BIMA, Media pilarNTB.com, Senin 8 Juni 2026 RSUD Sondosia terus mengukuhkan perannya sebagai institusi pelayanan sekaligus wahana edukasi strategis bagi calon tenaga kesehatan masa depan. Komitmen ini dibuktikan melalui penerimaan resmi 45 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners STIKES Yahya Bima yang akan melaksanakan Praktik Manajemen Keperawatan sepanjang periode 8 Juni hingga 4 Juli 2026.
Prosesi penerimaan yang berlangsung khidmat di Aula RSUD Sondosia tersebut dihadiri langsung oleh Direktur RSUD Sondosia, jajaran manajemen rumah sakit, para pembimbing lahan praktik (clinical instructor), jajaran dosen pembimbing akademik dari STIKES Yahya Bima, serta seluruh mahasiswa praktikan.
Dalam sambutannya, perwakilan dari STIKES Yahya Bima, Ns. Nurul Jannah, S.Kep., M.Kep., menyampaikan apresiasi yang mendalam serta ucapan terima kasih kepada manajemen RSUD Sondosia. Ia menilai, kesempatan yang diberikan merupakan ruang berharga bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan teori ke dalam realitas pelayanan kesehatan.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan oleh RSUD Sondosia. Ini adalah momentum krusial bagi mahasiswa Profesi Ners untuk belajar, mengasah kompetensi, dan menyelami dinamika pelayanan kesehatan yang sesungguhnya," ujar Ns. Nurul Jannah.
Melalui penyerahan resmi 45 mahasiswa tersebut, STIKES Yahya Bima berharap proses Praktik Manajemen Keperawatan ini dapat membentuk karakter tenaga perawat yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki integritas tinggi serta kesiapan penuh dalam menjawab tantangan dunia kesehatan di masa depan.
Menyambut kehadiran para mahasiswa, Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya. Di hadapan para civitas akademika, ia menegaskan bahwa fungsi rumah sakit modern kini telah bertransformasi secara dinamis.
"Rumah sakit tidak lagi sekadar menjadi tempat penyembuhan orang sakit. Lebih dari itu, RSUD Sondosia memegang peran strategis sebagai institusi pendidikan, wadah riset, serta motor penggerak pengembangan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan," tegas Dr. Firman.
Dr. Firman juga membakar semangat para mahasiswa dengan pesan motivasi agar mereka memanfaatkan momentum ini dengan optimal.
"Jangan pernah berhenti belajar. Ilmu pengetahuan di dunia medis terus berevolusi, dan ruang belajar itu tidak dibatasi oleh sekat dinding maupun waktu. Jadikan masa praktik ini sebagai batu loncatan untuk memperkuat kompetensi, mengasah karakter, dan memantapkan dedikasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," imbuhnya.
Sebagai langkah awal yang terukur, rangkaian acara ditutup dengan sesi penyamaan persepsi yang melibatkan pembimbing lahan RSUD Sondosia, dosen pembimbing akademik STIKES Yahya Bima, dan seluruh mahasiswa peserta praktik.
Agenda krusial ini dilakukan untuk menyinkronkan pemahaman terkait regulasi pelaksanaan praktik, target capaian pembelajaran (learning outcomes), serta standarisasi profesionalisme yang wajib diterapkan secara ketat selama mahasiswa berada di lingkungan rumah sakit. Melalui sinergi yang matang ini, diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan produktif, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien (patient safety).
PilarNTB
Jubair ar-Qamar
Pimpinan redaksi


Posting Komentar