Sosialisasi Tata Tertib, SMP Negeri 4 Monta Perkuat Disiplin dan Karakter Siswa

 


BIMA, PilarNTB – SMP Negeri 4 Monta menggelar sosialisasi tata tertib sekolah yang dihadiri para wali murid sebagai bagian dari upaya membangun budaya disiplin, karakter, dan tanggung jawab peserta didik. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala SMP Negeri 4 Monta, Jubaidah, S.Pd.

Dalam sosialisasi tersebut, sekolah menyampaikan sejumlah aturan yang harus dipahami dan dipatuhi seluruh peserta didik. Siswa diwajibkan hadir di sekolah paling lambat pukul 07.10 WITA, mengenakan seragam sesuai jadwal, menjaga kerapian rambut, serta memperhatikan penampilan selama berada di lingkungan sekolah.

Bagi siswa laki-laki, sekolah melarang penggunaan gelang dan sandal. Sementara bagi siswi, penggunaan perhiasan dan make-up secara berlebihan tidak diperbolehkan.

Sekolah juga menegaskan larangan membawa HP ke sekolah, serta larangan membawa dan merokok, baik di lingkungan sekolah maupun di sekitar lingkungan sekolah.

Selain kedisiplinan dalam berpakaian dan kehadiran, SMP Negeri 4 Monta memberikan perhatian serius terhadap pembentukan karakter. Peserta didik dilarang melakukan ancaman, perundungan (bullying), maupun tindakan yang merendahkan kepala sekolah, guru, pegawai, dan orang tua, baik secara lisan maupun tertulis.

Siswa juga diwajibkan menjaga seluruh fasilitas sekolah dan dilarang melakukan tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan. Perkelahian antarsiswa juga menjadi salah satu tindakan yang tegas dilarang oleh pihak sekolah.

Kepala SMP Negeri 4 Monta, Jubaidah, S.Pd., mengatakan bahwa tata tertib sekolah bukan sekadar kumpulan larangan, melainkan merupakan instrumen pendidikan untuk membentuk kebiasaan baik dan karakter siswa sejak dini.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa disiplin bukan karena takut kepada aturan, tetapi karena mereka menyadari bahwa aturan itu dibuat untuk kebaikan dan masa depan mereka sendiri. Sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga tempat membentuk sikap, karakter, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada orang lain,” ujar Jubaidah.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Peran orang tua dan wali murid sangat penting dalam memastikan nilai-nilai kedisiplinan yang ditanamkan di sekolah juga diterapkan di rumah dan lingkungan pergaulan siswa.

“Kami berharap orang tua menjadi mitra sekolah dalam mendidik anak-anak. Kalau sekolah mengajarkan disiplin, sementara di rumah tidak ada penguatan, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang baik antara sekolah, guru, siswa dan orang tua,” jelasnya.

Jubaidah menegaskan, pihak sekolah akan mengedepankan pendekatan pembinaan dalam menangani setiap pelanggaran. Namun, aturan tetap harus memiliki ketegasan agar seluruh siswa memahami batasan perilaku yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.

“Kami tidak ingin sekolah hanya dikenal karena banyak aturan. Kami ingin SMP Negeri 4 Monta menjadi sekolah yang mampu melahirkan anak-anak yang disiplin, berkarakter, berprestasi, menghargai guru dan orang tua, serta mampu menjaga nama baik dirinya, keluarga dan sekolah,” tegasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, SMP Negeri 4 Monta berharap seluruh wali murid dapat memahami tata tertib sekolah dan bersama-sama mendukung penerapannya. Dengan kolaborasi antara sekolah dan keluarga, kedisiplinan diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban saat berada di sekolah, tetapi menjadi kebiasaan positif yang melekat dalam kehidupan siswa.


PilarNTB — Mengawal Pendidikan, Mengabarkan Perubahan.

Penulis Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi