BIMA, PilarNTB.com – MTsN 4 bima menggelar rapat penguatan Program Tahfidz Sabtu (25/07/26) yang melibatkan seluruh pengurus tahfidz, pembina, ustaz, ustazah, serta perwakilan wali santri. Rapat ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembinaan hafalan Al-Qur'an sekaligus menyusun arah pengembangan program unggulan madrasah.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 4 Bima, Muhaimin, S.Ag, tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima, H. Muhjiburrahman, S.Ag. Rapat dilaksanakan setelah kegiatan belajar mengajar reguler berakhir, yakni mulai pukul 13.30 hingga 16.00 WITA setiap hari belajar.
Dalam pemaparannya, Muhaimin menjelaskan bahwa MTsN 4 Bima saat ini memiliki 682 siswa yang terbagi dalam 22 rombongan belajar pada sistem pembelajaran pagi dan sore. Program Tahfidz didukung oleh 343 wali santri serta dibina oleh 20 ustaz dan ustazah.
Program pembinaan Al-Qur'an di MTsN 4 Bima terbagi menjadi tiga kategori, yaitu Tahfidz Unggulan, Tahfidz, dan Tahsin. Menurut Muhaimin, program tersebut menjadi salah satu keunggulan madrasah dan memiliki pola pembinaan yang menjadi rujukan di Kabupaten Bima.
"Melalui rapat ini, kami ingin menyatukan persepsi seluruh pengurus dan pembina agar seluruh program yang telah disusun dapat berjalan optimal demi meningkatkan kualitas hafalan dan pembinaan karakter Qurani peserta didik," ujar Muhaimin.
Selain membahas peningkatan mutu program tahfidz, rapat juga menyoroti persoalan keterbatasan sarana dan prasarana yang hingga kini masih menjadi tantangan bagi MTsN 4 Bima.
Muhaimin mengungkapkan bahwa setiap tahun madrasah terpaksa menolak sejumlah calon peserta didik baru karena keterbatasan ruang belajar dan luas lahan yang dimiliki saat ini. Kondisi tersebut dinilai menghambat perluasan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Karena itu, pihak madrasah berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dapat memberikan dukungan melalui penyediaan lahan baru seluas sekitar 3 hektare untuk pembangunan dan pengembangan kawasan MTsN 4 Bima.
"Kami sangat berharap perhatian Pemerintah Daerah, khususnya Bupati Bima, agar dapat menyediakan lahan sekitar tiga hektare. Kebutuhan ini sangat mendesak karena setiap tahun banyak siswa yang ingin bersekolah di MTsN 4 Bima, namun terpaksa kami tolak akibat keterbatasan ruang kelas dan lahan. Dengan adanya lahan baru, kami dapat membangun fasilitas pendidikan yang lebih memadai sehingga mampu menampung lebih banyak peserta didik dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan," tegas Muhaimin.
Menurutnya, penambahan lahan tidak hanya akan membuka peluang pembangunan ruang kelas baru, tetapi juga fasilitas penunjang lainnya, termasuk pusat pembinaan Tahfidz Al-Qur'an yang lebih representatif.
MTsN 4 Bima berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terwujud demi mendukung pengembangan madrasah. Dengan dukungan tersebut, MTsN 4 Bima optimistis mampu mencetak generasi Qurani yang unggul, berprestasi, berakhlak mulia, serta mampu menjawab tantangan zaman.
PilarNTB
Penulis: jubair ar-Qamar

Posting Komentar