BIMA media pilarNTB.COM— Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bima terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah, cepat, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelayanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) secara langsung ke lokasi, khususnya bagi warga prioritas yang mengalami keterbatasan untuk datang ke kantor pelayanan Dukcapil.
Langkah pelayanan jemput bola ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Bima memperoleh hak atas dokumen kependudukan. Pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang untuk mendapatkan pelayanan, tetapi berupaya mendekatkan pelayanan kepada warga yang membutuhkan.
Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bima, Muhammad Amin, S.Sos, menegaskan bahwa pelayanan administrasi kependudukan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Kami ingin memastikan seluruh warga mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan dengan baik. Bagi warga prioritas yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke kantor, Dukcapil berupaya hadir ke lokasi. Prinsip kami, pelayanan harus mendekat kepada masyarakat, bukan sebaliknya masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan.”
Menurut Muhammad Amin, dokumen kependudukan seperti KTP-el memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Dokumen tersebut tidak hanya menjadi identitas resmi warga negara, tetapi juga menjadi salah satu dokumen yang dibutuhkan dalam mengakses berbagai pelayanan publik.
Karena itu, pelayanan perekaman KTP-el bagi warga prioritas dinilai penting untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam pemenuhan administrasi kependudukannya.
“Kita ingin pelayanan Dukcapil benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena administrasi kependudukan merupakan kebutuhan dasar warga dalam mengakses berbagai pelayanan. Maka, ketika ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan khusus, kami berupaya memberikan solusi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka,” ujar Muhammad Amin.
Muhammad Amin menekankan bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya diukur dari seberapa cepat dokumen diselesaikan, tetapi juga dari bagaimana masyarakat diperlakukan selama memperoleh pelayanan.
Pendekatan humanis menjadi salah satu hal yang terus didorong dalam pelayanan Dukcapil Kabupaten Bima. Petugas diharapkan mampu memberikan pelayanan dengan sikap ramah, komunikatif, responsif, serta tetap memperhatikan kondisi warga yang dilayani.
“Pelayanan publik harus dilakukan dengan hati. Masyarakat datang bukan hanya membutuhkan dokumen, tetapi juga membutuhkan kepastian, informasi yang jelas dan perlakuan yang baik. Karena itu, kami terus mengingatkan jajaran agar memberikan pelayanan secara humanis dan profesional,” tegasnya.
Pelayanan langsung ke lokasi juga diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga yang menghadapi kendala mobilitas atau kesulitan mengakses kantor pelayanan. Dengan pola jemput bola, proses perekaman dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat sehingga hambatan akses dapat diminimalkan.
Pelayanan perekaman KTP-el ke lokasi merupakan bagian dari semangat Dukcapil Kabupaten Bima untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan.
Muhammad Amin menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus terus beradaptasi dengan kondisi di lapangan. Setiap warga memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda sehingga pelayanan juga harus mampu memberikan pendekatan yang sesuai.
“Kami akan terus berusaha melakukan pembenahan dan inovasi. Prinsipnya sederhana, bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan dengan mudah, cepat, tepat dan nyaman. Untuk warga prioritas, tentu pendekatan pelayanannya harus disesuaikan dengan kondisi mereka,” katanya.
Ia berharap seluruh jajaran Dukcapil Kabupaten Bima dapat menjaga semangat pelayanan dan tidak menjadikan keterbatasan masyarakat sebagai hambatan untuk mendapatkan hak administrasi kependudukan.
Muhammad Amin juga mengajak masyarakat untuk aktif memastikan dokumen kependudukan mereka tetap lengkap dan sesuai dengan kondisi terbaru. Apabila terdapat kebutuhan pelayanan khusus, masyarakat dapat berkoordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan maupun petugas Dukcapil untuk mendapatkan informasi mengenai mekanisme pelayanan yang tersedia.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkomunikasi dengan Dukcapil. Jika ada warga yang membutuhkan pelayanan karena kondisi tertentu, sampaikan kepada kami. Kami akan melihat kebutuhan dan berupaya memberikan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Melalui pelayanan jemput bola tersebut, Dukcapil Kabupaten Bima ingin memastikan bahwa pembangunan pelayanan publik tidak hanya berpusat pada kemudahan bagi masyarakat yang mampu datang ke kantor pelayanan, tetapi juga memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan dukungan lebih.
Pelayanan administrasi kependudukan yang inklusif menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemerintah yang lebih dekat dengan masyarakat.
Bagi Dukcapil Kabupaten Bima, keberhasilan pelayanan bukan hanya ditandai dengan terselesaikannya proses administrasi, tetapi juga ketika masyarakat merasakan kehadiran pemerintah secara nyata.
“Kami ingin Dukcapil hadir untuk semua. Tidak boleh ada warga yang merasa jauh dari pelayanan pemerintah hanya karena kondisi atau keterbatasan yang mereka miliki. Semangat kami adalah memberikan pelayanan yang mudah, cepat, tepat dan humanis,” pungkas Muhammad Amin.
Dengan semangat “Dukcapil Hadir untuk Semua”, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bima terus memperkuat pelayanan yang berorientasi pada masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya administrasi kependudukan yang tertib, inklusif dan semakin mudah diakses oleh seluruh warga.
Media PilarNTB — Mengabarkan dengan Akurat, Profesional dan Berimbang
Penulis: Jubair ar-Qamar
Pimpinan redaksi PilarNTB

Posting Komentar