254 Sarjana STIE Bima Diwisuda, Ketua Tegaskan Lulusan Harus Berilmu, Berkarakter, dan Berdampak Nyata

 


Bima, Media PilarNTB.com — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima kembali menorehkan catatan penting dalam perjalanan akademiknya melalui pelaksanaan Wisuda Sarjana Angkatan XXIII Tahun 2026. Sebanyak 254 wisudawan dan wisudawati resmi menyelesaikan pendidikan tinggi setelah melalui proses akademik yang panjang, penuh tantangan, serta menuntut ketekunan, disiplin, dan komitmen, kamis (27/07/2026)

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Bima, Bupati Bima, perwakilan LLDIKTI Wilayah VIII, jajaran pimpinan STIE Bima, para dosen, tenaga kependidikan, orang tua, keluarga, serta tamu undangan lainnya.

Wisuda tahun ini mengusung tema “Langkah Hari Ini, Masa Depan Gemilang — Dari STIE Bima untuk Dunia Nyata: Berilmu, Berkarakter, Berdampak Nyata.” Tema tersebut merefleksikan semangat STIE Bima dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, kepedulian sosial, serta keberanian untuk mengambil peran dalam pembangunan.

Momentum wisuda tidak hanya menjadi seremoni penyerahan gelar akademik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi atas proses pendidikan yang telah dilalui sekaligus penanda dimulainya fase baru bagi para lulusan. Setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah, para sarjana dituntut mampu menerapkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai karakter yang diperoleh selama menempuh pendidikan di tengah kehidupan profesional dan masyarakat.

Ketua STIE Bima, Firdaus, ST., MM., MM., INOV dalam laporan akademiknya menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Menurutnya, wisuda merupakan titik awal bagi para lulusan untuk membuktikan kapasitas, kompetensi, dan kontribusi mereka di dunia nyata.

“Wisuda bukan akhir dari proses belajar. Ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu, menjaga integritas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Firdaus.

Ia menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir STIE Bima terus berupaya memperkuat kualitas akademik, meningkatkan budaya penelitian, serta mendorong mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah dan masyarakat.

Salah satu capaian penting yang disampaikan dalam kesempatan tersebut adalah meningkatnya budaya penelitian dan publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa. Dari total 254 lulusan, sebanyak 165 mahasiswa telah berhasil mempublikasikan tugas akhirnya pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3 dan SINTA 4.

Menurut Firdaus, capaian tersebut tidak semata-mata diukur dari jumlah publikasi, tetapi juga menjadi indikator berkembangnya budaya akademik di lingkungan STIE Bima. Publikasi ilmiah menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menyelesaikan tugas akhir sebagai kewajiban akademik, tetapi juga mampu mengolah persoalan menjadi kajian yang memiliki nilai ilmiah dan relevansi praktis.

“Capaian ini bukan sekadar angka. Ini merupakan gambaran bahwa budaya akademik, tradisi penelitian, dan semangat menghasilkan karya ilmiah di STIE Bima terus tumbuh dan berkembang,” katanya.

Firdaus menegaskan, penguatan penelitian dan publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari komitmen STIE Bima dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia berpandangan bahwa penelitian di perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademik yang hanya tersimpan di perpustakaan atau arsip institusi. Penelitian harus mampu membaca persoalan yang dihadapi masyarakat, mengidentifikasi potensi daerah, merumuskan solusi, serta memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan secara nyata.

“Penelitian harus berpijak pada persoalan masyarakat. Penelitian harus melahirkan solusi, pengabdian harus memberikan manfaat, dan ilmu pengetahuan harus menjadi kekuatan untuk membangun daya saing serta kemandirian masyarakat,” tegasnya.

Komitmen tersebut juga tercermin dari dukungan pendanaan yang berhasil diperoleh STIE Bima dalam pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, pendanaan penelitian mencapai Rp1,04 miliar, sementara pendanaan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat mencapai Rp303 juta.

Dukungan pendanaan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas ruang gerak sivitas akademika untuk melakukan penelitian, mengembangkan inovasi, serta melaksanakan program pengabdian yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Bahkan, pada tahun 2025, pendanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi mengalami peningkatan sebesar 113,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut dinilai sebagai indikator keseriusan STIE Bima dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kontribusi institusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Firdaus menyampaikan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa proses pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga individu yang mampu berpikir kritis, bekerja secara profesional, menjunjung tinggi etika, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Di hadapan para wisudawan, ia mengingatkan bahwa tantangan yang akan dihadapi setelah menyandang gelar sarjana akan semakin kompleks. Perubahan teknologi yang berlangsung cepat, dinamika dunia kerja, perkembangan model bisnis, transformasi digital, serta tuntutan kompetensi baru mengharuskan lulusan untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

“Perguruan tinggi tidak boleh berjalan di tempat. Dunia berubah, teknologi berubah, dunia kerja berubah, dan model bisnis juga berubah. Karena itu, pendidikan tinggi harus terus beradaptasi dan melakukan pembaruan,” tegasnya.

Ia menambahkan, gelar sarjana bukanlah jaminan otomatis untuk meraih keberhasilan. Gelar tersebut harus diikuti dengan kemampuan untuk bekerja keras, membangun jejaring, berinovasi, menyelesaikan masalah, serta menjaga kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dan dunia kerja.

Para lulusan juga diharapkan tidak hanya berorientasi untuk mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang, membangun usaha, mengembangkan potensi daerah, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Jangan hanya menjadi pencari kerja. Jadilah pribadi yang mampu menciptakan peluang, membuka lapangan pekerjaan, dan menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitar,” pesannya.

Firdaus berharap para lulusan STIE Bima dapat membawa nama baik almamater di mana pun mereka berada. Ia juga mengingatkan agar para sarjana tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab, profesionalisme, dan kepedulian sosial dalam menjalankan peran masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan seorang lulusan tidak hanya diukur dari jabatan, penghasilan, atau pencapaian material. Keberhasilan juga tercermin dari sejauh mana seseorang mampu memberikan manfaat, menjaga integritas, serta menghadirkan perubahan positif bagi keluarga, lingkungan, daerah, dan bangsa.

Wisuda Sarjana Angkatan XXIII Tahun 2026 akhirnya menjadi simbol berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus dimulainya perjalanan baru bagi 254 sarjana STIE Bima. Dari ruang-ruang perkuliahan, para lulusan kini melangkah menuju dunia profesional, dunia usaha, pemerintahan, organisasi sosial, maupun berbagai bidang pengabdian lainnya.

Dengan bekal ilmu ekonomi, kompetensi, pengalaman akademik, serta nilai-nilai karakter yang telah dibangun selama berada di lingkungan kampus, para lulusan diharapkan mampu menghadapi perubahan dengan optimisme dan menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang.

STIE Bima juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat penelitian, memperluas kerja sama, serta menghadirkan program pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Institusi tersebut diharapkan terus menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan zaman dan berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

Wisuda Angkatan XXIII Tahun 2026 bukan sekadar perayaan atas keberhasilan akademik. Momentum tersebut merupakan penegasan bahwa pendidikan tinggi harus melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kepedulian untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Dari STIE Bima untuk dunia nyata: berilmu, berkarakter, dan berdampak nyata.