BIMA Media pilarNTB.com– Di tengah keterbatasan anggaran, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sondosia menunjukkan integritas luar biasa dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Meski hingga saat ini belum pernah tersentuh bantuan melalui dana aspirasi (Pokok Pikiran/Pokir) anggota dewan, sekolah ini berhasil mengubah wajah institusinya secara mandiri.
Di bawah kepemimpinan Amiruddin, S.Pd., SDN Sondosia memprioritaskan setiap rupiah dana BOS untuk pembenahan fasilitas fisik. Hasilnya cukup nyata; mulai dari pembangunan tembok pagar bagian depan, samping, hingga belakang sekolah, serta pengadaan meja dan bangku siswa, semuanya murni bersumber dari optimalisasi dana BOS yang dikelola secara transparan dan akuntabel.
Namun, ketergantungan sepenuhnya pada dana BOS dianggap tidak akan mampu mengejar ketertinggalan infrastruktur sekolah dalam jangka panjang. Kepala SDN Sondosia, Amiruddin, S.Pd., secara terbuka menyampaikan harapan agar Pemerintah Daerah tidak menutup mata terhadap kondisi di lapangan.
"Alhamdulillah, kami maksimalkan dana BOS yang ada untuk perbaikan pagar dan fasilitas belajar. Tapi jika semua beban rehab dibebankan pada dana BOS, kapan kita bisa mencapai standar kelayakan yang maksimal? Kami sangat berharap pemerintah mulai melirik SDN Sondosia," ungkap Amiruddin dengan nada penuh harap.
Urgensi Rehabilitasi: Ruang Kelas hingga Perumahan Guru
Pihak sekolah mengidentifikasi beberapa titik krusial yang memerlukan sentuhan anggaran pemerintah pusat maupun daerah (DAK/DAU). Di antaranya adalah:
Rehabilitasi Ruang Kelas: Terdapat beberapa ruang kelas yang kondisinya mulai memprihatinkan dan butuh perbaikan segera demi kenyamanan belajar siswa.
Gedung Perpustakaan: Fasilitas literasi yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang kurikulum terbaru.
Perumahan Guru: Kondisi rumah dinas guru juga menjadi poin penting yang diminta untuk diperhatikan guna menunjang kesejahteraan dan kedisiplinan tenaga pendidik.
Langkah SDN Sondosia yang berhasil membangun pagar dan fasilitas secara mandiri seharusnya menjadi sinyal bagi Pemerintah Kabupaten Bima bahwa sekolah ini memiliki manajemen yang baik dan layak mendapatkan dukungan infrastruktur yang lebih besar.
"Mudah-mudahan pemerintah bisa memberikan perhatian nyata, terutama untuk rehab ruang kelas dan perumahan guru. Kami ingin memberikan yang terbaik bagi generasi bangsa, namun kami butuh dukungan pemerintah untuk mewujudkannya," pungkasnya.


Posting Komentar