Mahasiswa Profesi Ners STIKES Yahya Bima Gelar Praktik Keperawatan Komunitas guna Akselerasi Derajat Kesehatan Masyarakat

 


​Kota bima, PilarNTB.com – Dalam upaya nyata mengintegrasikan keilmuan akademik dengan pengabdian masyarakat, mahasiswa Program Studi Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yahya Bima resmi menerjunkan mahasiswanya untuk melaksanakan Praktik Keperawatan Komunitas pada Selasa (7/7/2026). Langkah strategis ini dirancang sebagai instrumen krusial dalam mencetak tenaga kesehatan yang adaptif, kompeten, dan responsif terhadap dinamika kesehatan di masyarakat.

​Program yang menjadi pilar penting dalam kurikulum pendidikan profesi ini dilaksanakan melalui kolaborasi sinergis dengan Pusat Kesehatan Masyarakat Puskesmas Jatibaru kelurahan Jatiwangi serta berbagai elemen sektoral masyarakat. Melalui kemitraan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi secara komprehensif di lapangan.

​Selama masa praktik, para mahasiswa mengadopsi pendekatan holistik yang mencakup intervensi promotif, preventif, kuratif sederhana, hingga rehabilitatif. Berbagai program kerja nyata yang diimplementasikan di antaranya meliputi:

​Asesmen dan Pengkajian Data Kesehatan: Melakukan pemetaan masalah kesehatan mikro di lingkungan masyarakat.

​Skrining dan Deteksi Dini: Berfokus pada penekanan angka Penyakit Tidak Menular (PTM).

​Edukasi dan Mitigasi Stunting: Mendukung program prioritas nasional dalam penurunan angka stunting melalui edukasi gizi keluarga.

​Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Melalui kunjungan rumah dan pendampingan keluarga secara intensif.



​Ketua Program Studi sekaligus Dosen Pembimbing, Ners Arif Rahman, S.Kep., M.Kep., menegaskan bahwa praktik keperawatan komunitas ini bukan sekadar pemenuhan beban SKS, melainkan sebuah kawah candradimuka bagi calon ners.

​"Praktik keperawatan komunitas menjadi wahana fundamental bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi profesionalitas mereka. Di sini, aspek komunikasi terapeutik, kapabilitas kepemimpinan (leadership), serta kemampuan kolaborasi lintas sektor diuji secara langsung guna menyelesaikan kompleksitas permasalahan kesehatan riil di masyarakat," ujar Ners Arif Rahman.



Di sela-sela kesibukan pelayanan, Rifai S. Kep, salah satu perwakilan mahasiswa Profesi Ners STIKES Yahya Bima yang bertindak sebagai keterwakilan mahasiswa STIKES YAHYA yg turun lapangan, membagikan pengalamannya selama berinteraksi langsung dengan warga. Menurutnya, praktik komunitas ini memberikan perspektif baru yang tidak didapatkan di dalam ruang kelas maupun lingkungan rumah sakit.

"Saat di rumah sakit, kami merawat pasien secara individu (klinis). Namun di komunitas, kami belajar melihat kesehatan dari hulu. Kami melihat bagaimana faktor lingkungan, ekonomi, dan kebiasaan sehari-hari sangat menentukan kesehatan sebuah keluarga," ujar rifai

Ia menambahkan bahwa salah satu tantangan terbesar sekaligus pengalaman paling berharga bagi mahasiswa adalah saat melakukan edukasi pencegahan stunting dan skrining penyakit tidak menular (PTM) dari rumah ke rumah (door-to-door).

"Pendekatan ke masyarakat itu butuh seni tersendiri. Kami tidak bisa datang hanya sebagai orang yang 'menggurui'. Kami harus memosisikan diri sebagai bagian dari keluarga mereka, mendengarkan keluh kesah mereka, baru kemudian memberikan solusi PHBS yang logis dan bisa mereka terapkan sehari-hari. Respons warga kota bima kelurahan Jatiwangi di sini luar biasa hangat dan sangat terbuka," lanjutnya.

Melalui momentum ini, Rifai dan rekan-rekan sejawatnya berharap bahwa intervensi kecil yang mereka lakukan selama beberapa minggu ke depan dapat meninggalkan dampak yang berkelanjutan, terutama dalam mengubah perilaku hidup sehat masyarakat setempat secara mandiri.

​Melalui kontribusi aktif ini, manajemen STIKES Yahya Bima berharap kehadiran para mahasiswa mampu memberikan dampak positif yang signifikan dalam mendongkraf kualitas kesehatan warga. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat memperkokoh pentahelix partnership—hubungan harmonis antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah daerah—demi mewujudkan tatanan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera secara berkelanjutan.