Puskesmas bolo, PilarNTB.COM. – Sebagai wujud komitmen nyata dalam menekan angka masalah gizi dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bolo menggelar Rapat Evaluasi Cakupan Kelompok Gizi (CKG) untuk periode Juli 2026. Pertemuan krusial yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) di Ruang Rapat Puskesmas Bolo ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, S.Kep.
Rapat strategis ini dihadiri oleh jajaran internal lintas sektor Puskesmas, meliputi Penanggung Jawab (PJ) Kluster 1, 2, dan 3, Tim Kerja Kluster, Tim Pelayanan Kluster 2, 3, dan 4, serta Tim Operator Data. Agenda utama difokuskan pada evaluasi capaian progres CKG, pemetaan hambatan input data dan logistik, serta penyusunan strategi taktis percepatan target di lapangan.
Berdasarkan data demografi, dari total jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Bolo yang mencapai 55.714 jiwa, target utama sasaran CKG ditetapkan sebesar 48% atau setara dengan 26.743 jiwa. Namun, laporan terbaru dalam rapat mengungkapkan bahwa capaian rill saat ini baru menyentuh angka 6.755 orang.
Dalam sesi diskusi yang dinamis, tim berhasil mengidentifikasi beberapa hambatan utama yang memperlambat laju pencapaian target. Di antaranya adalah sistem penginputan aplikasi CKG untuk bayi dan balita yang mewajibkan input Nomor Induk Kependudukan (NIK) orang tua, di mana pada realisasinya ditemukan banyak kasus NIK yang tidak valid saat diverifikasi di lapangan. Selain masalah validitas data, kurangnya ketersediaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) juga menjadi kendala logistik yang menghambat optimalisasi kegiatan CKG.
Merespons kendala tersebut, Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, S.Kep, memberikan instruksi tegas kepada seluruh lini internal untuk segera mengambil langkah solutif dan responsif melalui tiga pilar utama:
Peningkatan Kolaborasi Multisektor: Tim Pelayanan Kluster 2, 3, dan 4 diwajibkan membangun sinergi yang solid dengan Tim Operator guna mempercepat alur koordinasi dan integrasi data.
Pembersihan Data (Data Cleansing): Tim Operator bersama Tim Kluster diinstruksikan untuk bergerak cepat menyisir, memvalidasi, dan memperbaiki data NIK orang tua yang bermasalah agar proses input aplikasi berjalan mulus.
Akselerasi Lapangan: Seluruh tim diminta meningkatkan mobilitas di lapangan demi mendongkrak angka cakupan CKG, dengan target jangka pendek menyentuh angka 60% dari sasaran yang telah ditetapkan.
"Evaluasi ini bukan sekadar melihat angka, melainkan bentuk tanggung jawab kita terhadap kesehatan generasi masa depan di wilayah Bolo. Kita harus bergerak cepat, mengatasi kendala administratif, dan memastikan logistik pendukung segera teratasi agar pelayanan masyarakat tidak terganggu," tegas Nurjanah dalam arahannya.
Melalui langkah mitigasi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang terukur ini, Puskesmas Bolo optimistis dapat mengejar ketertinggalan target dan memberikan intervensi gizi yang tepat sasaran bagi masyarakat.
Pilar NTB
JUBAIR ar-Qamar

Posting Komentar