KBM di SMPN 2 Wawo Kembali Terganggu Akibat Penyegelan, Sejumlah Orang Mengaku Tim Pemenangan Ady–Irfan Ajukan Protes Pelantikan Kepsek

 


BIMA, PilarNTB.com – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMPN 2 Wawo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, kembali terganggu setelah ruang Kepala Sekolah disegel oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai bagian dari tim pemenangan Ady–Irfan, Sabtu (25/7/2026).

Aksi penyegelan tersebut dipicu oleh penolakan terhadap kepala sekolah yang baru dilantik. Kelompok tersebut menilai proses penetapan kepala sekolah tidak mengakomodasi nama yang sebelumnya mereka usulkan melalui koordinator desa (Kordes) dan koordinator kecamatan (Korcam).

Salah seorang perwakilan massa menyatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan somasi dan meminta agar keputusan pelantikan kepala sekolah ditinjau kembali.

"Kami sudah melayangkan somasi. Kami meminta pelantikan kepala sekolah ini dipertimbangkan ulang. Nama yang dilantik tidak sesuai dengan data yang kami usulkan dari Kordes dan Korcam," ujarnya.

Ia mengklaim bahwa usulan nama calon kepala sekolah sebelumnya telah melalui mekanisme internal dan kesepakatan tim pemenangan di tingkat desa maupun kecamatan. Namun, ketika Surat Keputusan (SK) pelantikan diterbitkan, nama yang ditetapkan berbeda dari usulan tersebut.

"Ini merupakan bentuk kekecewaan kami. Kami bukan menolak dunia pendidikan, tetapi kami berharap komitmen politik yang selama ini dibangun dapat dihargai. Jangan sampai pengabdian tim dianggap tidak memiliki arti," tambahnya.

Akibat aksi penyegelan tersebut, aktivitas di lingkungan sekolah dilaporkan terganggu. Belum diketahui secara pasti sejauh mana dampaknya terhadap proses belajar mengajar maupun pelayanan administrasi sekolah.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bima belum memberikan keterangan resmi terkait aksi penyegelan maupun tuntutan yang disampaikan oleh kelompok yang mengaku sebagai tim pemenangan Ady–Irfan.