8 dari 11 Peserta Tolak Ujian Perangkat Desa Runggu, Panitia Tetap Gelar Tes Besok



BIMA Media pilarNTB.com— Pelaksanaan seleksi perangkat Desa Runggu untuk posisi Kaur Kesra dan Kaur Pembangunan kembali menjadi sorotan. Dari 11 peserta yang terdaftar, sebanyak 8 peserta menyatakan menolak mengikuti ujian yang dijadwalkan, di tengah munculnya dugaan kebocoran soal. Rabu (12/08/26)

Para peserta meminta ujian ditunda hingga dugaan tersebut diklarifikasi dan seluruh mekanisme seleksi dipastikan berjalan secara adil, transparan, dan independen. Mereka juga mempertanyakan proses penyusunan soal, pihak-pihak yang memiliki akses terhadap soal, hingga jaminan pengamanan sebelum ujian dilaksanakan.

Calon Kaur Kesra, Surya Imaduddin, menegaskan bahwa keberatan peserta bukan semata-mata terkait jadwal maupun biaya, melainkan menyangkut kredibilitas proses seleksi. Ia meminta adanya pemeriksaan terhadap dugaan kebocoran serta evaluasi terhadap panitia apabila nantinya ditemukan persoalan yang dapat memengaruhi independensi seleksi.

Surya juga mengusulkan agar mekanisme seleksi perangkat desa ke depan diperkuat melalui uji kemampuan teknologi informasi, wawancara terkait komunikasi dan pelayanan publik, serta ujian akademik mengenai pemerintahan desa, tugas dan fungsi perangkat desa, dan regulasi yang berlaku.

Keberatan serupa disampaikan peserta lainnya, di antaranya Fathurrahman selaku calon Kaur Kesra dan Ilham sebagai peserta seleksi Kaur Pembangunan.

Di tengah penolakan tersebut, yg di wawancarai melalui WhatsApp Burhan HMS selaku panitia pelaksana menegaskan bahwa ujian tetap akan dilaksanakan besok sesuai hasil pleno panitia, dengan menggunakan soal yang telah disiapkan soal tetap pada soal yg ada

Insyaallah nanti sore saya sendiri mendatangi rumah" peserta utk memberikan undangan, Besok panitia tetap melakukan tes dengan soal yang sudah ada, berapa pun peserta yang hadir,” tegas Burhan.

Burhan juga membantah adanya kebocoran soal. Menurutnya, kekhawatiran peserta tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan telah terjadi kebocoran tanpa adanya bukti yang jelas.

“Tidak ada kebocoran soal, hanya saja mungkin kekhawatiran mereka. Kalau ada soal yang bocor, mohon tunjukkan buktinya,” ujarnya.