Gagasan untuk melegalkan area ini sebagai kawasan "Minggu Sehat" atau Car Free Day (CFD) mulai menggelinding kuat. Visi ini melampaui sekadar urusan kebugaran fisik; ini adalah langkah strategis untuk menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan yang mandiri.
Denyut Harapan dari Masyarakat
Antusiasme warga terlihat jelas setiap akhir pekan. Meski belum diresmikan secara regulasi sebagai kawasan olahraga, ratusan warga mulai memadati jalanan ini sejak fajar menyingsing.
"Dulu kami bingung mau lari pagi di mana yang aman dan udaranya segar. Sekarang ada jalan Roi-Talabiu. Tapi kami butuh kepastian keamanan, kalau ada kendaraan ngebut saat kita senam kan bahaya. Kami sangat mendukung jika pemerintah meresmikan ini jadi lokasi CFD," ungkap ahwan , seorang warga asal Woha yang rutin berolahraga di lokasi tersebut.
Senada dengan ahwan, para pelaku UMKM pun mulai mencium aroma peluang. Siti Maryam, seorang pedagang sarapan lokal, mengaku omzetnya meningkat sejak jalur ini ramai dikunjungi warga saat pagi hari.
"Kalau hari Minggu, dagangan saya cepat habis. Harapan saya, pemerintah bisa menata kami di sini. Berikan kami tempat yang rapi di pinggir jalan, supaya kami tidak dianggap mengganggu tapi justru bisa membantu ekonomi keluarga," harap Siti.
Jalan yang luas dengan pemandangan khas pedesaan menjadikannya lokasi ideal untuk berbagai aktivitas. Para pengamat pembangunan daerah menilai, jika Pemerintah Kabupaten Bima segera mengambil peran, kawasan ini akan menjadi magnet ekonomi baru.
Langkah Strategis yang Diharapkan oleh masyarakat:
Regulasi Jadwal Rutin: Menetapkan pembatasan kendaraan setiap Minggu pagi agar warga bisa leluasa beraktivitas.
Zonasi UMKM: Penataan lapak pedagang hasil bumi, kuliner, dan kerajinan agar tetap tertib dan tidak mengganggu estetika jalan.
Fasilitas Penunjang: Penyediaan tempat sampah yang memadai serta kehadiran personel Dishub dan Satpol PP untuk menjaga ketertiban.
Menghidupkan Marwah Pembangunan Pemanfaatan jalan baru Roi-Talabiu sebagai pusat olahraga dan ekonomi akan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur di bawah kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Bima saat ini tidak hanya bersifat fisik (beton dan aspal), tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan publik dan dompet rakyat.
Sudah saatnya aset daerah ini tidak lagi dipandang sebagai lintasan mati. Melalui kolaborasi antara kebijakan pemerintah yang progresif dan partisipasi masyarakat yang aktif, lintas Roi-Talabiu siap bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, menyehatkan, dan mendatangkan kesejahteraan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bima.


Posting Komentar