BIMA, PilarNTB – Pemerintah Kabupaten Bima melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kamis (6/8/2026), di Ruang Rapat BPBD Kabupaten Bima.
Rakor tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau tahun 2026. Agenda pertemuan mencakup pembahasan basis data kebencanaan, pemetaan dampak fenomena kekeringan, hingga penyusunan rencana kebutuhan penanganan darurat.
Kegiatan dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bima, Drs. Agus Salim, M.Si, didampingi Plt. Sekretaris BPBD Kabupaten Bima Hardiansyah, S.ST., M.Eng, serta Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD M. Nurul Huda, ST., MT. Rakor turut dihadiri perwakilan perangkat daerah terkait sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas sektor.
Dalam arahannya, Agus Salim menegaskan bahwa penanganan kekeringan dan Karhutla membutuhkan respons yang cepat, terpadu, dan melibatkan seluruh elemen pemerintahan hingga tingkat desa.
"Kami meminta seluruh kepala desa untuk mengimbau masyarakat serta menjaga wilayahnya masing-masing agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Kabupaten Bima. Pastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan segera bentuk tim khusus agar penanganan permasalahan ini dapat dilakukan secara terpadu dan tuntas," tegasnya.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima, perubahan musim yang dipengaruhi fenomena El Niño meningkatkan potensi terjadinya kekeringan di sejumlah wilayah. Sebanyak 40 desa yang tersebar di 13 kecamatan diproyeksikan terdampak, dengan estimasi mencapai 8.665 kepala keluarga atau sekitar 27.343 jiwa.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD bersama instansi terkait telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima juga menyepakati sejumlah langkah strategis, termasuk pembagian tugas dan tanggung jawab antar perangkat daerah guna memastikan penanganan bencana berjalan efektif, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Pemerintah turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan menggunakan air secara hemat dan bijaksana. Sementara itu, para petani diharapkan dapat menyesuaikan pola tanam serta memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan guna meminimalkan potensi kerugian di sektor pertanian.
Dengan sinergi seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Bima berharap dampak kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan semaksimal mungkin, sehingga keselamatan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.

Posting Komentar