Kecelakaan yang melibatkan mobil ambulans dan sapi liar di Kota Bima ini menambah daftar panjang insiden
sebuah mobil ambulans yang tengah membawa ibu hamil menuju RSUD Bima mengalami kecelakaan setelah menabrak seekor sapi yang tiba-tiba melintas di jalan raya, Minggu sore (19/4/2026).
serupa yang terus berulang di wilayah tersebut. Kejadian ini sangat disayangkan karena terjadi saat petugas sedang berupaya menyelamatkan nyawa ibu hamil dalam situasi darurat.
Masalah sapi liar di jalan raya memang menjadi tantangan serius di Bima karena berkaitan dengan budaya melepasliarkan ternak oleh pemiliknya. Meski pemerintah daerah telah memiliki Perda tentang Penertiban Hewan Ternak, implementasi di lapangan sering kali terkendala oleh kesadaran pemilik ternak yang masih rendah.
Peristiwa terjadi di jalur kembar depan Pasar Ama Hami, tepat di depan Kantor Imigrasi Kota Bima_area yang notabene berada di pusat kota, bukan kawasan perkampungan.
Menurut keterangan warga, kejadian berlangsung sangat cepat. Seekor sapi tiba-tiba berlari kencang menyeberangi jalan. Di saat bersamaan, ambulans melaju dari arah selatan dengan kecepatan tinggi karena membawa pasien darurat.
Tabrakan pun tak terhindarkan.Benturan keras membuat situasi panik. Ibu hamil yang menjadi pasien terpaksa segera dipindahkan ke kendaraan lain agar bisa tetap dilarikan ke RSUD Bima. Sementara itu, keluarga pasien yang berada di dalam ambulans mengaku syok dan trauma akibat insiden tersebut.
Ironisnya, kejadian ini bukan yang pertama. Sebelumnya, kecelakaan serupa juga viral di media sosial. Sebuah mobil pribadi ringsek parah setelah menabrak sapi liar. Namun yang memicuh kemarahan publik, pemilik sapi justru meminta ganti rugi kepada pengendara. Awalnya pengemudi mobil menolak karena merasa tidak bersalah. Namun situasi berubah tegang ketika pemilik sapi diduga mengancam akan membakar mobil tersebut jika tuntutannya tidak dipenuhi. Tak ingin masalah membesar, pengendara akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp1 juta.
Rangkaian peristiwa ini kembali memicu sorotan tajam terhadap kebiasaan melepas ternak secara liar di jalan raya. Selain membahayakan pengendara, praktik ini juga mengancam keselamatan nyawa manusia, terutama dalam kondisi darurat seperti ambulans.“Jalan raya itu bukan tempat lalu-lalang sapi. Ini sangat berbahaya. Harus ada kesadaran dari pemilik ternak,” tegas seorang warga.
Lanjut: Masyarakat kini mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait untuk bertindak tegas terhadap pemilik ternak yang membiarkan sapi berkeliaran bebas. Jika tidak segera ditertibkan, bukan tidak mungkin korban jiwa akan terus berjatuhan ungkapnya

Posting Komentar