Media pilarNTB.com— Komitmen nyata dalam memangkas ketimpangan akses pendidikan tinggi terus ditunjukkan oleh Anggota DPR RI sekaligus Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB di Komisi VIII, Hj. Mahdalena. Pada Tahun Akademik 2026–2027, ia secara konsisten mengawal aspirasi masyarakat dengan memperjuangkan alokasi sekitar 350 kuota Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang dikoordinasikan langsung di bawah Kementerian Agama RI.
Langkah strategis ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan pendidikan bagi generasi muda berprestasi namun terkendala keterbatasan ekonomi.
Program jaminan pendidikan ini didistribusikan secara proporsional ke dalam dua sektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), dengan rincian sebagai berikut:
250 Kuota: Dialokasikan bagi mahasiswa baru di Universitas Islam Negeri (UIN).
100 Kuota: Dialokasikan bagi mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).
Beasiswa ini diprioritaskan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki potensi akademik unggul. Penerima wajib terdaftar pada program studi dengan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal Rp2,4 juta per semester, atau menyesuaikan dengan standar regulasi UKT yang berlaku di masing-masing UIN.
Tidak hanya membebaskan biaya perkuliahan (UKT), skema Beasiswa KIP Kuliah ini juga memberikan jaminan kesejahteraan berupa bantuan biaya hidup guna menunjang fokus belajar mahasiswa. Pemerintah melalui program ini menggelontorkan dana sebesar Rp13.200.000 per tahun (atau setara dengan Rp6.600.000 per semester) langsung kepada mahasiswa penerima manfaat.
Hj. Mahdalena menegaskan bahwa keterbatasan finansial tidak boleh lagi menjadi tembok penghalang bagi hak konstitusional warga negara dalam menempuh pendidikan tinggi.
"Program ini adalah ikhtiar konkret kami untuk memastikan tidak ada lagi anak bangsa yang gagal kuliah karena masalah biaya. Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dari sini, kita mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan siap membawa kemajuan bagi daerah maupun nasional," ujar Mahdalena dalam keterangannya.
Legislator asal Fraksi PKB ini berharap hadirnya kuota beasiswa ini dapat menjadi jembatan emas, baik bagi lulusan madrasah maupun sekolah umum, untuk meraih gelar sarjana. Peningkatan akses ke jenjang perguruan tinggi diyakini menjadi kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan dan menciptakan generasi yang berintegritas.
Hj. Mahdalena juga mengimbau seluruh calon mahasiswa yang memenuhi kualifikasi untuk bergerak aktif dan memanfaatkan peluang emas ini dengan sebaik-baiknya. Langkah pengawalan anggaran pendidikan ini menjadi bukti nyata fungsi representasi DPR RI dalam memperjuangkan kesejahteraan dan masa depan generasi muda Indonesia yang lebih cerah.

Posting Komentar