan unaudit yang akan diserahkan ke BPK.

Angka final pendapatan adalah angka setelah dilakukan audit BPK yang sekarang masih berproses sampai tanggal 31 Mei 2026.

Tindak lanjut hasil audit BPK akan ditindaklanjuti dengan pembuatan Laporan Realisasi Pertanggungjawaban yang disampaikan ke DPRD yang merupakan hasil final realisasi, baik pendapatan maupun belanja.



​KABUPATEN BIMA, Media pilarNTB.com– Suasana khidmat menyelimuti Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Bima pada Kamis (07/05/2026). Sebanyak 71 Aparatur Sipil Negara (ASN) secara resmi menanggalkan status CPNS mereka setelah diambil sumpah dan dilantik langsung oleh Bupati Bima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) penuh di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima.

​Acara pelantikan ini bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan tonggak awal bagi puluhan abdi negara tersebut untuk memikul tanggung jawab penuh dalam birokrasi daerah. Turut menyaksikan prosesi ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Plt. Kepala BKD Syahrul, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

​Dalam orasi pelantikannya, Bupati Bima memberikan penekanan keras pada aspek profesionalisme. Beliau menegaskan bahwa status PNS yang kini disandang merupakan amanah besar yang menuntut dedikasi tanpa batas.

​"Saya berharap 71 orang yang dilantik hari ini tidak hanya sekadar mengisi kursi jabatan, tetapi menjadi motor penggerak birokrasi yang bersih dan disiplin. Masyarakat Bima menanti pelayanan terbaik dari tangan-tangan Anda," tegas Bupati dengan nada lugas.

​Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa nilai fundamental seorang ASN terletak pada dua pilar utama: Loyalitas kepada pimpinan dan kepatuhan mutlak terhadap regulasi. Beliau menyebut hal tersebut sebagai "harga mati" yang tidak boleh ditawar dalam menjalankan tugas sehari-hari.

​Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Syahrul, menjelaskan bahwa seluruh ASN yang dilantik telah dinyatakan kompeten setelah melewati masa percobaan serta sukses menuntaskan Pelatihan Dasar (Latsar).

​"Seluruh proses pengangkatan ini telah berjalan sesuai koridor hukum kepegawaian yang berlaku.

 Mereka yang berdiri di sini adalah individu-individu yang telah teruji secara administrasi maupun mentalitas," ujar Syahrul.

​Dengan bertambahnya kekuatan 71 personel baru ini, Pemerintah Kabupaten Bima optimis akan ada akselerasi nyata dalam capaian program strategis daerah. Kehadiran tenaga muda yang segar diharapkan mampu membawa inovasi dalam pelayanan publik, sejalan dengan visi besar pembangunan Bima di tahun 2026.

​Pelantikan ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari jajaran pimpinan daerah kepada para PNS baru, yang kini resmi memulai pengabdian panjang mereka bagi tanah Dana Mbojo.

 


​MATARAM  Media pilarNTB.com– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempertegas komitmennya dalam memperkuat ekosistem pemerintahan digital. Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, menyatakan bahwa penguatan keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) bukan sekadar aspek pendukung, melainkan fondasi mutlak demi menjamin pelayanan publik yang aman, andal, dan tepercaya.

​Pernyataan tersebut ditegaskan Wagub saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Audit Internal Keamanan SPBE Provinsi NTB di Kantor Inspektorat, Selasa (5/4/2026). Menurutnya, ketergantungan pemerintah pada sistem digital saat ini mencakup seluruh lini, mulai dari perencanaan anggaran hingga komunikasi strategis.

​Mitigasi Risiko di Tengah Digitalisasi

​Meskipun digitalisasi menawarkan efisiensi dan transparansi, Wagub mengingatkan adanya risiko laten yang membayangi, seperti ancaman kebocoran data hingga potensi kelumpuhan layanan publik akibat serangan siber.

​"Kita berada di era di mana tata kelola pemerintahan sangat bergantung pada sistem digital. Ini memberi kemudahan besar, namun risikonya juga nyata. Audit internal keamanan SPBE kini menjadi kebutuhan mendasar, bukan lagi pilihan," ujar Wagub Indah di hadapan peserta Bimtek.

​Ia membedah tiga peran strategis audit keamanan dalam birokrasi:

​Standardisasi: Memastikan aplikasi memenuhi protokol keamanan informasi.

​Deteksi Dini: Menemukan celah kerentanan sebelum dieksploitasi oleh pihak luar.

​Akuntabilitas: Membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan yang terlindungi.



​"Audit bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menemukan celah. Lebih baik kita yang menemukan kelemahan itu lebih awal daripada menghadapi serangan dari luar yang merugikan," tambahnya.

​Wagub juga menginstruksikan penguatan kolaborasi antara Dinas Kominfotik sebagai pengampu sistem dan infrastruktur, dengan Inspektorat sebagai pengawal pengawasan dan audit. Sinergi ini diharapkan dapat menghapus pola kerja parsial dalam pengelolaan SPBE di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

​Selain aspek teknis, Wagub menekankan bahwa transformasi digital harus dibarengi dengan manajemen risiko yang matang, perlindungan data pribadi, serta peningkatan literasi digital bagi aparatur sipil negara (ASN). "Transformasi digital tanpa keamanan adalah risiko, namun dengan audit yang kuat, transformasi digital akan menjadi kekuatan," tegasnya.

​Senada dengan hal tersebut, perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Didik Hardiyanto, mengapresiasi langkah progresif Pemprov NTB. Ia menilai kolaborasi antara aspek teknis (Kominfotik) dan pengawasan (Inspektorat) merupakan kunci keberhasilan keamanan siber nasional.

​"Tanpa keamanan yang mumpuni, kepercayaan publik akan runtuh. Audit keamanan SPBE adalah instrumen krusial untuk memastikan standar pemerintahan digital tetap terjaga di tengah ancaman siber yang terus meningkat," kata Didik.

​Kegiatan Bimtek yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh perwakilan Dinas Kominfo dan Inspektorat dari seluruh kabupaten/kota se-NTB. Melalui inisiatif ini, NTB berambisi mewujudkan pemerintahan digital yang tidak hanya modern dan terintegrasi, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan keamanan di masa depan.



BIMA Media pilarNTB.com– Di tengah keterbatasan anggaran, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sondosia menunjukkan integritas luar biasa dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Meski hingga saat ini belum pernah tersentuh bantuan melalui dana aspirasi (Pokok Pikiran/Pokir) anggota dewan, sekolah ini berhasil mengubah wajah institusinya secara mandiri.
Di bawah kepemimpinan Amiruddin, S.Pd., SDN Sondosia memprioritaskan setiap rupiah dana BOS untuk pembenahan fasilitas fisik. Hasilnya cukup nyata; mulai dari pembangunan tembok pagar bagian depan, samping, hingga belakang sekolah, serta pengadaan meja dan bangku siswa, semuanya murni bersumber dari optimalisasi dana BOS yang dikelola secara transparan dan akuntabel.
Namun, ketergantungan sepenuhnya pada dana BOS dianggap tidak akan mampu mengejar ketertinggalan infrastruktur sekolah dalam jangka panjang. Kepala SDN Sondosia, Amiruddin, S.Pd., secara terbuka menyampaikan harapan agar Pemerintah Daerah tidak menutup mata terhadap kondisi di lapangan.
"Alhamdulillah, kami maksimalkan dana BOS yang ada untuk perbaikan pagar dan fasilitas belajar. Tapi jika semua beban rehab dibebankan pada dana BOS, kapan kita bisa mencapai standar kelayakan yang maksimal? Kami sangat berharap pemerintah mulai melirik SDN Sondosia," ungkap Amiruddin dengan nada penuh harap.
Urgensi Rehabilitasi: Ruang Kelas hingga Perumahan Guru


Pihak sekolah mengidentifikasi beberapa titik krusial yang memerlukan sentuhan anggaran pemerintah pusat maupun daerah (DAK/DAU). Di antaranya adalah:
Rehabilitasi Ruang Kelas: Terdapat beberapa ruang kelas yang kondisinya mulai memprihatinkan dan butuh perbaikan segera demi kenyamanan belajar siswa.
Gedung Perpustakaan: Fasilitas literasi yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang kurikulum terbaru.
Perumahan Guru: Kondisi rumah dinas guru juga menjadi poin penting yang diminta untuk diperhatikan guna menunjang kesejahteraan dan kedisiplinan tenaga pendidik.
Langkah SDN Sondosia yang berhasil membangun pagar dan fasilitas secara mandiri seharusnya menjadi sinyal bagi Pemerintah Kabupaten Bima bahwa sekolah ini memiliki manajemen yang baik dan layak mendapatkan dukungan infrastruktur yang lebih besar.
"Mudah-mudahan pemerintah bisa memberikan perhatian nyata, terutama untuk rehab ruang kelas dan perumahan guru. Kami ingin memberikan yang terbaik bagi generasi bangsa, namun kami butuh dukungan pemerintah untuk mewujudkannya," pungkasnya.

 


​BIMA, PILARNTB.COM – Panggung perpisahan SMA Negeri 1 Belo pada Selasa (05/05/2026) menjadi saksi bisu dilepasnya ratusan siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026. Dalam balutan suasana penuh haru, pihak sekolah secara resmi mengembalikan para siswa kepada orang tua, bukan sekadar sebagai lulusan, melainkan sebagai duta bangsa yang membawa misi besar: memadukan kecerdasan intelektual dengan kemuliaan akhlak.

​Tahun ini, SMAN 1 Belo mengusung tema "Membangun Generasi Pekerti Luhur, Cerdas, dan Berprestasi." Sebuah pesan kuat di tengah derasnya arus disrupsi, bahwa integritas moral adalah jangkar utama agar ilmu pengetahuan tidak kehilangan arah.

Hadir memberikan dukungan moral dalam acara tersebut, Camat Belo, perwakilan Polsek Belo, Ketua Komite Sekolah, jajaran dewan guru, serta para orang tua wali murid yang hadir dengan sorot mata bangga sekaligus haru menyaksikan momen transisi putra-putri mereka.

Karakter sebagai Paspor Kehidupan

 Wahyudin S.pd selaku Kepala SMAN 1 Belo dalam pidatonya menyampaikan pesan yang sarat makna filosofis. Ia mengingatkan bahwa ijazah mungkin bisa membuka pintu peluang, namun karakterlah yang akan menentukan seberapa lama seseorang bertahan di dalam ruangan kesuksesan tersebut.

"Dunia di luar sana tidak hanya bertanya apa yang kalian ketahui, tapi siapa kalian sebenarnya. Harapan kami, alumni SMAN 1 Belo menjadi pribadi yang santun dan menjunjung tinggi etika. Itulah prestasi sejati yang melampaui nilai di atas kertas

ungkapnya dengan nada penuh kewibawaan.


Apresiasi dan Estafet Prestasi

Salah satu sesi yang paling menyita perhatian adalah penyerahan penghargaan bagi siswa-siswi yang telah menorehkan tinta emas selama tiga tahun terakhir. Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghormatan atas kegigihan siswa dalam mengharumkan nama sekolah di kancah daerah maupun nasional.

Momentum ini sekaligus menjadi "pesan visual" bagi adik-adik kelas yang hadir, agar semangat berkompetisi dan tradisi juara di SMAN 1 Belo tetap lestari tanpa terputus.

Prosesi pelepasan ini diakhiri dengan doa bersama yang menggetarkan hati, memohon keberkahan untuk langkah kaki para lulusan yang akan berpencar mengejar cita-cita. Sesi dokumentasi menjadi penutup, di mana jajaran guru melepas anak didik mereka dengan pelukan dan jabat tangan terakhir.

Sorak gembira atas kelulusan seketika melunak menjadi isak tangis perpisahan saat para siswa bersimpuh di hadapan guru-guru yang telah menjadi orang tua kedua bagi mereka selama ini. 

SMAN 1 Belo hari ini bukan hanya melepas siswa, tapi sedang mengutus cahaya-cahaya baru untuk menyinari masa depan daerah

 



BIMA, Pilarntb.com – Momentum yang dinantikan oleh ratusan siswa kelas XII SMAN 1 Belo akhirnya tiba. Tepat pada Senin (04/05/2026), pihak sekolah secara resmi merilis hasil kelulusan untuk Tahun Ajaran 2025/2026.

Berdasarkan data resmi sekolah, dari total 253 peserta yang terdaftar, sebanyak 250 siswa telah menyelesaikan masa studi mereka dengan hasil yang telah dievaluasi secara ketat oleh dewan guru.

Kepala SMAN 1 Belo, Wahyudin, S.Pd., melalui Wakasek Kurikulum, Siti Jaitun, S.Pd., mengungkapkan bahwa pengumuman ini merupakan puncak dari rangkaian penilaian panjang yang dilakukan secara objektif dan transparan.

"Kami memastikan bahwa seluruh proses penilaian dilakukan sesuai dengan regulasi kurikulum yang berlaku. Hasil yang diterima siswa hari ini adalah cerminan dari dedikasi mereka selama tiga tahun menimba ilmu di sekolah ini," ujar Siti Jaitun saat memberikan keterangan di ruang kerjanya.

Dalam laporan kelulusan tersebut, pihak sekolah juga memberikan klarifikasi mengenai 3 siswa yang tidak mengikuti ujian akhir. Rinciannya adalah:

1 orang siswa tidak hadir dikarenakan telah melangsungkan pernikahan.

2 orang siswa lainnya dilaporkan telah berada di luar kota sebelum masa ujian dimulai.

Harapan untuk Masa Depan Alumni; Suasana di lingkungan sekolah tampak hangat dan penuh haru. Kehadiran Kepala Sekolah yang didampingi oleh Bendahara Sekolah serta Wakasek Humas menambah kekhidmatan momen tersebut.

Siti Jaitun berpesan agar para lulusan tidak cepat berpuas diri dan terus memupuk semangat belajar di luar bangku sekolah.

"Bagi anak-anak kami yang lulus, jadikan ini sebagai anak tangga pertama untuk menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau dunia profesional. Jaga nama baik almamater di mana pun kalian berada," pesannya.

Pengumuman ini ditutup dengan antusiasme tinggi dari para wali murid yang hadir, menandai berakhirnya masa bakti akademik angkatan 2025/2026 di SMAN 1 Belo dengan catatan yang membanggakan.



Media pilarntb.com- Pemerintah kabupaten Bima bergerak cepat melakukan pendekatan dan pembahasan dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan BUMN Danantara untuk membuka peluang pembahasan program Hilirisasi Peternakan unggas di kabupaten Bima. 

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi

Hilirisasi Peternakan terkait rencana pembangunan sarana peternakan unggas bersama Tim Kementerian Pertanian RI dan Danantara Sabtu (2/5) di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima.

Dalam Rakor yang turut dihadiri Direktur Hilirisasi Hasil Pertanian Kementerian Pertanian RI Dr. drh. Makmun, M.Sc, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy dalam arahannya mengungkapkan, 

Kabupaten Bima memiliki potensi besar untuk menjadi wilayah pertumbuhan baru peternakan unggas karena didukung ketersediaan lahan, dan produksi jagung sebagai sumber pakan serta komitmen Pemerintah Daerah dan kesiapan sumber daya manusia".

Dengan langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah BUMN pangan, BUMD dan para pelaku usaha lokal, maka kita berharap peternak tidak lagi berjalan sendiri tetapi masuk dalam ekosistem usaha yang kuat dan berkelanjutan demi ketahanan pangan nasional". Imbuh Wabup dalam Rakor yang mengundang  Tim Konsultan GDC Danantara, Kepala Dinas Peternakan NTB, Kepala BPTU-HPT Denpasar, OPD Pemkab Bima, Perwakilan BPN, OPD Pemkab Sumbawa dan Pemkab Dompu  serta Pimpinan PT. Berdikari (Danantara Grup).

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima H. Zainal Arifin, ST., MT mengungkapkan, Program Kementrian Pertanian ini antara lain berupa pembangunan pabrik pakan (Feed Mill), pusat Indukan ayam /Parent Stock (PS), pusat buddiaya ayam, dan rumah potong hewan unggas (RPHU)". Jelasnya.

Sebelumnya, Tim Dinas Peternakan dan Keswan Kabupaten Bima, Tim Aset BPKAD dan Disnakertrans melakukan survei kelayakan beberapa calon lokasi pada lahan yang memenuhi syarat milik pemerintah daerah antara lain di kecamatan Tambora, Madapangga, Bolo, Woha,  Wera dan melaporkan kepada Bupati Bima. 

 


​WAWO, Media pilarntb.com-Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 di SMA Negeri 1 Wawo berlangsung dengan atmosfer yang tak biasa. Jika biasanya seremoni upacara kaku dan formal di tangan guru, kali ini Pengurus OSIS SMAN 1 Wawo menunjukkan taringnya dengan mengelola seluruh jalannya upacara secara mandiri dan penuh inovasi.

​Tampil dengan konsep "Segar dan Berintegritas," para siswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi menjadi penggerak utama di lapangan. Langkah ini diambil sebagai simbol nyata dari tema Hardiknas tahun ini: "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua."

​Simbolisme Kepemimpinan Masa Depan

​Bertindak sebagai Pembina Upacara, IRWAN S. Pd., selaku Kepala SMAN 1 Wawo hadir memberikan legitimasi penuh terhadap gerakan partisipatif siswanya. Dalam amanatnya, beliau menekankan bahwa pendidikan bermutu bukan hanya tanggung jawab guru di depan kelas, melainkan hasil kolaborasi "semesta"—melibatkan siswa, orang tua, dan masyarakat.

​"Hari ini kita melihat masa depan. Saat siswa mengambil peran aktif, di situlah pendidikan bermutu benar-benar terjadi. Kita tidak lagi mencetak pendengar, tapi mencetak pemimpin," tegas Kepala Sekolah dalam pidatonya yang disambut riuh tepuk tangan.

​Sorotan Utama Upacara Hardiknas 2026:

​Petugas Upacara Full-OSIS: Dari pemimpin upacara hingga pengatur barisan, seluruhnya dijalankan oleh anggota OSIS dengan disiplin tinggi.


​Apresiasi Prestasi: Momentum ini juga digunakan untuk memberikan penghargaan bagi siswa-siswi berprestasi sebagai bentuk pemerataan mutu pendidikan.

​Harmoni Semesta: Pelaksanaan upacara yang khidmat namun tetap dinamis, mencerminkan semangat inklusivitas sesuai tema nasional.

​Pendidikan untuk Semua

​Ketua OSIS SMAN 1 Wawo menyatakan bahwa keterlibatan mereka tahun ini adalah bentuk pembuktian bahwa generasi Z dan Alpha mampu memikul tanggung jawab besar. "Kami ingin menunjukkan bahwa partisipasi semesta dimulai dari partisipasi aktif siswa di sekolah sendiri," ujarnya.

​Perayaan Hardiknas kali ini di SMAN 1 Wawo berhasil membuktikan bahwa tradisi bisa bersanding dengan inovasi. Bukan sekadar seremoni tahunan, 2 Mei 2026 menjadi titik balik bagi seluruh civitas akademika Wawo untuk terus bergerak serentak mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan menjangkau semua lapisan.


Penulis JBR 



BIMA, PilarNTB.com – Menjelang berakhirnya tahun pelajaran 2025/2026, SMAN 2 Woha mulai mematangkan persiapan untuk menghadapi dua agenda besar sekolah. Hal ini ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi penting yang berlangsung di ruang guru pada Sabtu (2/5).

​Rapat tersebut fokus pada pembentukan dua kepanitiaan utama, yakni Panitia Penilaian Akhir Semester (PAS) Genap dan Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2026/2027.

​Kepala SMAN 2 Woha, Bapak Drs. Lukman, M.Si., yang memimpin langsung jalannya rapat, menekankan bahwa sinergi dan profesionalisme seluruh staf pendidik maupun kependidikan adalah kunci suksesnya agenda tahunan ini.

​"Kedua agenda ini adalah pilar penting bagi sekolah. PAS merupakan alat ukur keberhasilan belajar siswa selama satu semester, sementara PPDB adalah pintu gerbang bagi generasi baru yang akan bergabung di sekolah kita. Saya berharap panitia yang terpilih dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab," tegas Drs. Lukman dalam arahannya.

​Dalam pertemuan tersebut, struktur kepanitiaan resmi ditetapkan, mulai dari posisi ketua, sekretaris, bendahara, hingga koordinator seksi untuk masing-masing bidang. Selain menetapkan personalia, rapat juga membahas poin-poin strategis lainnya, di antaranya:

​Sinkronisasi Jadwal: Penentuan jadwal ujian PAS dan tahapan sosialisasi PPDB yang disesuaikan dengan Petunjuk Teknis (Juknis) dari Dinas Pendidikan.

​Digitalisasi Sistem: Pembahasan mengenai penguatan sistem ujian berbasis digital serta penyederhanaan akses pendaftaran bagi calon siswa baru agar lebih efektif dan transparan.

​Dengan terbentuknya kepanitiaan ini, SMAN 2 Woha menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas layanan pendidikan. Fokus utama sekolah adalah memastikan proses evaluasi belajar berjalan objektif dan memberikan kemudahan bagi putra-putri terbaik daerah dalam mengakses pendidikan pada tahun ajaran mendatang.



​WOHA media pilarntb.com– Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 dirayakan dengan penuh semangat oleh keluarga besar SMPN 1 Woha. Bertempat di lapangan utama sekolah, upacara bendera yang berlangsung pada Sabtu pagi tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus pembuktian dedikasi sekolah dalam mencetak generasi unggul.

​Bertindak sebagai Pembina Upacara, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMPN 1 Woha, Hasanudin, S.Pd., memimpin jalannya prosesi yang diikuti dengan khidmat oleh seluruh dewan guru, staf tata usaha, serta ratusan siswa.

​Dalam amanatnya, Hasanudin menekankan bahwa esensi pendidikan di era modern bukan lagi sekadar kompetisi angka di atas kertas. Beliau menyoroti pentingnya integrasi antara kecerdasan intelektual dan kematangan emosional.

​"Hari ini bukan sekadar seremoni rutin. Kami ingin membawa siswa-siswi SMPN 1 Woha menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara prestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat sesuai profil Pelajar Pancasila," tegas Hasanudin dalam pidatonya yang inspiratif.

​Apresiasi untuk Para Juara

​Salah satu momen paling berkesan dalam upacara ini adalah pemberian apresiasi kepada barisan siswa berprestasi. Sekolah secara khusus memberikan penghormatan bagi mereka yang telah mengharumkan nama SMPN 1 Woha, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

​Langkah ini diambil sebagai bentuk motivasi agar budaya kompetitif yang sehat terus tumbuh di lingkungan sekolah.

​Membangun Lingkungan Belajar yang Positif

​Di bawah kepemimpinan Plt. Hasanudin, SMPN 1 Woha berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem pendidikan yang aman, disiplin, dan jujur. Upacara Hardiknas tahun ini menjadi tonggak bagi sekolah untuk semakin mengintegrasikan nilai-nilai moral ke dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

​Tema: Membangun Generasi Emas yang Berkarakter.

Fokus Utama: Keseimbangan antara prestasi akademik dan etika (Profil Pelajar Pancasila).

​Budaya Sekolah: Penanaman nilai kejujuran dan kedisiplinan sebagai fondasi utama.

​Upacara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan pendidikan Indonesia, dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara jajaran guru dan siswa berprestasi sebagai simbol optimisme menyongsong masa depan pendidikan yang lebih cerah.


 



​BIMA, PilarNTB.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu, 2 Mei 2026, di SDN Runggu, Kecamatan Belo, berlangsung khidmat dengan nuansa penyegaran. Upacara bendera yang digelar di halaman sekolah tersebut dipimpin langsung oleh Bambang T, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SDN Runggu yang baru saja menjabat.

​Momentum ini juga menjadi ajang memperkuat sinergitas antara sekolah dan lingkungan sekitar. Upacara tersebut turut dihadiri oleh para sesepuh pendidikan, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda setempat. Tak ketinggalan, Babinsa Desa Runggu juga hadir di tengah-tengah barisan, menunjukkan dukungan nyata dari unsur TNI terhadap kemajuan dunia pendidikan di wilayah tersebut.

​Kehadiran sosok pemimpin baru beserta dukungan para tokoh ini memberikan energi positif bagi civitas akademika SDN Runggu. Dalam amanatnya, Bambang menekankan pentingnya adaptasi dan semangat pembaruan dalam proses belajar mengajar. Beliau mengajak seluruh tenaga pendidik dan siswa untuk menjadikan momentum Hardiknas sebagai titik tolak peningkatan kualitas pendidikan.



​"Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah momentum bagi kita semua, khususnya di SDN Runggu, untuk melangkah lebih maju. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia sesuai dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara," ujar Bambang dalam sambutannya.

​Selain membacakan amanat seragam dari Menteri Pendidikan, Kepala Sekolah juga memaparkan visi singkatnya untuk membawa SDN Runggu menjadi institusi yang lebih inovatif dan ramah anak. Ia menegaskan bahwa kolaborasi yang solid antara guru, orang tua, tokoh masyarakat, dan unsur keamanan adalah kunci utama keberhasilan pendidikan di tingkat dasar.

​Pantauan di lokasi, upacara diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan penuh antusiasme. Kehadiran para sesepuh dan Babinsa di tengah-tengah mereka memberikan motivasi tambahan bagi para siswa untuk terus semangat dalam menuntut ilmu.

​Peringatan Hardiknas 2026 ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi perubahan transformatif di SDN Runggu. Dengan nakhoda baru yang penuh energi serta dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat, sekolah ini optimistis akan segera mengukir sejarah prestasi yang lebih gemilang demi mencetak generasi emas masa depan.


Penulis JBR 

Diberdayakan oleh Blogger.