Dana Aspirasi H. Mori Hanafi Wujudkan Irigasi Pertanian di Desa Sondosia, Progres P3-TGAI Capai 59 Persen

 


BIMA, Media PilarNTB.com – Komitmen memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur terus diwujudkan di Kabupaten Bima. Salah satunya melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, dengan dukungan Dana Aspirasi Anggota DPR RI, H. Mori Hanafi, SE.

Program yang berada di bawah naungan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS NT I) Mataram ini menjadi harapan baru bagi para petani Desa Sondosia yang selama ini menghadapi keterbatasan distribusi air menuju areal persawahan. Kehadiran saluran irigasi baru diyakini mampu meningkatkan efektivitas pengairan, memperkuat produktivitas pertanian, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp195 juta dengan ruang lingkup pekerjaan berupa pembangunan saluran irigasi sepanjang 261 meter serta pengembangan saluran sepanjang 9 meter. Infrastruktur ini dirancang untuk memperlancar aliran air menuju lahan pertanian agar dapat dimanfaatkan secara lebih optimal oleh para petani.

Hingga Selasa (4/8/2026), progres fisik pekerjaan telah mencapai sekitar 59 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek berjalan sesuai tahapan, dengan target penyelesaian dalam waktu 90 hari kalender sebagaimana tercantum dalam kontrak kerja.

Ketua P3-A Samangawa Satu Desa Sondosia, Amrullah, mengatakan pihaknya bersama masyarakat terus berupaya mempercepat penyelesaian pekerjaan agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan oleh petani.

"Target kontrak memang 90 hari, tetapi kami berusaha menyelesaikannya lebih cepat. Semakin cepat saluran ini selesai, semakin cepat pula petani dapat memanfaatkan aliran air untuk kebutuhan pertanian mereka," ujarnya saat ditemui di lokasi proyek.

Menurut Amrullah, pembangunan saluran irigasi merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat Desa Sondosia yang mayoritas menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Selama ini, petani kerap menghadapi kendala distribusi air akibat kondisi saluran yang sudah tidak lagi memadai.

Dengan dibangunnya saluran irigasi baru, sistem pengairan diharapkan menjadi lebih efisien dan merata sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian sekaligus meminimalkan potensi konflik antarpetani dalam pembagian air.

Di sisi lain, aspek kualitas pekerjaan juga menjadi perhatian serius. Seluruh proses pembangunan mendapat pendampingan dan pengawasan langsung dari tim konsultan BWS NT I Mataram guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Konsultan Pendamping BWS NT I Mataram, Nurfadlu, SE., menegaskan bahwa selain kualitas konstruksi, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian penting yang harus dipatuhi seluruh pekerja di lapangan.



"Salah satu kendala teknis yang kami cermati di lapangan adalah kedisiplinan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Kelompok pekerja wajib menggunakan rompi keselamatan dan helm standar. Ini demi menjaga keselamatan para pekerja sekaligus mendukung kelancaran dan keamanan perkembangan proyek," jelasnya.

Ia menambahkan, pengawasan rutin dilakukan setiap hari untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.

Amrullah mengapresiasi pendampingan intensif yang dilakukan pihak konsultan. Menurutnya, kehadiran pendamping sangat membantu kelompok masyarakat dalam menjaga kualitas hasil pembangunan.

"Dalam pelaksanaan pekerjaan proyek ini, kami selalu didampingi langsung oleh Konsultan Ibu Nurfadlu setiap hari. Beliau rutin mengecek lokasi untuk melihat bagian-bagian mana yang masih kurang, sehingga bisa langsung kami perbaiki tepat waktu," ungkapnya.

Menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut, pihak P3-A Samangawa Satu berkomitmen meningkatkan disiplin penggunaan APD bagi seluruh pekerja sekaligus mempercepat penyelesaian sisa pekerjaan agar saluran irigasi dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pemerintah Desa Sondosia turut memberikan apresiasi atas terealisasinya program yang bersumber dari Dana Aspirasi H. Mori Hanafi. Infrastruktur pengairan ini dinilai tidak hanya menjawab kebutuhan riil petani saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan di tingkat desa.

Masyarakat pun berharap pembangunan dapat diselesaikan sesuai standar teknis sehingga menghasilkan konstruksi yang kokoh, berkualitas, dan memiliki daya tahan tinggi. Dengan demikian, saluran irigasi tersebut mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan produktivitas pertanian serta memperkuat perekonomian masyarakat Desa Sondosia.