Revitalisasi SMAN 2 Woha Capai Progres 20 Persen, Fasilitas Pendidikan Senilai Rp2,18 Miliar Mulai Terwujud



BIMA, PilarNTB.com – Program revitalisasi SMAN 2 Woha Tahun Anggaran 2026 terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Memasuki satu bulan sejak penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bantuan anggaran dari pemerintah pusat, progres pembangunan fisik telah mencapai 20 persen.

Ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2SP) SMAN 2 Woha, Hartono, S.Pd., menyampaikan bahwa seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan terus dipercepat agar dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target pelaksanaan selama 150 hari kalender.

"Alhamdulillah, hingga saat ini proses pembangunan berjalan lancar. Progres pekerjaan telah mencapai sekitar 20 persen. Kami terus berupaya menjaga kualitas pekerjaan agar selesai tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan," ujar Hartono kepada Media Pilar, Jumat (31/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Hartono didampingi Bendahara P2SP yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Woha, Abdul Haris, S.Pd.

Hartono menjelaskan, total bantuan anggaran revitalisasi dari pemerintah pusat mencapai Rp2.189.799.000. Dana tersebut digunakan untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana pendidikan melalui sejumlah pekerjaan strategis, meliputi pembangunan tiga ruang kelas baru (RKB), rehabilitasi sedang hingga berat terhadap empat ruang kelas beserta laboratorium sekolah, pembangunan pagar sekolah sepanjang 80 meter, serta pembangunan enam unit toilet (WC).

Pekerjaan rehabilitasi mencakup perbaikan struktur lantai, atap bangunan, penggantian pintu, kusen, dan berbagai komponen lain yang mengalami kerusakan agar kembali memenuhi standar kelayakan dan keamanan.

Untuk menjamin kualitas konstruksi, seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengacu secara ketat pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 yang ditetapkan pemerintah.

"Pada pembangunan gedung baru kami menggunakan besi tulangan utama berdiameter 12 milimeter dengan cincin atau begel berdiameter 8 milimeter. Seluruh spesifikasi material dan metode pekerjaan mengikuti standar teknis yang telah ditentukan oleh Kementerian, sehingga mutu bangunan benar-benar terjamin," jelas Hartono.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Woha, Lukman, S.Pd., melalui Ketua P2SP, mengajak seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program revitalisasi tersebut.

Menurutnya, pembangunan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyediaan fasilitas belajar yang lebih representatif, aman, dan nyaman bagi peserta didik.

"Kami berharap dukungan penuh dari dewan guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, serta seluruh masyarakat. Dengan sinergi yang baik, kami optimistis proses revitalisasi ini dapat berjalan tanpa hambatan hingga selesai sesuai target. Kehadiran fasilitas baru nantinya diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif, serta mendukung lahirnya generasi yang unggul, berprestasi, dan berdaya saing," tutupnya.