SMPN 5 Palibelo Dihantui Banjir dan Minimnya Fasilitas, Kepala Sekolah Harapkan Perhatian Pemerintah

 


Bima, Media PilarNTB.com — Kondisi lingkungan SMP Negeri 5 Palibelo, Kabupaten Bima, NTB, menjadi perhatian serius. Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk menimba ilmu tersebut hingga kini masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari tidak adanya pagar sekolah hingga persoalan banjir yang terus berulang.

Ketiadaan pagar membuat lingkungan sekolah terbuka dan kerap dilalui ternak milik masyarakat. Hampir setiap hari, hewan ternak terlihat lalu-lalang di area sekolah sehingga kondisi lingkungan menjadi kurang bersih. Kotoran hewan juga ditemukan di sejumlah titik dan berpotensi mengganggu kenyamanan serta kebersihan lingkungan belajar para siswa.

Persoalan tersebut semakin memprihatinkan ketika musim hujan tiba. SMPN 5 Palibelo disebut telah menjadi kawasan langganan banjir selama kurang lebih enam tahun terakhir. Kondisi itu diduga berkaitan dengan perubahan aliran air setelah pembangunan jalan melalui program aspirasi DPRD yang, menurut pihak sekolah, tidak dilengkapi saluran drainase atau got yang memadai.

Akibatnya, ketika hujan deras turun, aliran air dari sejumlah titik tidak memiliki jalur pembuangan yang optimal dan meluap menuju lingkungan sekolah. Genangan air kemudian mengganggu aktivitas belajar mengajar serta membuat kondisi halaman sekolah menjadi becek dan sulit digunakan.

Kepala SMPN 5 Palibelo, Nurwahidah, S.Pd., mengaku prihatin melihat kondisi sekolah yang harus dihadapi para guru dan siswa. Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut fasilitas fisik, tetapi juga berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan anak-anak dalam mengikuti proses pendidikan.

“Kami merasa kasihan melihat kondisi sekolah, terutama anak-anak yang ingin belajar dengan nyaman. Kami berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ujar Nurwahidah.

Pihak sekolah berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dapat turun langsung melihat kondisi SMPN 5 Palibelo dan mencari solusi terhadap persoalan pagar maupun sistem drainase di sekitar sekolah.

Pembangunan pagar dinilai penting untuk menjaga lingkungan sekolah agar lebih tertib, bersih, dan aman dari aktivitas ternak yang masuk ke area pendidikan. Sementara itu, pembenahan drainase diperlukan agar aliran air saat musim hujan dapat diarahkan dengan baik dan tidak kembali menggenangi lingkungan sekolah.

Harapan besar kini tertuju kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bima agar persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut tidak dibiarkan berlarut. Sebab, lingkungan pendidikan yang layak bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan bagian penting dalam menciptakan proses belajar yang aman, nyaman, dan bermutu bagi generasi penerus daerah.


Penulis: Jubair ar-Qamar 

Media PilarNTB.com — Mengawal Pendidikan, Menyuarakan Aspirasi Masyarakat.