RSUD Sondosia Naik Kelas, Resmi Jadi Pusat Rujukan Perawatan Intensif Anak Bima Barat dan Selatan

 


BIMA, Media pilarNTB.com— RSUD Sondosia terus memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Kabupaten Bima. Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15, rumah sakit tersebut resmi mengoperasikan layanan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) sebagai fasilitas perawatan intensif khusus bagi bayi baru lahir dan pasien anak dalam kondisi kritis.

Peresmian layanan tersebut dilakukan oleh Bupati Bima Ady Mahyudi, Sabtu (29/8/2026), ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, pemotongan tumpeng, serta peninjauan langsung fasilitas ruang perawatan pasien.

Kehadiran gedung baru PICU-NICU ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bima dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat posisi RSUD Sondosia sebagai rumah sakit rujukan, khususnya bagi masyarakat wilayah Bima Barat dan Selatan.

“Kehadiran gedung khusus PICU-NICU dan fasilitas medis modern di RSUD Sondosia untuk menunjang fasilitas perawatan intensif yang dilengkapi peralatan medis sesuai standar, seperti sistem pemantauan kondisi pasien (patient monitor), inkubator, dan alat bantu pernapasan (ventilator), menegaskan kesiapan RSUD Sondosia sebagai Pusat Rujukan Perawatan Intensif Anak,” ujar Bupati Bima

Direktur RSUD Sondosia, dr. Firman, MPH, menjelaskan bahwa layanan NICU dan PICU dirancang khusus untuk memberikan perawatan intensif bagi bayi baru lahir maupun anak-anak yang berada dalam kondisi kritis atau berisiko tinggi.

Gedung layanan tersebut merupakan bangunan dua lantai yang berdiri di atas lahan sekitar 720 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 498,45 meter persegi. Pembangunannya didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Di dalam gedung tersedia 44 tempat tidur berstandar serta ruang khusus yang mampu menampung 33 boks bayi.

“Gedung dua lantai ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 720 meter persegi dengan luas bangunan 498,45 meter persegi. Pendanaannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Di dalamnya tersedia 44 tempat tidur berstandar serta ruangan khusus yang menampung 33 boks bayi,” jelas dr. Firman.

Fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan penanganan yang lebih cepat, terintegrasi dan intensif terhadap pasien bayi maupun anak yang membutuhkan pengawasan medis secara ketat.

Diperkuat 11 Dokter Spesialis

Dalam arahannya pada momentum HUT ke-15 RSUD Sondosia, Bupati Bima menegaskan bahwa penguatan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan sumber daya manusia dan kualitas pelayanan.

Saat ini, RSUD Sondosia didukung 11 dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak, dua dokter spesialis kandungan dan dua dokter spesialis bedah.

Menurut Bupati, keberadaan tenaga dokter spesialis tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD Sondosia.

“Dengan dukungan 11 dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak, dua dokter spesialis kandungan, serta dua dokter spesialis bedah, ini merupakan modal yang sangat baik untuk membangun kepercayaan masyarakat,” terang Ady Mahyudi.



Ia pun mengajak masyarakat, khususnya dari wilayah Bima Barat dan Selatan, untuk memanfaatkan secara optimal berbagai layanan kesehatan yang telah tersedia di RSUD Sondosia.

Pemerintah Kabupaten Bima, kata Bupati, akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan RSUD Sondosia. Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan tenaga kesehatan, pengembangan jenis pelayanan, peningkatan fasilitas serta membuka peluang dukungan dari berbagai pihak.

Targetnya jelas: RSUD Sondosia secara bertahap diharapkan mampu menjadi rujukan utama masyarakat Bima Barat dan Selatan, bahkan melayani masyarakat dari wilayah sekitar.

“Kita ingin RSUD Sondosia secara bertahap menjadi rujukan utama masyarakat Bima Barat dan Selatan, bahkan masyarakat dari wilayah sekitar,” ujarnya.

Bupati juga menjadikan usia ke-15 RSUD Sondosia sebagai momentum untuk memasuki fase baru dalam pengembangan pelayanan kesehatan.

“Terus tumbuh dalam kapasitas. Terus berkembang dalam kualitas, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.


Peringatan HUT ke-15 RSUD Sondosia tahun ini mengusung tema “Terus Tumbuh, Berkembang Memberi Manfaat Untuk Perubahan yang Lebih Baik.”

Tema tersebut sejalan dengan arah pengembangan rumah sakit yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, kelengkapan fasilitas, perluasan layanan dan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Sejumlah pejabat turut menghadiri peresmian gedung PICU-NICU, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Bima Hj. Nurhayati, S.E., M.Si., Nurdin Amin, S.H., Ardiwin, S.H., dan Sri Langit Nawaksara, S.H.

Turut hadir Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bima Fatahullah, S.Pd., para kepala perangkat daerah, camat dan unsur Muspika Kecamatan Bolo dan Soromandi, para kepala desa serta kepala puskesmas.

Dengan hadirnya PICU dan NICU, RSUD Sondosia kini memiliki tambahan fasilitas penting untuk menangani pasien anak dan bayi dengan kebutuhan perawatan intensif. Penguatan layanan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendekatkan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat.

Memasuki usia 15 tahun, RSUD Sondosia tidak sekadar bertambah usia, tetapi dituntut semakin kuat dalam kapasitas, semakin baik dalam kualitas, dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat.


Penulis:Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi PilarNTB