Miris! Ruang Kelas SDN Runggu Tak Layak, Kepala Sekolah Minta Pemerintah Segera Bertindak
BIMA, pilarNTB.com — Kondisi sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, mendapat perhatian serius dari pihak sekolah. Kepala SDN Runggu, Bambang, S.Pd., bersama keluarga besar sekolah menyampaikan surat terbuka kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, sebagai bentuk ikhtiar untuk mendorong perhatian pemerintah terhadap kondisi ruang kelas yang dinilai membutuhkan perbaikan.
Surat terbuka tersebut disampaikan pada 26 September 2026, dengan membawa harapan agar pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana pendidikan di SDN Runggu, khususnya terhadap sejumlah ruang kelas yang kondisinya sudah tidak layak digunakan secara optimal.
Dalam surat tersebut, pihak sekolah menegaskan bahwa persoalan sarana pendidikan bukan semata-mata menyangkut kondisi fisik bangunan. Kondisi ruang belajar yang kurang memadai juga berkaitan dengan aspek keamanan, kenyamanan, kesehatan, serta kualitas proses pembelajaran bagi peserta didik dan guru.
SDN Runggu menjadi salah satu tempat penting bagi anak-anak di wilayah Runggu untuk mendapatkan pendidikan dasar, membangun karakter, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Di tengah keterbatasan tersebut, para guru dan peserta didik tetap berupaya menjalankan kegiatan belajar mengajar. Namun, pihak sekolah berharap kondisi bangunan yang membutuhkan perhatian tidak menjadi hambatan bagi anak-anak dalam memperoleh hak mereka atas pendidikan yang aman, nyaman, layak, dan bermutu.
Melalui surat terbuka itu, Kepala SDN Runggu bersama keluarga besar sekolah meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI beserta jajaran terkait agar dapat memberikan perhatian terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah.
Pihak sekolah juga berharap pemerintah dapat melakukan verifikasi atau peninjauan langsung terhadap kondisi bangunan SDN Runggu, sehingga kebutuhan rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas dapat diketahui secara objektif sesuai kondisi di lapangan.
Adapun beberapa permohonan yang disampaikan dalam surat terbuka tersebut, yakni perhatian terhadap kondisi sarana dan prasarana SDN Runggu, verifikasi kondisi bangunan sekolah, dukungan program rehabilitasi dan/atau pembangunan ruang kelas sesuai kebutuhan, serta dukungan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan layak bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
“Kami tidak hanya berbicara tentang bangunan, tetapi tentang masa depan anak-anak,” demikian semangat yang menjadi dasar penyampaian surat terbuka tersebut.
Pihak sekolah berharap perhatian pemerintah terhadap SDN Runggu dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik di daerah.
Menurut keluarga besar SDN Runggu, setiap ruang kelas yang diperbaiki bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga membuka ruang bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan mengejar cita-cita mereka.
Surat terbuka tersebut ditandatangani atas nama Keluarga Besar SD Negeri Runggu, yang terdiri dari Kepala Sekolah, guru, komite sekolah, orang tua/wali peserta didik, serta masyarakat.
Melalui surat tersebut, keluarga besar SDN Runggu menyampaikan harapan agar pemerintah dapat melihat langsung kondisi sekolah dan memberikan solusi sesuai kebutuhan, sehingga proses pendidikan di SDN Runggu dapat berlangsung dalam lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan layak.
“Pendidikan bukan hanya tentang membangun gedung, tetapi membangun manusia dan masa depan bangsa.”
Penulis: Jubair ar-Qamar
Pimpinan redaksi
Media PilarNTB








