BIMA Media pilarNTB.Com— Jalan Lintas Talabiu–Roi, Kabupaten Bima, berubah menjadi ruang publik yang ramai dan penuh semangat pada Minggu (30/8/2026). Ribuan? masyarakat dari berbagai kalangan mengikuti kegiatan Jalan Santai dan Car Free Day (CFD) yang berlangsung meriah sejak pagi.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang olahraga dan menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, interaksi sosial, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi melalui Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Sejumlah unsur turut ambil bagian, di antaranya Camat Woha Irfan, Camat Belo, Anggota DPR RI Hj. Mahdalena, Ketua DPRD Kabupaten Bima beserta jajaran Anggota DPRD    danramil 1608/04 woha  Korwil Kecamatan Woha, seluruh kepala sekolah se-Kecamatan Woha, serta masyarakat umum.

Sejak pagi, suasana di sepanjang jalur Talabiu–Roi tampak hidup. Masyarakat berjalan santai dengan penuh antusias, menikmati ruang publik yang terbebas sementara dari kepadatan kendaraan bermotor.

Camat Woha Irfan S.sos menegaskan bahwa kegiatan jalan santai dan CFD tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat dipertahankan dan dilaksanakan secara rutin sehingga masyarakat memiliki ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk berolahraga, bersosialisasi, sekaligus melakukan berbagai aktivitas positif.

“Kegiatan ini akan kami upayakan untuk terus berjalan setiap Minggu. Mudah-mudahan bisa menjadi kegiatan rutin yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menjaga kesehatan dan membangun kebersamaan,” ujar Irfan 

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban dan kenyamanan selama CFD berlangsung.

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan membutuhkan dukungan semua pihak agar ruang publik tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Antusiasme masyarakat mendapat apresiasi dari Anggota DPR RI Hj. Mahdalena, S.S., MM. Ia menilai CFD memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menggerakkan perekonomian masyarakat.

Mahdalena mendorong agar CFD Talabiu–Roi dapat dilaksanakan secara konsisten setiap Minggu dengan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM, komunitas olahraga, kelompok seni, hingga pelaku ekonomi kreatif.

“Saya sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat. Kegiatan seperti ini jangan hanya dilakukan sekali, tetapi mari kita pertahankan dan kita ramaikan setiap Minggu. Ini adalah kegiatan sehat, tetapi di sisi lain juga bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha,” kata Mahdalena.

Menurutnya, Kabupaten Bima memiliki kekayaan produk lokal dan kuliner khas yang memiliki potensi untuk dipromosikan melalui ruang-ruang publik seperti CFD.

“Kabupaten Bima memiliki banyak UMKM dan makanan khas yang luar biasa. Semangat masyarakat untuk berjualan juga sangat bagus. Kalau kegiatan seperti ini terus berjalan, mudah-mudahan UMKM kita semakin hidup, transaksi masyarakat semakin lancar, dan produk lokal Bima semakin dikenal,” ujarnya.

Mahdalena menekankan bahwa keberhasilan CFD tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang hadir, tetapi juga dari dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan, kebersamaan, kreativitas dan perekonomian masyarakat.

Keterlibatan Korwil Kecamatan Woha bersama seluruh kepala sekolah se-Kecamatan Woha menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Partisipasi dunia pendidikan menunjukkan bahwa gerakan hidup sehat membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kepala sekolah hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memberikan contoh kepada lingkungan pendidikan mengenai pentingnya olahraga dan pola hidup sehat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pesan kepada generasi muda bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif, sehat dan produktif

Kemeriahan kegiatan semakin terasa dengan adanya pembagian hadiah bagi peserta. Hadiah utama diserahkan langsung oleh Anggota DPR RI Hj. Mahdalena, S.S., MM, bersama Camat Woha Irfan, S.Sos., dan Anggota DPRD Kabupaten Bima Hilda Komala Dewi.

Pembagian hadiah tersebut menambah antusiasme masyarakat sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap partisipasi warga dalam menyukseskan kegiatan jalan santai dan CFD.

Pelaksanaan CFD Talabiu–Roi memberikan gambaran bahwa jalur tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang publik yang aktif, sehat dan produktif.

Jika dikelola secara konsisten dan terencana, CFD tidak hanya dapat menjadi agenda olahraga mingguan, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang promosi UMKM, kuliner khas Bima, komunitas olahraga, seni, pendidikan, kreativitas anak muda hingga berbagai kegiatan sosial masyarakat.

Karena itu, keberlanjutan kegiatan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, DPRD, DPR RI, dunia pendidikan, pelaku UMKM, komunitas dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Car Free Day pada akhirnya bukan sekadar menutup jalan dari kendaraan. Lebih dari itu, CFD menghadirkan kembali ruang publik sebagai tempat masyarakat berolahraga, bersilaturahmi, berkarya dan menggerakkan ekonomi lokal.

Antusiasme masyarakat pada pelaksanaan perdana ini menjadi modal sosial yang penting. Tantangannya kini adalah bagaimana semangat tersebut dapat dijaga, dikelola dan ditingkatkan menjadi sebuah agenda rutin yang benar-benar memberikan manfaat nyata.

Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi masyarakat, CFD Talabiu–Roi diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan Mingguan yang meriah, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang sehat, produktif dan mandiri secara ekonomi.


Penulis Jubair ar-Qamar 


Media PilarNTB — Sehat Bersama, Ekonomi Bergerak, Bima Makin Berdaya.

 


BIMA, Media pilarNTB.com— RSUD Sondosia terus memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Kabupaten Bima. Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15, rumah sakit tersebut resmi mengoperasikan layanan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) sebagai fasilitas perawatan intensif khusus bagi bayi baru lahir dan pasien anak dalam kondisi kritis.

Peresmian layanan tersebut dilakukan oleh Bupati Bima Ady Mahyudi, Sabtu (29/8/2026), ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, pemotongan tumpeng, serta peninjauan langsung fasilitas ruang perawatan pasien.

Kehadiran gedung baru PICU-NICU ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bima dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat posisi RSUD Sondosia sebagai rumah sakit rujukan, khususnya bagi masyarakat wilayah Bima Barat dan Selatan.

“Kehadiran gedung khusus PICU-NICU dan fasilitas medis modern di RSUD Sondosia untuk menunjang fasilitas perawatan intensif yang dilengkapi peralatan medis sesuai standar, seperti sistem pemantauan kondisi pasien (patient monitor), inkubator, dan alat bantu pernapasan (ventilator), menegaskan kesiapan RSUD Sondosia sebagai Pusat Rujukan Perawatan Intensif Anak,” ujar Bupati Bima

Direktur RSUD Sondosia, dr. Firman, MPH, menjelaskan bahwa layanan NICU dan PICU dirancang khusus untuk memberikan perawatan intensif bagi bayi baru lahir maupun anak-anak yang berada dalam kondisi kritis atau berisiko tinggi.

Gedung layanan tersebut merupakan bangunan dua lantai yang berdiri di atas lahan sekitar 720 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 498,45 meter persegi. Pembangunannya didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Di dalam gedung tersedia 44 tempat tidur berstandar serta ruang khusus yang mampu menampung 33 boks bayi.

“Gedung dua lantai ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 720 meter persegi dengan luas bangunan 498,45 meter persegi. Pendanaannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Di dalamnya tersedia 44 tempat tidur berstandar serta ruangan khusus yang menampung 33 boks bayi,” jelas dr. Firman.

Fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan penanganan yang lebih cepat, terintegrasi dan intensif terhadap pasien bayi maupun anak yang membutuhkan pengawasan medis secara ketat.

Diperkuat 11 Dokter Spesialis

Dalam arahannya pada momentum HUT ke-15 RSUD Sondosia, Bupati Bima menegaskan bahwa penguatan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan sumber daya manusia dan kualitas pelayanan.

Saat ini, RSUD Sondosia didukung 11 dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak, dua dokter spesialis kandungan dan dua dokter spesialis bedah.

Menurut Bupati, keberadaan tenaga dokter spesialis tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD Sondosia.

“Dengan dukungan 11 dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak, dua dokter spesialis kandungan, serta dua dokter spesialis bedah, ini merupakan modal yang sangat baik untuk membangun kepercayaan masyarakat,” terang Ady Mahyudi.



Ia pun mengajak masyarakat, khususnya dari wilayah Bima Barat dan Selatan, untuk memanfaatkan secara optimal berbagai layanan kesehatan yang telah tersedia di RSUD Sondosia.

Pemerintah Kabupaten Bima, kata Bupati, akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan RSUD Sondosia. Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan tenaga kesehatan, pengembangan jenis pelayanan, peningkatan fasilitas serta membuka peluang dukungan dari berbagai pihak.

Targetnya jelas: RSUD Sondosia secara bertahap diharapkan mampu menjadi rujukan utama masyarakat Bima Barat dan Selatan, bahkan melayani masyarakat dari wilayah sekitar.

“Kita ingin RSUD Sondosia secara bertahap menjadi rujukan utama masyarakat Bima Barat dan Selatan, bahkan masyarakat dari wilayah sekitar,” ujarnya.

Bupati juga menjadikan usia ke-15 RSUD Sondosia sebagai momentum untuk memasuki fase baru dalam pengembangan pelayanan kesehatan.

“Terus tumbuh dalam kapasitas. Terus berkembang dalam kualitas, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.


Peringatan HUT ke-15 RSUD Sondosia tahun ini mengusung tema “Terus Tumbuh, Berkembang Memberi Manfaat Untuk Perubahan yang Lebih Baik.”

Tema tersebut sejalan dengan arah pengembangan rumah sakit yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, kelengkapan fasilitas, perluasan layanan dan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Sejumlah pejabat turut menghadiri peresmian gedung PICU-NICU, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Bima Hj. Nurhayati, S.E., M.Si., Nurdin Amin, S.H., Ardiwin, S.H., dan Sri Langit Nawaksara, S.H.

Turut hadir Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bima Fatahullah, S.Pd., para kepala perangkat daerah, camat dan unsur Muspika Kecamatan Bolo dan Soromandi, para kepala desa serta kepala puskesmas.

Dengan hadirnya PICU dan NICU, RSUD Sondosia kini memiliki tambahan fasilitas penting untuk menangani pasien anak dan bayi dengan kebutuhan perawatan intensif. Penguatan layanan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendekatkan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat.

Memasuki usia 15 tahun, RSUD Sondosia tidak sekadar bertambah usia, tetapi dituntut semakin kuat dalam kapasitas, semakin baik dalam kualitas, dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat.


Penulis:Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB 


 

SONDOSIA — Kehadiran dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) baru di RSUD Sondosia menjadi kabar positif bagi masyarakat, khususnya perempuan yang membutuhkan pelayanan kesehatan ibu dan kandungan.

Kapten CKM (K) dr. Aldila Geri Istantina, M.H., Sp.OG resmi mulai bertugas di RSUD Sondosia. Menariknya, pada hari pertama menjalankan tugas, dr. Aldila langsung memberikan pelayanan kepada 12 pasien, terdiri dari 10 pasien rawat jalan dan 2 pasien yang mendapatkan tindakan medis di kamar operasi.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan spesialistik Obgyn di wilayah tersebut cukup tinggi. Kehadiran dokter spesialis baru diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas pelayanan RSUD Sondosia, tetapi juga semakin mendekatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan ibu dan kandungan.

Dua pasien bahkan langsung mendapatkan tindakan di kamar operasi sesuai dengan kebutuhan dan indikasi medis. Sementara pasien rawat jalan memperoleh pelayanan pemeriksaan dan konsultasi sesuai kondisi masing-masing.


Selain kompetensi medis, kesan awal pasien terhadap dr. Aldila juga mendapat respons positif. Kehadiran dokter dengan latar belakang militer sempat membuat sebagian pasien merasa sedikit tegang. Namun, suasana tersebut berubah setelah proses pemeriksaan dan komunikasi berlangsung.

Sikap yang ramah, komunikatif, serta penjelasan yang diberikan secara rinci membuat pasien merasa lebih nyaman selama menjalani pemeriksaan.

Salah seorang pasien berinisial AN mengungkapkan pengalamannya melalui akun media sosial.

“1st impression pemeriksaan dan penjelasannya lengkap dan detail. Ditambah beliau ramah dan menyenangkan.”

Kesan positif juga disampaikan pasien lainnya, LM, yang menilai pelayanan di Klinik Kandungan RSUD Sondosia berlangsung dengan baik dan penuh perhatian.

“Pelayanannya baik, ramah dan penuh perhatian, dr. Aldila memberikan penjelasan dengan jelas dan membuat pasien merasa nyaman.”

Respons tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya dinilai dari tindakan medis, tetapi juga dari bagaimana tenaga kesehatan membangun komunikasi dan rasa aman bagi pasien.

Untuk mendukung kesinambungan pelayanan, dr. Aldila juga direncanakan tinggal di sekitar wilayah RSUD Sondosia, tepatnya di Kecamatan Bolo.



Keberadaan dokter spesialis yang lebih dekat dengan rumah sakit diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan, terutama ketika masyarakat membutuhkan konsultasi maupun penanganan medis terkait kesehatan reproduksi, kehamilan, persalinan, dan berbagai kondisi ginekologi lainnya.

Dengan bertambahnya tenaga spesialis, masyarakat juga memiliki pilihan pelayanan yang semakin beragam, tentunya dengan tetap menyesuaikan jadwal praktik dan kebutuhan medis masing-masing pasien.

Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, menyambut kehadiran dokter spesialis baru tersebut sebagai bagian dari langkah rumah sakit untuk terus berkembang dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Dengan segala keterbatasan kita, pokoknya kita ingin terus tumbuh, berkembang, memberi manfaat buat masyarakat, mendekatkan akses pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Dr. Firman, MPH.

Menurutnya, penguatan sumber daya manusia, khususnya tenaga dokter spesialis, merupakan salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.

Kehadiran dr. Aldila, Sp.OG sekaligus menambah kekuatan layanan Obgyn di RSUD Sondosia. Bagi masyarakat, bertambahnya dokter spesialis berarti semakin terbukanya akses terhadap pelayanan kesehatan yang kompeten tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan lainnya.

Lebih dari sekadar penambahan tenaga medis, kehadiran dokter spesialis baru menjadi bagian dari upaya RSUD Sondosia membangun pelayanan kesehatan yang profesional, mudah diakses, komunikatif, dan berorientasi pada kenyamanan serta kebutuhan pasien.

Hari pertama dr. Aldila yang langsung melayani 12 pasien menjadi awal dari harapan baru. Ke depan, masyarakat tentu berharap penguatan tenaga spesialis tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan semakin memperluas manfaat pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sondosia dan wilayah sekitarnya.

 


“Mari jadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sarana untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah, mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Bima yang maju, bermartabat, dan penuh keberkahan.”

Semoga keteladanan Rasulullah SAW senantiasa menjadi inspirasi bagi kita dalam menjalani kehidupan, mengabdi kepada masyarakat, serta mewujudkan kemaslahatan bagi seluruh umat.

Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.

Semoga kita semua senantiasa mendapat syafaat dan keberkahan dari Rasulullah SAW. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

 


Bima, Media PilarNTB.com — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima kembali menorehkan catatan penting dalam perjalanan akademiknya melalui pelaksanaan Wisuda Sarjana Angkatan XXIII Tahun 2026. Sebanyak 254 wisudawan dan wisudawati resmi menyelesaikan pendidikan tinggi setelah melalui proses akademik yang panjang, penuh tantangan, serta menuntut ketekunan, disiplin, dan komitmen, kamis (27/07/2026)

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Bima, Bupati Bima, perwakilan LLDIKTI Wilayah VIII, jajaran pimpinan STIE Bima, para dosen, tenaga kependidikan, orang tua, keluarga, serta tamu undangan lainnya.

Wisuda tahun ini mengusung tema “Langkah Hari Ini, Masa Depan Gemilang — Dari STIE Bima untuk Dunia Nyata: Berilmu, Berkarakter, Berdampak Nyata.” Tema tersebut merefleksikan semangat STIE Bima dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, kepedulian sosial, serta keberanian untuk mengambil peran dalam pembangunan.

Momentum wisuda tidak hanya menjadi seremoni penyerahan gelar akademik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi atas proses pendidikan yang telah dilalui sekaligus penanda dimulainya fase baru bagi para lulusan. Setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah, para sarjana dituntut mampu menerapkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai karakter yang diperoleh selama menempuh pendidikan di tengah kehidupan profesional dan masyarakat.

Ketua STIE Bima, Firdaus, ST., MM., MM., INOV dalam laporan akademiknya menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Menurutnya, wisuda merupakan titik awal bagi para lulusan untuk membuktikan kapasitas, kompetensi, dan kontribusi mereka di dunia nyata.

“Wisuda bukan akhir dari proses belajar. Ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu, menjaga integritas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Firdaus.

Ia menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir STIE Bima terus berupaya memperkuat kualitas akademik, meningkatkan budaya penelitian, serta mendorong mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah dan masyarakat.

Salah satu capaian penting yang disampaikan dalam kesempatan tersebut adalah meningkatnya budaya penelitian dan publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa. Dari total 254 lulusan, sebanyak 165 mahasiswa telah berhasil mempublikasikan tugas akhirnya pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3 dan SINTA 4.

Menurut Firdaus, capaian tersebut tidak semata-mata diukur dari jumlah publikasi, tetapi juga menjadi indikator berkembangnya budaya akademik di lingkungan STIE Bima. Publikasi ilmiah menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menyelesaikan tugas akhir sebagai kewajiban akademik, tetapi juga mampu mengolah persoalan menjadi kajian yang memiliki nilai ilmiah dan relevansi praktis.

“Capaian ini bukan sekadar angka. Ini merupakan gambaran bahwa budaya akademik, tradisi penelitian, dan semangat menghasilkan karya ilmiah di STIE Bima terus tumbuh dan berkembang,” katanya.

Firdaus menegaskan, penguatan penelitian dan publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari komitmen STIE Bima dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia berpandangan bahwa penelitian di perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademik yang hanya tersimpan di perpustakaan atau arsip institusi. Penelitian harus mampu membaca persoalan yang dihadapi masyarakat, mengidentifikasi potensi daerah, merumuskan solusi, serta memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan secara nyata.

“Penelitian harus berpijak pada persoalan masyarakat. Penelitian harus melahirkan solusi, pengabdian harus memberikan manfaat, dan ilmu pengetahuan harus menjadi kekuatan untuk membangun daya saing serta kemandirian masyarakat,” tegasnya.

Komitmen tersebut juga tercermin dari dukungan pendanaan yang berhasil diperoleh STIE Bima dalam pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, pendanaan penelitian mencapai Rp1,04 miliar, sementara pendanaan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat mencapai Rp303 juta.

Dukungan pendanaan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas ruang gerak sivitas akademika untuk melakukan penelitian, mengembangkan inovasi, serta melaksanakan program pengabdian yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Bahkan, pada tahun 2025, pendanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi mengalami peningkatan sebesar 113,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut dinilai sebagai indikator keseriusan STIE Bima dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kontribusi institusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Firdaus menyampaikan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa proses pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga individu yang mampu berpikir kritis, bekerja secara profesional, menjunjung tinggi etika, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Di hadapan para wisudawan, ia mengingatkan bahwa tantangan yang akan dihadapi setelah menyandang gelar sarjana akan semakin kompleks. Perubahan teknologi yang berlangsung cepat, dinamika dunia kerja, perkembangan model bisnis, transformasi digital, serta tuntutan kompetensi baru mengharuskan lulusan untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

“Perguruan tinggi tidak boleh berjalan di tempat. Dunia berubah, teknologi berubah, dunia kerja berubah, dan model bisnis juga berubah. Karena itu, pendidikan tinggi harus terus beradaptasi dan melakukan pembaruan,” tegasnya.

Ia menambahkan, gelar sarjana bukanlah jaminan otomatis untuk meraih keberhasilan. Gelar tersebut harus diikuti dengan kemampuan untuk bekerja keras, membangun jejaring, berinovasi, menyelesaikan masalah, serta menjaga kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dan dunia kerja.

Para lulusan juga diharapkan tidak hanya berorientasi untuk mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang, membangun usaha, mengembangkan potensi daerah, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Jangan hanya menjadi pencari kerja. Jadilah pribadi yang mampu menciptakan peluang, membuka lapangan pekerjaan, dan menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitar,” pesannya.

Firdaus berharap para lulusan STIE Bima dapat membawa nama baik almamater di mana pun mereka berada. Ia juga mengingatkan agar para sarjana tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab, profesionalisme, dan kepedulian sosial dalam menjalankan peran masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan seorang lulusan tidak hanya diukur dari jabatan, penghasilan, atau pencapaian material. Keberhasilan juga tercermin dari sejauh mana seseorang mampu memberikan manfaat, menjaga integritas, serta menghadirkan perubahan positif bagi keluarga, lingkungan, daerah, dan bangsa.

Wisuda Sarjana Angkatan XXIII Tahun 2026 akhirnya menjadi simbol berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus dimulainya perjalanan baru bagi 254 sarjana STIE Bima. Dari ruang-ruang perkuliahan, para lulusan kini melangkah menuju dunia profesional, dunia usaha, pemerintahan, organisasi sosial, maupun berbagai bidang pengabdian lainnya.

Dengan bekal ilmu ekonomi, kompetensi, pengalaman akademik, serta nilai-nilai karakter yang telah dibangun selama berada di lingkungan kampus, para lulusan diharapkan mampu menghadapi perubahan dengan optimisme dan menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang.

STIE Bima juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat penelitian, memperluas kerja sama, serta menghadirkan program pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Institusi tersebut diharapkan terus menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan zaman dan berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

Wisuda Angkatan XXIII Tahun 2026 bukan sekadar perayaan atas keberhasilan akademik. Momentum tersebut merupakan penegasan bahwa pendidikan tinggi harus melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kepedulian untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Dari STIE Bima untuk dunia nyata: berilmu, berkarakter, dan berdampak nyata.

 


Bima, Media PilarNTB.com — Kondisi lingkungan SMP Negeri 5 Palibelo, Kabupaten Bima, NTB, menjadi perhatian serius. Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk menimba ilmu tersebut hingga kini masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari tidak adanya pagar sekolah hingga persoalan banjir yang terus berulang.

Ketiadaan pagar membuat lingkungan sekolah terbuka dan kerap dilalui ternak milik masyarakat. Hampir setiap hari, hewan ternak terlihat lalu-lalang di area sekolah sehingga kondisi lingkungan menjadi kurang bersih. Kotoran hewan juga ditemukan di sejumlah titik dan berpotensi mengganggu kenyamanan serta kebersihan lingkungan belajar para siswa.

Persoalan tersebut semakin memprihatinkan ketika musim hujan tiba. SMPN 5 Palibelo disebut telah menjadi kawasan langganan banjir selama kurang lebih enam tahun terakhir. Kondisi itu diduga berkaitan dengan perubahan aliran air setelah pembangunan jalan melalui program aspirasi DPRD yang, menurut pihak sekolah, tidak dilengkapi saluran drainase atau got yang memadai.

Akibatnya, ketika hujan deras turun, aliran air dari sejumlah titik tidak memiliki jalur pembuangan yang optimal dan meluap menuju lingkungan sekolah. Genangan air kemudian mengganggu aktivitas belajar mengajar serta membuat kondisi halaman sekolah menjadi becek dan sulit digunakan.

Kepala SMPN 5 Palibelo, Nurwahidah, S.Pd., mengaku prihatin melihat kondisi sekolah yang harus dihadapi para guru dan siswa. Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut fasilitas fisik, tetapi juga berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan anak-anak dalam mengikuti proses pendidikan.

“Kami merasa kasihan melihat kondisi sekolah, terutama anak-anak yang ingin belajar dengan nyaman. Kami berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ujar Nurwahidah.

Pihak sekolah berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dapat turun langsung melihat kondisi SMPN 5 Palibelo dan mencari solusi terhadap persoalan pagar maupun sistem drainase di sekitar sekolah.

Pembangunan pagar dinilai penting untuk menjaga lingkungan sekolah agar lebih tertib, bersih, dan aman dari aktivitas ternak yang masuk ke area pendidikan. Sementara itu, pembenahan drainase diperlukan agar aliran air saat musim hujan dapat diarahkan dengan baik dan tidak kembali menggenangi lingkungan sekolah.

Harapan besar kini tertuju kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bima agar persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut tidak dibiarkan berlarut. Sebab, lingkungan pendidikan yang layak bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan bagian penting dalam menciptakan proses belajar yang aman, nyaman, dan bermutu bagi generasi penerus daerah.


Penulis: Jubair ar-Qamar 

Media PilarNTB.com — Mengawal Pendidikan, Menyuarakan Aspirasi Masyarakat.



Bima, Media PilarNTB.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 SMA Negeri 1 Belo berlangsung meriah dan penuh nuansa kekeluargaan. Senin (24/08/026), Mengusung tema “Bangkit dalam Harmoni dalam Membentuk Generasi Berbudi Pekerti Luhur, Cerdas dan Berprestasi”, momentum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh keluarga besar sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk generasi yang unggul.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SMA Negeri 1 Belo, Wahyuddin, S.Pd., Kepala KCD Dikpora Wilayah VI Fahmi Hatib, perwakilan Camat Belo,  Danramil 1608/04 Woha, sejumlah kepala sekolah, kepala desa, guru dan tenaga kependidikan, komite sekolah, alumni, serta keluarga besar SMA Negeri 1 Belo.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 1 Belo, Wahyuddin, S.Pd., menyampaikan rasa syukur karena sekolah yang dipimpinnya telah memasuki usia ke-32 tahun. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut bukan sekadar angka, tetapi merupakan sejarah pengabdian yang telah melewati berbagai generasi dan melahirkan banyak lulusan yang berkontribusi di tengah masyarakat.

“HUT ke-32 ini bukan hanya momentum untuk merayakan bertambahnya usia sekolah, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk melakukan refleksi. Sudah sejauh mana SMA Negeri 1 Belo memberikan kontribusi bagi pendidikan, bagi masyarakat, dan bagi masa depan anak-anak kita.”

Wahyuddin menegaskan, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab besar dalam membangun karakter, kedisiplinan, akhlak, kreativitas, kepemimpinan dan semangat kebersamaan peserta didik.

“Kami ingin anak-anak SMA Negeri 1 Belo tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki budi pekerti luhur, berkarakter, disiplin, kreatif, mampu bekerja sama dan memiliki keberanian untuk meraih prestasi. Karena kecerdasan tanpa karakter tidak akan cukup untuk menghadapi tantangan masa depan.”

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan SMA Negeri 1 Belo. Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak dapat dilepaskan dari kerja keras, ketulusan dan dedikasi para pendidik dalam mendampingi peserta didik.

“Kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan, saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya. Mari kita terus menjaga kekompakan dan membangun budaya kerja yang positif. Dengan kebersamaan, saya yakin SMA Negeri 1 Belo akan semakin maju dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik,” ujarnya.

Kepala sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada para alumni yang hadir dan ikut memeriahkan HUT ke-32. Kehadiran alumni dinilai menjadi bukti bahwa hubungan antara sekolah dan lulusannya tidak berhenti setelah mereka meninggalkan bangku pendidikan.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada para alumni yang masih memiliki rasa cinta terhadap almamater. Kehadiran alumni hari ini menjadi energi positif bagi sekolah dan anak-anak kita. Semoga hubungan kekeluargaan ini terus terjaga dan alumni dapat terus memberikan kontribusi bagi kemajuan SMA Negeri 1 Belo.”

Kemariahan peringatan HUT semakin terasa dengan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Sejumlah perlombaan digelar untuk membangun semangat sportivitas, kreativitas dan kebersamaan, di antaranya tarik tambang, lomba memasak antarguru, senam dan tari kreasi, penilaian kelas, lomba menyanyi solo serta berbagai perlombaan senam.

Pada puncak perayaan, pembagian hadiah kepada para pemenang berlangsung meriah. Para siswa, guru dan keluarga besar sekolah memberikan dukungan penuh terhadap setiap rangkaian kegiatan.

Tidak hanya perlombaan, penampilan Pramuka dan Paskibra turut menjadi bagian menarik dalam puncak HUT ke-32. Atraksi tersebut memperlihatkan kedisiplinan, kekompakan, keberanian dan kreativitas para siswa SMA Negeri 1 Belo.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran alumni yang turut menghibur para tamu dan keluarga besar sekolah. Salah seorang alumni tahun 2010 yang dikenal memiliki suara merdu dan pernah mengikuti Academy 3 Anggun Bima tampil membawakan sejumlah lagu, sehingga menambah keakraban dan kemeriahan acara.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyuddin juga mengajak seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Belo untuk menjadikan tema HUT ke-32 sebagai semangat bersama dalam membangun sekolah.

“Bangkit dalam harmoni berarti kita harus bergerak bersama. Tidak ada keberhasilan yang dibangun seorang diri. Guru, siswa, orang tua, komite, alumni dan masyarakat memiliki peran masing-masing. Jika kita bersatu dalam semangat dan tujuan yang sama, insyaallah SMA Negeri 1 Belo akan semakin maju dan berprestasi.”

Ia berharap momentum HUT ke-32 menjadi titik penguatan untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam pembelajaran serta meningkatkan prestasi peserta didik, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Harapan kami ke depan, SMA Negeri 1 Belo semakin dipercaya masyarakat, semakin banyak melahirkan siswa berprestasi dan alumni yang membanggakan. Kami ingin sekolah ini menjadi tempat yang mampu menyiapkan generasi yang tidak hanya siap melanjutkan pendidikan, tetapi juga siap menghadapi kehidupan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Sementara itu, kehadiran sejumlah tokoh pendidikan dan pemerintahan turut memberikan makna tersendiri bagi peringatan HUT ke-32 tersebut. Di antaranya Kartini, S.Pd., Kepala SMPN 2 Belo; Rabiatul A., S.Pd., Kepala MTs Asyadiyah Ngali; Suriansyah, S.Pd., Kepala SDN 2 Cenggu; Safruddi, Kepala Desa Cenggu; Ardiansyah, Kepala Desa Soki; para ibu Dharma Wanita yang diketuai Yeti Rosmiati, S.Pd.; Ketua Komite SMA Negeri 1 Belo H. Hurman H. A. Wahab; serta jajaran guru, tenaga kependidikan dan keluarga besar alumni.

Peringatan HUT ke-32 SMA Negeri 1 Belo akhirnya bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, mengenang perjalanan panjang almamater, memberikan apresiasi kepada seluruh elemen sekolah, sekaligus meneguhkan tekad bersama dalam membangun pendidikan yang berkualitas.

Dengan semangat “Bangkit dalam Harmoni”, SMA Negeri 1 Belo diharapkan terus tumbuh sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi berbudi pekerti luhur, cerdas, berprestasi, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Selamat HUT ke-32 SMA Negeri 1 Belo. Terus bangkit, terus berkarya dan terus melahirkan generasi terbaik untuk Bima dan Indonesia.


Penulis Jubair ar-Qamar 

Media PilarNTB.com-Mengabarkan Fakta, Mengawal Informasi, Membangun Daerah.

 


BIMA media pilarNTB.COM— Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bima terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah, cepat, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelayanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) secara langsung ke lokasi, khususnya bagi warga prioritas yang mengalami keterbatasan untuk datang ke kantor pelayanan Dukcapil.

Langkah pelayanan jemput bola ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Bima memperoleh hak atas dokumen kependudukan. Pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang untuk mendapatkan pelayanan, tetapi berupaya mendekatkan pelayanan kepada warga yang membutuhkan.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bima, Muhammad Amin, S.Sos, menegaskan bahwa pelayanan administrasi kependudukan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Kami ingin memastikan seluruh warga mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan dengan baik. Bagi warga prioritas yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke kantor, Dukcapil berupaya hadir ke lokasi. Prinsip kami, pelayanan harus mendekat kepada masyarakat, bukan sebaliknya masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan.”

Menurut Muhammad Amin, dokumen kependudukan seperti KTP-el memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Dokumen tersebut tidak hanya menjadi identitas resmi warga negara, tetapi juga menjadi salah satu dokumen yang dibutuhkan dalam mengakses berbagai pelayanan publik.

Karena itu, pelayanan perekaman KTP-el bagi warga prioritas dinilai penting untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam pemenuhan administrasi kependudukannya.

“Kita ingin pelayanan Dukcapil benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena administrasi kependudukan merupakan kebutuhan dasar warga dalam mengakses berbagai pelayanan. Maka, ketika ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan khusus, kami berupaya memberikan solusi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka,” ujar Muhammad Amin.


Muhammad Amin menekankan bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya diukur dari seberapa cepat dokumen diselesaikan, tetapi juga dari bagaimana masyarakat diperlakukan selama memperoleh pelayanan.

Pendekatan humanis menjadi salah satu hal yang terus didorong dalam pelayanan Dukcapil Kabupaten Bima. Petugas diharapkan mampu memberikan pelayanan dengan sikap ramah, komunikatif, responsif, serta tetap memperhatikan kondisi warga yang dilayani.

“Pelayanan publik harus dilakukan dengan hati. Masyarakat datang bukan hanya membutuhkan dokumen, tetapi juga membutuhkan kepastian, informasi yang jelas dan perlakuan yang baik. Karena itu, kami terus mengingatkan jajaran agar memberikan pelayanan secara humanis dan profesional,” tegasnya.

Pelayanan langsung ke lokasi juga diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga yang menghadapi kendala mobilitas atau kesulitan mengakses kantor pelayanan. Dengan pola jemput bola, proses perekaman dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat sehingga hambatan akses dapat diminimalkan.


Pelayanan perekaman KTP-el ke lokasi merupakan bagian dari semangat Dukcapil Kabupaten Bima untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan.

Muhammad Amin menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus terus beradaptasi dengan kondisi di lapangan. Setiap warga memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda sehingga pelayanan juga harus mampu memberikan pendekatan yang sesuai.

“Kami akan terus berusaha melakukan pembenahan dan inovasi. Prinsipnya sederhana, bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan dengan mudah, cepat, tepat dan nyaman. Untuk warga prioritas, tentu pendekatan pelayanannya harus disesuaikan dengan kondisi mereka,” katanya.

Ia berharap seluruh jajaran Dukcapil Kabupaten Bima dapat menjaga semangat pelayanan dan tidak menjadikan keterbatasan masyarakat sebagai hambatan untuk mendapatkan hak administrasi kependudukan.

Muhammad Amin juga mengajak masyarakat untuk aktif memastikan dokumen kependudukan mereka tetap lengkap dan sesuai dengan kondisi terbaru. Apabila terdapat kebutuhan pelayanan khusus, masyarakat dapat berkoordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan maupun petugas Dukcapil untuk mendapatkan informasi mengenai mekanisme pelayanan yang tersedia.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkomunikasi dengan Dukcapil. Jika ada warga yang membutuhkan pelayanan karena kondisi tertentu, sampaikan kepada kami. Kami akan melihat kebutuhan dan berupaya memberikan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Melalui pelayanan jemput bola tersebut, Dukcapil Kabupaten Bima ingin memastikan bahwa pembangunan pelayanan publik tidak hanya berpusat pada kemudahan bagi masyarakat yang mampu datang ke kantor pelayanan, tetapi juga memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan dukungan lebih.

Pelayanan administrasi kependudukan yang inklusif menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemerintah yang lebih dekat dengan masyarakat.

Bagi Dukcapil Kabupaten Bima, keberhasilan pelayanan bukan hanya ditandai dengan terselesaikannya proses administrasi, tetapi juga ketika masyarakat merasakan kehadiran pemerintah secara nyata.

“Kami ingin Dukcapil hadir untuk semua. Tidak boleh ada warga yang merasa jauh dari pelayanan pemerintah hanya karena kondisi atau keterbatasan yang mereka miliki. Semangat kami adalah memberikan pelayanan yang mudah, cepat, tepat dan humanis,” pungkas Muhammad Amin.

Dengan semangat “Dukcapil Hadir untuk Semua”, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bima terus memperkuat pelayanan yang berorientasi pada masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya administrasi kependudukan yang tertib, inklusif dan semakin mudah diakses oleh seluruh warga.

Media PilarNTB — Mengabarkan dengan Akurat, Profesional dan Berimbang

Penulis: Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB 

 


🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩

“Dengan semangat kemerdekaan, mari terus bergerak bersama, memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berkualitas demi mewujudkan masyarakat yang sehat, kuat, dan sejahtera.”

Semangat kemerdekaan menjadi energi untuk terus mengabdi, melayani dengan tulus, serta memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bima.



Dr.firman, MPH


Direktur RSUD Sondosia 

 


Bima, Media PilarNTB.com— Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), menjadi hari penuh kebanggaan bagi keluarga besar SMP Negeri 5 Palibelo.

Selain mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 di halaman Kantor Bupati Bima, keluarga besar SMPN 5 Palibelo juga menerima kado istimewa berupa prestasi di bidang olahraga.

Guru pendamping bersama tim voli putra SMPN 5 Palibelo menerima trofi dan hadiah Juara II Turnamen Voli Putra Tingkat SMP se-Kabupaten Bima. Prestasi tersebut menjadi trofi kedua yang berhasil dipersembahkan tim voli putra SMPN 5 Palibelo.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa semangat, kerja keras, kedisiplinan, kekompakan, serta pembinaan yang konsisten mampu melahirkan prestasi membanggakan bagi sekolah.

Kebanggaan keluarga besar SMPN 5 Palibelo semakin lengkap setelah salah satu pemain andalannya, Sabililillah, terpilih sebagai Pemain Voli Putra Terbaik Tahun 2026.

Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena diraih di tengah kepemimpinan Kepala SMPN 5 Palibelo, Nurwahidah, S.Pd., yang baru berjalan sekitar tiga bulan sejak dilantik pada Maret 2026.

Kepala SMPN 5 Palibelo, Nurwahidah, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh pemain, guru pendamping, pelatih, serta orang tua yang telah memberikan dukungan.

“Prestasi ini bukan hanya tentang trofi dan penghargaan, tetapi tentang proses, perjuangan, kedisiplinan, dan keberanian anak-anak untuk memberikan yang terbaik. Juara II dan terpilihnya Sabililillah sebagai pemain terbaik menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan olahraga di SMPN 5 Palibelo.”

Ia menegaskan, prestasi tersebut harus menjadi awal dari pencapaian-pencapaian berikutnya.

“Saya ingin anak-anak tidak cepat puas. Jadikan prestasi hari ini sebagai energi untuk berlatih lebih keras, menjaga kekompakan, meningkatkan disiplin, dan berani bermimpi lebih tinggi. Insyaallah, dengan kerja sama antara sekolah, guru, pelatih, orang tua, dan para siswa, kita bisa meraih prestasi yang lebih besar lagi di masa mendatang.”

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang harus terus dikembangkan. Karena itu, sekolah berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan bakat, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Kami ingin SMPN 5 Palibelo menjadi tempat lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, sportivitas, mental juara, dan mampu membawa nama baik sekolah. Kepada anak-anak kami, teruslah berlatih, jangan takut gagal, dan jangan pernah berhenti berprestasi.”

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi semakin bermakna bagi SMPN 5 Palibelo. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara, tetapi juga melalui semangat para siswa untuk berjuang, berprestasi, dan mengharumkan nama sekolah.

Selamat untuk tim voli putra SMPN 5 Palibelo atas Juara II dan selamat kepada Sabililillah atas penghargaan sebagai Pemain Voli Putra Terbaik 2026. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih tinggi dan menginspirasi seluruh siswa untuk terus berprestasi.


Penulis Humas SMP 5 Palibelo 

Editor jubair ar-Qamar 


Media PilarNTB — Mengabarkan, Menginspirasi, dan Mengawal Prestasi Daerah.



Momentum kemerdekaan ini menjadi pengingat bagi kita untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun bangsa.

Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan memberikan karya dan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dengan semangat “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” kita wujudkan Indonesia yang semakin kuat, maju, adil, dan sejahtera.

Semoga di usia ke-81 tahun, Indonesia semakin kokoh dalam persatuan, semakin maju dalam pembangunan, dan semakin jaya di masa depan.

Jayalah Indonesiaku!

Merdeka! Merdeka! Merdeka! 🇮🇩

Muhammad Amin, S.Sos.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bima

 


BIMA, media PilarNTB.com- Kepala MIS ROI, Hj. Nur Syamsinah, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas semangat serta kekompakan para siswa MIS ROI yang mengikuti kegiatan gerak jalan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kamis (14/08/26)

Menurut Hj. Nur Syamsinah, keikutsertaan para siswa dalam kegiatan tersebut bukan hanya sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter peserta didik.

Ia menilai, semangat, kedisiplinan, kekompakan, dan rasa percaya diri yang ditunjukkan para siswa selama kegiatan merupakan nilai-nilai positif yang perlu terus ditanamkan sejak dini.



“Kami merasa bangga dan terharu melihat semangat anak-anak MIS ROI. Mereka telah menunjukkan kekompakan, kedisiplinan dan keberanian untuk tampil. Ini menjadi kebanggaan bagi kami sebagai keluarga besar MIS ROI,” ujar Hj. Nur Syamsinah, S.Pd.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua/wali murid yang telah memberikan dukungan dan mendampingi anak-anak, serta kepada para guru yang dengan penuh dedikasi membimbing dan mempersiapkan siswa hingga dapat mengikuti kegiatan dengan baik.

Hj. Nur Syamsinah berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berkembang, berprestasi, serta memiliki karakter yang kuat dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.



“Teruslah melangkah dengan penuh semangat, percaya diri dan tetap rendah hati. Jadikan setiap pengalaman sebagai proses untuk belajar dan menjadi lebih baik. Kalian adalah generasi penerus yang akan membawa masa depan bangsa,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa keluarga besar MIS ROI akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang dapat membentuk karakter, kreativitas, kedisiplinan, serta jiwa nasionalisme para peserta didik.

Semangat kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tetapi juga ditanamkan melalui pendidikan dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa.


Penulis Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB 

 


BOLO — Puskesmas Bolo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bima terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan tracing TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Bolo.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan jemput bola, yakni petugas kesehatan turun langsung ke desa-desa untuk melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap masyarakat yang berpotensi memiliki gejala TBC.

Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, S.Kep., mengatakan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima merupakan langkah penting untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus memutus mata rantai penularan TBC di masyarakat.

“Kami tidak ingin masyarakat menunggu sampai kondisi kesehatannya semakin berat baru datang ke fasilitas kesehatan. Melalui kegiatan ini, kami berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan turun langsung melakukan pemeriksaan dan penelusuran kasus,” ujar Nurjanah, S.Kep.

Menurutnya, TBC merupakan penyakit menular yang membutuhkan perhatian serius. Karena itu, semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pasien mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

“Ini bukan hanya soal menemukan kasus, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencegah penularan. Ketika ada kasus yang ditemukan, kami berharap masyarakat tidak memberikan stigma, tetapi justru memberikan dukungan agar pasien menjalani pengobatan sampai tuntas,” jelasnya.

Nurjanah menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pemeriksaan kesehatan secara dini sangat penting.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Bolo untuk tidak takut memeriksakan diri. Pemeriksaan lebih awal jauh lebih baik, karena kalau ditemukan sejak dini, penanganannya juga bisa lebih cepat,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Hera Wati, kegiatan tracing di Kecamatan Bolo menyasar sejumlah desa dengan target pemeriksaan sekitar 100 orang setiap desa. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menemukan kasus TBC secara lebih cepat dan menekan angka penularan.

Dengan sinergi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Puskesmas Bolo, pemerintah desa, serta masyarakat, upaya pengendalian TBC diharapkan tidak hanya berhenti pada penemuan kasus, tetapi berlanjut pada pengobatan, pendampingan, edukasi, hingga pencegahan penularan.

Nurjanah menegaskan, kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, keberhasilan pengendalian TBC membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya tenaga kesehatan.



BIMA Media pilarNTB.com— Pelaksanaan seleksi perangkat Desa Runggu untuk posisi Kaur Kesra dan Kaur Pembangunan kembali menjadi sorotan. Dari 11 peserta yang terdaftar, sebanyak 8 peserta menyatakan menolak mengikuti ujian yang dijadwalkan, di tengah munculnya dugaan kebocoran soal. Rabu (12/08/26)

Para peserta meminta ujian ditunda hingga dugaan tersebut diklarifikasi dan seluruh mekanisme seleksi dipastikan berjalan secara adil, transparan, dan independen. Mereka juga mempertanyakan proses penyusunan soal, pihak-pihak yang memiliki akses terhadap soal, hingga jaminan pengamanan sebelum ujian dilaksanakan.

Calon Kaur Kesra, Surya Imaduddin, menegaskan bahwa keberatan peserta bukan semata-mata terkait jadwal maupun biaya, melainkan menyangkut kredibilitas proses seleksi. Ia meminta adanya pemeriksaan terhadap dugaan kebocoran serta evaluasi terhadap panitia apabila nantinya ditemukan persoalan yang dapat memengaruhi independensi seleksi.

Surya juga mengusulkan agar mekanisme seleksi perangkat desa ke depan diperkuat melalui uji kemampuan teknologi informasi, wawancara terkait komunikasi dan pelayanan publik, serta ujian akademik mengenai pemerintahan desa, tugas dan fungsi perangkat desa, dan regulasi yang berlaku.

Keberatan serupa disampaikan peserta lainnya, di antaranya Fathurrahman selaku calon Kaur Kesra dan Ilham sebagai peserta seleksi Kaur Pembangunan.

Di tengah penolakan tersebut, yg di wawancarai melalui WhatsApp Burhan HMS selaku panitia pelaksana menegaskan bahwa ujian tetap akan dilaksanakan besok sesuai hasil pleno panitia, dengan menggunakan soal yang telah disiapkan soal tetap pada soal yg ada

Insyaallah nanti sore saya sendiri mendatangi rumah" peserta utk memberikan undangan, Besok panitia tetap melakukan tes dengan soal yang sudah ada, berapa pun peserta yang hadir,” tegas Burhan.

Burhan juga membantah adanya kebocoran soal. Menurutnya, kekhawatiran peserta tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan telah terjadi kebocoran tanpa adanya bukti yang jelas.

“Tidak ada kebocoran soal, hanya saja mungkin kekhawatiran mereka. Kalau ada soal yang bocor, mohon tunjukkan buktinya,” ujarnya.


 


BIMA — Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bima menggelar Family Gathering di Taman Kalaki, Kecamatan Palibelo, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang diawali dengan senam sehat bersama tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kegembiraan. Family Gathering diikuti para pengurus DWP Kabupaten Bima, DWP perangkat daerah, serta DWP kecamatan se-Kabupaten Bima bersama keluarga.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bima, Adel Linggi Ardi, SE, selaku Penasehat DWP Kabupaten Bima, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang rekreasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi, persaudaraan, serta membangun hubungan yang lebih erat antaranggota organisasi.

Di hadapan Ketua Umum GOW Kabupaten Bima Ny. Anita H. Irfan, Ketua DWP Kabupaten Bima Ny. Fitriani Adel Linggi Ardi, SE, jajaran pengurus DWP, DWP perangkat daerah dan DWP kecamatan, Sekda menyampaikan bahwa kebersamaan dalam keluarga memiliki keterkaitan erat dengan kualitas sumber daya aparatur.

Menurutnya, keluarga yang harmonis dapat menjadi fondasi lahirnya aparatur sipil negara (ASN) yang berkarakter, memiliki semangat kerja, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Keluarga yang harmonis akan melahirkan ASN yang berkarakter. Family Gathering akan menghubungkan karakter-karakter yang ada untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. ASN yang baik akan melahirkan tim kerja yang baik, dan pemerintahan yang baik akan melahirkan pelayanan pemerintahan yang terbaik,” jelasnya.

Sekda juga berharap kegembiraan dan energi positif yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi penyemangat bagi seluruh anggota DWP dalam menjalankan aktivitas dan mendukung tugas-tugas pemerintahan.

Ia menilai keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, rekreasi dan waktu bersama menjadi bagian penting dalam menjaga semangat serta produktivitas.

“Semoga kegembiraan yang didapatkan dalam Family Gathering ini dapat menambah semangat dalam bekerja dan melayani publik. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga tercipta keseimbangan antara waktu bekerja dengan waktu berlibur dan berekreasi,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Bima, Ny. Fitriani Adel Linggi Ardi, SE, menyampaikan bahwa Family Gathering menjadi ruang untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan DWP.

Menurutnya, di tengah berbagai kesibukan dan tanggung jawab masing-masing, diperlukan ruang untuk membangun kebersamaan dan saling mengenal lebih dekat.

“Di tengah kesibukan dan tanggung jawab kita masing-masing, tentu ada kalanya kita membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak. Family Gathering merupakan ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan dan memperkuat rasa kekeluargaan di antara seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan beserta keluarga,” ungkapnya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut dikemas secara santai dan penuh kegembiraan. Para peserta tidak hanya berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga mengikuti berbagai permainan yang mendorong kekompakan, sportivitas dan kebersamaan.

“Hari ini kita tertawa bersama, bermain bersama, saling mengenal lebih dekat, dan menikmati kebahagiaan sebagai satu keluarga besar. Mari kita nikmati kebersamaan hari ini dengan penuh kegembiraan, kekeluargaan, sportivitas, dan tentu saja dengan semangat merah putih,” tuturnya.

Ny. Fitriani berharap seluruh peserta dapat membawa pulang semangat dan energi positif setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Mudah-mudahan setelah kegiatan ini, kita pulang membawa energi baru, semangat baru, dan rasa kebersamaan yang semakin kuat,” pungkasnya.

Family Gathering semakin meriah dengan berbagai perlombaan yang melibatkan peserta dari unsur DWP perangkat daerah dan kecamatan. Sejumlah lomba yang digelar antara lain lomba sudoku dengan balon, lomba memindahkan gelas menggunakan sedotan, serta lomba rebut kursi yang diikuti para Ketua DWP perangkat daerah dan kecamatan.

Berbagai perlombaan tersebut berlangsung penuh canda dan antusiasme. Selain menjadi hiburan, kegiatan itu juga menjadi sarana membangun kekompakan dan sportivitas antaranggota DWP.

Tidak hanya menghadirkan kegiatan rekreatif, Family Gathering DWP Kabupaten Bima juga dirangkai dengan Bazaar UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal. Kehadiran bazaar memberikan ruang bagi produk-produk UMKM untuk diperkenalkan sekaligus dinikmati oleh para peserta.

Kegiatan juga diisi dengan donor darah, sebagai wujud kepedulian sosial dan kontribusi nyata DWP Kabupaten Bima terhadap kebutuhan kemanusiaan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadikan Family Gathering bukan hanya sebagai agenda menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga sebagai momentum memperkuat silaturahmi, kekeluargaan, kepedulian sosial, pemberdayaan UMKM, serta semangat kebersamaan di lingkungan DWP Kabupaten Bima.

Semangat kebersamaan yang terbangun di Taman Kalaki diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh anggota DWP untuk terus mendukung keluarga, organisasi dan pembangunan daerah, sekaligus mengambil bagian dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat Kabupaten Bima.

 


BIMA media PilarNTB.com— Sebanyak 53 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bima resmi memasuki masa karantina atau pemusatan latihan, Minggu (9/8/2026). Tahapan ini menjadi bagian penting dalam rangka mematangkan kesiapan fisik, mental, disiplin, serta kekompakan para anggota Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang.

Masa karantina tidak sekadar menjadi tahapan administratif menjelang pelaksanaan upacara, tetapi merupakan proses pembentukan karakter dan kesiapan para putra-putri terbaik Kabupaten Bima yang dipercaya mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Kedatangan dan penerimaan 53 anggota Paskibraka berlangsung di Aula SMAN 1 Belo. Para peserta diterima langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bima, Zainudin, S.S., yang hadir mewakili Bupati Bima.

Dalam arahannya, Zainudin menegaskan bahwa masa karantina merupakan awal dari rangkaian pelatihan terpusat yang akan dijalani para anggota Paskibraka sebagai persiapan menghadapi tugas kenegaraan pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurutnya, tugas sebagai Paskibraka bukan hanya membutuhkan kemampuan baris-berbaris dan ketepatan gerakan, tetapi juga menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, mental yang kuat, serta jiwa nasionalisme yang tinggi.

Mulai Senin (10/8/2026), seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Bima dijadwalkan melanjutkan latihan secara terpusat di halaman Kantor Bupati Bima. Latihan tersebut menjadi bagian dari pemantapan teknis dan pembentukan kekompakan tim sebelum pelaksanaan upacara pada 17 Agustus mendatang.

Kepada jajaran pelatih, Zainudin menyampaikan harapan agar seluruh proses pembinaan dapat diberikan secara maksimal sehingga para peserta mampu menjalankan tugas dengan penuh percaya diri dan tanggung jawab.

Sementara kepada para anggota Paskibraka, ia memberikan motivasi agar mengikuti seluruh rangkaian latihan dengan sungguh-sungguh.

“Saya yakin para pelatih akan memberikan pelatihan terbaik untuk anak-anakku semua. Kepada para siswa, saya titip pesan agar serius menyerap apa yang diajarkan, disiplin, dan memiliki jiwa nasionalis yang tinggi. Tanamkan dalam diri bahwa tugas ini adalah kebanggaan dan kehormatan untuk bangsa dan daerah kita tercinta,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa kesempatan menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi. Karena itu, setiap anggota diharapkan mampu menjaga sikap, disiplin, kesehatan, serta nama baik daerah selama menjalani masa pemusatan latihan.

Dengan persiapan yang matang, dukungan para pelatih, serta semangat dan kedisiplinan yang tinggi, 53 anggota Paskibraka Kabupaten Bima diharapkan mampu menjalankan tugas dengan sempurna pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Bima, 17 Agustus 2026.

Momentum tersebut nantinya bukan hanya menjadi prosesi pengibaran bendera, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus wujud nyata semangat nasionalisme generasi muda Kabupaten Bima.

 



Bima, Media pilarNTB.com — Ikatan Bidan  Indonesia (IBI) Kabupaten Bima terus mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme tenaga bidan melalui Workshop Nasional Updating Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) bagi Bidan Angkatan I, yang berlangsung Jum.at 7 Agustus 2026, di Sekretariat IBI Kabupaten Bima, Desa Panda, Kecamatan Palibelo.

Workshop tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan para bidan memiliki pengetahuan dan kompetensi yang terus diperbarui, sejalan dengan perkembangan standar pelayanan kebidanan dan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini terintegrasi dengan LMS 1 Sehat dan memberikan 29 Satuan Kredit Profesi (SKP) bagi bidan vokasi maupun profesi. Pelaksanaan workshop dilakukan secara mandiri oleh IBI Kabupaten Bima dengan fasilitasi Lembaga Diklat Profesi (LDP) IBI yang telah terakreditasi A.

Sri Wahyuni, S.Tr.Keb, selaku fasilitator workshop sekaligus Pengurus IBI Kabupaten Bima Bidang Pendidikan dan Penelitian, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh dimaknai sebatas pemenuhan kewajiban SKP.

Menurutnya, esensi utama workshop adalah memperbarui pengetahuan, meningkatkan keterampilan dan memperkuat kompetensi bidan agar mampu memberikan pelayanan KIA secara profesional, aman dan sesuai standar.

Peningkatan kompetensi tersebut terutama diarahkan pada kemampuan bidan dalam melakukan deteksi dini faktor risiko dan komplikasi pada ibu dan bayi, sehingga setiap masalah kesehatan dapat ditemukan dan ditangani sedini mungkin.

Dengan kompetensi yang terus diperbarui, bidan diharapkan semakin siap menjalankan peran strategisnya sebagai tenaga kesehatan yang berada paling dekat dengan masyarakat, terutama dalam pelayanan kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir serta pemantauan tumbuh kembang anak.




Workshop tersebut turut dihadiri langsung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Hj. Nurul Wahyuti, SE., MM.

Dinas Kesehatan menyampaikan apresiasi terhadap langkah IBI Kabupaten Bima dalam meningkatkan kapasitas anggotanya. Namun, kegiatan peningkatan kompetensi juga dipandang sebagai sebuah tantangan: sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui workshop mampu diterapkan dalam pelayanan dan berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan kesehatan daerah.

Fokus utamanya adalah mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) serta stunting.

Pemerintah Kabupaten Bima menargetkan penurunan AKI dan AKB sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2025, dengan target pada 2026 maksimal 7 kematian ibu dan 87 kematian bayi.

Sementara itu, target prevalensi balita stunting pada 2026 sebesar 15,69 persen atau sekitar 6.111 balita dari sasaran 38.951 balita.

Berdasarkan data per 9 Agustus 2026, tercatat 5 kematian ibu, 50 kematian bayi dan angka balita stunting sebesar 12 persen atau 4.674 kasus.

Capaian tersebut menunjukkan adanya progres, tetapi sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan harus terus diperkuat sampai tingkat pelayanan paling dasar.


Dalam pelayanan KIA, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya kemampuan bidan melakukan deteksi dini. Dari total sasaran KIA, terdapat kelompok ibu dan bayi yang memiliki risiko serta komplikasi yang membutuhkan perhatian khusus.

Karena itu, bidan sebagai pemberi pelayanan di tingkat dasar dituntut mampu melaksanakan Antenatal Care (ANC) sesuai standar, termasuk pemeriksaan dan skrining terhadap berbagai faktor risiko.

Skrining tersebut meliputi preeklamsia, diabetes gestasional, kesehatan jiwa, triple eliminasi, pemeriksaan laboratorium, serta berbagai skrining pada bayi, termasuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta deteksi kelainan tertentu seperti atresia bilier.

Apabila ditemukan faktor risiko atau komplikasi, bidan harus memastikan pasien mendapatkan tindak lanjut melalui rujukan internal Puskesmas maupun rujukan vertikal sesuai kondisi dan kebutuhan medis.

Koordinasi antarpetugas juga diperkuat melalui jejaring komunikasi Matneo, mulai tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi, sehingga informasi kasus dan kebutuhan rujukan dapat disampaikan dengan lebih cepat


Upaya deteksi dan pencegahan komplikasi tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan. Dinas Kesehatan juga mengoptimalkan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).

Pada trimester III, dan maksimal H-14 sebelum perkiraan persalinan, bidan desa bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat dan kader kesehatan melakukan kunjungan rumah kepada ibu hamil.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan persalinan, meliputi tempat persalinan, tenaga penolong, pendamping, transportasi, calon pendonor darah serta kelengkapan administrasi seperti KTP, KK dan BPJS.

Pemasangan stiker P4K di rumah ibu hamil juga menjadi bentuk notifikasi agar lingkungan sekitar mengetahui dan turut mendukung kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan komplikasi.


Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menyadari bahwa penanganan masalah kesehatan ibu dan anak tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dan lintas program terus diperkuat.

Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain MoU skrining layak hamil, konvergensi penurunan AKI, AKB dan stunting lintas OPD, serta kerja sama Paket Hemat Emas dengan Disdukcapil.

Dinas Kesehatan juga melaksanakan pendampingan tim ahli dokter spesialis anak (SpA) dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) kepada 21 Puskesmas, monitoring dan evaluasi terpadu program pelayanan, serta kredensialing bagi dokter, dokter gigi, bidan dan perawat.

Kredensialing dilakukan untuk memastikan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan memiliki kompetensi serta kewenangan sesuai profesinya.

Selain itu, dilakukan pertemuan koordinasi, advokasi dan workshop kesehatan, serta audit kematian ibu dan bayi untuk mengetahui faktor penyebab kematian dan menyusun langkah perbaikan agar kasus dengan penyebab serupa tidak kembali terjadi.


Workshop Nasional Updating KIA IBI Kabupaten Bima pada akhirnya diharapkan menjadi lebih dari sekadar kegiatan pelatihan.

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para bidan harus diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih baik di lapangan, mulai dari deteksi dini, konseling, pendampingan ibu hamil, pertolongan persalinan, pelayanan bayi baru lahir hingga pemantauan tumbuh kembang anak.

Kolaborasi antara IBI, Dinas Kesehatan, Puskesmas, rumah sakit, pemerintah desa, kader kesehatan dan lintas sektor menjadi kekuatan penting dalam membangun sistem pelayanan KIA yang cepat, terintegrasi dan berorientasi pada keselamatan ibu serta bayi.

Dengan penguatan kompetensi tenaga kesehatan, sistem rujukan yang responsif, pendampingan dokter spesialis, pemantauan berbasis data dan evaluasi berkelanjutan, Kabupaten Bima terus berupaya memastikan setiap ibu memperoleh pelayanan yang aman dan setiap bayi mendapatkan kesempatan terbaik untuk tumbuh sehat.



Media pilarNTB 

Pimpinan redaksi: jubair ar-Qamar 

 


BIMA, PilarNTB – SD Negeri 2 Teke terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui kegiatan analisis pada program Hari Belajar guru. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk melakukan refleksi, berbagi pengalaman, sekaligus mengevaluasi proses pembelajaran agar semakin efektif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, fokus pembahasan diarahkan pada jam tatap muka mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Analisis dilakukan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan pembelajaran di kelas telah berjalan optimal, baik dari sisi pengelolaan waktu, keterlibatan siswa, metode pembelajaran maupun pencapaian tujuan pembelajaran.

Kepala SD Negeri 2 Teke, Triwidiati, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan Hari Belajar guru bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun budaya belajar di kalangan pendidik.

Menurutnya, guru perlu terus melakukan evaluasi terhadap praktik pembelajaran yang dilaksanakan di kelas. Dengan demikian, setiap proses belajar mengajar dapat terus diperbaiki dan disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan peserta didik.

“Guru juga harus terus belajar. Melalui analisis dan refleksi bersama, kita dapat mengetahui apa yang sudah berjalan baik dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa,” ujar Triwidiati.

Analisis pembelajaran IPAS menjadi penting karena mata pelajaran tersebut tidak hanya menuntut siswa memahami konsep, tetapi juga mendorong mereka mengamati lingkungan, berpikir kritis, menghubungkan berbagai fenomena serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui diskusi dan refleksi bersama, guru diharapkan mampu menemukan strategi pembelajaran yang lebih menarik dan kontekstual. Pengelolaan jam tatap muka juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan agar materi dapat tersampaikan secara proporsional tanpa mengurangi kesempatan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran.

Kegiatan Hari Belajar belajar di SD Negeri 2 Teke sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembelajar yang senantiasa meningkatkan kompetensi profesionalnya.

Dengan budaya refleksi dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, SD Negeri 2 Teke berharap kualitas pembelajaran semakin meningkat, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang aktif, relevan, dan mampu membentuk kemampuan berpikir kritis serta karakter positif.

PilarNTB – Guru belajar, pembelajaran berkembang, kualitas pendidikan semakin gemilang.

Penulis: Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB 

Diberdayakan oleh Blogger.