Tanamkan Karakter Hebat dan Edukasi Remaja, MPLS Hari Ke-4 SMPN 5 Palibelo Fokus pada Pembentukan Moral

 


​Palibelo, media PilarNTB.com— Memasuki hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (16/7), SMP Negeri 5 Palibelo terus berkomitmen membentuk generasi muda yang berkarakter, sehat, dan cerdas digital. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini menghadirkan serangkaian materi krusial yang menyasar penguatan mental dan proteksi diri bagi para peserta didik baru.

​Mengawali agenda hari keempat, panitia MPLS memperkenalkan gerakan "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat". Gerakan ini dirancang untuk menanamkan kebiasaan positif harian, mulai dari beribadah, belajar, hingga menjaga kebersihan dan berbuat baik, sebagai fondasi karakter siswa di lingkungan sekolah maupun rumah.

​Tidak kalah penting, sesi kedua diisi dengan penyuluhan mendalam mengenai bahaya narkoba, minuman keras, dan merokok. Melalui pemaparan yang interaktif, panitia membekali para siswa baru dengan pengetahuan tentang dampak buruk zat adiktif tersebut terhadap masa depan, kesehatan fisik, dan perkembangan mental remaja. Siswa diajak untuk tegas menolak segala bentuk bujukan yang dapat merusak masa depan mereka.

​Memasuki sesi akhir, materi bergeser pada tantangan era digital, yakni Penggunaan Media Sosial Secara Bijak. Secara khusus, panitia memberikan edukasi mendalam mengenai pengenalan dan pencegahan verbal sexual (pelecehan seksual secara verbal) di dunia maya. Materi ini sengaja diangkat agar siswa mampu membentengi diri, mengenali batasan dalam berkomunikasi, serta berani melapor jika menjadi korban atau melihat tindakan tidak terpuji tersebut di media sosial.


​Kepala SMPN 5 Palibelo, Nurwahidah, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas jalannya kegiatan hari keempat ini. Beliau menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar seremonial penyambutan, melainkan langkah awal yang sangat menentukan arah perkembangan karakter siswa.

​"Hari keempat MPLS ini memuat materi yang sangat padat namun krusial bagi fase perkembangan remaja mereka. Melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kita ingin anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi memiliki kebiasaan hidup yang mulia dan disiplin," ujar Nurwahidah, S.Pd.

​Terkait materi penyuluhan adiksi dan digital, beliau menambahkan, "Tantangan generasi hari ini ada dua: benteng fisik dan benteng digital. Kami memberikan edukasi bahaya narkoba, miras, dan rokok agar fisik dan mental mereka terjaga. Di sisi lain, kita juga harus sadar bahwa pelecehan seksual hari ini tidak hanya terjadi secara fisik, tapi sudah merambah ke digital lewat pelecehan verbal di media sosial. Kami ingin siswa SMPN 5 Palibelo menjadi netizen yang bijak, tahu batasan, menghormati sesama, dan punya keberanian untuk melindungi diri mereka di ruang digital."

​Dengan selesainya materi hari keempat ini, diharapkan para peserta didik baru SMPN 5 Palibelo siap menjalani masa persekolahan dengan semangat baru, tubuh yang sehat tanpa narkoba, serta kesadaran digital yang tinggi. Tutup Kepala sekolah nurwahidah S.Pd.

Di sisi lain, Nurdin S.pd. Selaku Ketua Panitia MPLS SMPN 5 Palibelo menjelaskan bahwa pemilihan materi pada hari keempat ini didasarkan pada kebutuhan riil remaja saat ini. Panitia berusaha mengemas isu-isu berat menjadi materi yang mudah dipahami oleh siswa baru.

"Kami sengaja merancang materi hari ini sebagai paket lengkap perlindungan remaja. Gerakan 7 Kebiasaan Hebat menjadi panduan perilaku positif mereka, sementara materi narkoba dan pelecehan verbal di media sosial adalah bentuk 'perisai' agar mereka tidak menjadi korban maupun pelaku," ungkap Ketua Panitia.

"Alhamdulillah, antusiasme adik-adik kelas baru sangat luar biasa. Saat sesi media sosial dan pengenalan pelecehan verbal tadi, banyak yang baru sadar bahwa komentar atau candaan tertentu di dunia maya ternyata bisa masuk kategori pelecehan. Tugas kami di panitia adalah memastikan mereka paham, peduli, dan siap saling menjaga selama menempuh pendidikan di SMPN 5 Palibelo ini," tambahnya.



Penulis: jubair ar-Qamar