KKN UNSWA ANGKATAN III KEMPO DORONG PEMANFAATAN DAUN KELOR MENJADI PUDING BERGIZI

 


BIMA, PilarNTB – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nggusuwaru (UNSWA) Angkatan III Posko Desa Kempo menggelar seminar penyuluhan dan pelatihan pembuatan puding berbahan dasar daun kelor sebagai pangan bergizi bagi masyarakat, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Kempo tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi pangan lokal yang mudah diperoleh sekaligus memiliki nilai gizi tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Desa Kempo yang mewakili Kepala Desa, Ketua TP PKK Desa Kempo, Ketua Karang Taruna, Ketua dan kader Posyandu, para Ketua RT, Kepala Dusun, serta masyarakat Desa Kempo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNSWA, Yogi Cahyadi, S.Pd., M.Pd., Gr., bersama Ketua Posko KKN Desa Kempo, Hairul Ajhar, serta seluruh anggota kelompok KKN.

Adapun anggota KKN Posko Desa Kempo terdiri dari Selvita, Muhlis Maulana, Risky Aditia, Rian Hidayat, Nursilfani, Sofiyanti, Sry Saidatul Badri, Dewi, Santi Puasa, Eka Aprilianti, dan Astutik Aryanti.

Ketua Posko KKN Desa Kempo, Hairul Ajhar, menjelaskan bahwa pemilihan daun kelor sebagai bahan utama dalam kegiatan penyuluhan dan pelatihan bukan tanpa alasan. Menurutnya, daun kelor memiliki potensi besar sebagai sumber pangan bergizi yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, namun pemanfaatannya hingga kini masih belum optimal.

“Daun kelor kaya akan protein, vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium, dan antioksidan sehingga sangat baik untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat,” jelas Hairul.

Ia mengatakan, tanaman kelor banyak ditemukan di pekarangan rumah warga Desa Kempo. Kondisi tersebut menjadi peluang yang dapat dikembangkan menjadi sumber pangan alternatif yang sehat sekaligus bernilai ekonomi.

Selain mudah diperoleh, kata Hairul, daun kelor juga dapat diolah menjadi berbagai produk makanan yang memiliki cita rasa lebih menarik dan mudah diterima masyarakat, salah satunya melalui pembuatan puding daun kelor.



“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat bahwa bahan pangan yang ada di sekitar kita dapat diolah menjadi makanan yang bergizi, menarik, dan memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan daun kelor tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga diharapkan dapat membuka peluang usaha rumahan bagi masyarakat Desa Kempo.

Produk olahan berbahan dasar kelor, apabila dikembangkan secara konsisten dengan memperhatikan cita rasa, kebersihan, kemasan, dan pemasaran, dinilai memiliki peluang untuk menjadi produk pangan lokal yang memiliki nilai jual.

Kegiatan penyuluhan dan pelatihan tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan pangan lokal dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Melalui keterlibatan kader Posyandu, PKK, Karang Taruna, perangkat desa, serta masyarakat, mahasiswa KKN berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Hairul menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen KKN UNSWA Angkatan III untuk menghadirkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami, masyarakat tidak hanya mengetahui manfaat daun kelor, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk pangan yang sehat dan bernilai ekonomi. Dengan begitu, potensi yang ada di Desa Kempo dapat dimanfaatkan secara maksimal,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga dapat menjadi penggerak edukasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal


Penulis Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB