BIMA, PilarNTB.com — BLUD Puskesmas Bolo resmi memberlakukan pengaturan pelayanan kesehatan sementara mulai 23 Juli 2026 sebagai langkah antisipatif di tengah krisis tenaga dokter. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keselamatan pasien sekaligus menyesuaikan pelayanan dengan keterbatasan tenaga medis yang saat ini hanya ditangani oleh satu dokter yang bertugas siaga selama 24 jam.
Kepala BLUD Puskesmas Bolo, Nurjanah, S.Kep., menjelaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara hingga pemerintah menempatkan tenaga dokter pengganti. Masyarakat diharapkan dapat memahami kondisi yang sedang dihadapi sehingga pelayanan kesehatan tetap berjalan secara aman, efektif, dan sesuai standar medis.
Dalam pengaturan sementara tersebut, pelayanan rawat jalan (Poli Umum) tetap dibuka namun terbatas sesuai kapasitas dokter. Pelayanan rawat inap untuk pasien baru dihentikan sementara dan seluruh pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan akan diarahkan ke RSUD Sondosia.
Sementara itu, seluruh kasus gawat darurat akan dilakukan stabilisasi awal di Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Sondosia. Adapun pelayanan persalinan hanya melayani persalinan normal (fisiologis), sedangkan ibu hamil dengan risiko tinggi maupun komplikasi akan segera dirujuk ke rumah sakit agar memperoleh penanganan yang lebih komprehensif.
Pihak Puskesmas menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mendukung kebijakan ini demi keselamatan bersama hingga kondisi pelayanan kembali normal.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Hj. Nurul Wahyuti, SE., ME., saat diwawancarai PilarNTB.com pada Jumat malam melalui WhatsApp (24/7/2026), menegaskan bahwa Dinas Kesehatan bergerak cepat mencari solusi agar pelayanan kesehatan di wilayah Bolo segera kembali optimal.
Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima saat ini sedang mengupayakan peminjaman tenaga dokter dari rumah sakit untuk mengisi kekosongan sementara di Puskesmas Bolo. Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dan menyampaikan laporan resmi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna mempercepat penempatan dokter Program Penugasan Khusus dari pemerintah pusat.
"Kami terus berupaya agar kebutuhan tenaga dokter di Puskesmas Bolo dapat segera terpenuhi. Koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun Kementerian Kesehatan telah dilakukan sebagai langkah percepatan penempatan dokter, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan secara maksimal," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bima berharap masyarakat tetap tenang dan mengikuti mekanisme pelayanan yang telah ditetapkan selama masa transisi. Dinas Kesehatan memastikan akan terus melakukan evaluasi dan mengambil langkah-langkah strategis agar akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak terganggu dalam jangka panjang.
Media PilarNTB
Penulis: jubair ar-Qamar

Posting Komentar