Cegah Keracunan, Puskesmas Bolo Sidak Higiene 50 Tempat Pengolahan Pangan

 


​BOLO, media PilarNTB.com– Mengantisipasi potensi keracunan makanan dan penyebaran penyakit berbasis lingkungan, Tim Kesehatan Lingkungan Puskesmas Bolo menggelar inspeksi mendadak (sidak) massal sepanjang Juli 2026. Sebanyak 50 Tempat Pengolahan Pangan (TPP)—mulai dari warung makan, pedagang kaki lima, hingga penyedia jajanan anak sekolah—menjadi sasaran utama pemantauan.

​Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, S.Kep., menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan agenda rutin yang ditingkatkan demi menjamin keamanan konsumsi masyarakat.

​"Fokus kami adalah memastikan makanan yang beredar aman, bersih, dan sehat. Pemeriksaan meliputi kebersihan dapur, kualitas sumber air, metode penyimpanan bahan baku, hingga higiene personal penyaji makanan," ujar Nurjanah.

​Dalam operasi tersebut, tim puskesmas menerapkan tiga langkah taktis:

​Uji Sampel Makanan: Menguji jajanan rawan dari kontaminasi bahan kimia berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil.

​Edukasi Lapangan: Mengarahkan pedagang untuk membiasakan cuci tangan, menggunakan alat penjepit makanan, dan mengelola sanitasi lapak.

​Standardisasi: Memberikan kartu kontrol serta sertifikat pembinaan bagi TPP yang lolos uji standar kesehatan.

​Dari 50 titik yang disidak, tim mencatat mayoritas pelaku usaha telah memiliki kesadaran higiene yang baik. Meski demikian, petugas masih menemukan pelanggaran minor pada beberapa pedagang kecil, khususnya terkait pengelolaan sampah terbuka dan penyimpanan makanan matang yang tidak higienis.

​Pihak Puskesmas mengambil pendekatan persuasif dengan memberikan teguran dan masa tenggang perbaikan fasilitas, alih-alih sanksi berat.

​Langkah proaktif ini mendapat respons positif dari warga yang merasa lebih aman saat membeli konsumsi harian. Melalui intervensi ini, Puskesmas Bolo menargetkan penurunan signifikan pada angka penyakit pencernaan seperti diare dan tifus, serta berkomitmen memperluas jangkauan pengawasan ke desa-desa lain secara berkala.