Langkah Kecil Menuju Masa Depan: SDN Runggu Resmi Buka MPLS Tahun Ajaran 2026/2027

 


​RUNGGU, Media pilarNTB.com – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Sekolah Dasar (SD) Negeri Runggu secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru. Pembukaan ini ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung khidmat pada Senin pagi (13/7/2026). Kegiatan yang menjadi jembatan transisi dari masa Taman Kanak-Kanak (TK) menuju jenjang sekolah dasar tersebut disambut dengan antusiasme tinggi oleh 51 siswa baru beserta orang tua murid.

​Tahun ini, SDN Runggu mengusung tema yang sarat akan makna mendalam, yakni "Langkah Kecil Menuju Masa Depan". Tema ini dipilih untuk menanamkan rasa percaya diri kepada para siswa baru bahwa setiap proses belajar yang dimulai sejak dini merupakan fondasi krusial bagi kesuksesan mereka di masa depan.

​Kepala Sekolah SDN Runggu, Bambang, S.Pd., yang bertindak langsung sebagai pembina upacara, menyampaikan dalam amanatnya bahwa MPLS bukan sekadar seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini sangat krusial untuk adaptasi psikologis dan sosial anak.



​"Hari ini kita menyambut generasi baru yang siap berproses. Melalui tema 'Langkah Kecil Menuju Masa Depan', kami ingin memastikan bahwa hari-hari pertama anak-anak di sekolah diisi dengan pengalaman yang menyenangkan, aman, dan edukatif. Langkah kecil yang mereka ambil hari ini adalah awal dari perjalanan panjang mencetak generasi emas bangsa," ujar Bambang, S.Pd.


​Kegiatan MPLS di SDN Runggu dirancang secara matang dengan pendekatan yang humanis serta ramah anak, sejalan dengan prinsip transisi PAUD-SD yang menyenangkan. Selama beberapa hari ke depan, para peserta didik baru akan dilibatkan dalam berbagai aktivitas edukatif, antara lain:

​Pengenalan Lingkungan Fisik: Mengajak siswa berkeliling mengenal ruang kelas, perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta fasilitas penunjang lainnya.

​Adaptasi Sosial: Membuka ruang interaksi positif agar siswa dapat beradaptasi secara natural dengan para guru, tenaga kependidikan, serta kakak kelas mereka.

​Edukasi Tata Tertib: Menanamkan pemahaman mengenai kedisiplinan dan tata tertib sekolah melalui metode yang ceria, seperti dongeng dan permainan interaktif.

​Di akhir sambutannya, Bambang menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi dua arah antara guru dan orang tua selama masa transisi ini. Kerja sama yang solid diyakini akan membantu anak-anak tumbuh lebih optimal di lingkungan baru mereka.


​Jalannya hari pertama sekolah dan masa orientasi ini mendapat perhatian khusus dari otoritas pendidikan setempat. Budiman, S.Pd., selaku Pengawas Dinas Pendidikan, hadir secara langsung di SDN Runggu untuk memantau jalannya transisi para siswa baru.



​Kehadiran Budiman di lapangan bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh hak anak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tekanan psikologis terpenuhi sejak hari pertama. Berdasarkan hasil pantauannya, ia mengapresiasi kesiapan pihak sekolah dalam menyambut ke-51 siswa baru dan berharap iklim belajar yang inklusif ini terus terjaga sepanjang tahun ajaran berjalan.

​Dengan hadirnya pengawasan terpadu ini, SDN Runggu menegaskan kembali komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan belajar yang kondusif serta berorientasi penuh pada perkembangan karakter dan potensi akademis anak sejak dini.


PilarNTB 

Jubair ar-Qamar