Kabupaten bima, media, PilarNTB.com. Bupati Bima Ady Mahyudi Rabu (22/7) melantik mengambil sumpah jabatan 274 pejabat struktural dan pejabat fungsional yang mengabdi pada sejumlah unit kerja di lingkup pemerintahan.
Pada jenjang jabatan struktural Eselon II tiga orang yang dilantik yaitu M. Amin, S.Sos yang sebelumnya Kabag Kerjasama Sekretariat Daerah menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Zainudin, S.S yang sebelumnya Sekretaris Bakesbangpol menjadi Kepala Bakesbangpol kabupaten Bima, M Farid, SKM., MPH yang sebelumnya Kabid Pembangunan Sosial Budaya Bappeda menjadi Kepala DP3AP2KB.
Selain itu pada jabatan struktural eselon III juga dilantik H. Ahyani S.Ag jabatan sebelumnya Analis Kebijakan pada Bagian Kesra menjadi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda, Camat Wera Edison, SE,. Camat Ambalawi Arsyad, SE dan Sekretaris Camat Bolo Gunawan, S.Pd., M.Pd dan Eselon IV Kasi Pemerintahan Kantor Camat Palibelo Titian Sumarni, SE.
Sementara itu pada jajaran Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga sebanyak 264 Kepala Kepala SMP, kepala SD Negeri dan kepala TK juga dilantik.
Bupati Bima dalam sambutannya pada prosesi pelantikan yang juga turut dihadiri Unsur FORKOPIMDA, Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE dan kepala perangkat daerah mengungkapkan
pelantikan ditujukan untuk meningkatkan kapasitas birokrasi dan membawa kabupaten Bima bermartabat makmur dan berkelanjutan.
"Bapak dan Ibu yang pejabat yang dilantik diharapkan dapat memahami bahwa jabatan merupakan amanah untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik di masa depan. Meskipun pada jenjang jabatan yang berbeda tetapi memiliki tujuan pengabdian yang profesional pelayanan publik yang berkualitas pembangunan masyarakat". jelas Bupati.
Kepada pejabat struktural, Bupati menaruh harapan besar agar semuanya menjadi motor penggerak reformasi birokrasi yang selaras dengan misi dalam yang dituang dalam RPJMD kabupaten Bima.
Menutup sambutannya bupati meminta agar para pejabat yang dilantik membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif dan inovatif, dan yang terpenting adalah menghilangkan ego sektoral yang selama ini menjadi penghambat percepatan pembangunan".


Posting Komentar